Metodologi Perencanaan E-Business
Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba
Uji normalitas data dalam penelitian
Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:
Tilawatil Quran KH. Muammar ZA
ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.
Contoh Khutbah Bahasa Sunda
Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan
Ciri-ciri Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.
Thursday, July 18, 2013
Definisi Halusinasi
Saturday, July 6, 2013
Definisi Frustasi
Gejala Positif & Negatif serta Kognitif skizofrenia
Menurut Yosep (2007), Skizofrenia memiliki berbagai tanda dan gejala. Kombinasi kejadian dan tingkat keparahan pun berbeda berdasarkan individu masing-masing. Gejala-gejalanya dapat terjadi kapan saja. Pada pria biasanya timbul pada akhir masa kanak-kanak atau awal usia 20, sedangkan pada wanita, usia 20 atau awal 30.
Monday, November 1, 2010
Skizofrenia Hebefrenik
“Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk Skizofrenia yang ditandai dengan perilaku klien regresi dan primitif, afek yang tidak sesuai, wajah dungu, tertawa-tawa aneh, meringis dan menarik diri secara ekstrim”. (Townsend, alih bahasa Helena, 1998:143).
Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan afektif yang tampak jelas dan secara umum juga dijumpai waham dan halusinasi yang bersifat mengambang serta terputus-putus (fragmentary), perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan, serta umumnya maneurisme (Depkes RI, 1993:111-112).
Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi, affect datar, perilaku dan tertawa kekanak-kanakan, yang terpecah-pecah, dan perilaku aneh seperti menyeringai sendiri, menunjukkan gerakan-gerakan aneh, mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari, 2001:64-65).
Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan,ada kecenderungan untuk selalu menyendiri, dan prilaku menunjukkan hampa prilaku dan hampa perasaan, senang menyendiri,dan ungkapan kata yang di ulang – ulang, proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu serta adanya penurunan perawatan diri pada individu. ( Rusdi Maslim,Dr.PPDGJ- III 2001: 48)
Dari ketiga pengertian diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa Skizofrenia hebefrenik atau Skizofrenia disorganized adalah suatu gangguan yang yang ditandai dengan regresi dan primitif, afek yang tidak sesuai, serta menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial.
Tuesday, May 25, 2010
Tanda-tanda kecemasan (nervus)
-Tangan menggigil
-Berkeringat
-Denyut jantung bertambah (tanpa penyakit jantung)
-Kesulitan berfikir jernih
-Keluhan gangguan fisik tanpa adanya penyakit fisik dan akan meningkat bila wanita tersebut -sedang marah.
Friday, May 21, 2010
Definisi Depresi
Depresi juga sebagai suatu gangguan alam perasaan, ditandai oleh kesedihan, harga diri rendah, rasa bersalah, putus asa dan perasaan kosong (Stuart & Sundeen, 1987)
Thursday, April 22, 2010
Tipe- tipe Emotional Abuse
a. Menyerang
Format penyalahgunaan agresif meliputi saling mengatai, menuduh, menyalahkan, mengancam. Menyerang perilaku biasanya jelas nyata dan langsung.
Penyalahgunaan agresif dapat juga mengambil suatu format tidak langsung dan boleh disamarkan; tersamar dan " membantu." Mengkritik, menasehatkan, menawarkan solusi, penelitian, pembuktian, dan tanya jawab orang lain adalah suatu usaha tulus hati untuk membantu. Dalam beberapa peristiwa bagaimanapun, perilaku ini adalah suatu usaha untuk meremehkan, mengendalikan, atau merendahkan diri.
b. Penyangkalan
Ketidaksahan mencari untuk menyimpangkan atau mengikis persepsi. Ketidaksahan terjadi manakala abuser menolak atau gagal untuk mengakui adanya kenyataan. Sebagai contoh, jika penerima menghadapi abuser sekitar suatu peristiwa saling mengatai, abuser boleh meminta dengan tegas.
Menolak adalah format penyangkalan yang lain , Menolak meliputi menolak untuk mendengarkan, menolak untuk komunikasi, dan secara emosional menarik hukuman. Membalas terjadi manakala abuser memandang penerima sebagai suatu perluasan diri mereka dan menyangkal manapun sudut pandang atau perasaan yang menyimpang dari mereka sendiri.
c. Pengecilan
Pengecilan adalah suatu lebih sedikit format pengingkaran ekstrim. Trivializing terjadi manakala abuser menyatakan bahwa apa yang telah dikomunikasikan adalah tidak penting atau tidak logis.
