Metodologi Perencanaan E-Business

Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba

Uji normalitas data dalam penelitian

Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:

Tilawatil Quran KH. Muammar ZA

ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.

Contoh Khutbah Bahasa Sunda

Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan

Ciri-ciri Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Showing posts with label Sistem Informasi Manajemen. Show all posts
Showing posts with label Sistem Informasi Manajemen. Show all posts

Wednesday, July 17, 2013

Sekilas Mengenai Altius ERP Indonesia

Tidak seperti generik solusi perangkat lunak ERP, Altius Software ERP Indonesia dirancang untuk mendukung produsen yang bekerja dengan resep dan formula untuk membantu mereka berhasil mengelola keragaman dan kompleksitas produk dan proses, serta akurat account untuk semua bahan baku dan produk jadi-mana secara signifikan akan meningkatkan skalabilitas produksi dan biaya produk dan mampu telusur. di beberapa, bahasa negara dan mata uang, Altius Software ERP Indonesia juga dapat dengan mudah diluncurkan untuk mencapai standarisasi proses bisnis di seluruh perusahaan global. Dengan keahlian industri yang mendalam, Altius Software ERP Indonesia dan tim ahli teknologi dapat memberikan solusi yang dibuat khusus untuk bisnis Anda.

Altius Software ERP Indonesia menawarkan built-in industri “praktek terbaik” yang Anda dapat menyesuaikan proses bisnis Anda, serta fitur ERP yang kuat ditetapkan untuk dirancang khusus untuk produsen proses, termasuk:
» Manajemen Manufaktur
» Manajemen Keuangan
» Manajemen Distribusi
» Lacak
» Kontrak dan Chargeback
» Pelanggan Manajemen dan Portal
» Pengumpulan Data
» Mobilitas atau option fitur dengan cloud computing teknologi

Sekilas Mengenai Fitur Microsoft Dynamic AX ERP

Fitur-fitur Microsoft Dynamic AX 2012:
1. RoleTailored User Interface
RoleTailored User Interface yang ditingkatkan mencakup Microsoft Dynamics AX klien Windows dan Enterprise Portal membantu mendorong produktivitas dan wawasan bisnis melalui pengalaman pengguna sehubungan dengan proses bisnis seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel ®, yang telah akrab digunakan oleh para pekerja, memungkinkan akses kebisnis data dalam Microsoft Dynamics AX 2012 dapat meningkatkan produktivitas pekerja. Help Systemjuga lebih fleksibel dalam menyediakan dan menambahkan dukungan bila diperlukan.
2. Industry Capabilities
Pembangunan Microsoft Dynamics AX 2012 ditujukan untuk organisasi yang bergerak di bidang manufaktur, sektor publik, layanan, distribusi juga retail, yang memberikan kemapuan industri secara spesifik untuk berfikir out-of-the-box. Versi terbaru dirilis dengan dukungan untuk organisasi Sektor Publik. Microsoft Dynamics AX 2012 dengan unik menggabungkan kemampuan industri secara spesifik  dalam satu solusi dan yang tersedia untuk semua pelanggan, membuat organisasi mendapatkan manfaat yang membutuhkan kemampuan untuk lebih dari satu industri.
3. Core ERP Suite Capabilities
Microsoft Dynamics AX 2012 menaikkan standar untuk memberikan  kemampuan ERP yang kuat dan mendukung efisiensi operasional di banyak bidang fungsional utama. Microsoft Dynamics AX 2012 memiliki kemampuan baru seperti hubungan antar manajemen pemasok, manajemen kasus, dan Workbench Audit,serta perangkat tambahan penting dalam domain berikut: keuangan, penjualan danpemasaran, pengadaan, akuntansi proyek, manajemen sumber daya, manajemen rantai suplai, manajemen persediaan, kepatuhan dan kontrol internal.
4. Application Foundation
Data master, data referensi dan global machines adalah dasar dari aplikasi pada Microsoft Dynamic AX 2012. Terdapat tambahan di tiga area yang menyederhanakan definisi master, data referensi, dan global machines pada multi-entity enterprise.
5. Business Intelligence and Reporting
Microsoft Dynamics AX 2012 BI and Reporting mencakup lebih dari 800 Microsoft SQL Server® Reporting Service reports, 11 SQL Server Analtytics Server data cubes, dan memiliki perangkat tambahan untuk framework.
6. Framework
Perangkat tambahan struktural Microsoft Dynamic AX 2012 dapat meningkatkan efisiensi operasional TI dalam organisasi yang terdiri dari grafis, alur kerja editor, layanan berbasis cloud yang membantu TI mengurangi kompleksitas dan front-end capital requirement.Peningkatan aplikasi Integration Framework membantu mengurangi penulisan kode yang biasanya dilakukan oleh para profesional IT.
7. Microsoft Business Productivity Application and IT Infrastructure Technology
Kekuatan inti dari Microsoft Dynamic AX 2012 dapat ditemukan dalam interoperabilitas dengan produk dan teknologi Microsoft lainnya.Dari perspektif teknis, kekuatan ini mendorong efisiensi dan penghematan biaya pembangunan. Pengguna menikmati manfaat dari interoperabilitas dalam produktivitas dan integritas data yang lebih besar.

