Frase adalah satuan sintaktik yang terdapat sebuah gatra kalimat. menurut struktur fungsionalnya dapat digolongkan atas frase endosentrik dan fase eksosentrik.
Metodologi Perencanaan E-Business
Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba
Uji normalitas data dalam penelitian
Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:
Tilawatil Quran KH. Muammar ZA
ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.
Contoh Khutbah Bahasa Sunda
Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan
Ciri-ciri Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.
Thursday, October 1, 2009
Tentang Macam-Macam Frase Dalam Bahasa Indonesia
Macam-macam wacana dalam bahasa Indonesia
Wacana adalah satuan bahasa yang mempunyai koherensi dan kohesi yang tinggi. Kata koherensi mengandung makna keteraturan atau kerapian dan kohesi mengandung makna kepaduan.
Tuesday, September 15, 2009
Contoh Kata Pengantar Makalah
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Dampak Teknologi Terhadap Kehidupan Bermasyarakat. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Informatika.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Bandung, April 2009
Penyusun
Friday, September 4, 2009
bahasa sebagai alat komunikasi birokrasi dalam masyarakat yang multi-etnik
Bahasa dalam birokrasi mempunyai arti yang sangat penting untuk saling mengkomunikasikan tugas dan fungsinya dalam mengatur mekanisme pemerintahan dengan efisien. Karena kita ketahui bahwa birokrasi sangat identik diberbagai negara, khususnya dalam sistem politik dan pemerintahan. Dapat kita bayangkan bagaimana keadaan birokrasi, jika manusia tidak memiliki kemampuan berbahasa. Sebagaimana disampaikan Ernst Cassirer, bahwa keunikan manusia sebenarnya bukanlah terletak pada kemampuan berpikirnya melainkan terletak pada kemampuan berbahasa. Ia menyebutkan manusia sebagai Animal Symbolicum, mahluk yang mempergunakan simbol, yang secara generik mempunyai cakupan yang luas daripada Homo sapiens yakni mahluk yang berpikir, sebab dalam kegiatan berpikirnya manusia menggunakan simbol. Bahasa memungkinkan manusia berpikir secara abstrak di mana obyek-obyek yang faktual ditransformasikan menjadi simbol-simbol bahasa yang bersifat abstrak. Dengan adanya transformasi ini maka manusia dapat berpikir mengenai sesuatu obyek tertentu meskipun obyek tersebut secara faktual tidak berada ditempat dimana kegiatan berpikir itu dilakukan.
2. Yang dimaksud dengan Pendekatan Etik dan Pendekatan Emik beserta contoh-contohnya dalam bidang kajian administrasi, yaitu :
Pendekatan Etik, yaitu suatu pendekatan yang berusaha untuk memberikan gambaran umum /general dan ramalan tentang perilaku masyakat dalam situasi tertentu.
Contohnya : Siapa saja yang hadir dalam acara rapat pembentukan panitia peringatan hari kesaktian pancasila.
Pendekatan Emik, yaitu suatu pendekatan yang berupaya untuk mengkomunikasikan keadaan dalam diri (Inner Psychological State) dan perasaan individu yang berkaitan dengan suatu perilaku. Asumsi dasar dari pendekatan Emik adalah bahwa pelaku/aktor suatu tindakan itu lebih tahu tentang proses-proses yang terjadi dalam dirinya dari pada orang lain. Pengetahuan tentang proses mental itu diperlukan untuk memahami mengapa seseorang melakukan suatu tindakan atau menolak melakukan tindakan tersebut.
Contohnya : Apa makna pemberian bantuan bagi masyarakat yang terkena bencana banjir.
Tentang Logika dan Proses Berpikir
Logika sbg sebuah ilmu ada kaidah2 logika
Logika sbg pola berfikir (bersikap dan bertindak)
Berfikir adalah : Kegiatan akal dalam mengelola pengetahuan atau pengalaman yang ditujukan untuk mendapatkan suatu kebenaran.
Berfikir Implisit : (adanya suatu kepastian)
Berfikir Eksplisit : (berupa rayuan / sindiran)
Berfikir induktif : proses pemikiran yang dilandasi oleh pengetahuan yang bersifat khusus untuk menyimpulkan sesuatu yang bersifat umum.
Berfikir Deduktif : sebaliknya
Deduksi terbuka (mungkin bisa ya dan tidak), cth :minum air kotor belum tentu sakit
Deduksi tertutup (adanya kepastian)
Cth : setiap makhluk hidup pasti bernafas
Pertimbangan2 berfikir dlm memutuskan sesuatu : objektif,tidak berburuk sangka, berfikir beberapa kali, dampaknya apa, optimistik, sistematis, dialogtis (fleksibel).
Term : Bagian dari suatu kalimat yang berfungsi sebagai subjek atau predikat
Kata : tanda lahir yg menunjukkan barang/benda
Kata tidak sama denganpengertian
Cth : pisang/banana/gedang
Makna kata/term :
1. Konotatif : unsur2 hakiki dari sebuah pemikiran yg membentuk sebuah term (esensi/komprehensif=menyeluruh)
Cth : Bapak = ayah
2. Denotatif : semua hal yang dapat diwujudkan dalam sebuah term/kata (ekstensi=memperluas)
Cth: Ibukota, Ibu pertiwi
Hubungan konotasi dan denotasi : semakin padat isi pengertian sebuah term/kata akan semakin dalam konotasinya maka semakin dangkal denotasinya, semakin dalam denotasinya maka semakin dangkal konotasinya.
