Metodologi Perencanaan E-Business

Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba

Uji normalitas data dalam penelitian

Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:

Tilawatil Quran KH. Muammar ZA

ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.

Contoh Khutbah Bahasa Sunda

Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan

Ciri-ciri Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Showing posts with label Ilmu Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Ekonomi. Show all posts

Friday, January 29, 2010

Variabel yang mempengaruhi Kepercayaan Seseorang Memilih Pelayanan Kesehatan

Menurut Becker (1974) tentang model kepercayaan kesehatan (Notoatmojo,2003:98), menyatakan bahwa Variabel yang mempengaruhi kepercayaan seseorang memilih pelayanan kesehatan adalah
1. Variabel Demografis (umur, jenis kelamin, bangsa dan kelompok etnis).
2. Variabel Sosial psikologis ( orang terdekat/kelurga, pengalaman sebelumnya).
3. Variabel struktur (kelas sosial, pendidikan, pekerjaan , akses ke pelayanan kesehatan dll).




Wednesday, January 27, 2010

Pengertian EVA (Economic Value Added )

EVA adalah laba operasi setelah pajak dikurangi dengan total biaya modal Stewart (Pradhono, 2004). Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa EVA sebagai alat pengukur telah memperhitungkan semua faktor yang berhubungan dengan penciptaan nilai bagi pemegang saham. 
Dengan diperhitungkannya biaya modal atas ekuitas, EVA mengindikasikan seberapa jauh perusahaan telah menciptakan nilai bagi pemilik modal. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa EVA merupakan indikator tentang adanya penciptaan nilai dari suatu investasi

Ada yang salah dan kurang, silahkan beri komentar...



Tuesday, January 12, 2010

Pengertian Pendapatan Daerah

Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah yang menambah ekuitas dana lancar yang merupakan hak pemerintah daerah dalam 1 (satu) tahun anggaran yang tidak perlu dibayar kembali oleh daerah. Sehubungan dengan hal tersebut, endapatan daerah yang dianggarkan dalam APBD merupakan perkiraan yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber pendapatan. Seluruh pendapatan daerah yang dianggarkan dalam APBD dianggarkan secara bruto, yang mempunyai makna bahwa jumlah pendapatan yang dianggarkan tidak boleh dikurangi dengan belanja yang digunakan dalam rangka menghasilkan pendapatan tersebut dan/atau dikurangi dengan bagian pemerintah pusat/daerah lain dalam rangka bagi hasil.
1) Pendapatan Asli Daerah
2) Dana Perimbangan
3) Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah

Ada yang mau nambahin, silahkan beri komentar

Wednesday, December 2, 2009

Definisi Kredit

Kredit adalah penyerahan barang, jasa, atau utang dari satu pihak (kreditor/atau pemberi pinjaman) atas dasar kepercayaan kepada pihak lain (nasabah atau pengutang/borrower) dengan janji membayar dari penerima kredit kepada pemberi kredit pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak.
Sedangkan definisi lain tentang kredit menurut beberapa ahli perbankan adalah sebagai berikut :
Menurut Raymond P. Kent (dalam Thomas Suyatno, 1999) didefinisikan sebagai berikut :
”Credit may be defined as the right to receive payment or the obligation to make payment on demand or at some future time on account of an immediate transfer of goods .”

Maksudnya dari pernyataan tersebut adalah ” Kredit adalah hak untuk menerima pembayaran atau kewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu diminta, atau pada waktu yang akan datang karena penyerahan barang-barang sekarang ”
Sedangkan menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 7 tahun 1992 pasal 1 tentang perbankan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No, 10 tahun 1998, pengertian kredit adalah sebagai berikut :
” Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihakk lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga ”.

Tuesday, December 1, 2009

5 (Lima) Unsur kualitas jasa

1. Tangible : fasilitas yang ditawarkan dalam bentuk fisik
2.Reliability : konsistensi dan keandalan jasa, dalam hal ini ketepatan dan kesesuaian pelayanan
3. Responsivness : kesigapan dan kecepattanggapan petugas dalam merspon nasabah
4. Assurance : keterampilan dan keramahan petugas, serta keamanan penggunaan jasa
5. Empathy : pemahaman kebutuhan nasabah

Penjelasan :
Kualitas jasa yang ditawarkan perusahaan dapat di tingkatkan melalui unsur kualitas jasa. Menurut Parasuraman, Zeithml, dan Berry dalam Kotler (1997 : 93) “ lima unsur yang menentukan kualitas jasa, yaitu “tangible, reliability, responsivness, assurance, dan empathy”, Tangible merupakan fasilitas fisik peralatan, dan materi komunikasi. Reliability merupakan kemampuan untuk melaksanakan jasa yang dijanjikan dengan terpercaya dan akurat. Resposivness merupakan kemauan untuk membantu pelanggan dan memberikan jasa dengan cepat. Assurance merupakan pengetahuan dan kesopanan karyawan dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan. Empathy merupakan kesediaan untuk peduli dan memberi perhatian pribadi bagi pelanggan.

Saturday, November 28, 2009

Definisi UKM (Usaha Kecil Menengah)

Beberapa lembaga atau instansi bahkan UU memberikan definisi Usaha Kecil Menengah (UKM). Menurut Kementrian Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), bahwa yang dimaksud dengan Usaha Kecil (UK), termasuk Usaha Mikro (UMI), adalah entitas usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000. Sementara itu, Usaha Menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp 200.000.000 s.d. Rp 10.000.000.000, tidak termasuk tanah dan bangunan. Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 s.d 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20 s/d 99 orang. Indonesia memiliki beberapa jenis UKM, di antaranya adalah artisanal, aktif, dinamika, advanced.
Tambunan, Tulus. (2009).