Tuesday, July 16, 2013

Sekilas Tentang Maximo ERP

Maximo adalah suatu software aplikasi yang di keluarkan oleh IBM dimana fungsi maximo ini untuk me-manage atau bisa juga dikatakan mengatur dan merawat suatu Asset, agar dapat bekerja dan berfungsi sebagai mana mestinya, dan mengoptimalkan kinerja dari asset tersebut.
Maximo ini tidak hanya terbatas untuk satu aspek saja, melainkan berfungsi secara menyeluruh... dari mulai perencanaan...perawatan...pembelian...sampai dengan menangani persoalan keuangannya.

Manfaat dari pengimplementasian Maximo 
  • Peningkatan aset Return On Investment
  • Mengurangi biaya dan risiko
  • Peningkatan produktivitas dan efisiensi
  • Lebih baik pengambilan keputusan aset terkait
  • peningkatan respon
  • Kegiatan kepatuhan terhadap peraturan Efisien
  • Mengurangi Biaya Total Kepemilikan

Friday, July 12, 2013

Cara-cara CIO Menentukan Teknologi Yang Tepat Untuk Perusahaan

Hal-hal yang akan dilakukan CIO untuk menentukan teknologi yang tepat bagi perusahaan meliputi hal-hal sebagi berikut :

-          Mengumpulkan informasi terkaitan dengan SDM dan Insfrastruktur IT yang dimiliki perusahaan.

-          Melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan teknologi apa saja yang belum dimiliki perusahaan .

-          Mempelajari budaya perusahaan dan proses bisnis perusahaan.

-          Mempelajari kemampuan dana perusahaan

-          Melakukan riset dengan user/pengguna sehingga bisa dirumuskan sebuah kebijakan penggunaan Teknologi yang ramah pengguna, aman dan mampu meningkatkan kepuasan user/pelanggan

-          Membuat model/skema bisnis yang bisa didukung oleh teknologi

-          Membuat Master Plan Strategi IT yang dibutuhkan perusahaan

-          Membangun aplikasi yang didasarkan pada pada Master Plan yang telah dibuat.

Saturday, July 6, 2013

Apa Itu INTANGIBLE BENEFIT, definisi dan Poin-Poin Didalamnya

Dalam makalah ini akan dibahas  mengenai intangible benefit menurut laudon et. Al (2006, p 720). Intangible benefits adalah keuntungan-keuntungan yang sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan nilai uang. Dengan sifatnya yang tidak berwujud, manfaat-manfaat ini seringkali terabaikan atau tidak terdeteksi. Padahal manfaat tak berwujud inilah yang sering menjadi titik kritis pada jalannya roda bisnis sebuah perusahaan
Keywords : Intangible Benefits, Organisasi, Pelanggan
 
Menurut buku Laudon Intangible Benefits meliputi poin-poin sebagai berikut :
1. Improved Asset Utilization (Peningkatan Pemanfaatan Aktiva)
2. Improved Resource Control (Peningkatan Sumber Daya Kontrol)
3. Improved organizational planning (Peningkatan Perencanaan Organisasi)
4. Increased organisational flexibility (Peningkatan Fleksibilitas Organisasi)
5. More timely information (Informasi Lebih Tepat Waktu)
6. More information (Kualitas informasi lebih tinggi)
7. Increased organizational learning (Peningkatan Pembelajaran Organisasi)
8. Legal requirement attained  (persyaratan hukum tercapai)
9. Enhanced employee goodwill (Peningkatan Kemauan Karyawan)
10. Increased job satisfaction (Peningkatan kepuasaan kerja)
11. Improved decision making (peningkatan pengambilan keputusan)
12. Improved operations (peningkatan Operasi)
13. Higher client satisfaction (peningkatan kepuasaan pelanggan)
14. Better corporate image (Image perusahaan lebih baik)
Dari 14 point intangible benefits diatas penulis akan menguraikan 6 manfaat yang tidak berwujud dari hadirnya sistem informasi :
1. Increased organisational flexibility (Peningkatan Fleksibilitas Organisasi)
Nilai-nilai dasar organisasi dan kemampuan dari setiap perusahaan bisnis sangat mungkin diubah dengan kemajuan Teknologi Informasi. Perubahan membawa kemajuan dan keuntunganbagi perusahaan. Teknologi informasi (TI) memberikan kontribusi untuk fleksibilitas dengan:
1) Mengubah sifat batas-batas organisasi dan waktu ketika pekerjaan terjadi
2) Mengubah sifat dan kecepatan kerja
3) Membantu perusahaan merespon kondisi pasar yang terus berubah
Pemilik bisnis mana yang tidak menginginkan hal ini? Semakin efisien dan luwes/fleksibelnya sebuah operasional organisasi maka hal ini menunjukkan semakin rendahnya biaya yang dikeluarkan untuk menjalankannya. Hal tersebut dapat dicapai karena dipangkasnya rantai birokrasi dalam perusahaan setelah implementasi sistem informasi yang baik.