Jenis kata/term menurut kwantiatsnya :
1. Singular : satu objek (tunggal)
2. Pertikuler : sejlh objek yg bersifat jamak
3. universal :semua objek yg bersifat keseluruhan/umum
4. Kolektif : Sekelompok objek yg berkarakteristik/tertentu
Jenis term/kata mnrt asas perlawanan gagasan :
1. Kontradiktoris : pasangan term yang saling mempertegas melalui ingkarannya (cth : benar-salah)
2. Kontraris : Pasangan term yg menunjukkan sudut2 ekstrim (cth : hitam-putih, panas-dingin)
3. Rlatif : Pasangan term yg saling melengkapi tanpa saling berlawanan
( cth : suami-isteri, kaya-miskin )
Jenis term menurut ketepatan maknanya :
1. Univok : Hanya menerangkan satu objek tertentu (cth:rumah, gelas, dsb)
2. Ekuivok : Memungkinkan adanya makna ganda ata sama bunyi beda arti (cth: halaman-halaman rumah, halaman buku)
3. Analog : menerangkan dua hal atau lebih dalam arti yang berbeda (cth: kursi=partai meraih kursi, kepala=kepala rumah tangga)
Jenis term menurut kodrat atau referensinya :
1. Konkrit : Objeknya mudah diamati. Cth: meja, tas, buku,dsb
2. Abstrak : Dimengerti setelah melalui proses abstraksi. Cth: Kewajiban, kebesaran.
3. Nihil : tidak memiliki referensi atau imajinasi. Cth : hantu
Tanda adalah : sesuatu yg memandu kita pada pengetahuan ttg objek atau keadaan yg lain yg berbeda dgn tanda itu sendiri.
Jenis tanda:
1. Alamiah : menunjukkan sesuatu yg lain sesuai dgn keadaan dan sifat kodratnya. Cth : langit-mendung= tanda hujan
2. Konvensional : menunjukkan sesuatu yang lain atas dasar kesepakatan/konvensi.
Cth: rambu-rambu lalu-lintas.
3. Aksidental : menunjukkan makna sesuatu melalui benda,tempat atau orang. Cth Janur kuning, Bandung lautan api.
Defenisi : Himpunan (kumpulan atau benda yg sifatnya terdefenisi/jelas)
Tujuan defenisi :
1. Untuk memperkaya (mengembangkan) kosa kata
2. Membatasi kerancuan makna
3. menghilangkan makna yg kering/hambar
4. memberikan penjekasan teoritis (merumuskan karakteristik secara teoritik meyakinkan dan secara ilmiah bermanfaat)
5. Mempengaruhi perilaku (berkaitan dengan emosi atau feeling)
Perbedaan pendefinisian :perbedaan makna terminologis dan adanya makna ganda.
Jeni Defenisi menurut sifatnya :
1. Stipulatif : defeniosi yg terdiri atas pernmyaan2 secara bebas memberikan makna atas term baru=menyangkut teknis.
2. Leksikal : tanpa menggunakan kata2 baru. Cth : White board
3. Tepat : Defenisi yang sebenarnya. Cth : acuh=peduli, tetapi kesan tidak peduli
4. Teoritis : yang merumuskan karakteristik yang memadai dari sebuah objek. Cth : Teori Phytagoars
5. Persuasif : yang mempengaruhi orang lain. (lebih mengedapankan emosi dan perasaan) Cth: merayu, mengajak.
Bahasa adalah : rangkaian simbol untuk menyampaikan gagasan, ide atau perasaan.
Bahasa merupakan bentuk Verbal (media/sarana/alat untuk mengkomunikasikan gagasan/ide) dari pikiran manusia.
Jenis Bahasa :
1. lisan : pola suara/audio: bunyi yang diberi makna untuk memverbalkan ide/gagasan.
2. tulisan : pola gambar/visual : cara menuliskan / melambangkan kata.
Ciri khusu bahasa :
1. Simbol : kata/frase(ungkapan)/nama yang digunakan untuk menyebutkan sesuatu.
2. Objek : Benda yang disimbolkan
3. Referensi : makna yg menjembatani antara simbol dan objek
4. Subjek : Pelaku yg menciptakan simbol dan menggunakannya dalam sesuatu hal yg khusus.
Fungsi Bahasa :
1. Informatif : menyampaikan informasi
2. Praktis : Memberikan efek tertentu
3. Ekspresif : mengungkapkan perasaan/emosi
4. Ferformatif : Menyajikan / menampilkan sesuatu
5. Seremonial : Hubungan/ interaksi sosial (persahabatan, kekeluargaan)
6. Logis : Bernalar, menganalisis, mengevaluasi, berargumentasi, beralasan, dll
Gagasan : gambaran akal budi tentang sesuatu atau objek tertentu yang masih melekat pada pikiran/otak.