Pengertian kebijakan harga


Pengertian :
Kebijakan harga adalah keputusan mengenai harga-harga yang akan di ikuti untuk satu jangka waktu tertentu (Buchari Alma, 2004:170). 
Sedangkan menurut (Djarkasih Satiakusumah, 2002), kebijakan harga merupakan salah satu unsur dari bauran pemasaran yang di pakai oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya pada target pasar.



Friday, November 13, 2009

Klasifikasi Produk

E. Jeromy. Mc charthy (1993 : 183) mengklasifikasikan jenis produk yang dikonsumsi oleh konsumen, yaitu :

a. Convienence Product ( produk nyaman) adalah barag-barang yang biasanya sering dibeli konsumen, segera dan dengan usaha minimum. Yang termasuk dalam jenis produk ini aadalah barang kebutuhan pokok, produk dadakan dan produk darurat.

b. Shoping product (produk belanjaan) adalah produk yang menurut pelanggan ada gunanya dibanding-bandingkan dengan produk pesaing lainnya sebelum dibeli. Produk belanja dibagi dua : (1) produk belanjaan homogen yaitu semua produk belanjaan yang menurut pelanggan pada dasarnya sama dan mereka menginginkan harga terendah. (2) produk belanjaan heterogen yaitu produk belanjaan yang menurut pelanggan berbeda satu sama lain dan ingin memeriksanya untuk mendapatkan produk bermutu dan tahan lama. Contohnya produk parabotan rumah tangga dan pakaian.

c. Specially product (produk khas) atau produk tanpa subtitusi adalah produk yang bera-benar diinginkan pelanggan dan mereka menggunakan upaya khusus untuk mendapatkannya. Contohnya produk obat-obatan.

d. Unsought product (produk tak dicari-cari) adalah produk yang belum diinginkan pelanggan potensial, dalam pemsarannya membutuhkan promosi. Misalnya nisan kburan dan asuransi jiwa.

Sedangkan menurut Kotler (2000 : 396) dapat digolongkan atau diklasifikasikan ke dalam tiga golongan, yaitu ”Noundurable goods, Durable goods, service”.

1. Noundurable goods atau barang habis pakai, yaitu barang berwujud yang biasanya dikonsumsi dalam satu atau beberapa kali penggunaan.
Contohnya, minuman bir, sabun, dan garam. Karena barang-barang ini cepat terkonsumsi dan sering dibeli, strategi yang tepat adalah membuatnya tersedia dibanyak lokasi, mengenakan margin yang kecil dan beriklan besar-besaran untuk memancing orang untuk mencoba membangun preferensi.

2. Durable goods atau barang tahan lama, yaitu barang berwujud yang biasanya dapat digunakan banyak kali. Contohnya meliputi lemari es, peralatan mesin, dan pakaian. Produk tahan lama biasanya memerlukan penjualan dan pelayanan yang lebih pribadi, margin yang lebih tinggi, dan memerlukan lebih banyak garansi dari penjual.

3. Service atau jasa, yaitu tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak lain yang pada dasarnya tidak dapat diraba dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan. Misalnya, salon kecantikan, reparasi.
Dalam kaitannya dengan jasa pendidikan pengelola harus dapat memberikan pelayanan yang lebih baik di sesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat dalam menyerap ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan.

Thursday, November 12, 2009

Pengertian Sistem Insentif

Pengertian system insentif menurut Werther dan Davis (1996 : 408) adalah :
“Incentive system link compensation and performance by rewarding performance instead of seniority or hours worked”. (Sistem insentif merupakan suatu mata rantai antara kompensasi dengan kinerja sebagai penghargan atas prestasi kerja yang di atas standar )
Sedangkan Sondang P . Siagian (1997 : 268) mendefinisikan system insentif adalah merupakan bagian dari system imbalan yang berlaku bagi para karyawan organisasi.

Pengertian Insentif
Pengertian insentif menurut Heidjrachman Ranupandoyo yang dikutip oleh Anwar Prabu mangkunegara (2000 : 89) insentif didefinisikan sebagai suatu bentuk motivasi yang dinyatakan dalam bentuk uang.
Sedangkan T. Hani Handoko mendefinisikan insentif juga dikutip oleh Anwar Prabu Mangkunegara (2000 : 89) sebagai berikut:
“Insentif adalah untuk meningkatkan motifasi karyawan dalam upaya mencapai tujuan-tujuan organisasi”.
Malayu P. Hasibuan (2000 : 116) mendefinisikan upah insentif sebagai :
“Tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan tertentu yang prestasinya di atas prestasi standar”

Friday, October 30, 2009

Ciri-ciri Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dengan penawaran dimana terdapat penjual/produsen yang menguasai permintaan pasar.
Ciri-ciri pasar oligopoli
Terdapat banyak penjual/ produsen ya ng menguasai pasar.
Barang yang dijual dapat berupa brang homogen atau berbeda corak.
Terdapat halangan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk kedalam pasar. Satu diantara para oligopolis merupakan market leader yaitu penjual yang mempunyai pangsa pasar terbesar.

Macam-macam oligopoli
Oligopoli murni yang ditandai beberapa perusahaan yang menjual produk homogen.
Oligopoli dengan perbedaan yang ditandai beberapa perusahaan menjual produk yang dapat dibedakan.

