Metodologi Perencanaan E-Business

Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba

Uji normalitas data dalam penelitian

Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:

Tilawatil Quran KH. Muammar ZA

ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.

Contoh Khutbah Bahasa Sunda

Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan

Ciri-ciri Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Showing posts with label Kebidanan. Show all posts
Showing posts with label Kebidanan. Show all posts

Monday, May 18, 2020

Definisi dan Manfaat Inisiasi Menyusu Dini

source images:linisehat.com
a.    Definisi

           Inisiasi Menyusu Dini (IMD) atau permulaan menyusu dini adalah memulainya bayi menusu sendiri segera setelah lahir, sejatinya bayi manusia juga bayi mamalia lainnya memiliki kemapuan untuk menyusu sendiri kepada ibunya, dengan ketentuan adanya kontak kulit bayi dan kulit ibunya, kondisi ini dapat berlangsung selama 60 menit segera setelah bayi tersebut lahir (Roesli, 2012). Sesaat setelah ibu melahirkan biasanya bayi akan diletakkan diatas dada ibu agar bayi mencari sendiri putting ibunya hal ini disebut dengan insiasi menyusu dini / IMD (Kodrat, 2010). Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah suatu program yang dikeluarkan oleh WHO / UNICEF ditahun 2007, yang pada prinsipnya tidak hanya seorang iibu yang menyusui bayinya, tetapi IMD ini diharuskan bayi yang aktif menemukan sendiri putting ibunya kemudian melakukan kontak kulit anatar ibu dengan bayinya atau yang dikenal dengan skin to skin. Dalam kondisi ini bayi akan melakukan gerakan guna mencari putting ibu, memasukan putting ibu pada mulut bayi secara benar kemudian menghisapnya dalam waktu enam puluh menit pertama kehidupan (Kemenkes,2010).

Inisiasi Menyusu Dini sering kali disalah artikan sebagai suatu paksaan yang harus dilakukan oleh bayi yang baru dilahirkan dengan memaksanya harus berada di payudra ibu. Bila dibiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu bayi tersebut akan melakukan gerakan-gerakan dan mencari putting ibu, kemudian memasukan putting kemulutnya yang kemudian menghisapnya uapaya ini dilakukan dijam pertama kehidupannya (Saleha,2009)

b. Manfaat Insiasi Menyusu Dini

Manfaat inisiasi menyusu dini bagi ibu adalah merangsang produksi oksitosin dan prolaktin, meningkatkan keberhasilan produksi ASI, serta mampu meningkatkan jalinan kasih sayang ibu. Manfaat inisiasi meyusu dini bagi bayi adalah memenuhi kebutuhan nutrisi bayi karena ASI merupakan makanan dengan kualitas yang sempurna; melalui kolostrom mampu memberikan kekebalan tubuh yang merupakan imunisasi pertama bagi bayi; meningkatkan kecerdasan; membantu bayi mengkoordinasikan antara hisap, telan dan nafas; menigkatkan jaianan kasih saying antara ibu dan bayi; mencegah kehilangan panas dan merangsang pengeluaran kolostrum dengan cepat.

Monday, July 15, 2013

Cara Pemberian ASI Perah

ASI beku yang akan dipergunakan, harus dipindahkan ke lemari pendingin agar mencair. Kemudian diambil seperlunya (sesuai dengan jumlah kebutuhan bayi sekali minum) untuk dihangatkan kalau mau diberi kepada bayi. ASI tidak boleh dimasak atau dipanaskan, hanya dihangatkan dengan merendam cangkir dalam air hangar. Apabila ASI yang telah dihangatkan tidak habis diminum oleh bayi, maka ASI tersebut harus dibuang.

Pemberian ASI perah tidak boleh menggunakan boiol atau dot, karena hal ini akan menyebabkan bayi "bingung puting". Gunakan cangkir atau sendok, sehingga bila saatnya ibu menyusui langsung, bayi tidak menolak menyusu. Pemberian dengan cangkir lebih cepat daripada dengan sendok. Namun, apabila bayi sakit, sulit bernapas, sering tersedak atau muntah, pemberian dengan sendok dapat dilakukan dengan perlahan dan sabar supaya bayi mendapat ASI dalam jumlah yang mencukupi. Cara pemberian ASI perah dengan menggunakan cangkir antara lain : 
1. Orang yang memberi minum bayi duduk dengan memangku bayi
2. Memegang punggung bayi dengan lengan
3. Meletakkan cangkir pads bbir bawah bayi
4. Lidah bayi berada di atas pinggir cangkir dan biarkan bayi mengisap ASI dari dalam cangkir (saat cangkir dimiringkan)
5. Berikan sedikit waktu istirahat setiap kali bayi menelan
6. Memberikan ASI sesuai dengan kebutuhan bayi (on demand), tidak dijadwalkan
(Anonymous, 2007)

Cara Memilih Jenis Pompa ASI

1. Aman 
Bahan atau material yang digunakan adalah sejenis plastik yang tahan panas. Pemakaian bahan plastik ini juga memudahkan untuk perawatan karena mudah dicuci. 
2. Memiliki kecepatan dan kekuatan mengisap yang bisa diatur
Sebaiknya bisa bekerja dengan efektif, sehingga merangsang payudara untuk memproduksi ASI lebih banyak
3. Vakum yang dipasang pada areola (lingkaran daerah yang berwarna hitam di sekitar puting) yang dapat disesuaikan. Setiap wanita memiliki tubuh yang berbeda, jadi sesuaikan saja dengan kebutuhan anda. 
4. Praktis 
Ada baiknya jika anda memiliki pompa ASI yang berukuran kecil, praktis, ringan, memiliki wadah yang praktis untuk dibawa – bawa. 
5. Mudah dibersihkan dan digunakan 
Hindari pompa yang hanya terdiri atas balon (pompa) dan corong karena bagian balon tidak dapat dicuci. 
6. Kapasitas lebih besar 
Ada jenis pompa yang hanya bisa digunakan untuk memompa satu payudara dalam satu kesempatan, tetapi ada juga yang dapat sekaligus memompa sepasang payudara dalam satu kesempatan. Dengan demikian lebih menghemat waktu. 
7. Pilih pompa yang tidak mengeluarkan suara atau pastikan suara yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu
8. Pompa mempunyai cadangan untuk energi 
Beberapa pompa ASI dilengkapi sistem pengoperasian ganda. Maksudnya, dapat digunakan secara manual sekaligus elektrik. Bahkan beberapa pompa dilengkapi pula dengan baterai cadangan sehingga bila sewaktu – waktu listriknya mati atau ingin memompa di tempat yang tidak ada listrik, pompa ASI tetap dapat digunakan. 
(Wordpress, 2008)

Media yang Digunakan Untuk Memerah ASI

ASI pada dasarnya dapat diperah melalui tiga cara yakni : 
1. Dengan Menggunakan tangan 
2. Alat secara manual 
3. Memakai alat pompa elektrik 

Dengan Menggunakan Tangan 
1. Cuci tangan dengan sabun dan bilas sampai bersih.
2. Pegang cangkir yang bersih untuk menampung ASI. 
3. Condongkan badan kedepan dan sanggah payudara dengan tangan.
4. Letakkan ibu jari pada batas areola mamae (lingkaran hitam) dan letakkan jari telunjuk pada batas areola bagian bawah.
5. Tekan kedua jari ini ke dalam kearah dinding dada tanpa menggeser letak kedua jari tadi.
6. Pijat daerah di antara kedua jari tadi kearah depan sehingga akan memeras dan mengeluarkan ASI. Jangan menekan, memijat atau menarik puting susu karena ini tidak akan mengeluarkan ASI dan akan menyebabkan rasa sakit. 
7. Ulangi gerakan dari samping kiri dan kanan 3-5 menit, tekan, pijat dan lepas beberapa kali.
8. Setelah pancaran ASI berkurang pindahkan posisi ibu jari dan telunjuk tadi dengan cara berputar pada sisi lain dari batas areola dengan kedua jari selalu berhadapa.
9. Memeras ASI yang efektif dilakukan selama 20-30 menit. 
10. Lakukan hal yang sama pada setiap posisi sampai ASI terperah semua, sehingga payudara terasa kosong. 
(Depkes RI, 2003) 

Dengan Menggunakan Alat Secara Manual 
Salah satu kelebihan pompa ASI manual karena perangkat yang digunakan sederhana adalah praktis. Alat ini tidak perlu baterai atau listrik sehingga dapat dibawa kemanapun ibu pergi dan umumnya lebih tahan lama dibandingkan dengan yang elektrik. Kekurangannya lebih pada “tenaga” untuk memerahnya yang tidak konstan. Ketika tangan sudah mulai lelah maka tekanan pada pompa pun berkurang dan akan berdampak pada ASI yang dikeluarkan (Wordpress, 2008).

Dengan Memakai Pompa Elektrik 
Sementara pompa ASI elektrik, keuntungannya adalah tenaga listrik atau baterai memungkinkan pemerahan dilakukan dengan konstan sehingga dapat lebih memaksimalkan pengosongan ASI dari payudara dan membuat produksi ASI tetap maksimal. Jika menggunakan baterai keuntungannya praktis dibawa ke mana saja dibanding menggunakan listrik. Kekurangannya, cepat haus dan baterai harus selalu diganti (Wordpress, 2008).