2. Higher client satisfaction (Peningkatan kepuasan pelanggan)
Misalkan Anda datang ke sebuah toko swalayan. Mana yang kira-kira akan Anda pilih sebagai tempat berbelanja, toko yang waktu antrian di kasirnya lebih singkat atau sebaliknya? Tentunya Anda akan memilih yang pertama sekalipun mungkin harus membayar sedikit lebih mahal dibandingkan dengan toko kedua.
Toko pertama sudah menerapkan sistem informasi penjualannya yang lebih cepat dalam pemrosesan dan kemudahan pemasukan datanya. Sedangkan toko yang kedua belum atau tidak maksimal dalam menerapkan sistem informasi penjualannya.

3. Increased job satisfaction (Peningkatan kepuasan kerja )
Seringkali muncul dari pihak karyawan yang merasa haknya tidak terpenuhi seperti misalkan insentif lemburnya. Ternyata hal ini terjadi akibat kesalahan perhitungan pihak manajemen yang masih melakukannya secara manual atau dengan sistem pemasukan ulang data. 
Padahal jika saja perusahaan menyediakan sistem absensi yang terintegrasi dalam sistem informasi kepegawaian dan SIM maka secara otomatis dapat dibuat laporan insenstif yang lebih akurat dan benar. Hal tersebut baru salah satu contoh di luar misalkan perhitungan angka kredit, hak cuti, jenjang karier, pendidikan dan latihan, dsb.

4. Increased organisational flexibility (Peningkatan Fleksibilitas Organisasi)
Pemilik bisnis mana yang tidak menginginkan ini? Semakin efisien dan luwesnya sebuah operasional maka hal ini menunjukkan semakin rendahnya biaya yang dikeluarkan untuk menjalankannya. Hal tersebut dapat dicapai karena dipangkasnya rantai birokrasi dalam perusahaan setelah implementasi sistem informasi yang baik.


5. Improved organizational planning (Peningkatan Perencanaan Organisasi)
Perencanaan organisasi adalah proses yang penting bagi bisnis. Namun apapun perencanaan organisasi yang akan dibuat maka tentunya diperlukan dukungan informasi yang memadai dalam melaksanakannya. Jika tidak maka perencanaan tersebut dapat kehilangan arah dan tidak mencapai sasarannya karena kesalahan informasi yang menjadi basisnya. Adanya perencanaan akan memberikan arah dan tujuan yang jelas, memberikan pemahaman terhadap pimpinan dan bawahan sehingga bisa saling bekerja sama demi terealisasinya tujuan organisasinya. Namun di samping itu, perencanaan hanya salah satu fungsi dalam manajemen. Oleh karena keberhasilan pencapaian tujuan bukan berarti hanya tergantung pada satu fungsi perencanaan saja, tetapi ada fungsi-fungsi lainnya, seperti pengorganisasian, mengarahan dan pengawasan. Keberhasilan perencanaan akan sangat mungkin tercapai apabila pimpinan dan bawahan bekerja sama dan dapat saling memotivasi sehingga kinerja masing-masing semakin tinggi demi tercapainya tujuan organisasi. Melalui sistem informasi perencaan organisasi akan lebih teratur dan akurat, sehingga meningkatkan efisiensi perusahaan.

6. Improved decision making (peningkatan pengambilan keputusan)
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pengambilan keputusan sangat bergantung kepada informasi yang mendukung kebijakan yang akan diambil tersebut. Hal tersebut hanya dapat terwujud jika sistem informasi dapat menyajikan informasi yang relevan, akurat, terkini dan dapat diambil setiap saat.


Daftar Pustaka
Laudon, Kenneth C., and Laudon, Jane P. (2006). Management informationsystems (10th ed.). New Jersey: Upper Saddle River.

Jurnal Ilmiah Ranggading Volume 10 No.2 Oktober 2010 :90-94

Thursday, July 4, 2013

Kualitas dari suatu informasi

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari tiga hal yaitu:
1.    Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan – kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2.    Tepat waktu berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah using tidak mempunyai nilai lagi
3.    Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainnya.

Tuesday, July 2, 2013

Tulisan Tentang Fault Tolerance


Fault Tolerance
Fault tolerance adalah suatu sistem yang dapat melanjutkan tugasnya dengan benar meskipun terjadi kegagalan perangkat keras (hardware failure) dan kesalahan perangkat lunak (software error). Fault tolerance perlengkapan yang memungkinkan sistem untuk mencapai operasi fault-tolerant.