Dampak negatif oligopi terhadap perekonomian:
  • Keuntungan yang yang terlalu besar bagi produsen dalam jangka panjang
  • Timbul inifisiensi produksi
  • Eksploitasi terhadap konsumen dan karyawan perusahaan
  • Harga tinggi yang relatif stabil (sulit turun) menunjang inflasi yang kronis
  • Kebijakan pemerintah dalam mengatasi oligopoli
  • Pemerintah mempermudah masuknya perusahaan baru untuk masuk kepasar untuk menciptakan persaingan
  • Diberlakukannya undang-undang anti kerja sama antar produsen.

CIRI-CIRI PASAR MONOPOLI


Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen. Ciri-ciri dari pasar monopoli: 1. hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran 2. tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip (close substitute) 3. produsen memiliki kekuatan menetukan harga 4. tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.
Anda tentu bertanya mengapa terjadi pasar monopoli. Ada beberapa penyebab terjadi pasarmonopoli, diantara penyebabnya adalah sebagai berikut: ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas pertimbangan pemerintah, makapemerintah dapat memberikan hak pada sutau perusahaan seperti PT Pos dan Giro, PT. PLN. hasil pembinaan mutu dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain, sehingga lama kelamaan timbul kepercayaan masyarakat untuk selalu menggunakan produk tersebut. Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu perusahaan untuk diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten atau hak cipta.
Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan suatu produk hanya dikuasai oleh suatu daerah tertentu seperti timah dari pulau bangka. Modal yang besar, berarti mendukung suatu perusahaan yang memiliki keadaan seperti yang disebutkan diatas? Coba anda perhatikan apakah didaerah anda terdapat perusahaan yang memiliki keadaan seperti yang disebutkan diatas? Penjual monopoli belum tentu mendapatkan keuntungan besar, tetapi monopoli mempunyai keterbatasan yang menyebabkan kerugian, maka dari itu kita coba melihat keugian yang disebabkan oleh pasar Monopoli.
Kerugian-kerugian yang disebabkan oleh pasar monopoli: Ketidak adilan, karena monopolis akan memperoleh keuntungan diatas keuntungan normal. Volume produksi ditentukan oleh monopolis Terjadi eksploitasi oleh monopolis terhadap konsumen dan pemilik faktor-faktor produksi. pemerintah dapat mencegah kergian-kerugian yang disebakan pelaku monopoli dengan cara berikut: Mencegah munculnya monopoli dengan undang-undang Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan yang mampu menyaingi monopolis Membuka impor untuk barang yang diproduksi oleh monopolis Campur tangan pemerintah dalam menentukan harga.

Pasar Persaingan Sempurna (Perfect Competition)

Pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran yang ditandai oleh jumlah konsumen dan produsen sangat banyak dan tidak terbatas.

Ciri-ciri pokok persaingan sempurna adalah sebagai berikut:
Banyak penjual dan pembeli
Dalam pasar persaingan sempurna pengaruh individual sangat relatif kecil. Dengan demikian, penjual individu tidak mempunyai pengaruh terhadap harga penjualan mereka karena harga tersebut ditentukan oleh kondisi permintaan dan penawaran.

Produk-produk Homogen
Dalam pasar persaingan sempurna, produk yang ditawarkan oleh para penjual yang saling bersaing adalah identik. Artinya produk tersebut secara fisik sama dan menurut anggapan konsumen semua produk tersebut serba sama antara satu dengan yang lain.
Pasar yang bebas dimasuki dan ditinggalkan
Oleh karene seorang produsen/ penjual hanya menghasilakan sebagian kecil saja dari barang/jasa yang ditawarkan, maka produsen dapat saja meninggalkan pasar dengan dengan mudah dan memasuki kembali

Konsumen mengatuhui kondisi pasar
Kondisi pasar diketahui olehkonsumen sangat baik sehingga konsumen tidak dapat melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kondisi pasar tersebut.

Faktor-faktor produksi bergerak bebas
Faktor-faktor produksi dalam pasar persaingan sempurna dapat ebrgerak bebas karena banyaknya penjual dan pembeli.

Tidak ada campur tangan pemerintah
Harga ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran sehingga pemerintah tidak dapat ikut campur dlam penentuan harga.
Konsekuensi dan ciri-ciri persaingan sempurna adalah sebagai berikut:

Masing-masing penjual hanya berperan sebagai penerima harga
Kurva permintaan yang dihadapi oleh setiap penjual secara individual berbeda dengan kurva permintaan pasar
Produsen tidak perlu bersaing karena adanya homogenitas barang dan banyaknya produsen.
Penjual tidak mungkin melakukan persaingan harga dengan maksut merebut pasar karena harga dalaha sesuatu yang harus diterima oleh masing-masing produsen.
Barang yang ditawarkan penjual akan laku berapun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.
Bentuk pasar persaingan sempurna sangat sulit ditemui dalam kehidupan sehari-hari, namun sangat bermanfaat untuk mempelajari konsep-konsep pasar lainnya dalam ilmu ekonomi.
Kebaikan pasar persaingan sempurna? Tidak terdapat kegiatan saling menyaingi antar penjual
? Penjual tidak mungkin melakukan perebutan harga karena harga dalah suatu yang harus diterima oleh para produsen.
Barang yang akan ditawarkan penjual akan laku berapapun jumlahnya tanpa mengalami penurunan harga.

Informasi tentang pasar telahdiketahui oleh saingan usaha dan usaha untuk menyaingi perusahaan lainnya tidak akan menghasilkan apa-apa.
Kelemahan-kelemahan pasar persaingan sempurna Pasar eprsaingan sempurna sulit dijumpai karena,
Homogenitas barang adalah syarat yang sulit dilaksanakan karena konsumen sering datang ke pasar heterogen.