Jenis – jenis Pompa ASI yang Beredar di Pasaran 
a. Pompa dengan Karet Penyedot 
Alat jenis ini tidak dianjurkan sebab kurang efisien dan tidak sesuai untuk memerah ASI. Bahan karet yang berbentuk bundar byang terdapat dibagian belakang pompa sulit dibersihkan dan tidak bisa disterilkan. 
b. Pompa Elektrik dan Bentuk Piston 
Pompa ASI ini memenuhi standar untuk memerah ASI. Cara menggunakannya cukup mudah dan ibu bisa melakukannya tanpa repot. Pompa jenis ini memiliki model manual dan elektrik. 
c. Pompa ASI Ganda 
Pompa ASI Ini memiliki dua kanal sehingga dapat memompa ASI dari kedua payudara sekaligus dalam satu waktu, sehingga menghemat waktu memerah ASI. 
(Hanya Wanita, 2009)

Langkah – langkah Ibu Bekerja Agar Dapat tetap Memberikan ASI Eksklusif

Langkah-langkah yang terpenting dalam persiapan keberhasilan menyusui secara eksklusif bagi ibu bekerja adalah sebagai berikut :
a. Mampersiapkan diri sendiri
b. Mempelajari dengan baik tentang ASI dan tatalaksana menyusui
c. Mempelajari tempat ibu bekerja sehingga dapat mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memeras / memompa ASI. 
d. Mengatur jadwal yang pasti sehingga tidak menyulitkan juga bagi para rekan – rekan kerja untuk koordinasi, saat ibu mengambil waktu untuk memerah ASI. 
e. Membeli alat pompa ASI (jika tidak bisa memeras ASI dengan manual) beserta perlengkapannya (misal : tas / termos khusus untuk menyimpan / membawa ASI pulang). Menyiapkan plastik khusus untuk menyimpan ASI atau beberapa botol – botol untuk stok cadangan ASI di rumah. 
f. Ajarkan bayi untuk bisa menyusu dari alat lain selain payudara, lakukan secara bertahap terutama jika waktu cuti akan berakhir. Hindari sedapat mungkin memberikan ASI melalui botol untuk menghindari bingung puting. 
g. Mempersiapkan mental pengasuh dan mengajari kepada pengasuh bayi di rumah cara memberikan ASI dan berikan jadwal yang tetap kapan saja bayi harus diberikan minum, agar stok ASI bisa dikontrol jumlahnya. 
h. Mencari komunitas / teman seperjuangan / orang lain yang mendukung ASI sehingga ibu tetap bersemangat bahkan dapat membantu ibu jika menemui masalah. 
i. Bilamana perlu, konsultasi ke klinik laktasi dan konsultasi laktasi bila menemukan masalah dalam menyusui. 
(Wordpress, 2008)

Tips Menyusui Bagi Ibu Bekerja

1. Susui bayi anda seperti biasa, tinggalkan ASI yang sudah anda peras untuk persediaan di rumah. 
2. Perah ASI ditempat kerja setiap 3 – 4 jam sekali secara teratur agar produksi ASI tetap terjaga. 
3. Pilih tempat yang tenang dan nyaman untuk memerah ASI. Upayakan agar ibu dalam kondisi rileks saat memerah ASI.
4. Menggunakan peralatan yang bersih dan steril. Peralatan sebaiknya dibersihkan segera setelah digunakan. 
5. ASI dapat disimpan di lemari pendingin atau lemari pembeku / freezer 
6. Pada saat ibu bekerja, ASI perah dapat diberikan pada bayi dengan cangkir atau sendok
7. Pada saat ibu di rumah, sesering mungkin menyusui bayi, dan ganti jadwal menyusuinya sehingga banyak menyusui di malam hari 
8. Sebaiknya ibu telah mulai mempraktekkan keterampilan memerah ASI dan merubah jadwal menyusui sejak satu bulan sebelum bekerja
9. Selalu minum dan makan makanan yang bergizi dan cukup selama masa menyusui bayi 
(Anonymous, 2007)

Tuesday, July 2, 2013

IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN & YANG DIANJURKAN

IMUNISASI YANG DIWAJIBKAN
  • BCG
  • Hepatitis B
  • DPT
  • Polio
  • Campak

IMUNISASI YANG DIANJURKAN
  • MMR
  • Demam Tifoid
  • Hepatitis A
  • Varisela
  • Haemofilus Influenza b (Hib)
  • Invasive Pneumococcal Disease (IPD)
  • Rotavirus

Monday, April 16, 2012

Teknik Menyusui Yang Benar

Pengertian teknik menyusui
Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar
Cara Menyusui Yang Baik :
*      Cuci tangan ibu terlebih dahulu sampai bersih
*      Bersihkan puting susu dengan air hangat
*      Susui bayi pertama kali dengan payudara kanan, lalu berganti dengan payudara kiri
*   Letakkan kepala bayi pada siku kanan bagian dalam, tubuh bayi menghadap ke badan ibu, tangan ibu memegang bokong dan paha bayi, perut bayi menempel pada badan ibu
*      Sangga payudara kanan dengan tangan kiri, jangan di bagian yang hitam atau areola
*  Sentuh mulut bayi dengan puting susu untuk memberikan rangsangan pada bayi, lakukan sampai bayi membuka mulut dan ketika menyusui, masukan puting susu sampai ke daerah hitam areola ke mulut bayi sehingga puting susu terletak diantara lidah dan langit-langit mulut bayi
*      Pakai ibu jari untuk menekan sedikit payudara yang dipakai untuk menyusui agar hidung bayi tetap bebas untuk bernapas
*      Dekap bayi dan usahakan pandangan mata mengarah pada bayi selama munyusui
*      Setelah 10 – 15 menit, lepaskan hisapan bayi dengan cara menekan sedikit dagunya, bisa juga dengan cara memasukan jari kelingking ke sudut mulut
*      Sebelum melanjutkan munyusui dengan payudara lainnya, sendawakan bayi supaya tidak muntah. Caranya gendong bayi di bahu, tepuk punggungnya pelan-pelan
*      Berikan ASI sesuai dengan kemauan bayi

Friday, April 13, 2012

CIRI-CIRI MASA PUBER PEREMPUAN

Ciri-Ciri  :
 Perkembangan masa puber dimulai kira-kira pada umur sebelas tahun
 Buah dada mulai tumbuh dan pantatnya makin membulat
 Rambut di kemaluan mulai tumbuh
 Uterus,vagina,labia,klitoris mulai membesar ukurannya
 Bulu di kemaluan mulai terlihat jelas dan buah dada semakin membesar
 Perkembangan secara fisik ini mencapai puncaknya kira-kira pada usia 12 tahun
 Pada puncak perkembangan ini menstruasi mulai datang
 Setelah fase ini mereka akan dapat meltetapi terdapat perbedaan yang mencolok dalam setiap kelompok.
Masa puber di bagi dalam tahap tahap :
Masa puber merupakan masa pertumbuhan dan perubahan yang pesat, masa puber atau pubertas adalah salah satu dari dua periode dalam rentang kehidupan yang ditandai oleh pertumbuhan yang pesat dan perubahan yang mencolok dalam proporsi tubuh.
Masa puber merupakan fase negatife.
Fase menunjukan periode yang berlangsung singkat, negative berati bahwa individu mengambil sikap “anti” terhadap kehidupan.
Pubertas terjadi pada berbagai usia.
Variasi pada usia saat terjadinya pubertas dan dalam waktu yang di perlukan untuk proses ini menimbulkan banyak masalah pribadi maupun social bagi anak laki laki dan perempuan.
Sebab sebab pubertas.
Penyebab perubahan fisik yang terjadi pada masa puber masih merupakan misteri.
Dengan banyaknya riset di bidang endokrinologi, ilmu medis telah mampu menetapkan sebab yang pasti dari perubahan fisik , meskipun sampai sekarang ahli ahli endokrinologi tidak dapat menerangkan adanya keaneka ragaman dalam usia puber dan dalam waktu di perlukan untuk menyelesaikan perubahan perubahan pubertas .
Pengeluaran hormone hormon sexs baik pada anak laki laki atau perempuan jarang terjadi. Jumlah hormone yang dikeluarkan semakin meningkat dan ini mengakibatkan matangnya struktur dan fungsi dari organ-organ seks.
Hubungan yang erat antara kelenjar pituitary yang terletak pada dasar otak yang telah terbentuk bersama dengan gonad atau kelenjar seks. Gonad (bibit/sperma)pria adalah testes dan gonad (bibit/telur) wanita adalah telur.
Usia pada masa puber
Anak perempuan menjadi matang antara 12,5 dan 14,5 tahun dengan kematangan rata-rata berusia 13 tahun.
Anak laki-laki menjadi matang secara seksual antara usia 14 dan 16,5 tahun,dengan 50% anak laki-laki yang matang antara 14 dan 15,5 tahun.
Pertumbuhan pusat pubertas
Pertumbuhan dan perkembangan pesat yang terjadi selama masa puber sebagian bergantung pada factor:
 keturunan
 yang mempengaruhi kelenjar – kelenjar endokrin
 dan sebagian lagi tergantung pada factor lingkungan, yaitu gizi
.
Perubahan tubuh pada masa puber
- Perubahan ukuran tubuh
- Perubahan proporsi tubuh

Akibat perubahan pada masa puber
Akibat terhadap keadaan fisik, contohnya kelelahan kelesuan dan gejela – gejala buruk lainnya, sering terjadi gangguan pencernaan dan nafsu makan kurang baik, anemia sering terjadi pada masa ini bukan karena adanya perubahan dalam kimiawi darah tetapi kebiasaan makan yang tidak menentu, selama awal periode haid anak perempuan sering mengalami sakit kepala, sakit punggung,kejang, dan sakit perut yang diiringi dengan pingsan, muntah-muntah, gangguan kulit dan pencernaan.
Akibat pada sikap dan perilaku , pada umumnya pengaruh masa puber lebih banyak pada anak perempuan di bandingkan anak laki-laki karena anak perempuan lebih cepat matang daripada anak laki-laki dan karena banyak hambatan-hambatan social mulai di tekankan pada perilaku anak perempuan justru pada saat anak perempuan mencoba membebaskan diri.