Istilah fault-tolerant computing menggambarkan proses pelaksanaan perhitungan seperti yang dilakukan komputer, dalam cara fault-tolerant. Konsep fault tolerance menjadi semakin penting dalam dekade belakangan ini karena bertambahnya penggunaan komputer dalam aspek vital kehidupan hampir semua orang. Komputer tidak lagi terbatas digunakan sebagai kalkulator serbaguna dimana kesalahan yang dihasilkannya dapat mengakibatkan lebih dari sekedar frustasi atau kerugian waktu. Bahkan, komputer sekarang digabungkan dalam bidang komersil, sistem kontrol penerbangan pesawat militer, pengontrol industri, aplikasi antariksa, dan sistem perbankan. Dalam setiap aplikasi kesalahan kerja komputer dapat merusak catatan keuangan, keselamatan lingkungan, keamanan nasional, bahkan nyawa manusia. Singkatnya, fault tolerance menjadilebih penting karena fungsi komputer dan sistem digital lainnya menjadi lebih kritis.

Fault tolerance merupakan sistem perlengkapan yang dirancang didalam suatu sistem untuk mencapai tujuan perancangannya. Sebagai rancangan maka harus sesuai dengan fungsi dan tujuan kerjanya, hal ini memerlukan pemenuhan kebutuhan lain.
Ada tiga istilah pokok dalam rancangan fault tolerance yaitu, fault, error,dan failure. Ketiganya mempunyai hubungan sebab dan akibat. Tegasnya, fault adalah penyebab error, dan error adalah penyebab failure. Fault (kerusakan) adalah kerusakan fisik, ketidak sempurnaan, atau kerusakan yang terjadi di dalam komponen perangkat keras atau lunak. Contoh fault : short (hubungan singkat) antara konduktor listrik, open atau break dalam konduktor, atau kerusakan fisik atau ketidaksempurnaan dalam device semikonduktor. Demikian juga pemakai ingin membuat katup off, sistem akan mengalami kegagalan. Fault dapat disebabkan oleh bermacam-macam hal yang terjadi di dalam komponen elektronika, diluar komponen, atau selama komponen tersebut atau proses perancangan sistem. Hal ini sangat penting untuk memahami semua kemungkinan penyebab fault. Untuk memahami bermacam-macam penyebab fault, kita
pertamatama memeriksa proses rancangan khusus untuk mengidentifikasi bidang-bidang dimana fault dapat terjadi.


Kemungkinan penyebab fault dapat dihubungkan dengan permasalahan pada empat bidang dasar yaitu : spesifikasi, implementasi, komponen, dan factor luar.

1. Kesalahan spesifikasi (Spesification Mistake).
Ini termasuk algortima, arsitektur, atau spesifikasi perancangan hardware dan software yang salah.

2. Kesalahan implementasi (Implementation Mistake).
Implementasi, yang didefinisikan di sini, adalah proses transformasi spesifikasi hardware dan software ke dalam bentuk fisik hardware dan software sebenarnya. Implementasi dapat memasukkan fault yang disebabkan design yang jelek, pemilihan komponen yang jelek, konstruksi jelek, kesalahan perngkodean software.

3. Kerusakan komponen (Component Defect).
Ketidaksempurnaan manufaktur, kerusakan device acak, dan komponen using adalah contoh jenis kerusakan komponen. Kerusakan dapat diakibatkan putusnya ikatan dalam rangkaian atau korosi logam. Kerusakan komponen paling umum dipertimbangkan sebagai salah satu dari beberapa penyebab fault.

4. Gangguan luar (External Disturbance).
Seperti : radiasi, interfensi elektromagnetik, kerusakan akibat
perang,kesalahan operator dan lingkungan yang ekstrim.

Semua fault-tolerant dilakukan dengan memanfaatkan dan mengelola redundansi. Redundansi adalah properti memiliki lebih banyak sumber daya dari minimal yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan.  Ketika kegagalan terjadi, redundansi dimanfaatkan untuk menutupi atau mengatasi kegagalan tersebut, dengan demikian sistem dapat mempertahankan tingkat fungsional yang diinginkan.