Menyangkal dan memperkecil dapat merusakkan, sebagai tambahan terhadap penurunan mengagumi diri sendiri dan menciptakan konflik, menjadikan tak berguna, perasaan, dan pengalaman dapat secepatnya mencurigai persepsi milik dan pengalaman emosional.
Pengertian dan Definisi ABUSE
Kata kekerasan merupakan terjemahan dari kata violence, artinya suatu serangan terhadap fisik maupun integritas mental psikologis seseorang. Kekerasan di sini mulai dari kekerasan fisik seperti perkosaan, pemukulan, sampai dengan kekerasan dalam bentuk yang lebih halus, seperti pelecehan seksual dan penciptaan ketergantungan. Kekerasan tidak hanya menyangkut siksaan fisik belaka, tapi juga meliputi perkataan, sikap, dan berbagai hal atau sistem yang menyebabkan kerusakan secara fisik, mental, sosial atau lingkungan, dan atau menghalangi seseorang untuk meraih potensinya secara penuh. Bentuk kekerasan tidak hanya yang mengandung aspek fisik, tapi juga aspek psikologis yang meliputi perkataan dan sikap (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0312/19/muda/755287.htm).
Tuesday, January 19, 2010
Gangguan orientasi realitas
Berpikir adalah gejala jiwa yang dapat menetapkan hubungan-hubungan antara ketahuan-ketahuan kita (Sujanto, 1986)
Berpikir adalah suatu proses dialektis yaitu selama kita berpikir, fikiran kita mengadakan tanya jawab dengan pikitan kita untuk dapat meletakkan hubungan-hubungan antara ketahuan kita dengan tepat.
Berpikir adalah suatu keaktifan pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan yang terarah kepada suatu tujuan (Purwanto, 1992)
Proses-proses berpikir (Sujanto, 1986) :
a Pembentukan pengertian : dari suatu masalah pikiran kita membuang ciri-ciri tambahan, sehingga tinggal ciri-ciri yang tipis (yang tidak boleh tidak ada) pada masalah itu.
b Pembentukan pendapat : pikiran kita menggabungkan / menceraikan beberapapengertian yang menjadi tanda khas dari masalah.
c Pembentukan keputusan : pikiran kita menggabungkan pendapat-pendapat tersebut.
d Pembentukan kesimpulan : pikiran kita menarik keputusan dari keputusan-keputusan yang lain.
Proses pikir. Proses informasi yang tidak berfungsi dengan baik akan mempengaruhi proses berpikir sehingga memberi dampak pada proses komunikasi. Dalam berkomunikasi mungkin inkoheren, tidak berhubungan, berbelit dan tidak logis. Klien tidak mampu mengorganisirdan menyusun pembicaraan yang logis dan koheren. Ketidakmampuan klien ini sering membuat lingkungan takut dan merasa aneh terhadap klien. Perawat hendaknya mengidentifikasi beberapa respon verbal dan nonverbal klien serta melakukan validasi.
Wednesday, December 9, 2009
Faktor – faktor yang mempengaruhi penyimpangan seksual
a. Perspektif biologis
perubahan biologis yang terjadi pada masa pubertas dan pengaktifan hormonal. Pada masa ini rawan terjadinya penyimpangan seksual.
b. Pengaruh orangtua
Pngaruh ini terjadi biasanya kurangnya komunikasi antara orangtua dengan remaja dalam masalah seputar seksual yang akhirnya dapat memperkuat munculnya perilaku penyimpangan seksual (Oom, 1981).
c. Pengaruh teman sebaya
d. Perspektif akademik
e. Pespektif akamik
f. Perseptif sosial kognitif.
(Dari sebuah buku)
Tuesday, December 8, 2009
Faktor Pembentuk Perilaku menurut Lowrence Green
Menurut Lowrence Green, perilaku ditentukan atau terbentuk dari tiga faktor :2. Faktor pendukung ( enabling factors ) yang terwujud dalam linkungan fisik, tersedia atau tidak tersedia sarana.
