Metodologi Perencanaan E-Business

Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba

Uji normalitas data dalam penelitian

Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:

Tilawatil Quran KH. Muammar ZA

ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.

Contoh Khutbah Bahasa Sunda

Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan

Ciri-ciri Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Showing posts with label Keperawatan Gerontik. Show all posts
Showing posts with label Keperawatan Gerontik. Show all posts

Friday, May 21, 2010

Tugas Perkembangan Keluarga dengan Lansia

Tugas perkembangan keluarga merupakan tanggung jawab yang harus dicapai oleh keluarga dalam setiap tahap perkembangannya. Keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan biologis, imperative (saling menguatkan), budaya dan aspirasi serta nilai-nilai keluarga.
Menurut Carter dan McGoldrick (1988), tugas perkembangan keluarga dengan lansia adalah sebagai berikut :
a. Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan
b. Penyesuaian terhadap pendapatan yang menurun
c. Mempertahankan hubungan perkawinan
d. Penyesuaian diri terhadap kehilangan pasangan
e. Pemeliharaan ikatan keluarga antar generasi
f. Meneruskan untuk memahami eksistensi usia lanjut
Selain itu, lansia sendiri harus dapat melakukan perawatan dirinya sendiri, keluarga dan orang-orang disekitarnya pun perlu memahami bagaimana melakukan perawatan yang tepat bagi lansia tersebut. Oleh karena selama individu tersebut memiliki semangat untuk hidup serta melakukan kegiatan-kegiatan, maka ia akan tetap produktif dan berbahagia meskipun usianya telah lanjut.

Tugas Perkembangan Lansia

Menurut Erickson, kesiapan lansia untuk beradaptasi atau meyesuaikan diri terhadap tugas perkembangan usia lanjut dipengaruhi oleh proses tumbuh kembang pada tahap sebelumnya.
Apabila seseorang pada tahap tumbuh kembang sebelumnya melakukan kegiatan sehari-hari dengan teratur dan baik serta membina hubungan yang serasi dengan orang-orang di sekitarnya, maka pada usia lanjut ia akan tetap melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan pada tahap perkembangan sebelumnya seperti olahraga, mengembangkan hobi bercocok tanam dan lain-lain.
Adapun tugas perkembangan lansia adalah sebagai berikut :
a. Mempersiapkan diri untuk kondisi yang menurun
b. Mempersiapkan diri untuk pension
c. Membentuk hubungan baik dengan orang seusianya
d. Mempersiapkan kehidupan baru
e. Melakukan penyesuaian terhadap kehidupan social/masyarakat secara santai
f. Mempersiapkan diri untuk kematiannya dan kematian pasangan

Tuesday, December 8, 2009

OLAH RAGA / AKTIVITAS BAGI LANSIA

Pengertian :
Olah raga adalah bentuk latihan fisik yang memberikan pengaruh baik (positif) terhadap tingkat kemampuan fisik seseorang, bila dilakukan secara baik dan benar.

Manfaat :
1. Meningkatkan peredaran darah
2. Menambah kekuatan otot
3. Merangsang pernafasan dalam
4. Membantu pencernaan
5. Menolong ginjal
6. Membantu kelancaran pembuangan bahan sisa
7. Meningkatkan fungsi jaringan
8. Menjernihkan dan melenturkan kulit
9. Merangsang kesegaran mental
10. Membantu mempertahankan berat badan
11. Memberikan tidur nyenyak
12. Memberikan kesegaran jasmani

Prinsip Program Latihan Fisik / Olah Raga
1. Latihan fisik harus disenangi / diminati
2. Latihan fisik harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan (ada kelainan / penyakit atau tidak)
3. Latihan fisik sebaiknya bervariasi
4. Latihan fisik sebaiknya berlangsung lama / teratur dan berulang
5. Dosis latihan fisik :
a. Lama latihan minimum : 15 – 45 menit teratur
b. Frekuensi latihan : 3 – 4 x / minggu
c. Kekuatan latihan : 60 – 80 % DNmaks (denyut nadi maks)
dimana DNM = 220 – usia
6. Perlu latihan pemanasan dan pendinginan (bila sudah ada latihan tersebut dalam senam, boleh tidak dilakukan)
7. Sebelum latihan boleh minum (sebelum, selama dan setelah latihan)
8. Makan sebaiknya sudah selesai 2 jam sebelum latihan, agar tidak mengganggu pencernaan. Kalau latihan pagi hari tidak perlu makan terlebih dahulu
9. Latihan diawasi pelatih agar tidak terjadi cedera
10. Latihan dilakukan secara lambat, gerakan tidak boleh menyentak dan memutar (terutama untuk tulang belakang)
11. Pakaian yang dikenakan terbuat dari bahan ringan, tipis dan longgar
12. Waktu latihan sebaiknya pagi atau sore hari
13. Tempat latihan sebaiknya di luar atau di dalam rumah (dekan jendela / ventilasi cukup)
14. Landasan tempat latihan sebaiknya tidak terlalu keras dan dianjurkan berlatih di atas tanah atau rumput dan bukan diatas lantai yang keras (hal ini untuk mencegah terjadinya cedera kaki