Jenis-jenis Redundansi
Ada 4 jenis redundansi :
  1. Redundansi hardware, dilakukan dengan memasukkan hardware tambahan ke dalam desain untuk mendeteksi atau mengesampingkan efek dari komponen yang gagal. Misalnya, kita dapat menggunakan dua atau tiga prosesor yang melakukan fungsi sama. Dengan memiliki dua prosesor, kita dapat mendeteksi kegagalan prosesor tunggal; dengan memiliki tiga, kita bisa menggunakan output untuk mengganti output yang salah dari prosesor tunggal yang rusak.
  2. Redundansi software, dapat dilakukan dengan membuat dua atau lebih versi perangkat lunak dengan harapan bahwa versi yang berbeda tidak akan gagal pada input yang sama. Versi sekunder  dapat didasarkan pada algoritma sederhana dan tidak lebih akurat dari versi utama, untuk digunakan hanya pada saat perangkat lunak utama mengalami kegagalan. Sama seperti redundansi hardware, beberapa versi dari program ini dapat dijalankan baik secara bersamaan (membutuhkan hardware berlebihan juga) atau berurutan (memerlukan waktu tambahan) saat deteksi kegagalan.
  3. Redundansi informasi, bentuk paling terkenal dari redundansi informasi adalah deteksi kesalahan dan koreksi kode program. Di sini, bit ekstra (yang disebut bit cek) ditambahkan ke bit data asli sehingga kesalahan dalam bit data dapat dideteksi atau bahkan dikoreksi. Mendeteksi kesalahan dan memperbaiki kesalahan-kode banyak digunakan saat ini dalam unit memori dan berbagai perangkat penyimpanan untuk melindunginya dari kegagalan ringan.
  4. Redundansi waktu, dilakukan dengan mengulang pelaksanaan program yang sama pada hardware yang sama. Redundansi waktu ini efektif terutama terhadap kesalahan sementara. Karena sebagian besar kesalahan hardware bersifat sementara, tidak mungkin bahwa eksekusi terpisah akan mengalami kesalahan yang sama. Redundansi waktu dapat digunakan untuk mendeteksi kesalahan sementara dalam situasi di mana kesalahan tersebut dinyatakan mungkin tidak terdeteksi. Redundansi waktu juga dapat digunakan untuk mendeteksi kesalahan pada sistem yang mampu pulih dari efek dari kesalahan dan mengulangi perhitungan. Dibandingkan dengan jenis redundansi lain, redundansi waktu memiliki hardware dan software yang jauh lebih rendah namun menghasilkan kinerja tinggi.

Ukuran Dasar Fault Tolerance
Ukuran yang digunakan untuk mengukur fault-tolerance adalah kehandalan (reliability) dan ketersediaan (availability). Keandalan secara konvensional dinyatakan dengan R(t), adalah probabilitas (sebagai fungsi dari waktu t) bahwa sistem telah aktif terus menerus dalam interval waktu [0, t]. Ukuran ini cocok untuk aplikasi di mana gangguan sesaat dapat berdampak pada biaya yang tinggi. Salah satu contohnya adalah komputer yang mengendalikan proses fisik seperti pesawat, yang jika gagal akan mengakibatkan bencana.
Terkait erat dengan keandalan adalah Mean Time to Failure (MTTF), dan Mean Time Between Faiure (MTBF). MTTF adalah waktu rata-rata sistem beroperasi sampai kegagalan terjadi, sedangkan MTBF adalah waktu rata-rata antara dua kegagalan berturut-turut. Perbedaan antara keduanya adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki sistem setelah kegagalan pertama. Disebud dengan Mean Time to Repair (MTTR), kita memperoleh

MTBF = MTTF + MTTR

Ketersediaan (availability) dinyatakan dengan A(t), yaitu rata-rata waktu selama interval [0, t] dimana sistem aktif. Ukuran ini cocok untuk aplikasi di mana kinerja yang berkesinambungan tidak kritis tetapi akan berdampak biaya tinggi jika sistem tidak aktif dalam waktu yang signifikan. Sebuah sistem reservasi maskapai penerbangan harus memiliki ketersediaan tinggi, karena kegagalan sistem dapat menunda penerbangan pelanggan dan bisa kehilangan penjualan, namun,  kegagalan d sekali-kali dalam durasi pendek dapat ditoleransi. Ketersediaan jangka panjang, dinotasikan dengan A, didefinisikan sebagai
A dapat direpresentasikan sebagai probabilitas bahwa sistem akan sampai di beberapa titik acak waktu, dan hanya bermakna pada sistem yang memiliki perbaikan terhadap komponen yang salah. Ketersediaan jangka panjang dapat dihitung dari MTTF, MTBF, dan MTTR sebagai berikut:


Teknik-Teknik Fault Tolerance
Fault tolerance dapat dicapai dengan banyak teknik. Tentu saja fault masking adalah salah satu pendekatan untuk mentolerir fault yang terjadi. Pendekatan lainnya adalah mendeteksi dan melokasikan fault yang terjadi dan rekonfigurasi sistem untuk mengganti komponen yang rusak.
Rekonfigurasi adalah proses penghilangan bagian system yang rusak dan memperbaiki sistem pada kondisi atau keadaan operasional. Jika teknik rekonfigurasi digunakan, perancang harus memperhatikan proses-proses berikut ini :

1. Fault detection adalah proses pengenalan apakah sebuah fault terjadi. Fault detection sering digunakan sebelum prosedur pemulihan dapat diimplementasikan.

2. Fault location adalah proses penentuan dimana fault terjadi sehingga pemulihan yang tepat dapat diimplementasikan.

3. Fault containment adalah proses pengisolasian fault dan mencegah akbiat fault menyebar ke selururh sistem. Fault containment dibutuhkan dalam semua rancangan fault tolerance.