Akibat Kematangan Yang Menyimpang
Anak puber yang kematangannya menyimpang mengalami bahwa proses kematangan organ-organ seksnya menyimpang selana satu tahun atau lebih dari yang normal.
Kalau anak memerlukan waktu yang normal intuk menyelesaikan proses kematangannya,anak itu disebut sebagai anak yang “cepat matang”(rapit maturers),sedangkan anak yang memerlukan waktu lebih lama dari waktu yang normal disebut ”lamban matang”(slow maturers).













Tuesday, March 22, 2011

Bentuk Luka Perineum

Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2 macam yaitu :
1. Rupture
Rupture adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat proses persalinan. Bentuk rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan penjahitan. (Hamilton, 2002).
2. Episotomi
Episiotomi adalah sebuah irisan bedah pada perineum untuk memperbesar muara vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A., 1996).
Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum dan vagina yang sedang dalam keadaan meregang. Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan akan robek teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi perineum dengan anestasi lokal, kecuali bila pasien sudah diberi anestasi epiderual. Insisi episiotomi dapat dilakukan di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah mempunyai keuntungan karena tidak banyak pembuluh darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah diperbaiki (Jones Derek, 2002).
Pada gambar berikut ini dijelaskan tipe episotomi dan rupture yang sering dijumpai dalam proses persalinan yaitu :
1. Episiotomi medial
2. Episiotomi mediolateral
Sedangkan rupture meliputi
1. Tuberositas ischii
2. Arteri pudenda interna
3. Arteri rektalis inferior

konsep Dasar Asuhan Pasca Nifas

1. Pengertian
Perawatan masa nifas adalah perawatan terhadap wanita hamil yang telah selesai bersalin sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil, lamanya kira-kira 6-8 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetelia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan dalam waktu 3 bulan.
Perawatan masa nifas dimulai sebenarnya sejak kala uri dengan menghindarkan adanya kemungkinan-kemungkinan perdarahan post partum dan infeksi. Bila ada perlukaan jalan lahir atau luka bekas episiotomi, lakukan penjahitan dan perawatan luka dengan sebaik-baiknya. Penolong persalinan harus tetap waspada sekurang-kurangnya 1 jam sesudah melahirkan, untuk mengatasi kemungkinan terjadinya perdarahan post partum.
Periode Post partum
a. Periode post partum adalah waktu kembali pada keadaan tidak hamil dan penyesuaian terhadap penambahan keluarga baru (Marylin Doengoes, edisi 1995).
b. Masa setelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira enam minggu (Arif Mansyur, 1999).
c. Masa pulih kembali mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil lama nifas ini yaitu 6 sampai 8 minggu (Rustam Muchtar, 1998).
d. Dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil, berlangsung selama 6 minggu. (Abdul Bari Saefudin, 2002)
Periode post partum di bagi 3 :
a. Immediately post partum : 24 jam pertama
b. Early post partum : minggu pertama
c. Late post partum : minggu kedua sampai dengan keenam.
Tujuan asuhan post partum (straight, 2001)
a. Meningkatkan involusi uterus normal dan mengemabalikan pada keadaan sebelum hamil.
b. Mencegah atau meminimalkan komplipkasi post partum.
c. Meningkatkan kenyamanan dan penyembuhan pelvis perianal dan jaringan perianal.
d. Membantu perbaikan fungsi tubuh yang normal.
e. Meningkatkan pemahaman perubahan fisiologi dan psikologi.
f. Memfasilitasi perawatan bayi kedalam unit keluarga.
g. Mensupport keterampilan orang tua dan attachment ibu dan bayi.
h. Memberikan perencanaan pulang yang efektif.
Faktor yang mempengaruhi pengalaman post partum
a. Persalinan normal dan bayi yang dilahirkan.
b. Persiapan persalinan dan menjadi orangtua.
c. Masa transisi menjadi orang tua.
d. Peran keluarga yang di harapkan.
e. Pengalaman keluarga pada kelahiran anak.
f. Sensitifitas dan efektifitas perawat dan tenaga profesional lainnya.
g. Faktor resiko untuk terjadinya kompliaksi post partum :
1) Pre eklamasi atau eklamasi
2) Diabetes
3) Masalah Jantung
4) Overdistensi Uterus (akibat bayi kembar atau hydramnion)
5) Abruptio placenta atau placenta previa
6) Persalinan lama dan sulit.
Tanda dan gejala yang menjadi perhatian untuk dilaporkan :
a. Peningkatan perdarahan : bekuan darah atau keluarnya jaringan
b. Keluarga darah merah segar terus-menerus setelah persalinan.
c. Nyeri yang hebat.
d. Peningkatan suhu
e. Perasaan kandung kemih yang penuh dan ketidakmampuan mengosongkan
f. Perluasan hematoma.
g. Muka pucat, dingin, kulit lembab, peningkatan HR, chest pain, batuk, perasaan ketakutan pucat, dingin.
2. Perubahan Anatomi dan Fisiologi Wanita Setelah Melahirkan¬¬

A. Sistem reproduksi dan struktur terkait
1) Uterus
Proses Involusi
Yaitu proses kembalinya uterus ke keadaan sebelum hamil setelah melahirkan. Proses ini di mulai setelah placenta lahir pada proses ini terjadi proses autolisis yaitu proses perusakan secara langsung terhadap jaringan hipertropi (pembesaran sel yang ada) selama hamil.
Menurut Rustam Muchtar 1998 proses involusi sebagai berikut :
 Setelah lahir : 2 jam dibawah pusat
 1 Minggu : Pertengahan pusat simfisis
 2 Minggu : Tidak teraba disimfisis
 6 Minggu : 50 gram
 8 Minggu : 30 gram
Menurut Irene M Bobak (1995) yaitu : Dalam waktu 12 jam tinggi fundus mencapai kurang lebih 1 cm diatas umbilikus, tinggi fundus turun kira-kira 1-2 cm setiap 24 jam pertama pada hari ke-6 fundus berada pada pertengahan antara umbilikus dan simfisis pubis, 9 hari post partum, fundus tidak terasa pada abdomen. Sub involusi adalah kegagalan uterus untuk kembali pada keadaan tidak hamil penyebab tersering, tertahannya fragmen placenta dan infeksi.

