Metodologi Perencanaan E-Business

Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba

Uji normalitas data dalam penelitian

Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:

Tilawatil Quran KH. Muammar ZA

ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.

Contoh Khutbah Bahasa Sunda

Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan

Ciri-ciri Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Tuesday, May 19, 2020

Contoh Template Pernyatan Hak Cipta (HaKI)

                                                                     


 Haki sangat penting bagi sebuah karya cipta, berikut saya lampirkan contoh surat pernyataan haki ketika anda ingin mendaftarkan produk anda.

                                                        SURAT  PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

N a m a                                                   :           Diana Wijaya

Kewarganegaraan                                  :           Indonesia

Alamat                                                    :           Jl. Buah Batu 599 Kota Bandung

                                                                                                  

Dengan ini menyatakan bahwa:

1.         Karya Cipta yang saya mohonkan:

Berupa                          :      BUKU

Berjudul                     :     PENJELASAN HAKIKI DUA KALIMAT SYAHADAT                                                                                                    

  • Tidak meniru dan tidak sama secara esensial dengan Karya Cipta milik pihak lain atau obyek kekayaan intelektual lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (2);
  • Bukan merupakan Ekspresi Budaya Tradisional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38;
  • Bukan merupakan Ciptaan yang tidak diketahui penciptanya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39;
  • Bukan merupakan hasil karya yang tidak dilindungi Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 dan 42;
  • Bukan merupakan Ciptaan seni lukis yang berupa logo atau tanda pembeda yang digunakan sebagai merek dalam perdagangan barang/jasa atau digunakan sebagai lambang organisasi, badan usaha, atau badan hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 dan;
  • Bukan merupakan Ciptaan yang melanggar norma agama, norma susila, ketertiban umum, pertahanan dan keamanan negara atau melanggar peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 ayat (1) huruf d Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

 

2.       Sebagai pemohon mempunyai kewajiban untuk menyimpan asli contoh ciptaan yang dimohonkan dan harus memberikan apabila dibutuhkan untuk kepentingan penyelesaian sengketa perdata maupun pidana sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

 

3.      Karya Cipta yang saya mohonkan pada Angka 1 tersebut di atas tidak pernah dan tidak sedang dalam sengketa pidana dan/atau perdata di Pengadilan.

 

4.      Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Angka 1 dan Angka 3 tersebut di atas saya / kami langgar, maka saya / kami bersedia secara sukarela bahwa:

a.         permohonan karya cipta yang saya ajukan dianggap ditarik kembali; atau

b.    Karya Cipta yang telah terdaftar dalam Daftar Umum Ciptaan Direktorat Hak Cipta, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia R.I dihapuskan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

c.      Dalam hal kepemilikan Hak Cipta yang dimohonkan secara elektronik sedang dalam berperkara dan/atau sedang dalam gugatan di Pengadilan maka status kepemilikan surat pencatatan elektronik tersebut ditangguhkan menunggu putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

 

Demikian Surat pernyataan ini saya/kami buat dengan sebenarnya dan untuk dipergunakan sebagimana mestinya.

 

                                                                                                                Bandung , 16 Agustus  2018

 

                                                                                                                          Materai 6.000, -

  

                                                                                                                          (Diana Wijaya)

Monday, May 18, 2020

Tahapan Membangun Sistem E-Business dan Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Sistem E-Business

Metode daur hidup dapat digunakan utk membangun sistem E-Business, dengan tahapan sbb:

1)      Perencanaan,

2)      Analisis kelayakan,

3)      Perancangan,

4)      Penerapan,

5)      Evaluasi,

6)      Penggunaan dan pemeliaraan.


Pada setiap tahapan dilakukan proses pendokumentasian atas segala yang telah dilakukan atau disepakati.

 Tahap 1: Perencanaan

Tahap ini sangat penting karena pada tahap ini permasalahan yang sebenarnya didefinisikan secara rinci 

Perlu dibuat model bisnis.

1)      Model bisnis tersebut menggambarkan aliran data yang di proses sesuai prosedur bisnis yang dilakukan.

2)      Model bisnis dapat menggunakan sistem flowchart atau blok diagram.

 Tahap 2: Analisis Kelayakan

Menurut Mc. Leod, ada enam demensi kelayakan, yaitu

                1.   Kelayakan teknis

                2.   Pengembailan ekonomis

                3.   Pengembalian non ekonomis     

                4.   Hukum dan etika

                5.   Operasional

                6.   Jadwal

 Faktor-faktor pemodelan sistem informasi e-business dapat digunakan dalam lingkup yang tepat

1)       Memilih kelompok bisnis

2)      Daya saing (tingkat kompetisi) produk harus dapat dideteksi

3)      Melihat kemungkinan-kemungkinan permodelan

4)      Lingkungan operasional sistem

5)      Sistem harga

6)      Kelayakan organisasi .   