4. Fault recovery adalah proses dari penetapan operasional atau perolehan kembali status operasional lewat rekonfigurasi jika sekiranya ada fault. Pengembangan fault-tolerant sistem membutuhkan pertimbangan dari banyak persoalan design. Diantaranya adalah fault detection, fault containment, fault recovery, dan fault masking.

Management Reporting System (MRS) dan Kapan Digunakan

a. Pengertian MRS
Setelah TPS dilakukan, beberapa organisasi/perusahaan menyadari bahwa hasil yang dihasilkan oleh TPS tidak memuaskan untuk tingkat yang lebih tinggi dalam  pengambilan keputusan dan diperlukan kemampuan komputer yang lebih tinggi dalam melakukan perhitungan cepat dan fungsi logis yang dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang berarti bagi manajemen. Sebagai hasilnya, manajemen pelaporan sistem (SPM) mulai dikembangkan  agar laporan manajerial dan ringkasan data bisa dibuat.
Sistem Laporan ini membantu para manajer melakukan tugas mereka dan membantu manajemen di tingkat menengah dalam pengambilan keputusan menggunakan statistik atau rangkuman data yang dibuat.

Secara umum, MRS  biasanya digunakan dengan TPS. TPS memproses transaksi harian, update persediaan, dan menyimpan informasi pelanggan sementara MRS menggunakan data dari TPS untuk menghasilkan total penjualan harian, daftar inventaris pesanan, dan daftar pelanggan dengan kriteria yang berbeda-beda. Output dari MRS menyediakan laporan yang dicetak dan kemampuan penyelidikan untuk membantu mempertahankan operasi dan kontrol manajemen perusahaan ditingkat manajemen menengah. Konsep sistem pelaporan manajemen berkembang untuk menyadarkan para manajer bahwa pemrosesan komputer dapat digunakan untuk lebih dari sekedar kegiatan proses transaksi sehari-hari, tetapi juga dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang berarti bagi manajemen.

Pada umumnya sebuah MRS terintegrasi dengan TPS, dan sumber input MRS biasanya merupakan hasil dari TPS. Sebagai contoh, transaksi penjualan dapat diproses dengan menggunakan TPS untuk mencatat total penjualan dan informasi pelanggannya. Setelah itu sebuah MRS dapat memproses data ini untuk menghasilkan laporan penjualan rata-rata harian atau item/stock barang yang paling laku.

b. Kapan MRS Digunakan
MRS digunakan ketika hasil yang didapatkan dari TPS tidak terlalu memuaskan untuk pengambilan keputusan. Sehingga diharapkan hasil dari MRS ini tidak hanya saja sebagai laporan hari ke hari, tetapi memberikan sesuatu informasi yang lebih berguna untuk membantu menjaga operasi dan kendali manajemen perusahaan.

Pengertian DSS dan Kapan Digunakan

a. Pengertian DSS
Sistem pendukung keputusan (DSSS) dirancang untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan dengan meringkas atau membandingkan data dari sumber yang berbeda. Sistem ini cocok untuk masalah semi-terstruktur dan tidak terstruktur. Sistem pendukung keputusan sering termasuk didalamnya bahasa query, kemampuan analisis statistik, spreadsheet, dan grafik untuk membantu pengambil keputusan dan mengevaluasi sebuah keputusan.
DSSs adalah jenis sistem manajemen informasi yang dikembangkan untuk mendukung proses pengambilan keputusan. DSSs memfasilitasi dialog antar pengguna, yang sedang mempertimbangkan solusi alternatif dari sebuah masalah, dan sistem, dengan built-in model dan kemampuan untuek mengakses database. Sebuah proses DSS melibatkan model dari basis model  lain dan mengalokasikan data yang tepat dari database itu.

Dengan sebuah pemodelan, pengguna dapat meminta pertanyaan Jika-Maka dengan mengubah satu atau beberapa variabel sebagai masukan, dan kombinasi data serta pemodelan yang menghasilkan rekomendasi dari DSS. Database dikelola oleh sistem manajemen basis data (DBMS), sedangkan basis model dikelola oleh sebuah sistem manajemen basis model (MBMS). Beberapa DSSs memungkinkan pengguna untuk membuat model untuk evaluasi yang lebih baik. Misalnya, wakil presiden pemasaran mungkin ingin mengetahui laba bersih perusahaan jika anggaran iklan diturunkan. TPS dan SPM biasanya tidak menyediakan jenis informasi ini.


b. Kapan DSS digunakan
DSS digunakan ketika para pengambil keputusan dihadapkan kepada suatu masalah yang tidak terstruktur dan semi‐terstruktur dan membutuhkan sebuah informasi tambahan yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan

Office Information System (OIS)

a. Pengertian OIS
Sistem informasi perkantoran (OISs) dirancang untuk mendukung tugas-tugas perkantoran dengan teknologi informasi. Voice mail, sistem multimedia, surat elektronik, video conferencing, transfer file, dan bahkan keputusan kelompok dapat dicapai dengan sistem informasi perkantoran. Tujuan akhir untuk OIS adalah untuk memiliki lingkungan kantor di mana tidak ada kertas untuk digunakan (paperless).
b. Kapan OIS digunakan
OIS digunakan untuk mendukung tugas‐tugas kantor dengan teknologi informasi bahkan untuk pengambilan keputusan dalam kelompok. Salah satu manfaatnya, dapat meminimalisasi biaya penggunaan kertas.