3. Faktor pendorong ( reinforcement factors ) yang terwujud dalam sikap dan perilaku, kebijakan dan lain – lain.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan adalah hasil dari seseorang setelah orang tersebut melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu dan pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk perilaku seseorang.
Thursday, November 26, 2009
AKIBAT dan PENANGGULANGAN STRES (leaflet)
Akibat stres tergantung dari reaksi seseorang terhadap stres. Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari. Stres ringan bisa merangsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan dan rutin. Tetapi stres yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak ditanggulangi akan berbahaya bagi kesehatan. Umumnya stres yang berlarut-larut menimbulkan perasaan cemas, takut, tertekan, kehilangan rasa aman, harga diri terancam, gelisah, keluar keringat dingin, jantung sering berdebar-debar, pusing, sulit atau suka makan dan sulit tidur. Kecemasan yang berat dan berlangsung lama akan menurunkan kemampuan dan efisiensi seseorang dalam menjalankan fungsi-fungsi hidupnya dan pada akhirnya dapat menimbulkan berbagai macam gangguan jiwa.
PENANGGULANGAN STRES
• Mengenal dan menyadari sumber-sumber stres
• Membina kedewasaan kepribadian melalui pendidikan dan pengalaman hidup
• Mengembangkan hidup sehat. Antara lain dengan cara merasa cukup dengan apa yang dimilikinya, tidak tergesa-gesa mencapai ingin mencapai keinginannya, menyadari perbedaan antara keinginan dan kebutuhan dan sebagainya.
• Mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk segala sesuatu yang terjadi dengan tetap beriman kepadaNya.
• Minta bimbingan kepada sahabat terdekat, orang-orang yang lebih dewasa, psikolog, orang yang dewasa kerohaniaanya.
• Hindarkan sikap-sikap negatif antara lain: memberontak terhadap keadaan, sikap apatis, marah-marah. Hal-hal tersebut tidak menyelesaikan masalah tetapi justru membuka masalah yang baru.
Monday, September 28, 2009
Tentang Marah, Tanda-tanda dan Kerugiannya
Marah merupakan perasaan jengkel yang timbul sebagai respon kecemasan yang dirasakan sebagai ancaman (sundeen, 1995)
1. Marah yang tidak konstruktif
Adalah dimana seseorang tidak dapat mengemukakan pendapat / mengekspresikan rasa tidak senangnya dengan menyakiti orang lain, dengan cara : diam / memendam sendiri, mencoba kamuflase, perilaku kasar, bicara kasar dan membantah disertai kekerasan.
2. Marah yang konstruktif
Adalah dimana seseorang dapat mengemukakan pendapat / mengekspresikan rasa tidak senang atau tidak setuju tanpa menyakiti, dengan cara : bicara jelas, tegas, tidak mengancam, kontak mata tapi tidak menimbulkan masalah baru dan relaks.
1. Secara Fisik
Muka merah, pandangan tajam, nafas pendek, keluar keringat dan tekanan darah meningkat.
2. Secara Emosional
Merasa terganggu, menentang, jengkel,dendam, meremehkan, dan merasa kuat.
3. Secara Social
Perilaku keras, ejekan atau humor yang tidak konsruktif, penolakan atau menarik diri..
4. Kognitif
Mendominasi, bawel, cerewet,sarkasme, berdebat dan meremehkan
5. Secara Spiritual
Ingin menang sendiri, tidak bermoral dan atau kreatifitas terhambat.
1. Perasaan tidak tenang.
2. Keadaan diri sendiri / lingkungan menjadi tidak menyenangkan.
3. Merasa lelah.
4. Habis energi.
5. Orang lain menjadi sakit hati.
6. Banyak musuh.
7. Tidak punya teman.
8. Merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
E. Manfaat Mengungkapkan Marah Secara Konstruktif
1. Masalah terselesaikan.
2. Beban pikiran berkurang.
3. Kegiatan sehari – hari tidak terganggu.
4. Tidak merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
5. Banyak teman.
6. Tidak menyakiti orang lain dan energi tidak habis dengan percuma.
1. Secara Fisik
Menyalurkan energi kemarahan melalui aktifitas fisik seperti berolah raga, bekerja atau memukul – mukul bantal.
2. Secara Emosional
Mencari ketenangan dan menghindari sumber penyebab marah.