 Tahap 3: Perancangan

Rancangan SI e-Business harus memperhatikan:

                1.   Kebutuhan perusahaan e-business

                2.   Kebutuhan operator

                3.   Kebutuhan pemakai

                4.   Kebutuhan teknis

 Tahap 4: Penerapan

1)      Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan  rancangan yang telah disusun sebelumnya agar dapat diwujudnyatakan

2)      Implementasi untuk prosedur di dalam teknologi komputer akan menggunakan bahasa komputer

3)      Sementara itu, untuk proses yang terdapat di luar sistem komputer, disusunlah sebuah konvensi atau perjanjian atau tata tertib, agar setiap orang yang terlibat dapat mengikuti alur yang telah ditetapkan

 Untuk merealisasikan sistem pada tahap penerapan ini, ditempuh beberapa metode, antara lain:

1)      penggunaan paket aplikasi,

2)      pengembangan oleh staf sendiri (insourcing),

3)      pengembangnan yang dilakukan dengan kerjasama dari pihak luar seperti konsultan atau software house (outsourcing)  

 

Tahap 5: Evaluasi

1)      Pada tahap ini, dilakukan uji coba sistem yang telah selesai dibuat.

2)      Proses uji coba diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar.

3)      Memenuhi karakteristik yang ditetapkan, dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung didalamnya

 

Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengevaluasi perangkat keras

1)      Kemampuan perangkat keras yang meliputi kecepatan proses dan distribusinya

2)      Seberapa besar biaya yang harus disediakannya untuk pengoperasian dan perawatan sistem

3)      Kompatibilitas perangkat keras terhadap sistem-sistem yang terkait

4)      Seberapa lama teknologi yang digunakan akan dapat bertahan

5)      Sejauh mana pilihan-pilihan terhadap komputer yang digunakan memperhatikan faktor-faktor ergonomik

6)      Tingkat kehandalan dan sekalabilitas jaringan komputer  yang dibangun sebagai infrastruktur sistem tersebut

 

Tahap 6: Penggunaan & Pemeliharaan

1)      Pada tahap ini, sistem yang telah diuji coba dan dinyatakan lolos dapat mulai digunakan untuk mengenal proses e-Business yang sesungguhnya.

2)      Pemeliharaan sistem secara rutin dapat meliputi penataan ulang database, mem-backup, dan scaning virus. Sementara itu, pemeliharaa juga termasuk melakukan penyesuaian-penyesuaian untuk menjaga kemuktahiran sistem, atau pembetulan atas kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dan belum diketahui sebelumnya.

  Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Sistem E-Business

1)      Sering orang memandang SI e-Business adalah paling utama dan penting, sementara melupakan komitmen dan konsistensi terhadap materi informasi, produk dan  respon layanan kepada konsumen.

2)      Antar-muka SI e-Business sering kurang interaktif,  kurang komunikatif dan kurang mudah digunakan oleh  konsumen, karena antar muka sering dibangun  berdasarkan selera pembuatnya.

3)      Perubahan cara pandang, pola berbisnis, dan sistim dari tradisonal dan lokal menjadi moderen dan global; perusahaan dan pebisnis membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

 Referensi

1)      Cassidy,A.2008, Planning E-business Success.How to e- enable Your Enterprise . ST Lucia   Press. New York

2)      Oetomo, BSD. 2001 Perspektif e-Business Tinjauan Teknis, Manajerial dan strategi. Penerbit Andi. Yogyak arta

 

METODOLOGI PERENCANAAN E-BUSINESS

1. MEMULAI (BEGIN)

  • Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis.
  • Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan  rencana e-bisnis .
  • Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terlibat.
  • Garis besar proses perencanaan yang akan digunakan.
  • Rencana komunikasi anggota tim  akan tetap mengikuti kegiatan.
  • Umumkan proyek kepada organisasi.

 2. DIAGNOSIS (DIAGNOSE)

  • Diagnosis tren dan pengaruhnya ke  organisasi.
  •  Dokumentasi situasi internal saat ini  (model proses bisnis, kekuatan dan  bidang perbaikan.)
  • Identifikasi para pemangku kepentingan dan proses mereka.
  • Mendiagnosa industri dan dampak eksternal serta nilai rantai.
  •  Analisis bisnis (SWOT). 

3. MENGEMBANGKAN (DEVELOP)

  • Membuat proposal nilai (manfaat) secara umum dan proposal manfaat langsung dari hasil proyek.
  • Mengembangkan strategi e-bisnis untuk mencapai hasil.
  • Membuat standar  indeks kinerja (metrik ) untuk mengukur keberhasilan dan kemajuan dari strategi.