Manajemen Report

• Schedule Report
Jenis laporan Ini dihasilkan secara berkala, seperti harian, mingguan atau bulanan dan secara luas didistribusikan kepada para pengguna. Angka penjualan bulanan dan informasi berbagai produk misalnya, akan memerlukan pelaporan berkala. Jenis laporan ini sering mengandung informasi dalam jumlah besar, tapi hanya beberapa data yang relevan atau berguna.
Sebagai alat untuk meningkatkan penggunaan dan aksesibilitas, jenis laporan ini akan menurunkan kebutuhan pengguna untuk laporan terjadwal, karena pengguna dapat mengakses secara langsung dan sangat spesifik informasi tertentu yang mereka butuhkan pada saat itu. Satu hal yang harus diingat, bagaimanapun bahwa beberapa manajer akan selalu memilih laporan yang berbentuk hardcopy, kecuali mereka memerlukan laporan yang sangat cepat.

• On demand Report
Jenis Laporan seperti ini tidak terjadwal dan dibuat berdasarkan permintaan. Persyaratan untuk pembuatan laporan jenis ini mungkin timbul saat menanggapi kebutuhan akan informasi tentang keluhan pelanggan tertentu. Laporan jenis ini memenuhi kebutuhan informasi yang tidak teratur dan dapat dibuat sangat cepat. Di masa lalu, permintaan tak terduga untuk informasi yang bermasalah selalu mengalami penundaan.

• Exception Report
Manajemen laporan jenis ini dibuat dengan pengecualian dan memerlukan fokus langsung pada situasi yang berada di luar kendali. Kemajuan Kegiatan yang sesuai rencana tidak perlu perhatian manajerial. Exception Report adalah bagian dari fungsi kontrol dalam sebuah organisasi, menandakan perlunya tindakan korektif, seperti pengiriman terlambat dari Supplier barang dan tunggakan rekening. Kesalahan pelaporan, seperti kenaikan mendadak dalam catatan yang dihasilkan dari suatu proses tertentu, akan merupakan isi dari laporan pengecualian (exception report).

• Predictive Report
Memprediksi masa depan adalah hal tersulit saat ini, namun teknik seperti analisis korelasi waktu, dan latihan regresi serta simulasi bisa membuat perbedaan nilai. Pelaporan jenis ini secara efektif memenuhi kebutuhan untuk sensitivitas, atau analisis 'bagaimana jika', dan sangat penting untuk perencanaan. Laporan mengenai analisa peningkatan potensi keuntungan atau penurunan dengan peningkatan volume penjualan atau peningkatan biaya tetap atau variabel akan menjadi contoh bisnis yang khas dari analisis sensitivitas. Karena laporan prediksi sering mengandalkan data historis, data tersebut harus mudah diakses dan sumber data harus valid atau model prediksi dan laporan yang dihasilkan akan memiliki nilai yang kecil kepada manajemen.

• Summary Report
Laporan jenis ini meringkas informasi dari berbagai sumber. Laporan berkisar dari ringkasan eksekutif dari proyek yang dilakukan, ringkasan pada masalah operasional tertentu, seperti tingkat produktivitas dan pemantauan proses khusus. Ringkasan laporan saling ditukar antara berbagai tingkat/level di organisasi, dan memainkan peran penting dalam proses komunikasi.

Saturday, June 29, 2013

Pengertian OCTAVE dan OCTAVE-S

1. Pengertian OCTAVE dan OCTAVE-S
Alberts, C dan Dorofee.A (OCTAVEsm Catalog of Practices, Version 2.0) mendefinisikan OCTAVE sebagai pendekatan terhadap risiko keamanan informasi evaluasi yang bersifat komprehensif, sistematis, kontekstual, dan dapat diarahkan sendiri.
Hal ini memerlukan sebuah analisis tim untuk menguji resiko keamanan di sebuah aset organisasi dalam hubungannya dengan objective bisnis. Dengan mengimplementasi hasil-hasil dari OCTAVE, sebuah organisasi berusaha melindungi semua informasi dengan lebih baik dan meningkatkan keseluruhan bidang keamanan.
Definisi OCTAVE-S menurut Alberts, C dan Dorofee.A (2003, p3) adalah sebuah variasi dari pendekatan OCTAVE yang dikembangkan untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan kecil, organisasi-organisasi yang tidak memiliki hierarki.
Dapat disimpulkan, pengertian OCTAVE-S adalah sebuah variasi dari pendekatan OCTAVE yang dikembangkan untuk melakukan penilaian resiko terhadap organisasi skala kecil yang bersifat komprehensif,sistematis, kontekstual, dan dapat diarahkan sendiri.