Kontraksi
Hormon okatosin yang di lepas dari kelenjar hipofisis posterior, memperkuat dan mengatur kontraksi uterus, mengkompresi pembuluh darah dan membantu homoistatis. Homoistatis pasca partum dicapai terutama akibat kompresi pembuluh darah intra miometrium, intensitas kontraksi uterus meningkat secara bermakna segera setelah bayi lahir. Selama masa ini kontraksi Uterus penting untuk dipertahankan.
Afterpain
Yaitu rasa nyeri pada masa awal purperium terutama daerah uterus. Relaksasi dan kontraksi yang periodik sering dialami multipara dan bisa menimbulkan nyeri yang tertahan sepanjang masa awal puerperium pada primipara tonus uterus meningkat sehingga fundus uterus tetap kencang. Afterpains itu dipengaruhi oleh parritas bayi yang dilahirkan lama kala II serta hormon oksitosin
Tempat placenta
Pertumbuhan endometrium baru dibawah permulaan cuka atau pertumbuhan endometrium ke atas menyebabkan pelepasan jaringan nekrotik dengan mencegah pembentukan jaringan perut yang menjadi karakteristik penyembuhan luka. Proses involusi daerah implantasi placenta 2-3 hari pelepasan jaringan nekrotik, 7 hari post partum ke bentuk lapisan basal, 15 hari post partum regenerasi endometrium kecuali pada bekas placenta. 6 minggu post partum perkembangan sel-sel epitel endometrium.
Lochea
Yaitu Rabas (cairan) uterus yang keluar setelahg bayi lahir jenis dan karakteristik lokia yaitu : lokea rubra : mengandung darah segar debris dosi dua dan debris prokoblastik, sekitar 3-4 hari. Lokasi serosa yang mengandung darah agak kecoklatan,mengandung serum, leukosit dan debris jaringan 10 hari setelah bayi lahir warna coklat menjadi kuning di sebut lokea alba, mengandung leukosit, desi dua epitel, mucus, serum dan bakteri. Lokea alba bisa bertahan selama 6-8 minggu setelah bayi lahir. Selama 2 jam pertama setelah lahir jumlah cairan yang keluar dari uterus baik boleh lebih dari jumlah maksimal yang keluar selama menstruasi dan aliran lochea yang keluar harus semakin berkurang.
Metode untuk memperkirakan kehilangan darah pasca partum secara subjektif menurut Jacobson (1985) dengan mengkaji jumlah cairan yang memadai tampon perineum 1 gram peningkatan berat pembalut sama dengan kira-kira 1 ml kehilangan darah dan menurut persis Mary Hamilton mengkaji jumlah darah yang terdapat dalam pembalut yaitu pembalut yang basah seluruhnya (benklot tau) mengandung sekitar 100 ml darah dan kehilangan 100 ml darah dalam 15 menit dipertimbangkan sebagai aliran yang hebat.
2) Serviks
Setelah melahirkan serviks menjadi lunak, edematosa,tipis dan rapuh, sedikit laserase. Menurut Arif Mansyur
3) Vagina dan perineum
Vagina yang semula sangat tegang akan kembali secara bertahap ke ukuran sebelum hamil (6-8 minggu setelah bayi lahir) rugae akan mulai terlihat sekitar minggu ke-4. pada umumnya rugae akan memipih secara permanen. Proses penyembuhan luka episiotomi sama dengan operasi lain. Dalam pemeriksaan perlu penerangan yang sangat baik agar episiotomi terlihat jelas. Pemeriksaan dilakukan dengan cara miring ke arah episiotomi terlihat jelas. Pemeriksaan dilakukan dengan cara miring ke arah episiotomi dengan bokong diangkat atau dengan posisi litotomi. Kebanyakan episiotomi sembuh sebelum minggu ke-6 (Persis M. Hamilton, 1989).
4) Topangan otot panggul
Struktur penopang uterus dan vagina bisa mengalami cedera sewaktu melahirkan dan masalah ginegologis dapat timbul dikemudian harijaringan dasar panggul yang robek atau saat itu melahirkan memerlukan waktu sampai 6 bulan untuk kembali ke tonus semula.
B. Sitem Endoktrin
1) Hormon placenta
Pada periode post partum terjadi perubahan produksi hormon, kadarestrogen dan progesteron menurun secara mencolok, terendah 1 minggu pasca partum, penurunan human placenta lactogen, kortisol serta placenta enzim insulin yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah sehingga dengan adanya perubahannya ini membuat masa purperium menjadi 1 periode transisi terutama bagi ibu dengan penyakit diabetik.
2) Hormon Hipofisis dan fungsi hormon
Kelenjar pitultary (hifofisis) secara fisiologi dibagi menjadi 2 bagian hipofisis anterior (adhonotifosis) dan hipofisis posterior (Neoro hipofisis). Hipofisis anterior mensekresi hormon : hormon pertumbuhan yang mempengaruhi banyak sistem metabolisme.
Adenokortikosteroid mengatur sekresi beberapa hormon korteks adrenal yang selanjutnya mempengaruhi metabolisme glukosa,protein dan lemak.Hormon perangsang tiroid menngatur kecepatan sekresi tiroksin oleh kelenjar tiroid. Hormon perangsang tiroid mengatur kecepatan skresi tiroksin oleh kelenjar tiroid. Hormon prolaktin meningkatkan kelenjar mamae dan pembentukan susu. Pada wanita menyusui kadar prolaktin serum tinggi, kadar ini di pengaruhi oleh : kekerapan menyusui, lama setiap kali menyusui. Kekuatan menghisap banyaknya makanan tambahan yang diberikan pada ibu, hormon perangsang folikal : dapat mempengaruhi ovulasi, Hormon lufeinisasi : mengatur pertumbuhan gonad serta aktifitas reproduksi.
Hipofisis posterior mensekresi hormon yang sangat penting, yaitu : Hormon diaretik : mengatur kecepatan ekresi air di dalam urine serta mengatur konsentrasi air dalam tubuh.
Oksitasin : mengkonsentrasi alveolus payudara sehingga membantu mengalirkan susu dari kelenjar mamae ke puting susu selama penghisapan serta kontraksi uterus.
c. Abdomen
Setelah persalinan dinding perut longgar karena diregang begitu lama sehingga apabila pada hari pertama wanita tersebut nampak seperti masih hamil. Dalam 2 minggu dinding abdomen akan rileks dan setelah 6 minggu akan pulih seperti sebelum hamil. Diastosis abdomalis adalah suatu keadaan dimana otot-otot dinding abdomen memisah. Tempat yang lemah ini akan terlihat menonjol pada saat mengedan. Seiring perjalanan waktu defet tersebut menjadi kurang terlihat.
d. Sistem Urinaria
Perubahan normal pada masa hamil (kadar steroid yang tinggi) turut meningkatkan fungsi ginjal sehingga terjadi penurunan fungsi ginjal pada masa post partum. Fungsi ginjal kembali normal dalam waktu 1 bulan. Oedema trigonium dapat menimbulkan obstruksi dan uretha sehingga terjadi refensi urinea dan kandung kemih pada masa post partum menjadi kurang sensitif dan kapasitasnya bertambah, hal ini dapat menimbulkan urin residual.
Dilatasi urethal normal dalam waktu 2 minggu. Pemecahan kelebihan protein 2 hari setelah melahirkan. Aseton Uria dapat terjadi pada wanita tanpa komplikasi persalinan, partus lama dan dehidrasi. Diaforesis merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mengurangi cairan yang teretensi dalam tubuh, terjadi selama 2-2 hari pertama setelah melahirkan.
Diaforsis disebabkan oleh : menurunnya keadaan estogen, hilangnya peningkatan tekanan vena pada tungkai bawah dan hilangnya peningkatan volume darah akibat kehamilan serta mekanisme tubuh dalam mengatasi kelebihan cairan.
e. Sistem Pencernaan
Pada masa awal post partum dapat terjadi penurunan tonus dan motilitas otot traktus cerna, penurunan bising usus, rasa mual, konstipasi dan hemoroid. Adanya diastasis rectus Abdominalis yang berat menurunkan tonus abdomen.
f. Payudara
Setelah bayi lahir dengan cepat terjadi penurunan konsentrasi hormon yang menstimualsi perkembangan payudara, (estrogen, progesteron, human chorionik gonadotropin, prolaktin, kartisol dan insulin).
Sebagian hormon-hormon ini kembali ke kadar sebelum hamil yang ditentukan oleh ibu menyusui atau tidak. Ketika bayi menghisap puting, reflek saraf merangsang lobus posterior kelenjar pituitary untuk mensekresi hormon oksitasin.
Oksitasin merangsang refleks let-down (mengalihkan) menyebabkan ejeksi ASI dari sinus laktiferus payudara ke duktus yang terdapat pada putting. Ketika ASI di hisap maka sel-sel laktasi terangsang untuk menghasilkan ASI yang lebih banyak.
g. Sistem Kardiovaskuler
Denyut jantung. Volume sekuncup dan arah jantung meningkat segera setelah melakukan (lebih tinggi selama 30-60 menit) hal ini terjadi karena darah yang biasanya melintasi sirkuit uteroplacenta tiba-tiba kembali ke sirkualasi umum.
Curah jantung normal 8-10 minggu setelah melahirkan. Biasanya tidak terjadi syok hipovolemik pada kehilangan darah persalinan normal (300-400 ml kelahiran tanggal pervaginam dan 2 kali lipat dengan SC). Hal ini karena adanya perubahan fisiologis pasca partum pada wanita yaitu : hilangnya sirkulasi uteroplacenta yang mengurangi ukuran pembuluh darahmaternal 10%-15% hilangnya fungsi ekstravaskuler yang disimpan selama hamil.
Tanda-tanda vital setelah melahirkan dalam batasa normal, bila temperatur selama 24 jam pertama meningkat sampai 38 derajat, keadaan ini sebagai akibat dehidrasi denyut nadi, volume sekuncup serta curah jantung tetap tinggi selama jam pertama menigkat sampai 38 derajat, keadaan ini sebagai akibat dehidrasi denyut nadi, volume sekuncup serta curah jantung tetap tinggi selama jam pertama setelah bayi lahir, dan tekanan darah sedikit berubah atau nmenetap, evaluasi rutin bila perlu dilakukan selama 48 jam pertama.
h. Sistem Neurologi
Perubahan neurologis pada masa post partum lebih disebabkan karena adanya trauma saat melahirkan, yaitu : trauma jaringan / episiotomi : kandung kemih penuh. Sedangkan nyeri kepala bisa disebabkan oleh hipertensi, stress dll. Keadaan ini memerlukan penanganan dan pemeriksaan yang cepat
i. Sistem Muskuloskletal
Adaptasi system muskuloskeletal yang terjadi selama hamil secara langsung terbalik pada masa post partum. Adaptasi ini mencakup antara lain : relaksasi, mobilitas dan perubahan pusat

berat akibat pembesaran rahim. Serta semua sendi akan kembali ke keadaan sebelum hamil.
j. Sistem Integumen
Kloasma yang muncul pada masa hamil bis amenghilang. Sedangkan hiperpegmentasi di areola dan nigra tidak menghilang seluruhnya atau dapat menetap kulit yang menegang pada payudara, abdomen, paha dan panggul mungkin memudar, tetapi tidak menghilang. Rambut halus yang tumbuh pada saat hamil akan menghilang. Olaporesis perubahan yang paling jelas terlihat pada sistem inegumen.
k. Sistem kekebalan
Kebutuhan ibu untuk mendapatkan vaksin ditetapkan
l. Adaptasi psikologis post partum
Selama periode post partum tugas dan tanggung jawab baru muncul dan kebiasaan lama perlu ditambah atau dirubah.Dengan adanya perubahan tersebut diperlukan suatu adaptasi baik pada ibu maupun bapak. Tiga fase penyesuaian terhadap peran sebagai orang tua yang ditandai oleh perilaku independen, perilaku dependen-mendiri, dan perilaku interdependen (Irene M. Gobak,1995)
Post partum Blues merupakan respon emosi ibu post partum dimana ia merasa sangat tertekan, mungkin menangis, individu tidak tahu mengapa ia merasa depresi.keadaan ini sifatnya sementara 1-10 hari menghilang, penyebab koping dan respon menjadi orang tua tidak adaptif meliputi : memberi makan,menstimulasi bayi,

mengistirahatkan bayi, persepsi yang realitas, memiliki inisiatif melakukan kegiatan positif, menginteraksikan dengan anak lain, rasa puas terhadap peran mengasuh (Irene M. Bobak, at all, 1995)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan masa nifas :

1. Mobilisasi
Umumnya wanita sangat lelah setelah melahirkan, lebih-lebih bila persalinan berlangsung lama, karena si ibu harus cukup beristirahat, dimana ia harus tidur terlentang selama 8 jama post partum untuk memcegah perdarahan post partum. Kemudian ia boleh miring ke kiri dan ke kanan untuk memcegah terjadinya trombosis dan tromboemboli. Pada hari kedua telah dapat duduk, hari ketiga telah dapat jalan-jalan dan hari keempat atau kelima boleh pulang. Mobilisasi ini tidak mutlak, bervariasi tergantung pada adanya komplikasi persalinan, nifas, dan sembuhnya luka.

