Metodologi Perencanaan E-Business

Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba

Uji normalitas data dalam penelitian

Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:

Tilawatil Quran KH. Muammar ZA

ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.

Contoh Khutbah Bahasa Sunda

Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan

Ciri-ciri Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Showing posts with label Ilmu Marketing. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Marketing. Show all posts

Tuesday, December 8, 2009

Bauran promosi (promotion mix) menurut Kotler (2005: 264-312)

Kotler (2005: 264-312), mengatakan bahwa unsur bauran promosi (promotion mix) terdiri atas lima perangkat utama, yaitu :
1) Advertising : merupakan semua penyajian non personal, promosi ide-ide, promosi produk atau jasa yang dilakukan sponsor tertentu yang dibayar.
2) Sales Promotion : berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.
3) Public relation and publicity : berbagai program untuk mempromosikan dan/atau melindungi citera perusahaan atau produk individualnya.
4) Personal Selling : Interaksi langsung dengan calon pembeli atau lebih untuk melakukan suatu presentasi, menjawab langsung dan menerima pesanan.
5) Direct marketing : penggunaan surat, telepon, faksimil, e-mail dan alat penghubung nonpersonal lain untuk berkomunikasi secara dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.



Saturday, December 5, 2009

Bentuk-bentuk Promosi

Empat bentuk promosi yaitu :
1) Periklanan, kegiatan menyebarluaskan berita (informasi) kepada pasar (masyarakat/konsumen). Selain itu iklan juga berfungsi untuk membujuk atau mempengaruhi, menciptakan kesan, memuaskan keinginan dan sebagai alat komunikasi.

2) Personal Selling, komunikasi persuasive seseorang secara individual kepada seseorang atau lebih calon pembeli dengan maksud menimbulkan permintaan.

3) Publisitas, yaitu sejumlah informasi tentang barang atau perusahaan yang di sebarluaskan ke masyarakat dengan cara membuat berita yang mempunyai arti komersial atau berupa penyajian lain yang bersifat positif. Dengan demikian suatu perusahaan dengan produknya dapat menjadi perhatian umum.

4) Sales Promotion, peragaan, pertunjkan, pameran demontrasi dan berbagai usaha penjualan yang tidak berisapat rutin. Biasanya terdapat semacam pembagian hadih, diskon, undian, dan lain sebagainya. Kotler dan Gary Armstrong (1991:432).

Wednesday, November 25, 2009

Tiga tingkatan produk menurut Sofjan Assauri

Menurut Sofjan Assauri (2004:202), pada dasarnya produk yang di beli konsumen itu dapat di bedakan atas tiga tingklatan, yaitu :
1. Produk inti (core product), yang merupakan inti atau dasar yang sesungguhnya dari produk yang ingin di peroleh atau di dapatkan oleh seorang pembeli aatu konsumen dari produk tersebut.

2. Produk formal (formal product), yang merupakan bentuk, model, kualitas/mutu, merek dan kemasan yang menyertai peroduk tersebut.

3. Produk tamabahan ( augemented product ) adalah tambahan peroduk formal dengan berbagai jasa yang menyertainya, seperti pemasangan (instalasi), pelayanan, pemeliharaan dan pengangkutan secara cuma-Cuma.

Monday, November 23, 2009

Kesenjangan antara produsen dan konsumen menurut Fandy Tjiptono

Menurut Fandy Tjiptono (2000 : 186) menyatakan saluran distribusi dubutuhkan terutama karena adanya beberapa kesenjangan diantara produsen dan konsumen. Kesenjangan tersebut antara lain :
1. Geographical gap, yaitu gap yang sebabkan oleh tempat pemusatan produksi dan lokasi konsumsi yang tersebar dimana-mana.
2. Time gap, yaitu kesenjangan yang terjadi karena adanya kenyataan bahwa pembelian atau konsumsi dilakukan hanya pada waktu-waktu tertentu, sementara produksi (agar efisien ) berlangsung terus menerus sepanjang waktu.
3. Quality gap, yaitu gap yang terjadi karena jumlah barang yang dapat diproduksi secara ekonomis oleh perusahaan berbeda dengan kuantitas normal yang diinginkan konsumen.
4. Assorment gap, yaitu situasi dimana produsen pada umumnya berspesialisasi pada produk tertentu, sedangkan konsumen menginginkan produk yang beraneka ragam.
5. Communikation and information gap, yaitu gap yang timbul karena konsumen tidak tahu dimana sumber-sumber produksi yang menghasilkan produk yang diinginkan atau dibutuhkannya, sementara dilain pihak produsen tidak tahu siapa dan dimana pembeli potensial berada