3. Secara Social
Menceritakan pada orang yang dapat di percaya atau dengan berpartisifasi dalam kegiatan orang lain.
4. Secara Lisan
Secara asertif mengungkapkan kemarahan / kekesalan secara baik – baik terhadap orang yang bersangkutan.
5. Secara Spiritual
Dengan berdoa dan mengadu pada Tuhan serta melaksanakan kegiatan ibadah seperti mengaji dan sholat.
DAFTAR PUSTAKA
Ana Budi Keliat, 1991. Marah Akibat Penyakit Yang Diderita. Jakarta : EGC
Sundeen, Stuart. 1998. Keperawatan Jiwa. Edisi III. Jakarta : EGC.
Sunday, July 19, 2009
Tentang Halusinasi penglihatan dan Prosesnya
Halusinasi penglihatan adalah stimulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya, gambar geometric, gambar karton, dan/atau panorama yang luasdan kompleks. Penglihatan dapat berupa sesuatu yang menyenangkan atau yang menakutkan seperti monster. ( Stuart and Sundeen, Alih bahasaAchir Yani S. Hamid, 1998 : 306 )
Klien dengan skizofrenia paranoid memiliki sifat curiga yang berlebihan pada orang lain, hati-hati, tidak ramah, mudah tersinggung, suka menyendiri, sombong dan mudah tegang sehingga apabila klien mempunyai masalah,maka ketegangan akan semakin memuncak, sifat suka menyendiri dan curiga yang berlebihan membuat kien enggan untuk menceritakan masalah yang dihadapinya, cenderung memendam masalah. Keadaan seperti ini membuat kecemasan semakin meningkat yang menyebabkan metabolisme tubuh terganggu, terutama daerah otak, termasuk system limbic, korteks frontalis dan basal ganglia, sehingga akan mengeluarkan suatu zat yang bersifat halusinogenik melalui system limbic yaitu dopamine neurotransmitter. Kurangnya komunikasi klien denagn individu lain menyebabkan terjadinya halusinasi lihat.
Thursday, May 28, 2009
KONSEP-KONSEP DASAR TENTANG MOTIVASI
Menurut para pakar motivasi terdapat dua jenis motivasi yang umum, iaitu motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan oleh faktor pendorong yang murni berasal dari dalam diri individu, dan tujuan tindakan itu terlibat di dalam tindakan itu sendiri, bukan di luar tindakan tersebut. Berbeza dengan motivasi ekstrinsik, iaitu keinginan bertingkah laku sebagai akibat dari adanya rangsangan dari luar atau kerana adanya kekuasaan dari luar. Tujuan bertingkah laku pun tidak terlibat dalam tingkah laku itu sendiri, tetapi berada di luar tindakan tersebut.
Di dalam proses belajar, motivasi intrinsik lebih berkesan mendorong pelajar dalam belajar. Namun bukan bermakna bahawa motivasi ekstrinsik perlu dihindari sama sekali. Motivasi ekstrinsik dapat memancing timbulnya motivasi intrinsik. Banyak pelajar yang termotivasi secara ekstrinsik dapat berjaya dengan baik dalam belajar, seperti halnya dengan pelajar-pelajar yang termotivasi secara intrinsik, asalkan guru dapat membantu mereka dengan cara yang tepat sesuai dengan keperluan mereka. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam membangkitkan motivasi pelajar dalam belajar melalui pengembangan motivasi ekstrinsik, seperti memberikan penghargaan atau celaan, membangun persaingan, memberikan hadiah atau hukuman, dan memberi tahu kemajuan yang dicapai oleh pelajar. Masing-masing cara mempunyai kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahannya sendiri. Guru harus menentukan cara yang paling tepat sehingga berbagai kelemahan dapat dikurangi atau dihindarkan sama sekali, dan sebaliknya kekuatan-kekuatan yang ada dikembangkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya.