2. Diet / Makanan

Makanan yang diberikan harus bermutu tinggi dan cukup kalori, yang mengandung cukup protein, banyak cairan, serta banyak buah-buahan dan sayuran karena si ibu ini mengalami hemokosentrasi.

3. Buang Air Kecil

Buang air kecil harus secepatnya dilakukan sendiri. Kadang-kadang wanita sulit kencing karena pada persalinan m.sphicter vesica et urethare mengalami tekanan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi musc. sphincter ani. Juga oleh karena adanya oedem kandungan kemih yang terjadi selama persalinan. Bila kandung kemih penuh dengan wanita sulit kencing sebaiknya lakukan kateterisasi, sebab hal ini dapat mengundang terjadinya infeksi. Bila infeksi telah terjadi (urethritis, cystitis, pyelitis), maka pemberian antibiotika sudah pada tempatnya.

4. Buang Air Besar
Buang air besar harus sudah ada dalam 3-4 hari post partum. Bila ada obstipasi dan timbul berak yang keras, dapat kita lakukan pemberian obat pencahar (laxantia) peroral atau parenterala, atau dilakukan klisma bila masih belum berakhir. Karena jika tidak, feses dapat tertimbun di rektum, dan menimbulkan demam.

5. Demam

Sesudah bersalin, suhu badan ibu naik ± 0,5 C dari keadaan normal, tapi tidak melebihi 38 C. Dan sesudah 12 jam pertama suhu badan akan kembali normal. Bila suhu lebih dari 38 C/ mungkin telah ada infeksi.


6. Mules-mules

Hal ini timbul akibat kontraksi uterus dan biasanya lebih terasa sedang menyusui. Hal ini dialami selama 2-3 hari sesudah bersalin. Perasaan sakit ini juga timbul bila masih ada sisa selaput ketuban, plasenta atau gumpalan dari di cavum uteri. Bila si ibu sangat mengeluh, dapat diberikan analgetik atau sedativa supaya ia dapat beristirahat tidur.

7. Laktasi
8. Jam sesudah persalinan si ibu disuruh mencoba menyusui bayinya untuk merangsang timbulnya laktasi, kecuali ada kontraindikasi untuk menyusui bayinya, misalnya: menderita thypus abdominalis, tuberkulosis aktif, thyrotoxicosis,DM berat, psikosi atau puting susu tertarik ke dalam, leprae.
Atau kelainan pada bayinya sendiri misalnya pada bayi sumbing (labiognato palatoschizis) sehingga ia tidak dapat menyusu oleh karena tidak dapat menghisap, minuman harus diberikan melalui sonde.

3. PEMERIKSAAN PASCA PERSALINAN

Pada wanita yang bersalin secara normal, sebaiknya dianjurkan untuk kembali 6 minggu sesudah melahirkan. Namun bagi wanita dengan persalinan luar biasa harus kembali untuk kontrol seminggu kemudian.

Pemeriksaan pasca persalinan meliputi :

a. Pemeriksaan keadaan umum: tensi, nadi, suhu badan, selera makan, keluhan, dll
b. Keadaan payudara dan puting susu.
c. Dinding perut, perineum, kandung kemih, rektrum.
d. Sekret yang keluar (lochia, flour albus).
e. Keadaan alat-alat kandungan (cervix, uterus, adnexa).

Pemeriksaan sesudah 40 hari ini tidak merupakan pemeriksaan terakhir, lebih-lebih bila ditemukan kelainan meskipun sifatnya ringan. Alangkah baiknya bila cara ini dipakai sebagai kebiasaan untuk mengetahui apakah wanita sesudah bersalin menderika kelainan biarpun ringan. Hal ini banyak manfaatnya agar wanita jangan sampai menderita penyakit yang makin lama makin berat hingga tidak dapat atau susah diobati.

Nasihat/penkes untuk ibu post natal:
1. Fisioterapi pastnatal adalah baik diberikan
2. Susukanlah bayi anda
3. Kerjakan senam hamil
4. Ber-KB untuk menjarangkan anak dan untuk kesehatan ibu, bayi dan keluarganya.
5. Bawalah bayi untuk imunisasi.

PSIKOLOGIS DALAM PERSALINAN

Kegiatan komunikasi terapeutik pada ibu melahirkan merupakan pemberian bantuan pada ibu yang akan melahirkan dengan kegiatan bimbingan proses persalinan.

A. Tujuan Komunikasi terapeutik Pada Ibu Dengan Gangguan Psikologi Saat Persalinan
1. Membantu pasien memperjelas serta mengurangi beban perasaan dan pikiran selama Proses persalinan
2.Membantu mengambil tindakan yang efektif untuk pasien.
3. Membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri untuk kesejahteraan ibu dan proses persalinan agar dapat berjalan dengan semestinya.

B. Pendekatan Komunikasi Terapeutik.
1. Menjalin hubungan yang mengenakkan (rapport) dengan klien.
Bidan menerima klien apa adanya dan memberikan dorongan verbal yang positif.
2. Kehadiran.
Kehadiran merupakan bentuk tindakan aktif ketrampilan yang meliputi mengayasi semua kekacauan/kebingungan, memberikan perhatian total pada klien. Bila memungkinkan anjurkan pendamping untuk mengambil peran aktif dalam asuhan.
3. Mendengarkan.
Bidan selalu mendengarkan dan memperhatikan keluhan klien.
4. Sentuhan dalam pendampingan klien yang bersalin.
Komunikasi non verbal kadang-kadang lebih bernilai dari pada kata-kata. Sentuhan bidan terhadap klien akan memberi rasa nyaman dan dapat membantu relaksasi.
5. Memberi informasi tentang kemajuan persalinan.
Hal ini diupayakan untuk memberi rasa percaya diri bahwa klien dapat menyelesaikan persalinan. Pemahaman dapat mengerangi kecemasan dan dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi apa yang akan terjadi. Informasi yang diberikan diulang beberapa kali dan jika mungkin berikan secara tertulis.
6. Memandu persalinan dengan memandu intruksi khusus tentang bernafas, berelaksasi dan posisi postur tubuh. Misalnya : bidan meminta klien ketika ada his untuk meneran. Ketika his menghilang, bidan mengatakan pada ibu untuk bernafas pajang dan rileks.
7. Mengadakan kontak fisik dengan klien.
Kontak fisik dapat dilakukan dengan menggosok punggung, memeluk dan menyeka keringat serta membersihkan wajah klien.
8. Memberikan pujian.
Pujian diberikan pada klien atas usaha yang telah dilakukannya.
9. Memberikan ucapan selamat pada klien atas kelahiran putranya dan menyatakan ikut berbahagia.
Komunikasi terapeutik pada ibu dengan gangguan psikologi saat persalinan dilaksanakan oleh bidan dengan sikap sebagai seorang tua dewasa, karena suatu ketika bidan harus memberikan perimbangan.

Monday, March 21, 2011

GERAKAN SAYANG IBU


Gerakan sayang ibu(GSI) merupakan produk kesepakatan inter sektoral yang terdiri dari berbagai Dinas/instansi Pemerintah,organisasi Profesi, LSM serta Organisasi permpuan dan Organisasi Kemasyarakatan lainnya. Gerakan Sayang Ibu (GSI) merupakan gerakn untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui upaya penurunan angka kematian ibu karena hamil,melahirkan dan nifas,diantaranya dengan menghapus pandangan-pandangan yang sselama ini bias gender,diskriminatif dalam bidang Hak dan Kesehatan Reproduksi.
Gerakan Sayang Ibu(GSI) telah dicanangkan oleh Presiden RI pada tahun 1996 di Kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah. Sejak saat itu pelaksanan Gerakan Sayang Ibu merupakan gerakan nasional untuk mempercepat penuruna angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan ibu nifas(AKI). Disamping itu Gerakan Sayang Ibu (GSI) diarahkan untuk pengarusutamaan gender di lingkungan masyarakat dan keluarga. Pada awalnya Gerakan Sayang Ibu (GSI) dilaksankan di 8 pripinsi yang kemudian berkembang ke seluruh propinsi di indonesia.