Harga tidak dapat ditawar lagi
Adanya kemajuan IPTEK menyebabkan adanya persaingan produk dalam hal kualitas dan kuantitas antar produsen.
Keuntungan yang didapt oleh pedagang sudah dapat diprediksi karena harga tidak dapat dipengaruhi oleh pedagang
Black market dapat muncul sewaktu-waktu.
(berbagai sumber)


Ciri-ciri pasar persaingan sempurna

Pasar persaingan sempurna dapat didefinisikan sebagai suatu struktur pasar atau industri dimana terdapat banyak penjual dan pembeli, dan setiap penjual atau pun pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan di pasar.
Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan sempurna adalah seperti yang diuraikan dibawah ini :
Perusahaan adalah pengambil harga
Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahan yang ada di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Apa pun tindakan perusahaan dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang di pasar ditentukan oleh interaksi diantara keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli. Seorang produsen terlalu kecil peranannya didalam pasar sehingga tidak dapat mempengaruhi penentuan harga atau tingkat produksi dipasar. Peranannya sangat kecil tersebut disebabkan karena jumlah produksi yang diciptakan produsen merupakan sebagian kecil saja dari keseluruhan jumlah barang yang dihasilkan dan diperjual-belikan.

Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk
Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat dengan mudah dilakukan. Sebaliknya apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut, produsen tersebut dapat dengan mudah melakukan kegiatan yang diinginkannya tersebut. Sama sekali tidak terdapat hambatan-hambatan, baik secara legal maupun dalam bentuk lain secara keuangan atau secara kemampuan teknologi, misalnya kepada perusahaan-perusahaan untuk memasuki atau meninggalkan bidang usaha tersebut.
Menghasilkan barang serupa
Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barang-barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepda barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari efek ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competition atau persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.

Terdapat banyak perusahaan di pasar
Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk mengubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative kecil kalau dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah produksi dalam industri tersebut,. Sifat ini menyebabkan apa pun yang dilakukan perusahaan, seperti menaikkan atau menurunkan harga dan menaikkan atau menurunkan produksi, sedikit pun ia tidak mempengaruhi harga yang berlaku dalam pasar/industri tersebut.
Pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar
Dalam pasar persaingan sempurna juga dimisalkan bahwa jumlah pembeli adalah sangat banyak. Namun demikian dimisalkan pula bahwa masing-masing pembeli tersebut mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan dipasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan-perubahan ke atas harga tersebut. Akibatnya para produsen tidak dapat menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar.
(dari sebuah buku, lupa lagi eui...he2x)


Sunday, October 18, 2009

Contoh Analisa Usaha

Misal kita contohkan Toko X :
1. Analisis kekuatan
Toko X mempunyai kekuatan seperti apa dan anda analisa sejauh mana dia bertahan, berapa lama usahanya.

2. Analisis kelemahan
Kelemahan dari menjalankan bisnis seperti membuka toko ini yaitu banyaknya persaingan antara pedagang satu dengan pedagang lain karena banyaknya dibuka grosir-grosir, yang menawarkan harga jauh lebih murah. Dan swalayan-swalayan pun banyak dibuka, dengan harga yang miring. Tetapi dalam membuka toko seperti ini kelemahan lainnya pun dapat kita temui, seperti makanan yang sudah kadaluarsa yang masih dijual.
Nah hal-hal diatas salah satu yang termasuk analisis kelemahan.

3. Analisis peluang usaha
Anda analisa apakah Toko X yang anda teliti mempunyai diversifikasi usaha dan bagaimana peluang mereka dibandingkan kompetitornya.

3. Analisis persaingan
Persaingan dari menjalankan bisnis seperti membuka toko ini yaitu banyaknya persaingan antara pedagang satu dengan pedagang lain karena banyaknya dibuka grosir-grosir, yang menawarkan harga jauh lebih murah. Dan swalayan-swalayan pun banyak dibuka, dengan harga yang miring. Apakah Toko X dapat bersaing dengan toko-toko lain yang serupa yang menawarkan barang yang lebih murah. Dan dapat juga bersaing dengan warung-warung kecil yang ada disekitarnya.
Ini salah satunya aja..bisa anda kembangkan yang lain.


4. Perspektif masa depan usaha
Analisa apakah usaha yang dimiliki menjadi sumber penghidupan yang menguntungkan dan menjanjikan dan apakah Masa depan usahanya  dapat memberikan kehidupan yang cerah dan dapat menjadi sampingan yang lumayan menjanjikan dengan keuntungannya.

5. Ramalan-ramalan tentang produksi yang dihasilkan
Ramalan-ramalan tentang produksi yang dihasilkan Toko X seperti apa, karena dengan melihat usahanya yang semakin hari semakin baik. Dan dapat dilihat dari jenisusaha yang dihasilkan semakin bertambah. Dan kita juga bisa melihat kalau produksi yang dihasilkan toko X bertambah untung ataukah rugi yang di dapat dan apakah kemajuannya sekarang Toko X mempunyi peluang usaha yang lebih maju dari sekarang.