2. Tahap, Proses, dan Aktivitas OCTAVE-S
Menurut Alberts, C dan Dorofee.A (2003, p5), OCTAVE-S  berdasar pada 3 tahap yang dideskripsikan dalam criteria OCTAVE, meskipun nomor dan urutan kegiatan berbeda dari metode OCTAVE yang digunakan. Bagian ini memberikan tinjauan singkat atas tahapan, proses, dan kegiatan OCTAVE-S. Tahapan-tahapan OCTAVE-S yang berbasis pada framework OCTAVE yaitu:
a. Membangun Aset Berbasis Profil Ancaman
Tahap satu adalah sebuah evaluasi dari aspek organisasi. Selama dalam tahap ini, tim analisis menggambarkan kriteria dampak evaluasi yang akan digunakan nantinya untuk mengevaluasi risiko. Tahap ini juga mengidentifikasi aset-aset organisasi yang penting, dan mengevaluasi praktek keamanan dalam organisasi saat ini. Tim menyelesaikan tugasnya sendiri dan mengumpulkan informasi tambahan hanya ketika diperlukan.
Kemudian memilih 3 dari 5 aset kritikal untuk menganalisa dasar kedalaman dari hubungan penting dalam organisasi. Akhirnya, tim menggambarkan kebutuhan-kebutuhan keamanan dan menggambarkan profil ancaman pada setiap aset. Di mana pada tahap ini terdiri atas 2 proses, yaitu identifikasi informasi organisasi dan membuat profil ancaman serta memiliki enam aktivitas.
b. Mengidentifikasi kerentanan infrastruktur
Tahap kedua yaitu tim analisis melakukan peninjauan ulang level tinggi dari perhitungan infrastruktur organisasi, yang berfokus pada  keamanan yang dipertimbangkan pemelihara dari infrastruktur. Tim analisis pertama menganalisis bagaimana orang-orang menggunakan infrastruktur komputer pada akses aset kritis, menghasilkan kunci dari kelas komponen-komponen. Tahap ini memiliki satu proses yaitu memeriksa perhitungan infrastruktur dalam kaitannya dengan aset yang kritis dimana terdapat dua aktivitas.
c. Mengembangkan Strategi Keamanan dan Perencanaan.
Selama tahap ketiga tim analisis mengidentifikasi risiko dari aset kritis organisasi dan memutuskan apa yang harus dilakukan mengenainya. Berdasarkan analisis dari kumpulan informasi, tim membuat strategi perlindungan untuk organisasi dan rencana mitigrasi risiko yang ditujukan pada aset kritis. Kertas kerja OCTAVE yang digunakan selama tahap ini mempunyai struktur tinggi dan berhubungan erat dengan praktek katalog OCTAVE, memungkinkan tim untuk mengubungkan rekomendasirekomendasinya untuk meningkatkan praktek keamanan dari penerimaan benchmark. Tahap ini terdiri atas 2 proses, yaitu : identifikasi dan analisis risiko serta mengembangkan strategi perlindungan dan rencana mitigasi, di mana proses ini memiliki delapan aktivitas.
Manajemen risiko keamanan informasi memerlukan sebuah keseimbangan kegiatan reaksi dan proaktif. Selama dalam evaluasi OCTAVE, tim analisis memandang keamanan dari berbagai perspektif, memastikan rekomendasi mencapai keseimbanagn dasar yang sesuai pada kebutuhan organisasi.


3. Hasil OCTAVE-S
Menurut Alberts, C dan Dorofee.A (2003, p. 6), selama mengevaluasi OCTAVE,-S tim analisis melibat keamanan dari beberapa perspektif, memastikan bahwa rekomendasi yang dicapai sesuai dengan keseimbangan berdasarkan kebutuhan organisasi.
Hasil utama dari OCTAVE-S, yaitu:
1. Strategi perlindungan organisasi yang luas: Perlindungan strategi menguraikan secara singkat arah organisasi dengan mematuhi praktek keamanan informasi.
2. Rencana mitigasi risiko: rencana ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko aset kritis untuk meningkatkan praktek keamanan yang di pilih.
3. Daftar tindakan: Termasuk tindakan jangka pendek yang dibutuhkan untuk menunjukkan kelemahan yang spesifik.
Hasil OCTAVE-S yang berguna lainnya, yaitu:
1. Daftar informasi penting terkait dengan aset yang mendukung tujuan bisnis dan sasaran organisasi.
2. Hasil survei menunjukkan sejauh mana organisasi mengikuti praktek keamanan yang baik.
3. Profil risiko untuk setiap aset kritis menggambarkan jarak antara risiko terhadap aset. Jadi, setiap tahap OCTAVE-S memproduksi hasil yang bermanfaat sehingga sebagian evaluasi akan menghasilkan informasi yang berguna untuk meningkatkan sikap keamanan organisasi.