Maksud Gerakan Sayang Ibu (GSI) merupakan gerakan masyarakat bersama dengan pemerintah. Selanjutnya yang dimaksud Gerakan Sayang Ibu (GSI) adalah:
“suatu geraakan yang dilaksanankan oleh masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkkan perbaikan kualitas hidup perempuan (sebagai sumber daya manusia) melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas serta kematian bayi”
Dari pengertian tersebut diatas, terdapat 3 unsur pokok yang sangat penting, yaitu:
Pertama : Gerakan Sayang Ibu (GSI) merupakan gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat bersama dengan pemerintah.
Artinya : Pelaksananaan Gerakan Sayang Ibu (GSI) melibatkan masyarakat secara aktis, tidak hanya sebagai sasaran, tetapi juga sebagi pelaku. Keikutsertaan masyaraakat dalam Gerakan Sayang Ibu merupakan pengalihan pengelola dan tanggung jawab secara bertahap dari pemerintah kepada masyarakat. Proses ini membutuhkan waktu yang panjang, konsisten dan intensif. Dalam proses ini, keterlibatkan sektoral,pemerintah daerah sangat dubutuhkan sekali.
Kedua : Geraakan Sayang Ibu (GSI) mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan sebagai sumber daya manusia.
Artinya : Perempuan yang selama ini telah mendapatkan perlakuan yang tidak adil dan diskriminatif dalam bebagai bidang, tyermasuk dalam bidang Kesehatan Reproduksi dan telah menimbulakan berbagai masalah sampai menyebabkan kematian ibu yang tinggi karena hamil,malahirkan dan nifas. Perlakuan tidak adil tersebut telah menyebabkan perempuan tertinggal dalam berbagai bidang kegiatan kehidupan jika dibandingkan dengan mitra laki-laki. Gerakan Sayang Ibu melaui pendekatan pemberdayaan masyarakat, terutama para laki-laki agar memperhatikan hak-hak reproduksi perempuasn serta melindungi dengan cara membantu memberikan perawatan kepada ibu-ibu hamil, melahirkan dan nifas. Dengan hamil dan melahirkan dalm kondisi yang sehat serta direncanakan dengan baik, akan memberikan peliang para ibu-ibu tersebut untuk mengembangkan potensi dirinya dengan baik.
Disamping mengembangkan potensi dirinya, ibu-ibu tersebut dapat merawat bayi dilahirkannya dengan baik, diantaranya dengan memberikan ASI Esklusif yang sangat dibutuhkan oleh bayi serta merawat kesehatan bayi yang dilahirkan dengan baik. Hal ini akan berdampak dalam usaha menurunkan angka kematian bayi.
Ketiga : Gerakan Sayang Ibu (GSI) bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu hamil, melahirkan dan nifas dan bayi.
Artinya : kematian ibu hamil, melahirkan dan nifas di indonesia sebesar 373 per 100.000 kelahiran hidup, atau terdapat sekitar18.000 perempuan meninggal dunia setiap tahun dan kondisi ini merupakan angka kematian ibu tertinggi di ASEAN. Kondisi tersebut, sangatmenghambat upaya pembangunan, khusunya dalam pelaksanaan program peningkatan kualitas hidup perempuan.
Upaya untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) melalui GSI untuk menyadarkan masyarakat dan keluarga mengenai pentingnya memahami tiga fase terlambat yang dapat menyebebkan kematian ibu,yaitu (WHO, 1998):
Terlambat satu : terlambat memutuskan untuk mencari pertolongan baik secara individu, keluarga atau keduanya.
Faktor-faktor yang mempengaruhui fase satu ini adalah terlambat mengenali kehamilan dalam situasi gawat.jauh dari fasilitas kesehtan, biaya, persepsi menganai kualitas dan efetifitas dari perawatan kesehtan.
Terlambat kedua: terlambat mendapat pelayanan fasilitas pelayana kesehatan
Faktor-faktor yang mempengaruhui fase dua ini lama pengangkutan, kondisi jalan, dan biaya transportasi.
Terlambat ketiga : terlambat mendapatkan pelayanan adekuat
Faktor-faktor yang mempengaruhi fase tiga ini adalah terlambat mendapatkan pelayanan pertama kali dirumah sakit (rujukan). Keterlambatan ini dipengaruhi oleh kelengkapan peralatan Rumah Sakit, ketersedian Obat, dan ketersediaan tenaga kesehatan terlatih.
Disamping tiga terlambat, faktor lain yang mempunyai pengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu adalah 4 TERLALU,yaitu:
• Terlalu muda untuk hamil
• Teralu tua untuk hamil
• Terlalu sering untuk hamil
• Terlalu banyak untuk melahirkan
Empat terlau terssebut, disamping mempunyai pengaruh terhadap angka kematian ibu, juga mempunyai dampak terhadap angka kematian bayi dan pertumbuhan kesehatan yang dilahirkan.
Pendekatan Pengembangan Masyarakat
Massalah Kesehatan Reproduksi di indonesia akan sulit ditembus secara tuntas, apabila kita hannya berbicara soal pelayanan saja, karena masalah sosial budaya masyarakat memepunyai pengaruh yang sangat besar. Dengan demekian dapat diutarakan dalam uraian diatas, Gerakan sayang Ibu kegiatannya lebih banyak menitikberatkan pada mobilisasi potensi masyarakat dengan model pendekatan pengembangan masyrakat (community delevoment approach) yang basisi operasional terletak pada pembentukan mminat bersama dan konsessus yang bulat. Yang dimaksud dengan konsesus atau mufakat adalah suatu keadaan dimana warga masyarakat telah setuju atau mufakat terhadap nilal-nilal atau upaya program yang akan dilaksanakan bersama.
Mengubah Inovasi
Gerakan Sayang Ibu yang kegiatannya ditunjang oleh tim pokja dan tim satgas GSI telah mampu mendorong masyarakat untuk berperan secra aktif dan mengembangkan pontesinya dengan melahirkan ide-ide kreatif dalam melaksanakan GSI di daerahnya, seperti:
• Pengadan Dana Bersalin.
Dana bersalin yang merupakan usaha swadaya masyarakat ini, ditujukan bagi Keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera 1, yang tidak mampu untukmempenyai persalinan pada temat-tempat persalinan kesehatan.
• Donor Darah.
Dalam memenuhi kebutuhan donor untuk bantu persalinan, dalam kegiatan GSI warga masyarakat telah mengembangkan berbagai cara, diantaranya seperti yang terdapat di malang jawa timur, masyrakat malang khususunya kecamatan singosari membentuk kelompok donor darah bagi ibu melahirkan,yang terdiri dari laki-laki dewasa.
• Ambulan desa
Seringkali masalah kebutuhan transportasi untuk membantu ibu hami yang akan melahirkan menjadi masalah yang sangat penting,maka dalam menanggulanginya permasalahan tersebut, warga masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Sayang Ibu telah melakukan terbosan dengan menyediakan Ambulan Desa.
• Pondok sayang Ibu.
Pondok sayang ibu pertama kali muncul atas ide PKK lampung. Untuk membantu ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, tetapi tempat tinggal jauh tempat pelayanan.
• Pendataan Ibu Hamil.
Untukmendeteksi ibu hamil khususnya yang beresiko tinggi dan untuk mengetahui ibu hamil yang hendak melahirkan, warga masyarakat yang terbergabung dalam kegiatan GSI mengadakan pendataan ibu hamil dan sekaligus dicantumkan dalam peta. Bagi ibu hamil yang beresiko tinggi diberi tanda biru, untuk yang normal diberi tanda kuning. Ide ini dikembangkan dari sumatra selatan dan telah banyak dikembangkan didaerah lain.
• Kemetriaan Bidan-Dukun Bayi
• Kegiatan KIE
Masyarakat melakukan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) GSI melalui pengajian, penyuluhan bagi calon pengantin,posyandu, khotbah jum’at, bahkan di sumtra utara telah mengembangkan secara mandiri pembuatan billboard GSI sampai di desa.
Kegiatan KIE banyak mendapat dukungan dan bimbingan dari para petugas lapangan keluarga bverencana, petugas depag, dinas kesehatn dan sebagiannya.

Thursday, October 21, 2010

Konsep letak sungsang

a. Pengertian letak sungsang
Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala berada di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.
b. Klasifikasi letak sungsang
1) Letak bokong ( Frank Breech )
Letak bokong dengan kedua tungkai terangkat ke atas, dimana paha fleksi, lutut ekstensi.
2) Letak bokong komplet ( Complete Breech )
Letak bokong dimana kedua kaki ada di samping bokong, letak bokong kaki sempurna ( lipat kejang ). Kedua paha dan lutut fleksi.
3) Letak bokong tidak komplet ( Incomplete Breech )
Adalah letak sungsang dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :
a) Kedua kaki = letak kaki sempurna
b) Satu kaki = letak kaki tidak sempurna
c) Kedua lutut = letak lutut smpurna
d) Satu lutut = letak lutut tidak sempurna

c. Etiologi letak sungsang
Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan di dalam uterus. Pada kehamilan sampai lebih kurang dari 32 minggu, jumlah air ketuban relative lebih banyak, sehingga kemungkinan janin bergerak lebih leluasa. Dengan demikian, janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau lintang. Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif lebih berkurang. Karena bokong dengan dua tungkai yang terlipat lebih besar dari kepala, maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri, sedangkan kepala berada dalam ruang yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Dengan demikian dapat di mengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang lebih tinggi, sedangkan pada kehamilan cukup bulan, janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala.
Terdapat beberapa factor yang berperan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas, kehamilan kembar, hidramnion, hidrosephalus, anensefalus, plasenta previa, panggul sempit, prematuritas, kelainan genetic, kelainan bentuk uterus.
d. Diagnosis letak sungsang
1) Palpasi dan auskultasi
Kepala teraba di fundus, bagian bawah bokong, dan punggung di kiri atau di kanan. DJJ paling jelas terdengar pada tempat yang lebih tinggi dari pusat.
2) Pemeriksaan dalam
Pada pemeriksaan dalam bedakan antara :
a) Jika teraba lubang kecil, tulang (-), isap (-), mekonium (+) maka artinya teraba anus.
b) Jika mengisap, teraba rahang, teraba lidah artinya teraba mulut
c) Jika teraba tumit, sudut 90o, rata jari-jari artinya teraba kaki.
d) Jika teraba jari jari panjang, tidak rata, patella (-) artinya teraba tangan siku.
e) Jika teraba petella dan poplitea artinya teraba lutut.
3) Pemeriksaan foto Rontgent : bayangan kepala di fundus.
e. Posisi letak sungsang
1) Presentasi bokong
Pada pemeriksaan dalam yang dapat teraba hanya bokong bayi saja. Terjadi karena janin meluruskan (ekstensi) kedua sendi lututnya, sehingga kedua kaki mengarah ke atas dan kedua ujungnya sejajar dengan bahu atau kepala.
2) Presentasi bokong kaki sempurna
Pada pemeriksaan dalam dilakukan, bokong dan kedua kaki dapat teraba.
3) Presentasi bokong kaki tidak sempurna
Bagian bokong teraba dengan satu kaki di sampingnya, sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.
4) Presentasi kaki
Yang teraba lebih dulu adalah salah satu atau kedua kaki karena posisi kaki berada di bagian paling rendah.
Sumber : Buku Kebidanan