Tuesday, September 22, 2009

Tujuan Didirikannya BUMN/BUMD

Batasan BUMN menurut pertemuan Tangier (1981), bahwa BUMN merupakan organisasi yang dimiliki oleh pemerintah baik pusat maupun daerah dengan penyertaan modal sebesar 50% atau lebih. BUMN berada di bawah top manajerial pemerintah, yang meliputi hak untuk menunjuk top manajemen dan menentukan kebijaksanaan pokok. BUMN didirikan untuk mencapai public purpose yang telah ditetapkan yang bersifat multi dimensi yang secara konsekuen ada dalam sistem public accountability. BUMN berusaha dalam aktivitas yang mempunyai sifat bisnis, yang menyangkut ide investasi dan keuntungan dengan memasarkan produk yang dihasilkan berupa barang/jasa.

Adapun menurut Fernandes (1981:99) bahwa BUMN itu adalah public enterprise is an organization, wholly or by a majority public owned, set up to achieve commercial and social goals, enggage in economic activities within the sphere of agriculture, industry, commerce or services and whose affairs are capable of being stated in term of balance sheets and loss account.

Dari pernyataan di atas dapatlah diambil kesimpulan bahwa BUMN/BUMD merupakan badan usaha milik pemerintah pusat/daerah, merupakan organisasi yang mengatur berbagai sumber daya berusaha memproduksi dan menjual barang jasa yang terjangkau tanpa mengurangi mutu untuk mencapai keuntungan.

BUMN/BUMD merupakan wujud nyata dari investasi negara dalam dunia usaha, tujuannya adalah untuk mendorong dan mengembangkan aktivitas perekonomian nasional. Adapun tujuan BUMN menurut Rees dalam Sri Maemunah (1984:14-19) adalah:
1. Guna efisiensi ekonomi yang meliputi alokasi teknologi dan manajerial.
2. Kemampuan memperoleh laba, yang merupakan sumber pendapatan negara berupa pajak penghasilan atas laba yang diperoleh BUMN dan bagian laba yang diterima pemerintah sebagai pemilik. Meningkatkan kemampuan laba adalah penting bagi BUMN karena menjadi sumber dana intern juga merupakan sumber pendapatan pemerintah.
3. Distribusi pendapatan, merupakan alat pemerintah untuk mengadakan distribusi pendapatan melalui kebijksanaan harga di bawah rata-rata atau dengan keputusan investasi yang mengabaikan economies of scale untuk meningkatkan pendapatan riil golongan tertentu.
4. Tujuan bersifat makro, sebagai alat kebijaksanaan pemerintah mempunyai tujuan yang bersifat aggregate, antara lain untuk memperluas kesempatan kerja, memperbaiki neraca pembayaran, menekan inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan menurut Sri Maemunah (1996:7) tujuan BUMN adalah: (1). Menunjang perkembangan ekonomi. (2). Mencapai pemerataan secara horizontal dan vertikal melalui perintisan usaha dan pembinaan pengusaha golongan ekonomi lemah dan koperasi. (3). Menjaga stabilitas dengan menyediakan persediaan barang yang cukup terutama menyangkut hajat hidup orang banyak. (4). Mencapai efisiensi teknik agar dapat menjual dengan harga yang terjangkau tanpa mengurangi mutu dan kemampuan memupuk dana dari keuntungan. (5). Menunjang terselenggaranya rencana pembangunan.
Tujuan BUMN selalu terdiri dari tujuan sosial dan tujuan komersial. Sebaiknya tujuan sosial dibedakan dari tujuan komersial, untuk tujuan sosial pemerintah memberi subsidi sedang tujuan komersial dibayar oleh konsumen.Turut campur tangan pemerintah dalam perekonomian dalam bentuk BUMN/BUMD, secara ekonomis merupakan tindakan untuk mengatasi kegagalan mekanisme pasar dalam distribusi sumber daya secara optimal, yang berarti pula mengatasi adanya kegagalan mekanisme pasar dalam mencapai nilai ekonomis yang optimal atas sumber daya.
Kegagalan pasar pertama adalah kegagalan yang disebabkan oleh struktur pasar di mana tingkat teknologi yang menyebabkan turunnya biaya (decreasing cost technology) menyebabkan terbentuknya monopoli secara alamiah (natural monopoly) atau oligopoli. Apabila terjadi monopoli atau oligopoli maka pasar akan dikuasai oleh sebuah atau beberapa perusahaan yang mempunyai kekuatan pasar untuk mendapatkan keuntungan yang berlebihan dengan mengurangi produksi dan menaikkan harga di atas biaya marginal.
Kegagalan pasar yang lain adalah eksternalitas yaitu adanya perbedaan nilai dan manfaat sosial dengan manfaat dan nilai pribadi (Mangkoesoebroto. 1993:43). Kegagalan pasar yang lain adalah kegagalan mekanisme pasar secara dinamis yang disebabkan belum berkembangnya pasar modal dan keengganan pihak swasta terhadap resiko usaha. Apabila kondisi ini dibiarkan tanpa adanya turut campur tangan pemerintah maka akan terjadi kebangkrutan, dan pengangguran yang mempunyai akibat luas terhadap perekonomian suatu negara.
BUMN mempunyai peran penting dalam pembangunan negara berkembang. Timbulnya BUMN dapat disebabkan oleh beberapa alasan : karena kegagalan mekanisme pasar mencapai alokasi sumber daya secara optimal, disebabkan adanya monopoli dan eksternalitas, alasan idiologi, alasan sosial politis, dan sebagai warisan sejarah.