Teori Keputusan Pembelian “AIDA”

Dalam komunikasi pemasaran perlu dirumuskan tujuan yang ingin dicapai dari proses komunikasi pemasaran yang akan dilakukan. Setelah menentukan khalayak sasaran dengan persepsinya, pemasar harus memutuskan respon yang terjadi. Respon khalayak tersebut dapat berupa cognitive (tahap kesadaran), affective (tahap pengaruh), behavioral/conative (tahap tindakan pembelian).

Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) adalah salah satu model hirarki respon yang cukup popular bagi pemasar sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan pemasaran. Menurut model ini, alat promosi harus menarik perhatian, mendapatkan dan mendorong minat, membangkitkan keinginan, dan menghasilkan tindakan. Dalam membangun program komunikasi yang efektif, aspek terpenting adalah memahami proses terjadinya respon dari konsumen, misalnya dalam hal konsumen melakukan pembelian suatu produk, maka diperlukan pemahaman mengenai usaha promosi yang dapat mempengaruhi respon konsumen tersebut (Belch 1995:163 dalam Nurbenny 2005:38).

Teori keputusan pembelian dalm model AIDA dijelaskan dalam empat tahap sebagai berikut :
• Tahap Menaruh Perhatian (Attention)
• Tahap Ketertarikan (Interest)
• Tahap Berhasrat/Berniat (Desire )
• Tahap Memutuskan untuk aksi beli (Action)
Teori AIDA (Tjetjep Djatnika,2007) yang mendalilkan bahwa pengambilan keputusan pembelian adalah suatu proses psikologis yang dilalui oleh Konsumen atau pembeli, prosesnya yang diawali dengan tahap menaruh perhatian (Attention) terhadap barang atau jasa yang kemudian jika berkesan dia akan melangkah ke tahap ketertarikan (Interest) untuk mengetahui lebih jauh tentang keistimewaan produk atau jasa tersebut yang jika intensitas ketertarikannya kuat berlanjut ke tahap berhasrat/berminat (Desire) karena barang atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan-nya. Jika hasrat dan minatnya begitu kuat baik karena dorongan dari dalam atau rangsangan persuasif dari luar maka konsumen atau pembeli tersebut akan mengambil keputusan membeli (Action to buy) barang atau jasa yang di tawarkan.

Tuesday, November 17, 2009

Alat –alat Promosi penjualan

Kotler (2005:323) ::
“Promosi penjualan terdiri atas berbagai jenis koleksi alat-alat intensif, sebagian besar jangka pendek, yang dirancang untuk merangsang pembelian produk atau jasa tertentu yang lebih cepat atau lebih banyak oleh konsumen atau pedagang”.

Menurut Kotler (2005:323), Alat –alat Promosi penjualan meliputi :
1. Promosi konsumen (sampel, kupon, tawaran uang kembali, potongan harga, pemberian, hadiah, imbalan berlangganan, pengujian gratis, garansi, promosi bersama, promosi silang, pajangan di tempat pembelian dan perdagangan).
2. Promosi perdagangan (potongan harga, tunjangan dana iklan dan pajangan, dan dana gratis).
3. Promosi bisnis dan promosi tenaga penjualan (pameran dan konvensi dagang, kontes bagi perwakilan penjualan, dan iklan barang khusus).