Jenis Olah Raga / Latihan yang Baik Bagi Lansia
Beberapa contoh olah raga yang dapat dilakuykan oleh usia lanjut dalam memelihara kebugaran, antara lain :

1. Pekerjaan Rumah dan Berkebun
Kegiatan ini dapat memberikan suatu latihan yang dibutuhkan untuk menjaga kesegaran jasmani, tetapi harus dilakukan secara tepat, agar nafas sedikit lebih cepat, denyut jantung lebih cepat dan otot menjadi lelah. Akan tetapi perlu selalu dikontrol terhadap peningkatan denyut nadi jangan sampai melebihi batas maksimal.
2. Jalan Kaki
Berjalan baik untuk meregangkan otot – otot kaki dan bila jalannya makin lama makin cepat, akan bermanfaat bagi daya tahan tubuh. Bila anda memilih jenis ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara pukul 5 – 6, dikala udara masih bersih dan segar. Lokasi terbaik adalah daerah perkebunan atau pegunungan yang jauh dari asap kendaraan bermotor, pabrik yang menyebabkan polusi udara.
3. Berenang
Berenang akan melatih pergerakan seluruh tubuh. Latihan ini lebih baik lagi untuk orang – orang yang mengalami kelemahan otot atau kaku sendi, asalkan dilakukan secara teratur.
4. Lompat Tali
Melompat tali mempunyai beberapa keistimewaan (menggerakkan tali secara berirama menggerakkan tubuh bagian atas lebih banyak daripada lari perlahan

Sumber
Depkes RI. 2003. Pedoman Pembinaan Kesehatan Usia Lanjut bagi Petugas Kesehatan.
Depkes :Jakarta
Depkes RI. 2003. Pedoman Pengelolaan Kegiatan Kesehatan di Kelompok Lanjut Usia.
Depkes :Jakarta

Friday, October 30, 2009

OLAHRAGA BAGI USIA LANJUT

Apa Manfaat Olahraga Bagi Usia Lanjut?
 Memelihara kesehatan
 Mempercepat penyembuhan penyakit tertentu, misalnya kencing manis, darah tinggi, lemah jantung
 Memulihkan kesehatan

Bagaimana Cara Melakukannya?
 Lakukan latihan pemanasan, berupa gerakan senam seperti pada gambar A (terlampr di belakang) selama 5-10 menit. Setiap gerakan dilakukan satu persatu sebanyak 8 kali dan selama melakukan gerakan jangan menahan nafas
 Lakukan latihan peregangan selama 5 menit seperti gambar B (terlampir di belakang). Pada waktu peregangan, posisi tersebut harus ditahan selama 10 detik dan jangan menahan nafas
 Lakukan latihan inti selama 20 menit dengan memilih salah satu olahraga seperti jalan kaki, bersepeda, senam dan berenang
 Setelah selesai latihan inti, lakukan pendinginan dengan gerakan-gerakan pada gambar A selama 5-10 menit
 Terakhir lakukan peregangan selama 5 menit seperti pada gambar B
Apa Yang Perlu Diperhatikan Bagi Lansia?
 Periksakan diri ke petugas kesehatan untuk menentukan apakah boleh berolah raga dan sekaligus untuk menentukan jenis olahraga
 Bagi yang mengalami gangguan kesehatan, sebaiknya olahraga dilakukan di bawah pengawasan petugas kesehatan
 Lakukan olahraga pada saat kondisi tubuh siap, jangan memaksakan sesuatu gerakan dan sebaiknya setiap gerakan dilakukan secara bertahap
 Latihan olahraga sebaiknya dilakukan minimal 3 kali seminggu dalam waktu 20-60 menit dan setiap kali latihan denyut nadi maksimal mencapai 60-80% x denyut nadi maksimal
 Denyut nadi maksimal : 220 dikurangi umur

Monday, October 19, 2009

OLAHRAGA BAGI USIA LANJUT

Apa Manfaat Olahraga Bagi Usia Lanjut?
 Memelihara kesehatan
 Mempercepat penyembuhan penyakit tertentu, misalnya kencing manis, darah tinggi, lemah jantung
 Memulihkan kesehatan

Bagaimana Cara Melakukannya?
 Lakukan latihan pemanasan, berupa gerakan senam seperti pada gambar A (terlampr di belakang) selama 5-10 menit. Setiap gerakan dilakukan satu persatu sebanyak 8 kali dan selama melakukan gerakan jangan menahan nafas
 Lakukan latihan peregangan selama 5 menit seperti gambar B (terlampir di belakang). Pada waktu peregangan, posisi tersebut harus ditahan selama 10 detik dan jangan menahan nafas
 Lakukan latihan inti selama 20 menit dengan memilih salah satu olahraga seperti jalan kaki, bersepeda, senam dan berenang
 Setelah selesai latihan inti, lakukan pendinginan dengan gerakan-gerakan pada gambar A selama 5-10 menit
 Terakhir lakukan peregangan selama 5 menit seperti pada gambar B