Thursday, September 3, 2009

Cara-cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah

Lee dan Snow (1997) meneliti topik tentang ekonomi publik mengenai insentif politik dan tingkat pajak optimum. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa peningkatan keefektifan penerimaan pajak akan menyebabkan dampak berupa inefisiensi pada aspek sosial politik. Penentuan tingkat pajak diperlukan yang disesuaikan dengan tujuan kebijakan pengeluaran pemerintah. Secara normatif, peningkatan pajak tidak diinginkan oleh sektor rumah tangga dan swasta, namun demikian melalui kebijakan yang tepat pemerintah dapat menentukan tingkat optimum.
Reksohadiprodjo (1999) berpendapat bahwa penerimaan pajak merupakan bagian terpenting dari penerimaan pemerintah di samping penerimaan dari minyak bumi dan gas alam serta penerimaan negara bukan pajak. Apabila Indonesia ingin mandiri, maka penerimaan dari pajak haruslah ditingkatkan agar supaya dapat
dijadikan substitusi pinjaman dari luar negeri.

Widayat (1995) dalam upaya untuk meningkatkan penerimaan PAD agar penerimaannya mendekati atau bahkan sama dengan potensinya, secara umum ada dua cara, yaitu dengan cara instensifikasi dan ekstensifikasi.
a. Cara instensifikasi adalah mengefektifkan pemungutan pajak atau retribusi dan mengefisienkan cara pemungutannya pada obyek dan subyek yang sudah ada misalnya melakukan perhitungan potensi, penyuluhan, meningkatkan pengawasan dan pelayanan.
b. Cara ekstensifikasi adalah melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan PAD dengan cara menjaring wajib pajak baru melalui pendataan dan pendaftaran atau menggali pajak baru.



Wednesday, September 2, 2009

Tugas Kuliah Tentang Derajat Ekonomi Fiskal

Otonomi fiskal daerah (local fiscal autonomy) merupakan salah satu aspek yang sangat penting dari otonomi daerah secara keseluruhan. Otonomi fiskal daerah dalam penelitian ini merupakan kemampuan pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (own source revenue) seperti pajak daerah, retribusi daerah dan lain-lain (lihat Nanga, 1991:29). Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, dalam pasal 1 butir h Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 menyebutkan otonomi daerah adalah kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Propinsi diberikan otonomi terbatas yang mencakup kewenangan lintas Kabupaten dan Kota, serta kewenangan dalam bidang pemerintahan tertentu lainnya. Kewenangan Propinsi sebagai daerah otonom termasuk juga kewenangan yang tidak atau belum dilaksanakan oleh Daerah Kabupaten dan Daerah Kota. (Pasal 9 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999). Hal ini menunjukkan otonomi daerah merupakan hak, wewenang dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan di daerah dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan. Untuk mencapai hal tersebut, maka titik berat otonomi diletakkan di daerah Kabupaten dan daerah Kota dengan pertimbangan bahwa daerah Kabupaten dan Kota langsung berhubungan dengan masyarakat.

Menurut Nanga (1991:29), diakui bahwa otonomi daerah dan juga pemerintah dan pembangunan daerah dapat diwujudkan hanya apabila disertai dengan otonomi keuangan yang efektif. Ini berarti bahwa pemerintah daerah secara finansial haruslah independen terhadap pemerintah pusat dengan jalan sebanyak mungkin menggali sumber-sumber PAD seperti pajak, retribusi dan lain-lain.
Menurut Utomo (2000: 1), pertama-tama haruslah disadari terlebih dahulu bahwa khasanah perpolitikan dan pemerintahan di Indonesia, termasuk manajemen pemerintahan daerah, membicarakan mengenai otonomi, desentralisasi atau demokrasi lokal haruslah lebih bertitiktekan kepada adanya atau diperolehnya kewenangan. Dengan dimilikinya kewenangan maka akan memotivasi daerah untuk menumbuhkan inisiatif dan kreativitas tidak saja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi juga untuk tercapainya kemandirian daerah.
Meskipun tidak dapat ditolak bahwa dalam penyelenggaraan manajemen pemerintahan daerah diperlukan adanya keuangan yang cukup memadai. Hal ini dapat terjadi suatu polemik “apa artinya kewenangan apabila tidak ada uang atau sebaliknya apa artinya memiliki uang kalau tidak memiliki kewenangan” (No mandate without funding). Kewenangan menjadi central issues di dalam otonomi dikarenakan hendak mengembalikan kekuasaan dari tangan penguasa kepada citra kedaulatan rakyat, di samping untuk menumbuhkan kemandirian dan pemberdayaan daerah dan masyarakat daerah. Selama berpuluh tahun kewenangan belum pernah dirasakan dan dipegang oleh daerah, untuk itu tidaklah mengherankan bila di era reformasi sering terjadi adanya euphoria yang berlebihan.
Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa pada prinsipnya hakekat otonomi daerah adalah mempunyai sumber keuangan sendiri, dapat mengelola dan menggunakannya untuk melaksanakan tugas-tugas otonomi serta mempunyai anggaran belanja yang ditetapkan sendiri. Untuk mengetahui apakah suatu daerah otonom itu mampu mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, Syamsi (1986: 199) menegaskan beberapa ukuran.
1. Kemampuan struktural organisasinya
Struktur organisasi Pemerintah Daerah harus mampu menampung segala aktivitas dan tugas-tugas yang menjadi beban dan tanggung jawabnya, jumlah unit-unit beserta macamnya cukup mencerminkan kebutuhan, pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yang cukup jelas.
2. Kemampuan aparatur pemerintah daerah
Aparat Pemerintah Daerah harus mampu menjalankan tugasnya dalam mengatur dan mengurus rumah tangga daerahnya. Keahlian, moral, disiplin dan kejujuran saling menunjang tercapainya tujuan yang diidam-idamkan oleh daerah.