Friday, November 13, 2009

Pengertian Saluran Distribusi

Menurut Fandy Tjiptono (2001 : 185) lokasi adalah kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen ke konsumen, sehingga penggunanya sesuai dengan yang diperlukan.
Sedangkan menurut (Payne, 2000 : 130) tempat (place) adalah lokasi dan saluran , yang digunakan.
Menurut marius (1999 : 24) tempat (place) menunjukan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk menjadikan produk dapat diperoleh dan tersedia bagi konsumen sasaran.
Menurut Kotler 1997 : 140), tempat (place) atau saluran distribusi atau saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang saling ergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi.
Menurut Fandy Tjiptono (2000 : 186) menyatakan saluran distribusi dubutuhkan terutama karena adanya beberapa kesenjangan diantara produsen dan konsumen. Kesenjangan tersebut antara lain :
1. Geographical gap, yaitu gap yang sebabkan oleh tempat pemusatan produksi dan lokasi konsumsi yang tersebar dimana-mana.
2. Time gap, yaitu kesenjangan yang terjadi karena adanya kenyataan bahwa pembelian atau konsumsi dilakukan hanya pada waktu-waktu tertentu, sementara produksi (agar efisien ) berlangsung terus menerus sepanjang waktu.
3. Quality gap, yaitu gap yang terjadi karena jumlah barang yang dapat diproduksi secara ekonomis oleh perusahaan berbeda dengan kuantitas normal yang diinginkan konsumen.
4. Assorment gap, yaitu situasi dimana produsen pada umumnya berspesialisasi pada produk tertentu, sedangkan konsumen menginginkan produk yang beraneka ragam.
5. Communikation and information gap, yaitu gap yang timbul karena konsumen tidak tahu dimana sumber-sumber produksi yang menghasilkan produk yang diinginkan atau dibutuhkannya, sementara dilain pihak produsen tidak tahu siapa dan dimana pembeli potensial berada.
Menurut Basu Swastha dan Irawan (1997 : 339) faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi adalah :
1. Ketersediaan ruangan beserta layoutnya
2. Dapat dicapai dengan mudah (akses)
3. Potensi pertumbuhan penjualan
4. Lokasi toko atau dealer saingan
5. Pengunjung/ calon pembeli


Klasifikasi Produk

E. Jeromy. Mc charthy (1993 : 183) mengklasifikasikan jenis produk yang dikonsumsi oleh konsumen, yaitu :

a. Convienence Product ( produk nyaman) adalah barag-barang yang biasanya sering dibeli konsumen, segera dan dengan usaha minimum. Yang termasuk dalam jenis produk ini aadalah barang kebutuhan pokok, produk dadakan dan produk darurat.

b. Shoping product (produk belanjaan) adalah produk yang menurut pelanggan ada gunanya dibanding-bandingkan dengan produk pesaing lainnya sebelum dibeli. Produk belanja dibagi dua : (1) produk belanjaan homogen yaitu semua produk belanjaan yang menurut pelanggan pada dasarnya sama dan mereka menginginkan harga terendah. (2) produk belanjaan heterogen yaitu produk belanjaan yang menurut pelanggan berbeda satu sama lain dan ingin memeriksanya untuk mendapatkan produk bermutu dan tahan lama. Contohnya produk parabotan rumah tangga dan pakaian.

c. Specially product (produk khas) atau produk tanpa subtitusi adalah produk yang bera-benar diinginkan pelanggan dan mereka menggunakan upaya khusus untuk mendapatkannya. Contohnya produk obat-obatan.

d. Unsought product (produk tak dicari-cari) adalah produk yang belum diinginkan pelanggan potensial, dalam pemsarannya membutuhkan promosi. Misalnya nisan kburan dan asuransi jiwa.

Sedangkan menurut Kotler (2000 : 396) dapat digolongkan atau diklasifikasikan ke dalam tiga golongan, yaitu ”Noundurable goods, Durable goods, service”.

1. Noundurable goods atau barang habis pakai, yaitu barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan.
Contohnya, minuman bir, sabun, dan garam. Karena barang-barang ini cepat terkonsumsi dan sering dibeli, strategi yang tepat adalah membuatnya tersedia dibanyak lokasi, mengenakan margin yang kecil dan beriklan besar-besaran untuk memancing orang untuk mencoba membangun preferensi.

2. Durable goods atau barang tahan lama, yaitu barang berwujud yang biasanya dapat digunakan banyak kali. Contohnya meliputi lemari es, peralatan mesin, dan pakaian. Produk tahan lama biasanya memerlukan penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi, margin yang lebih tinggi, dan memerlukan lebih banyak garansi dari penjual.

3. Service atau jasa, yaitu tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak lain yang pada dasarnya tidak dapat diraba dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan. Misalnya, salon kecantikan, reparasi.
Dalam kaitannya dengan jasa pendidikan pengelola harus dapat memberikan pelayanan yang lebih baik di sesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat dalam menyerap ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan.