Komplikasi sectio caesarea

>> Indikasi sectio caesarea ( Buku Ilmu Bedah Kebidanan,2007 )
Tindakan Sectio caesarea dilakukan bilamana diyakini bahwa penundaan persalinan yang lebih lama akan menimbulkan bahaya yang serius bagi ibu, janin atau keduanya. Sedangkan persalinan pervaginam tidak mungkin dilakukan dengan aman.
Salah satu alasan dilakukan sectio caesarea atas indikasi ibu adalah kelainan tenaga atau kelainan his, misalnya pada ibu anemia sehingga kurang tenaga ibu untuk mengedan dapat menjadi rintangan pada persalinan, sehingga persalinan mengalami hambatan.
Adapun indikasi sectio caesarea dilihat dari kondisi janin salah satunya adalah gawat janin ( janin kelelahan dan tidak ada kemajuan dalam persalinan).

>> Komplikasi yang sering Muncul pada Tindakan SC ( Bobak, 2005)
1) Pada Ibu
a) Infeksi puerperialis / nifas bisa terjadi dari infeksi ringan yaitu kenaikan suhu beberapa hari saja, sedang yaitu kenaikan suhu lebih tinggi disertai dehidrasi dan perut sedikit kembung, berat yaitu dengan peritonitis dan ileus paralitik.
b) Perdarahan akibat antonia uteri atau banyak pembuluh darah yang terputus dan terluka pada saat operasi.
c) Trauma kandung kemih akibat kandung kemih yang terpotong saat melakukan sectio caesarea.
d) Resiko ruptura uteri pada kehamilan berikutnya karena jika pernah mengalami pendarahan pada dinding rahim insisi yang dibuat menciptakan garis kelemahan yang sangat beresiko untuk ruptur pada persalinan berikutnya.
e) Endometritis yaitu infeksi atau peradangan pada endometrium.
2) Pada Bayi
a) Hipoksia
b) Depresi pernafasan
c) Sindrom gawat pernafasan
d) Trauma persalinan

Sunday, August 1, 2010

Langkah-Langkah (Cara) Membersihkan putting susu

==>Membersihkan putting susu:
(1) Ibu duduk bersandar
(2) Pakaian atas di buka
(3) Handuk diletakan di bawah payudara
(4) Kapas dibasahi dengan baby oil
(5) Kedua putting susu dikompres dengan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak/baby oil selama 3-5 menit
(6) Kapas digosok-gosokkan di sekitar putting susu untuk mengangkat kotoran.
(7) Kemudian kedua tangan dibasahi dengan baby oil
(8) Lakukan pemijatan

Friday, July 23, 2010

Tentang Lochea

Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina selama masa nifas. Lochea terbagi menjadi tiga jenis, yaitu : lochea rubra, lochea serosa dan lochea alba.
Pada awal pemulihan post persalinan adalah merah terang, berubah menjadi merah tua atau coklat kemerah-merahan, itu mungkin berisi sedikit gumpalan-gumpalan atau bekuan –bekuan. Lochea hanya untuk menunjukkan pemulihan uterin.
a) Lochea rubra
Lochea rubra terdiri dari sebagian besar darah, decidu dan robekan-robekan tropoblastik dan bakteri (Cunningham dkk, 1989). Darah memucat, menjadi pink atau coklat setelah 1 sampai 3 hari.
b) Lochea serosa
Lochea serosa terdiri dari darah yang sudah tua (coklat), banyak serum, leukosit dan jaringan sampai kuning cair 3 sampai 10 hari.
c) Lochea alba
Lochea alba terus ada hingga kira-kira 2 sampai 6 minggu setelah persalinan. Kekuningan berisi selaput lendir leucocye dan kuman yang telah mati.
Jumlah lochia digambarkan seperti sangat sedikit, sedikit, moderat dan berat (Jacobson, 1985) :
a) Sangat sedikit - darah hanya ada pada tisu ketika dihapus atau kurang dari 2,5 cm ( 1 in) pada pembalut.
b) Sedikit – kurang dari 10 cm (4 in) noda pada pembalut.
c) Moderat – kurang dari 15 cm (6 in) noda pada pembalut.
d) Berat – memenuhi pembalut dalam 1 jam.

Thursday, July 8, 2010

Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas

1) Fase Taking In
Fase ini merupakan periode ketergantungan yang berlangsung dari hari pertama samapi hari kedua setelah melahirkan. Pada saat itu, focus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri. Kelelahan membuat ibu cukup istirahat untuk mencegah gejala kurant tidur, seperti mudah tersinggung. Hal ini memebuat ibu cenderung menjadi pasif terhadap lingkungannya. Komunikasi yang baik sangat diperlukan pad fase ini.

2) Fase Taking Hold
Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Pada fase taking hold, ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bay, selain itu perasaannya sangat sensitive sehingga mudah tersinggung jika komunikasinya kurangb hati-hati. Pada saat ini ibu memerlukan dukungan karena saat ini merupkan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga tumbuh rasa percaya diri.

3) Fase Letting Go
Fase ini merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang berlangsung 10 hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Keinginan untuk merawat diri dan bayinya meningkat pada fase ini.

Sunday, June 6, 2010

Menu Makanan Untuk Bayi 9 Bulan +

kejadian yang menimpa anak saya mungkin anda alami juga, anak yang tidak mau lagi minum susu di dot, menjadi kendala bagi para orang tua muda, setelah search kesani-sini saya menemukan trik jitu untuk mengatasinya silahkan disimak :.......

Makanan. Suatu saat antara bulan kesembilan dan keduabelas, bayi-bayi yang masih menyusui mungkin mulai kehilangan minat untuk itu, dan ini adalah waktu yang tepat untuk mengangkat mereka dari rasa bosan. Pada beberapa kasus, penyapihan secara psikologis mungkin sebenarnya lebih sulit untuk ibu, yang menyadari peningkatan kebebasan bayinya. Bayi-bayi yang sudah makan makanan padat mungkin kini siap menerima daging dan jus buah.

Kemajuan fisik. Pada tahap ini, banyak bayi bisa duduk sendiri dan mencapai posisi berdiri dengan sedikit usaha. Dengan munculnya kemampuan baru ini, mungkin hadir pula pemahaman dan mungkin ketakutan akan ketinggian. Namun, anak-anak biasanya merasakan kegembiraan dalam usaha untuk berdiri, dan bisa jadi akan berkeras untuk berdiri pada waktu makan dan dipakaikan baju. Bayi yang amat aktif mungkin telah merangkak dan belajar memanjat tangga. Turun tangga jauh lebih menakutkan daripada naik, dan bayi mungkin terhenti beberapa langkah ke atas. Memasang karpet tangga adalah ide yang baik; memasang pagar di atas dan di bawah tangga adalah penting. Dengan kemampuan untuk duduk dan membungkuk ke depan dengan tangan bebas, seorang bayi 9 bulan memiliki kebebasan penuh untuk menjelajahi seluruh tubuh dan menemukan kesenangan dalam latihan ini.

Kecemasan saat dipisahkan. Suatu waktu pada usia ini, hampir setiap bayi mulai menangis saat dipisahkan dari orang tua, dan mungkin terus menempel dengan putus asa atau menangis dengan memilukan bila akan dipisahkan. Orang asing merupakan hal yang menakutkan dan tidak bisa dipercaya bagi bayi, terutama jika mereka memandangnya. Sebelum "cobaan" seperti kunjungan ke relasi, barangkali membantu untuk memperingatkan tuan rumah dan berbicara dengan si anak serta merangkulnya erat-erat selama kunjungan tersebut.

Gigi. Kadangkala bayi tidak menumbuhkan gigi sampai hampir akhir tahun pertama atau bahkan sesudahnya. Namun, masalah-masalah yang menyebabkan gigi tak sehat sebenarnya seringkali berasal dari bulan-bulan awal atau bahkan sebelum kelahiran. Membiarkan bayi tidur dengan botol susu dapat menimbulkan kerusakan gigi, yang disebabkan interaksi antara bakteri di mulut dan gula pada susu atau jus. Kontak terlalu lama dengan gula akan mendorong pembentukan plak, yang akan menyebabkan kerusakan gigi.

Walau gigi pertama hanya "gigi susu", yang diharapkan tanggal pada umur 6 atau 7 tahun, kondisi gigi susu tersebut menyiapkan suatu tahap untuk gigi tetap. Bila gigi ini tanggal dini akibat kerusakan, gigi permanen bisa salah tumbuh dan, selain tidak menarik untuk dilihat, mungkin tidak berfungsi dengan baik. Juga, gigi yang rusak pada usia berapapun seringkali terasa sakit dan bisa mengganggu nutrisi yang normal.