3. Kemampuan mendorong partisipasi masyarakat
Pemerintah Daerah harus mampu mendorong agar masyarakat mau berperan serta dalam kegiatan pembangunan.
4. Kemampuan keuangan daerah
Pemerintah Daerah harus mampu membiayai semua kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sebagai pelaksanaan pengaturan dan pengurusan rumah tangganya sendiri. Sumber-sumber dananya apa saja, apakah PAD atau sebagian dari subsidi Pemerintah Pusat.
Kaho (1998:60) menegaskan bahwa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan otonomi daerah adalah :
1. manusia pelaksanaannya harus baik;
2. keuangan harus cukup dan baik;
3. peralatannya harus cukup dan baik;
4. organisasi dan manajemennya harus baik


Sunday, August 9, 2009

Rumus Untuk Menghitung IPM (Indeks Pembangunan Manusia)

Tahukah Anda Bagaimana Menghitung IPM itu , IPM merupakan singkatan dari Indeks Pembangunan Manusia, saya menemukan literatur ini di situsnya BPS Papua. Berikut Penjelasannya :

• Salah satu alat ukur yang dianggap dapat merefleksikan status pembangunan manusia adalah Human Development Index (HDI) atau disebut pula Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

• IPM merupakan suatu indeks komposit yang mencakup tiga bidang pembangunan manusia yang dianggap sangat mendasar yaitu usia hidup (longetivity), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent living).

• Konsep Pembangunan Manusia yang dikembangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menetapkan peringkat kinerja pembangunan manusia pada skala 0,0 – 100,0 dengan kategori sebagai berikut :

– Tinggi : IPM lebih dari 80,0

– Menengah Atas : IPM antara 66,0 – 79,9

– Menengah Bawah : IPM antara 50,0 – 65,9

– Rendah : IPM kurang dari 50,0

Sumber Data :

Sumber data penghitungan komponen IPM berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) yang dilakukan BPS setiap tahun yang mencakup seluruh Provinsi di Indonesia.



B. Konsep Penghitungan IPM

Salah satu alat ukur yang dianggap dapat merefleksikan status pembangunan manusia adalah Human Development Index (HDI) atau IPM. IPM merupakan suatu indeks komposit yang mencakup tiga bidang pembangunan manusia yang dianggap sangat mendasar yaitu usia hidup (longevity), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent living).

1. Usia Hidup

Pembangunan manusia harus lebih mengupayakan agar penduduk dapat mencapai “usia hidup” yang panjang dan sehat. Sebenarnya banyak indikator yang dapat digunakan untuk mengukur usia hidup tetapi dengan mempertimbangkan ketersediaan data secara global, UNDP memilih indikator angka harapan hidup waktu lahir (life expectacy at birth) yang biasa dinotasikan dengan eo. Angka kematian bayi (IMR) tidak digunakan untuk keperluan itu karena indikator itu dinilai tidak peka bagi negara-negara industri yang telah maju. Seperti halnya IMR, eo sebenarnya merefleksikan keseluruhan tingkat pembangunan dan bukan hanya bidang kesehatan. Di Indonesia eo dihitung dengan metode tidak langsung. Metode ini menggunakan dua macam data dasar yaitu rata-rata anak yang dilahirkan hidup dan rata-rata anak yang masih hidup.

2. Pengetahuan

Selain usia hidup, pengetahun juga diakui secara luas sebagai unsur mendasar dari pembangunan manusia. Dengan pertimbangan ketersediaan data, pengetahuan diukur dengan dua indikator yaitu angka melek huruf (Literacy Rate) dan rata-rata lama sekolah (Mean Years School).

3. Standar Hidup Layak
Selain usia hidup, dan pengetahuan unsur dasar pembangunan manusia yang diakui secara luas adalah standar hidup layak. Banyak indikator alternatif yang dapat digunakan untuk mengukur unsur ini. Dengan mempertimbangkan ketersediaan data secara internasional UNDP, memilih GDP per kapita riil yang telah disesuaikan (adjusted real GDP per capita) sebagai indikator hidup layak. Berbeda dengan indikator untuk kedua unsur IPM lainnya, indikator standar hidup layak diakui sebagai indikator input, bukan indikator dampak, sehingga sebenarnya kurang sesuai sebagai unsur IPM. Walaupun demikian UNDP tetap mempertahankannya karena indikator lain yang sesuai tidak tersedia secara global. Selain itu, dipertahankannya indikator input juga merupakan argumen bahwa selain usia hidup dan pengetahuan masih banyak variabel input yang pantas diperhitungkan dalam perhitungan IPM. Dilemanya, memasukkan banyak variabel atau indikator akan menyebabkan indikator komposit menjadi tidak sederhana. Dengan alasan itu maka GDP riil perkapita yang telah disesuaikan dianggap mewakili indikator input IPM lainnya.