Sunday, October 18, 2009

Contoh Deskripsi Pemasaran

Kita misalkan Sebuah Toko X :
1. Segmentasi pasar
Segmentasi pasar Toko X atau produk yang dipasarkan oleh pedagangnya langsung kepada konsumen langsung tanpa perantara. Peminat pasar di Toko X ini semua kalangan, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dan orang-tua. Karena barang yang dijualnya pun kebanyakan makanan ringan yang dapat dinikmati oleh siapapun dan dinikmati oleh berbagai usia tua ataupun muda. Dan kebutuhan rumah tangga yang banyak diminati oleh ibu-ibu, serta kosmetik yang kebanyakan diminati oleh kalangan remaja putri dan tidak sedikit juga diminati oleh ibu-ibu.jadi semua barang yang dihasilkan oleh Toko X itu bisa diminati oleh siapa pun.

2. Penetapan harga
Penetapan harga Toko X disesuaikan dengan ketetapan harga dipasaran. Dan kebanyakan melihat dari banyaknya harga-harga di toko lain yang menjual barang dagangannya. Serta disesuaikan dengan harga yang sudah ditetapkan. Dan banyaknya minat konsumen terhadap barang itu.

3. Pelaksanaan distribusi
Pelaksanaan distribusi Toko X atau bagaimana barang tersebut sampai ke konsumen dengan cara menjualnya secara langsung kepada konsumen dan melayani konsumen secara tatap muka langsung oleh pemilik toko tersebut. Tidak ada perantaranya.

4. Promosi yang dilakukan
Promosi yang dilakukan toko X ini dengan cara dari mulut ke mulut. Karena lebih mudah dilakukan dan biayanya pun jauh lebih hemat. Biasanya para ibu yang berbelanja ke toko baru dengan harga yang lebih murah, lalu mereka memberi tahu bahwa didaerahnya ada toko baru yang mempunyai harga yang sangat murah dan bagus kualitasnya.


Tentang Promosi/Pemasaran Perguruan Tinggi

Materi ini adalah hasil pelatihan saya di Kopertis Wilayah IV Jawa Barat Tentang Pemasaran Persuruan Tinggi tanggal 13-14 Oktober, saya share disini mudah-mudahan rekan-rekan bisa menemukan ide baru tentang pemasaran PT :

++ Resume & rekomendasi Materi ( 5 Pemateri)

1. Materi Drs.Iwan Mulyawan,MBA - Perguruan Tinggi Sebagai Organisasi Otonom
- Perguruan tinggi sebagai organisasi otonom diatur melalui UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, Pasal 50 ayat 6 “ Perguran tinggi menentukan kebijakan dan memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan”
- Paradigma Pengelolaan Perguruan Tinggi harus mengacu HELTS 2003-2010 yaitu :
a. Peningkatan daya saing bangsa
b. Otonomi yang luas
c. Kesehatan Organisasi
d. Kualitas
e. Otonomi
f. Evaluasi
g. Akuntabilitas
h. Akreditasi

2. Materi Prof.DR.Sucherly,SE.M.S. - Lingkungan Pemasaran & Analisis Situasi Pemasaran PT :
- Analisa situasi dan segmentasi pasar meliputi :
a. Analisis lingkungan eksternal pemasaran :
Lingkungan makro(Ekonomi, Politik, Sosbud, Teknologi, UU/Regulasi, Keb.Pemerintah, Fisik, Demografi).
Untuk mencari calon mahasiswa yang potensial kita harus memperhatikan sumber daya yang dimiliki kampus sebagai satu kesatuan industry jasa pendidikan yang berkualitas tinggi dan kita juga harus melihat competitor kita sebagai bahan masukan dalam menghadapi peluang dan ancaman.
b. Analisis Sumber daya yang meliputi sumber daya institusi dan Program studi yang dimiliki
c. Situasi Stratejik PT – posisi perguruan tinggi, 3 hal yang meliputi :
- Opportunity
- Average
- Threats
- Market Driven Strategy : 
kegiatan ini meliputi proses yang terencana dalam mengelaborasi kegiatan pemasaran meliputi target market & positioning sehingga terbentuk decision market yang efektif.
- Dalam perkembangan pemasaran sebuah PT hendaknya memperhatikan Organizational Performance 