Pada usia dini, dot atau tidak menggunakan apapun lebih baik daripada botol susu untuk menenangkan atau menidurkan bayi. Bila bayi biasa mendapat botol pada waktu tidur, cobalah mengisinya dengan air. Paling tidak, ambil botol ketika bayi sudah tidur.

Fluoride adalah cara yang murah dan efektif untuk mencegah kerusakan gigi. Bahan ini paling mudah dimasukkan dalam air minum. Bayi-bayi menyusui seharusnya menerima suplemen fluoride.

(sumber : satumed.com)
dan satu lagi sumbernya
Panduan Pemberian Makanan Bayi (3)

9 –12 Bulan

LEBIH BANYAK VARIASI

Bayi Anda mulai mendekai masa batita. Ia sangat aktif dan cenderung sulit
untuk berhenti bergerak. Semakin mendekati ulang tahun pertamanya,
makanannya semakin bervariasi dan bertekstur kasar. Frekuensi makan juga
bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali dengan 1-2 kali makanan selingan.
Walaupun dia sudah mulai kehilangan minat pada payudara atau botol,
lanjutkan pemberian ASI kapanpun bayi memintanya karena ASI tetap menjadi
dasar utama dari kebutuhan nutrisinya selama masa pertumbuhan yang pesat
ini.

Tetap perkenalkan jenis-jenis makanan baru untuk memperluas variasi makanan
dan nutrisi yang dikonsumsinya.

Usia: 9 - 12 bulan

Perkembangan kemampuan makan:
• Sama seperti usia 6-8 bulan DITAMBAH
• Lebih mudah menelan makanan.
• Memiliki lebih banyak gigi.
• Mampu mengambil makanan dan obyek lainnya dengan jempol dan telunjuk/jari
tengah
• Memasukkan apapun dalam mulutnya.
• Menggerakkan rahang dalam gerakan mengunyah.
• Mengeksplorasi lingkungan sekitarnya melalui rasa, bau, suara dan
penglihatan.
• Mulai siap untuk disapih menggunakan botol atau cangkir.

Apa yang diberikan:
• ASI/ ASI perahan atau susu formula DITAMBAH
• Beras/sereal (jenis apa saja)
• SAYURAN: buncis, kcg kapri, kcg panjang, labu
• BUAH: nanas, kiwi, mangga, melon
• PROTEIN: dg sapi, dg ayam, ati, kuning telur.
• PRODUK SUSU OLAHAN: keju cheddar dan yogurt untuk bayi.
• Finger food: potongan buah, biskuit bayi.
• Jus buah yang tidak asam



Yang Belum Boleh Diberikan:

• IKAN & KERANG
• SUSU SAPI

Jenis:
· 3-4 bahan dasar (sajikan terpisah atau dicampur)
· Tekstur kasar dan Finger Foods
· Dimasak (kecuali alpukat dan pisang matang)

Frekuensy:
· Makan utama: 2-3 kali per hari
· Cemilan: 2 kali per hari
· ASI sekehendak.

Porsi:
· Yogurt 50 ml, keju ukuran 1 kartu domino.
· ¼ - ½ cangkir beras/cereal
· ¼ - ½ cangkir buah
· ¼ - ½ cangkir sayuran
· 1/8 - ¼ cangkir sumber protein.
· 50 ml jus buah

Tips Pemberian Makanan:

Pada usia ini, bayi Anda menjadi petualang sejati – merangkak, merambat dan
mungkin sudah mulai berjalan. Dalam hal pemberian makan, penting sekali
untuk diketahui orang tua bahwa orang tua harus memberikan contoh pola makan
yang sehat serta memberikan makanan yang sehat untuk memastikan anak
mempunyai pola makan sehat sepanjang masa.

· Perkenalkan makanan baru satu demi satu. Jadi untuk satu jenis makanan
beri waktu 2-4 hari.
Misalnya hari Senin selain memberikan makanan yang sudah pernah diterimanya
kita perkenalkan kuning telur, pemberian kuning telur ini dilanjutkan sampai
dengan Kamis.
Kenapa hal ini harus dilakukan? Untuk mempermudah deteksi alergi satu bahan
makanan.
Bayangkan kalau kita memberi bayi kita 2 jenis makanan baru sekaligus
(kuning telur dan keju misalnya) dan ternyata bayi kita mengalami reaksi
alergi (gatal-gatal, batuk, beringus, sesak napas, dll), kita akan sulit
mengetahui apakah bayi kita alergi terhadap kuning telur atau keju?
· Karena bayi sudah mulai mengunyah:
- Tingkatkan tekstur makanan. Anda bisa menghaluskan makanan dengan garpu
atau mencincangnya, sehingga bayi akan dirangsang untuk mengunyah.
· Karena kemampuan bayi untuk memegang lebih berkembang:
- Perkenalkan finger foods seperti sayuran kukus atau buah yang lembek yang
dipotong-potong seukuran 1 suapan bayi (wortel, kentang, mangga, pepaya).
- Walaupun Anda tetap menyuapinya, berikan bayi Anda sendok makan saat
waktu makan dan biarkan dia untuk menyuapkan makanan sendiri. Hal ini juga
mencegahnya untuk merampas sendok yang Anda pegang. Ia mungkin mengalami
kesulitan atau kegagalan dalam menyuapi sendiri makanannya setidkanya sampai
usia 1 tahun, namun latihan ini sangat baik untuk membangun kepercayaan
dirinya. Mashed potato dan saus apel adalah makanan yang tepat untuk proses
belajar ini. Anda bisa bergantian menyuapinya selagi dia mencoba untuk
menyuapkan makanannya sendiri.
· Jangan berikan susu sapi (segar/UHT/bubuk) sampai anak usia 1 tahun.
Susu sapi bukanlah pengganti ASI yang tepat. Tunda pemberian susu sapi
sampai bayi berusia 1 tahun.
· Ajak anak makan bersama keluarga.
Ajak anak duduk bersama keluarga saat waktu makan, baik bertepatan saat
waktu makannya atau untuk menikmati saat-saat bercengkerama dengan keluarga.
Berikan sedikit air/ASI/jus buah dalam training cup, atau peralatan makan
untuk menyibukkan diri, atau cemilan sehat.
· Sedikit berantakan tidak apa-apa.
Mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru saat waktu makan akan membuat
keadaan sedikit berantakan. Hal ini wajar karena anak sedang berada dalam
tahap belajar. Agar Anda tidak kewalahan dan frustasi, tempatkan kursi
makannya di atas alas lantai yang terbuat dari plastik, pastikan lap atau
pel berada dalam jangkauan. Acara makan akan lebih efektif jika dilakukan
saat anak sedang lapar sehingga dia akan tertarik untuk makan, bukannya
bermain-main.
· Berikan makanan yang bervariasi.
- Dengan memberikan variasi rasa, bentuk, warna dan tekstur, maka anak
Anda akan mendapatkan kandungan nutrisi yang dibutuhkannya, serta membentuk
pola makan yang sehat dan tidak memilih-milih makanan. Jangan biarkan selera
kita (terutama apa yang tidak kita suka) mempengaruhi pemilihan makanan
untuk bayi Anda.
- Coba sajikan jenis makanan secara terpisah, jangan dicampur-campur,
gunakan piring yang terkotak-kotak, sehingga anak bisa mengeksplorasi rasa
dan tekstur dari setiap jenis makanan yang disajikan.
· Waspadai bahaya tersedak makanan
Beberapa jenis makanan mempunyai bentuk, ukuran atau tekstur yang bisa
nyangkut di kerongkongan anak dan menyebabkan anak tersedak. Hindari
pemberian makanan yang licin, atau berbentuk bulat utuh seperti anggur dan
permen. Jenis makanan lain yang harus dihindari adalah kacang, selai kacang,
potongan sayuran mentah, hotdog, potongan daging dan popcorn.
· Minum dari cangkir
- Jenis cangkir yang digunakan bervariasi. Pada umumnya, saat anak
belajar minum, cangkir yang digunakan harus ringan, dan tanpa pegangan atau
bagian yang menonjol. Bagian yang menonjol seperti di training cup pada
umumnya sebaiknnya dihindari karena anak harus belajar memindahkan cairan
dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya.




Nda'e Nish
http://nanangguliya.multiply.com

Tuesday, May 25, 2010

Penatalaksanaan Atonia Uteri

#Segera lakukan Kompresi Bimanual Interna (KBI) selama 5 menit
#Evaluasi keberhasilan: Jika uterus berkontraksi dan perdarahan berkurang teruskan KBI selama 2 menit
#Uterus berkontraksi, perdarahan berkurang → periksa perineum, vagina dan serviks apakah terjadi laserasi, jika ya lakukan penjahitan
#Jika kontraksi tidak terjadi dalam 5 menit, ajarkan keluarga untuk Kompresi Bimanual Eksterna (KBE), kemudian teruskan dengan langkah penatalaksanaan atonia uteri selanjutnya
#Berikan 0,2 mg ergometrin IM
#Pasang infus RL yang mengandung 20 unit oksitosin
#Ulangi lagi KBI 1-2 menit, jika segera rujuk dengan didampingi
#Ulangi lagi KBI 1-2 menit, jika segera rujuk ke fasilitas kesehatan yg ada fasilitas tindakan pembedahan dan tranfusi darah dengan didampingi bidan
#Teruskan melakukan KBI dan pemberian infus hingga tiba di tempat rujukan
#Infus 500 ml pertama harus habis dalam 10 menit
#Kemudian berikan 125 ml/jam hingga tiba di tempat rujukan
#Jika cairan IV tdk cukup, infuskan botol kedua dengan tetesan lambat, berikan asupan cairan secara oral

Sumber:catatan kuliah kebidanan