Metodologi Perencanaan E-Business

Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba

Uji normalitas data dalam penelitian

Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:

Tilawatil Quran KH. Muammar ZA

ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.

Contoh Khutbah Bahasa Sunda

Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan

Ciri-ciri Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Showing posts with label Ilmu Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Psikologi. Show all posts

Monday, October 19, 2009

Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg

Teori motivasi dua faktor dikemukakan oleh oleh seorang psikolog bernama Herzberg. Dinamakan teori dua faktor karena memang Herzberg mengemukakan perlunya memperhatikan dua faktor sebagai bentuk motivasi yang akan diberikan kepada seseorang individu. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor yang menyebabkan ketidakpuasan (hygiene/maintenance) dan faktor-faktor penyebab kepuasan (motivator). Menurut Marwansyah dan Mukaram (2000:157), Faktor hygiene tidak berhubungan langsung dengan kepuasan kerja, tetapi faktor hygiene berhubungan langsung dengan timbulnya ketidakpuasan kerja (dissatiesfier). Oleh karena itu, faktor-faktor hygiene tidak dapat digunakan sebagai alat motivasi, tetapi merupakan alat untuk menciptakan kondisi yang mencegah timbulnya ketidakpuasan. 

Sedangkan faktor motivator adalah faktor-faktor yang terutama berhubungan langsung dengan isi pekerjaan (job content) atau faktor-faktor intrinsik. Motivator akan mendorong terciptanya kepuasan kerja, tetapi tidak terkait langsung dengan ketidakpuasan. Sedangkan faktor hygiene adalah rangkaian kondisi yang berhubungan dengan lingkungan tempat pegawai yang bersangkutan melaksanakan pekerjaannya (job context) atau faktor-faktor ekstrinsik

Tuesday, September 8, 2009

Konseling Sebagai Terapi Individu

A.KONSELING
Beberapa kegiatan yang termasuk dalam terapi perseorangan yang relevan untuk dunia industri antara lain:
1. Memberikan bimbingan Sosial kepada orang yang mengalami disfungsi seksual ,orang yang menderita penyakit parah (terminal illnes),pegawai yang mengalami burnout (kejenuhan) dan stress.
2. Membantu para pegawai yang menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam memperoleh pelatihan dan pekerjaan baru.
3. Memberikan bimbingan sosial kepada pasangan muda yang baru menikah atau pelatihan perenting skills kepada pasangan yang baru memiliki anak.

B.KONSELING PROFESIONAL
Orang yang profesional karena pelatihan dan pengalamannya memiliki kemungkinan berhasil yang lebih tinggi,tetapi kompetensi dan hubungan baik merupakan kedua aspek penting yang menentukan keberhasilan konseling daripada sekedar gelar atau sertifikat.

C.PROSES KONSELING
1. Konseling berdasarkan perspektif pekerja sosial
a) Membangun relasi
b) Menggali Masalah Secara Mendalam
c) Menggali Soslusi alternatif

2. Konseling berdasarkan perspektif klien
a) Kesadaran Masalah (problem Awareness)
b) Relasi dengan konselor (Relationship to Counselor)
c) Motivasi (Motivation)
d) Konseptualisasi Masalah (Conceptualizing the Problem)
e) Penggalian Stretegi-strategi Pemecahan Masalah (Exploring Resolution Strategies)
f) Pemilihan Strategi (Selection of Strategy)
g) Implementasi Strategi (Implementation of the Strategy)
h) Evaluasi (Evaluation)

D.PENDEKATAN KONSELING
Terdapat tiga area kemampuan yang perlu dimiliki oleh konselor,yaitu:
1. Kemampuan Membangun Relasi Kerja Sama
2. Kemampuan Menggali Masalah Secara Mendalam
3. Kemampuan Menggali Alternatif Pemecahan Masalah