Tuesday, May 26, 2009
Ketidaktahuan klien tentang menarik diri
Menarik diri merupakan gangguan berhubungan dengan orang lain yang ditandai dengan isolasi diri
B. Penyebab
1. Perkembangan
Sentuhan, perhatian, Kehangatan, dari keluarga yang mengakibatkan individu menyendiri, kemampuan berhubungan dengan klien tidak adekuat yang berakhir dengan menarik diri
2. Komunikasi dalam keluarga
Klien sering mengalami kecemasan dalam berhubungan dengan anggota keluarga, sering menjadi kambing hitam, sikap keluarga yang tidak konsisten (kadang boleh, kadang tidak boleh). Situasi ini membuat klien tidak mau berkomunikasi dengan orang lain
3. Sosial Budaya
Di kota besar masing-masing individu sibuk memperjuangkan hidup, sehingga tidak ada waktu bersosialisasi. Situasi ini mendukung perilaku menarik diri.
C. Tanda - tanda
1. Aspek fisik
Makan dan minum kurang
Tidur kurang atau terganggu
Penampilan diri kurang
Keberanian kurang
2. Aspek emosi
Bicara tidak jelas, merengek, menangis, seperti anak kecil
Merasa malu, bersalah
Mudah panic atau tiba-tiba marah
3. Aspek social
Duduk menyendiri
Selalu tunduk
Tampak melamun
Tidak peduli lingkungan
Menghindar dari orang lain
Tergantung pada orang lain
4. Aspek intelektual
Putus asa
Merasa sendiri, tidak ada dukungan
Kurang percaya diri
D. Peran Keluarga
1. Memenuhi kebutuhan sehari-hari
Bantu dan perhatikan pemenuhan kebersihan diri dan penampilan
Latih kegiatan sehari-hari : makan sendiri, cuci pakaian, kebersihan rumah tangga
2. Bantu komunikasi yang teratur
Bicara jelas dan singkat
Kontak atau bicara secara teratur
Pertahankan tatap mata saat bicara
Lakukan sentuhan yang akrab
Sabar, lembut, tidak terburu-buru
3. Libatkan dalam kelompok
Beri kesempatan untuk nonton TV, baca koran, dengar musik
Sediakan peralatan pribadi : tempat tidur, lemari pakaian
Pertemuan keluarga secara teratur
Monday, May 25, 2009
Tentang Halusinasi, Pengertian, Jenis, Tanda & Gejala
Halusinasi adalah tanggapan ( persepsi ) pancaindera tanpa rangsangan dari luar(eksternal )
Jenis Halusinasi
Halusinasi Pendengaran
Halusinasi Penglihatan
Halusinasi Penciuman
Halusinasi Pengecapan
Halusinasi Perabaan
Tanda & Gejala
Menarik diri, menghindari orang lain
Mudah tersinggung
Tersenyum, berbicara sendiri
Gelisah, ketakutan, wajah tegang
Pembicaraan kacau, kadang tidak masuk akal
Sikap curiga dan bermusuhan
Menyalahkan diri sendiri/orang lain
Dapat merusak diri, orang lain dan lingkungan
Tidak dapat membedakan hal yang nyata dan tidak nyata
Tidak dapat memusatkan perhatian/konsentrasi
sulit membuat keputusan
Ketakutan
Muka merah kadang pucat
Tidak mau atau tidak mampu melaksanakan asuhan mandiri seperti : mandi, gosok gigi, ganti pakaian
KONSEP DASAR TERAPI KELOMPOK
1. Menurut Direktorat Kesehatan Jiwa
Terapi Kelompok adalah psikoterapi yang dilakukan pada sekelompok klien bersama-sama dengan jalan berdiskusi satu sama lain dipimpin oleh seorang terapis atau petugas kesehatan jiwa yang terlatih.
2. Menurut Deborah Atai Otong
Terapi kelompok adalah perawatan modalitas untuk lebih dari satu orang yang menyediakan hasil yang terapeutik untuk individu.
3. Menurut Cornelia Marie Back
Terapi Kelompok adalah bentuk terapi yang melibatkan satu kelompok dari pertemuan yang telah direncanakan oleh seorang terapis yang ahli untuk memfokuskan pada satu atau lebih dalam hal :
1. Kesadaran dan pengertian diri sendiri.
2. Memperbaiki hubungan interpersonal.
3. Perubahan tingkah laku.
4. Menurut Judih Haber :
5. Terapi Kelompok adalah proses keperawatan teurapeutik yang dilakukan dalam kelompok.
B. Tujuan
1. Tujuan Teurapeutik
1.1. Tujuan Umum :
6. Meningkatkan kemampuan uji realitas
7. Membentuk sosialisasi
8. Meningkatkan fungsi psikologis : meningkatkan kesadaran tentang hubungan antara reaksi emosional dengan perilaku defensive.