Tahapan Perhitungan IPM akan nampak sbb:

Beberapa tahapan dalam penghitungan IPM dapat dijelaskan sebagai berikut :

§ Tahap pertama penghitungan IPM adalah menghitung indeks masing-masing komponen IPM (Indeks Harapan Hidup = X1, Pengetahuan = X2 dan Standar Hidup Layak = X3)

Indeks (Xi) = (Xi – Xmin)/(Xmaks – Xmin)

Dimana :

Xi : Indikator komponen pembangunan manusia ke-i, i= 1,2,3

Xmin : Nilai minimum Xi

Xmaks : Nilai Maksimum Xi
Tabel 1

Nilai Maksimum dan Nilai Minimum Indikator Komponen IPM


§ Tahapan kedua perhitungan IPM adalah menghitung rata-rata sederhana dari masing-masing indeks Xi dengan rumus:

IPM = {X1 + X2 + X3} / 3
dimana :

X1 = Indeks Angka Harapan Hidup

X2 = 2/3(Indeks Melek Huruf) + 1/3(Indeks Rata-rata Lama Sekolah)

X3 = Indeks Konsumsi perkapita yang disesuaikan

§ Tahap ketiga adalah menghitung Reduksi Shortfall, yang digunakan untuk mengukur kecepatan perkembangan nilai IPM dalam suatu kurun waktu tertentu.

r = { (IPM t+n – IPM t)/(IPM ideal – IPM t) x 100 }1/n

Dimana:

IPMt = IPM pada tahun t

IPMt+n = IPM pada tahun t+n

IPM ideal = 100

Semua data ini ada disitus bps propinsi papua

Thursday, July 9, 2009

Ekonomi Rakyat dan Seluk beluknya

Salah satu alternatif yang dapat ditempuh dalam meningkatkan kemampuan penduduk perdesaan meningkatkan taraf hidupnya adalah dengan memperluas kesempatan berusaha dengan memperkuat peran dan kedudukan kegiatan ekonomi rakyat di perdesaan.
Adapun yang dimaksud ekonomi rakyat, Kartasasmita (1996:251) berpendapat ;
Sampai saat ini memang belum ditemukan batasan ekonomi rakyat yang memuaskan semua pihak, namun sebagai pendekatan ekonomi rakyat dapat dikenal dari ciri-ciri pokoknya yang bersifat tradisional, skala usaha kecil dan kegiatan usaha ekonomi bersifat sekedar untuk bertahan hidup.

Sedangkan menurut Rustiani (1996:4) yang dimaksud dengan ekonomi rakyat adalah ;
.......... sebuah tatanan ekonomi yang terdiri dari sejumlah usaha-usaha kecil dengan orientasi usaha masih sekitar pemenuhan kebutuhan subsistensi, dikelola oleh rakyat, modal dan akumulasinya terbatas teknologi dan manajemen tradisional padat karya, dan out put produksinya yang diperuntukan bagi rakyat.

Berdasarkan pengertian ekonomi rakyat di atas, maka dapat dimengerti kegiatan ekonomi rakyat adalah kegiatan yang berskala kecil dan lemah, kurang mampu menghadapi tantangan yang semakin kompetitif, hasil yang diperoleh dari kegiatan ini hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga kurang mampu membentuk modal untuk perluasan usaha dimasa yang akan datang, oleh karena hal tersebut kegiatan ekonomi rakyat dikenal cirinya sekedar bertahan hidup.
Lebih jauh Todaro (1993:265) mengemukakan ciri-ciri kegiatan ekonomi rakyat yang disebutnya dengan kegiatan ekonomi sektor informal sebagai berikut ;
1. Bidang kegiatan produksi barang dan jasa yang berskala kecil dimana unit-unit produksinya dimiliki secara perorangan atau keluarga.
2. Menggunakan tenaga kerja (padat karya) dan teknologi yang digunakan terhitung sederhana.
3. Para pekerja yang menciptakan sendiri lapangan kerjanya disektor informal, biasanya tidak memiliki pendidikan.
4. Tidak mempunyai keterampilan khusus, dan sangat kekurangan modal.
5. Produktivitas dan pendapatan mereka cenderung lebih rendah dari pada yang ada disektor formal.

6. Tidak memiliki jaminan keselamatan kerja dan fasilitas-fasilitas kesejateraan seperti yang dinikmati rekan-rekan mereka yang berada disektor formal.
7. Motivasi kerja mereka terbatas pada upaya mempertahankan kelangsungan hidup bukan mencari keuntungan.
8. Satu-satunya yang diandalkan adalah diri mereka semata.
9. Hampir semua anggota keluarga termasuk wanita dan anak-anak mereka turut mencari nafkah dan seluruh waktu habis untuk kegiatan tersebut.
10. Mereka tinggal di pemukiman sederhana dan kumuh.

Berdasarkan pembahasan di atas, kekurangan modal salah satu masalah yang dihadapi ekonomi rakyat, sehingga kegiatan ini sulit maju, pada gilirannya mereka kurang mampu berperan dalam tatanan perekonomian nasional, padahal kegiatan ekonomi ini sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia di kota dan pedesaan.


Thursday, June 11, 2009

Standar analisis belanja pengeluaran pemerintah

Standard analisis belanja (SAB) adalah perkiraan jumlah alokasi dana untuk berbagai jenis pengeluaran di dalam suatu unit kerja. Alasan menerapkan standar analisis belanja adalah untuk menghasilkan alokasi dana yang lebih akurat, sehingga setiap dana yang dikeluarkan didasarkan atas proses penghitungan yang wajar dan rasional. Dengan demikian mendorong unit kerja untuk melaksanakan prinsip ekonomi, efektif dan efisien secara berkesinambungan.
Beberapa aspek penting dalam proses penghitungan standar analisis belanja menurut PAU SE-UGM, 2000: 24) adalah sebagai berikut:

1) Merumuskan tugas pokok dan fungsi unit kerja.
2) Merumuskan satuan ukur unit kerja yang nantinya dapat digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh unit kerja mampu melaksanakan tupoksinya.
3) Menghitung biaya rata-rata untuk setiap kegiatan.
4) Menghitung besarnya kebutuhan belanja unit kerja.
5) Menentukan standar analisis belanja unit kerja.