 4. MENDEFINISIKAN (DEFINE)

  •  Tentukan peluang
  •  Temukan keunggulan daya saing.
  •   Tentukan prioritas.

 5. MENENTUKAN (DETERMINE)

  •  Menentukan dampak ke: arsitektur aplikasi bisnis, infrastruktur teknis, proses bisnis, proses sistem informasi, dan orang / organisasi.
  • Analisis biaya dan manfaat (Cost & Benefit)
  •  Membuat peta jalan untuk mendapatkan strategi.
  • Mendapatkan persetujuan rencana proyek e-bisnis. GO NOT GO.

 6. MERANCANG (DESIGN)

  •  Desain tampilan dan nuansa e-bisnis.
  •  Desain navigasi dan desain layar.
  •  Desain aplikasi
  •  Desain sistem keamanan.

 7. PENYAMPAIAN HASIL (DELIVER)

  •  Pembuatan E-Business.
  •  Ujicoba
  •  Pelatihan (Operasi & Pemeliharaan)
  •  Penerapan pada praktek bisnis.
  •  Promosi (situs e-bisnis dan fungsi-fungsinya).

 8. DISKUSI (DISCUSS) UTK PERBAIKAN

  •  Mengumpulkan umpan-balik (kotak kritik dan saran)
  •  Menganalisis kritik dan saran yang masuk.
  •  Menentukan tindakan yang diperlukan.

 Referensi

1)      Cassidy,A.2008, Planning E-business Success.How to e- enable Your Enterprise . ST Lucia Press. New York

2)      Oetomo, BSD. 2001 Perspektif e-Business Tinjauan Teknis, Manajerial dan strategi. Penerbit Andi. Yogyak arta


Pengertian OCTAVE dan OCTAVE-S

OCTAVE-S

1. Pengertian OCTAVE dan OCTAVE-S

Alberts, C dan Dorofee.A (OCTAVEsm Catalog of Practices, Version 2.0) mendefinisikan OCTAVE sebagai pendekatan terhadap risiko keamanan informasi evaluasi yang bersifat komprehensif, sistematis, kontekstual, dan dapat diarahkan sendiri.

Hal ini memerlukan sebuah analisis tim untuk menguji resiko keamanan di sebuah aset organisasi dalam hubungannya dengan objective bisnis. Dengan mengimplementasi hasil-hasil dari OCTAVE, sebuah organisasi berusaha melindungi semua informasi dengan lebih baik dan meningkatkan keseluruhan bidang keamanan.

Definisi OCTAVE-S menurut Alberts, C dan Dorofee.A (2003, p3) adalah sebuah variasi dari pendekatan OCTAVE yang dikembangkan untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan kecil, organisasi-organisasi yang tidak memiliki hierarki.

Dapat disimpulkan, pengertian OCTAVE-S adalah sebuah variasi dari pendekatan OCTAVE yang dikembangkan untuk melakukan penilaian resiko terhadap organisasi skala kecil yang bersifat komprehensif,sistematis, kontekstual, dan dapat diarahkan sendiri.

 

2. Tahap, Proses, dan Aktivitas OCTAVE-S

Menurut Alberts, C dan Dorofee.A (2003, p5), OCTAVE-S  berdasar pada 3 tahap yang dideskripsikan dalam criteria OCTAVE, meskipun nomor dan urutan kegiatan berbeda dari metode OCTAVE yang digunakan. Bagian ini memberikan tinjauan singkat atas tahapan, proses, dan kegiatan OCTAVE-S. Tahapan-tahapan OCTAVE-S yang berbasis pada framework OCTAVE yaitu:

a. Membangun Aset Berbasis Profil Ancaman

Tahap satu adalah sebuah evaluasi dari aspek organisasi. Selama dalam tahap ini, tim analisis menggambarkan kriteria dampak evaluasi yang akan digunakan nantinya untuk mengevaluasi risiko. Tahap ini juga mengidentifikasi aset-aset organisasi yang penting, dan mengevaluasi praktek keamanan dalam organisasi saat ini. Tim menyelesaikan tugasnya sendiri dan mengumpulkan informasi tambahan hanya ketika diperlukan.