9. Membangkitkan motivasi bagi kemampuan fungsi kognitif dan afektif.
1.2. Tujuan Khusus :
10. Meningkatkan identitas diri
11. Menyalurkan emosi
12. Keterampilan hubungan social
2. Tujuan Rehabilitatif :
2.1. Meningkatkan kemampuan hidup mandiri
2.2. Soialisasi di tengah masyarakat
2.3. Empati
2.4. Meningkatkan pengetahuan problema hidup dan penyelesaian.
13. Indikasi dan Kontra Indikasi
Indikasi :
• Klien Psikotik
• Klien yang mengalami stress dalam kehidupan penyakit / kematian
• Klien dengan masa kanak-kanak yang tidak menyenangkan
• Klien dengan ketergantungan naza.
Kontra indikasi :
• Waham
• Hal yang tidak terkontrol
• Depresi berat
• Sosio / Psikopat
• Sedang menjalani terapi lain
• Tidak ada harapan sembuh
• Pembosan
D. Sasaran
1. Klien yang di rawar di Rumah Sakit Jiwa dengan konsep diri positif
2. Klien dengan problematika sama.
B. Metoda dan Media
1. Metoda :
• Terapi Deduktif
• Inspirasi Represif
• Analitik
• Aktifitas
• Psikodarma
• Sosiodrama
2. Media :
• Permainan
• Aktifitas
• Bahan / Alat
• DLL.
C. Persyaratan
1. Jumlah Anggota :
• Menurut Wartono : 7 – 8 orang, minimal 4 orang
• Menurut Caplan : 7 – 9 Orang
• Umumnya tidak lebih dari 10 orang
2. Klien :
• Di rawat di Rumah Sakit Jiwa dengan observasi yang jelas
• Pada proses rehabilitasi : ada target kelompok dan target individu
3. Terapis :
• Memiliki pendidikan MN ( Psychiatrik Nursing ) atau
• Memiliki pendidikan S1 atau BSN dengan pengalaman 2 tahun.
• Memiliki sertifikat.
4. Target pada kelompok :
• Sebelum terapi
• Selama terapi
• Setelah terapi
• Perlu ada rating scale
14. Komposisi Terapis
• Leader
• Co. leader
• Fasilitator
• Observer
D. Tingkat Perkembangan Kelompok
1. Keragu – raguan :
• Kecemasan awal
• Meminta pemimpin untuk menegaskan tujuan / struktur
• Kompetisi
• Etiket diluar batas
• Diam
• Pertanyaan tentang kehidupan pribadi, kualifikasi dan kompetisi
• Menghindari terlibat dalam kelompok
2. Agresif
3. Regresi
4. Adaptasi
MATERI CARA BERHUBUNGAN YANG BAIK
Berhubungan adalah suatu cara atau teknik untuk mengenal antara dua orang atau lebih.
B. Tanda – tanda orang yang tidak bisa berhubungan dengan baik
1. Sering diam dan menyendiri
2. Kurang mampu untuk bergaul dengan orang lain
3. Menarik diri
4. Tidak mampu untuk mengungkapkan secara verbal apa yang diinginkan / dirasakan
5. Kurang dikenal orang
C. Cara berhubungan yang baik
1. Mengucapkan salam
2. Mengatur posisi duduk berhadapan dengan jarak sekitar satu meter dan mata sejajar dengan lawan bicara
3. Kontak mata dengan lawan bicara
4. Memperkenalkan diri jika belum saling mengenal
5. Menyampaikan maksud dan tujuan berhubungan / komunikasi
6. Menanyakan pada lawan bicara mengenai topic netral
7. Melakukan hubungan social sesuai dengan kesepakatan
8. Menutup perbincangan
9. Salam perpisahan
D. Manfaat berhubungan
1. Banyak teman
2. Dapat saling bertukar pikiran
3. Dapat saling membantu
4. Dapat menambah pengetahuan
E. Kerugian bila tidak berhubungan dengan baik
1. Dapat menyinggung perasaan
2. Dapat terjadi salah paham
3. Tujuan berhubungan tidak tercapai