3. Materi Prof.DR.Ir.Harsono Taroepratjeka - Keunggulan Kompetitif PT
- Dua macam keunggulan kompetitif :
- Keunggulan dalam biaya
- Keunggulan dalam diferensiasi
Dalam mendukung daya saing sebuah perguruan tinggi kita harus memperhatikan dua komponen ini, keunggulan kompetitif terjadi bila institusi mampu memberikan manfaat yang melebihi dari produk pesaing, karena itu keunggulan kompetitif memungkinkan institusi tersebut memberikan nilai lebih pada pelanggannya dan keuntungan lebih bagi dirinya.
Untuk keunggulan biaya dan keunggulan diferensiasi dinamakan keunggulan posisional karena menggambarkan posisi industry sebagai pemimpin dalam biaya dan diferensiasi
- Sebuah Perguruan tinggi dikatakan unggul dan kompetitif bila institusinya dapat mempertahankan memperoleh “keuntungan” melebihi rata-rata dalam bidangnya, maka institusi tersebut dikatakan mempunyai keunggulan kompetitif dari pesaingnya.
- Dalam menciptakan keunggulan sebuah PT harus mengacu pada penciptaan nilai. Value creation ini merupakan serangkaian aktivitas yang disebut rantai nilai.

4. Materi Ir.Yusak Gunadi Santoso,MM-Segmentasi pasar PT, Pentargetan PT, Penempatan PT dan Promosi/Komunikasi Pemasaran.
Beliau memaparkan beberapa hal yang telah dilakukan Universitas Kristen Maranatha dalam upaya promosi PT
1. Pembuatan kuesioner disaat ujian saringan masuk, hal ini dilakukan agar kita bisa melihat segmentasi pasar dan bagaimana keadaan calon mahasiswa baru sehingga mengambil keputusan untuk masuk ke Universitas Kristen Maranatha
2. Persaingan perebutan calon mahasiswa semakin berat sehingga harus menempatkan PT sebagai sebuah industri, sehingga harus merupakan upaya sistematis dalam menciptakan manajemen kelembagaan yang professional dan mempunyai penjaminan mutu dari mulai Input, Bisnis Process dan keluaran (Output)
3. Upaya promosi PT mulai mengalami Diversifikasi, upaya jemput bola dengan menjalin kerjasama dengan kepala sekolah dan pembinaan siswa kelas 1 dan 2 mulai dirintis sejak dini, hal ini bisa dilakukan dengan pengadaan kursus di PT yang bersangkutan dan kegiatan-kegiatan pembinaan lainnya.
4. Waktu promosi lebih awal (menurut pa yusak awal semester ajaran baru sudah berkeliling untuk promosi) sehingga kesempatan untuk mengadakan Talkshow dan penyebaran informasi akan menjadi lebih luas.
5. Pembenahan sarana prasarana seperti gedung dan kondisi kampus, merupakan salah satu daya pikat dalam upaya promosi disebuah PT.

5. Materi DR.Ir.Surachman Suryaatmaja - Kualitas Pelayanan Perguruan Tinggi
- Menurut hasil studi PERC (Political and Economical Risk Consultancy, 2001) Indonesia berada pada peringkat yang paling bawah diantara 12 negara Asia menyangkut kualitas pendidikan ini mendorong paradigm baru dalam pengelolaan PT baik dalam hal pemahaman tentang kualitas, otonomi, akuntabilitas, evaluasi dan akreditasi
- Agar kualitas output setiap perguruan tinggi selalu sesuai dengan kebutuhan masyarakat, maka setiap PT memerlukan kegiatan penjaminan mutu pada semua pengelolaannya, tujuannya adalah untuk memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara suitainable, juga untuk memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan perguruan tinggi


Monday, October 12, 2009

10 Strategi Pemasaran Klasik

1. Mendorong atau menarik.
2. Mengikuti perkembangan jaman.
3. Spesialisasi
4. Kreatif dengan produk yang selalu baru.
5. Peningkatan image produk dengan promosi.
6. Rebutlah tambang emas yang belum digarap.
7. Produk yang sudah kurang diminati perlu diperbaiki
8. Hargai customer sebagai tamu adalah raja.
9. Tampilkan produk yang berkualitas
10. Usahakan sebanyak mungkin produk yang disediakan.