Kemudian memilih 3 dari 5 aset kritikal untuk menganalisa dasar kedalaman dari hubungan penting dalam organisasi. Akhirnya, tim menggambarkan kebutuhan-kebutuhan keamanan dan menggambarkan profil ancaman pada setiap aset. Di mana pada tahap ini terdiri atas 2 proses, yaitu identifikasi informasi organisasi dan membuat profil ancaman serta memiliki enam aktivitas.

b. Mengidentifikasi kerentanan infrastruktur

Tahap kedua yaitu tim analisis melakukan peninjauan ulang level tinggi dari perhitungan infrastruktur organisasi, yang berfokus pada  keamanan yang dipertimbangkan pemelihara dari infrastruktur. Tim analisis pertama menganalisis bagaimana orang-orang menggunakan infrastruktur komputer pada akses aset kritis, menghasilkan kunci dari kelas komponen-komponen. Tahap ini memiliki satu proses yaitu memeriksa perhitungan infrastruktur dalam kaitannya dengan aset yang kritis dimana terdapat dua aktivitas.

c. Mengembangkan Strategi Keamanan dan Perencanaan.

Selama tahap ketiga tim analisis mengidentifikasi risiko dari aset kritis organisasi dan memutuskan apa yang harus dilakukan mengenainya. Berdasarkan analisis dari kumpulan informasi, tim membuat strategi perlindungan untuk organisasi dan rencana mitigrasi risiko yang ditujukan pada aset kritis. Kertas kerja OCTAVE yang digunakan selama tahap ini mempunyai struktur tinggi dan berhubungan erat dengan praktek katalog OCTAVE, memungkinkan tim untuk mengubungkan rekomendasirekomendasinya untuk meningkatkan praktek keamanan dari penerimaan benchmark. Tahap ini terdiri atas 2 proses, yaitu : identifikasi dan analisis risiko serta mengembangkan strategi perlindungan dan rencana mitigasi, di mana proses ini memiliki delapan aktivitas.

Manajemen risiko keamanan informasi memerlukan sebuah keseimbangan kegiatan reaksi dan proaktif. Selama dalam evaluasi OCTAVE, tim analisis memandang keamanan dari berbagai perspektif, memastikan rekomendasi mencapai keseimbanagn dasar yang sesuai pada kebutuhan organisasi.

 

 

 

 

 

3. Hasil OCTAVE-S

Menurut Alberts, C dan Dorofee.A (2003, p. 6), selama mengevaluasi OCTAVE,-S tim analisis melibat keamanan dari beberapa perspektif, memastikan bahwa rekomendasi yang dicapai sesuai dengan keseimbangan berdasarkan kebutuhan organisasi.

Hasil utama dari OCTAVE-S, yaitu:

1. Strategi perlindungan organisasi yang luas: Perlindungan strategi menguraikan secara singkat arah organisasi dengan mematuhi praktek keamanan informasi.

2. Rencana mitigasi risiko: rencana ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko aset kritis untuk meningkatkan praktek keamanan yang di pilih.

3. Daftar tindakan: Termasuk tindakan jangka pendek yang dibutuhkan untuk menunjukkan kelemahan yang spesifik.

Hasil OCTAVE-S yang berguna lainnya, yaitu:

1. Daftar informasi penting terkait dengan aset yang mendukung tujuan bisnis dan sasaran organisasi.

2. Hasil survei menunjukkan sejauh mana organisasi mengikuti praktek keamanan yang baik.

3. Profil risiko untuk setiap aset kritis menggambarkan jarak antara risiko terhadap aset. Jadi, setiap tahap OCTAVE-S memproduksi hasil yang bermanfaat sehingga sebagian evaluasi akan menghasilkan informasi yang berguna untuk meningkatkan sikap keamanan organisasi.

Project Crashing Exercise 2 Slide 12 (tugas manajemen proyek WinQS Result, Cost and Crash Cost)

Exercise 2 Slide 12

 

Given the data and information that follow, compute the total direct cost for each duration. If the indirect costs for each project duration are $90 (15 time units), $70 (14), $50 (13), $40 (12), and $30 (11), compute the total project cost for each duration. What is the optimum cost-time schedule for the project? What is this cost?

Act.

Crash cost

(slope)

Maximum crash time

Normal time

Normal cost

A

20

1

5

50

B

60

2

3

60

C

0

0

4

70

D

10

1

2

50

E

60

3

5

100

F

100

1

2

90

G

30

1

5

50

H

40

0

2

60

I

200

1

3

200

 

Answer:

We must compute this project for understand the result. This is calculating of the project:

First i will making line project schedule for know line critical project. This is the line:


The critical line is act A, D, G and I

 

Second i will compute the total direct cost for each duration

If we’re looking the result of compute the project. So the total cost of project normal is 730 and candidate of crashing is act G

 

And last, we will compute indirect cost

Day

Indirect Cost

WinQS Result

(Crash Cost)

Cost and Crash Cost

15

90

730

820

14

70

740

810

13

50

760

810

12

40

950

990

11

30

1150

1180