Apa Yang Perlu Diperhatikan Bagi Lansia?
 Periksakan diri ke petugas kesehatan untuk menentukan apakah boleh berolah raga dan sekaligus untuk menentukan jenis olahraga
 Bagi yang mengalami gangguan kesehatan, sebaiknya olahraga dilakukan di bawah pengawasan petugas kesehatan
 Lakukan olahraga pada saat kondisi tubuh siap, jangan memaksakan sesuatu gerakan dan sebaiknya setiap gerakan dilakukan secara bertahap
 Latihan olahraga sebaiknya dilakukan minimal 3 kali seminggu dalam waktu 20-60 menit dan setiap kali latihan denyut nadi maksimal mencapai 60-80% x denyut nadi maksimal
 Denyut nadi maksimal : 220 dikurangi umur
dari Berbagai sumber


Tuesday, May 26, 2009

SAP Olahraga bagi lansia

Pokok Bahasan : Olahraga
Sub Pokok Bahasan : Olahraga bagi lansia
Sasaran : klien dan keluarga Tn. S
Waktu : 30 Menit ( 08.00 – 08.30 WIB)
Pertemuan Ke : 1
Tanggal : Mei 2005
Tempat : Rumah Keluarga Tn. S


I. Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu memahami pentingnya olahraga bagi lansia.

II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penjelasan selama 30 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Menyebutkan manfaat olahraga bagi lansia dengan benar tanpa melihat catatan/ leaf let
2. Menyebutkan prinsip olahraga bagi lansia dengan benar tanpa melihat catatan/ leaf let
3. Menyebutkan langkah-langkah olahraga bagi lansia dengan benar tanpa melihat catatan/ leaf let
4. Mendemonstrasikan langkah-langkah olahraga bagi lansia dengan benar tanpa melihat catatan/ leaflet

III. Pokok Materi
1. Manfaat Olahraga Bagi Lansia
2. Prinsip Olahraga Bagi Lansia
3. Langkah-langkah Olahraga Bagi Lansia



IV. Kegiatan Belajar Mengajar
- Metode : curah pendapat, ceramah, tanya jawab dan demonstrasi
- Langkah – langkah kegiatan :
A. Kegiatan Pra Pembelajaran
1. Mempersiapkan materi, media dan tempat
2. Kontrak waktu
B. Membuka Pembelajaran
1. Memberi salam
2. Perkenalan
3. Menjelaskan pokok bahasan
4. Menjelaskan tujuan
5. Apersepsi
C. Kegiatan inti
1. Penyuluh menyampaikan materi
2. Sasaran menyimak materi
3. Sasaran mengajukan pertanyaan
4. Penyuluh menjawab pertanyaan
5. Penyuluh menyimpulkan jawaban
D. Penutup
1. Evaluasi
2. Penyuluh dan sasaran menyimpulkan materi
3. Memberi salam

V. Media Dan Sumber
• Media : Leaflet
• Sumber :
- Buku


VI. Evaluasi
• Prosedur : Post test
• Jenis tes : Pertanyaan secara lisan
• Butir soal : 5 soal
1. Sebutkan manfaat olahraga bagi lansia !
2. Sebutkan prinsip olahraga bagi lansia !
3. Sebutkan langkah-langkah olahraga bagi lansia !
4. Demonstrasikan gerakan-gerakan olahraga bagi lansia !

VIII. Lampiran Materi dan Media


OLAHRAGA BAGI LANSIA

A. Manfaat
 Perbaikan dalam derajat kesehatan
 Kebugaran jasmani
 Kemandirian.

B. Prinsip
 Gerakannya bersifat dinamis (berubah-ubah)
 Bersifat progresif (bertahap meningkat)
 Adanya pemanasan dan pendinginan pada setiap latihan
 Lama latihan berlangsung 15-60 menit
 Frekuensi latihan perminggu minimal 3 kali dan optimal 5kali

C. Langkah-Langkah
1. Latihan kepala danleher
 Lihat keatap kemudian menunduk sampai dagu ke dada
 Putar kepala dengan melihat bahu sebelah kanan lalu sebelah kiri
 Miringkan kepala ke bahu sebelah kanan lalu kesebelah kiri.
2. Latihan bahu dan lengan
 Angkat kedua bahu ke atas mendekati telinga kemudian turunkan kembali perlahan-lahan
 Tepukan kedua telapak tangan dan renggangkan lengan kedepan lurus dengan bahu. Pertahankan bahu tetap lurus dan kedua tangan bertepuk kemudian angkat lengan keatas kepala.
 Satu tangan menyentuh bagian belakang dari leher kemudian raihlah punggung sejauh mungkin yang dapat dicapai. Bergantian tangan kanandan kiri.
 Letakan tangan di punggung kemudian coba meraih keatas sedapatnya.
3. Latihan tangan
 Letakan telapak tangan diatas meja. Lebarkan jari-jarinya dan tekan ke meja
 Baliklah telapak tangan. Tariklah ibu jari melintasi permukaan telapak tangan untuk menyentuh jari kelingking. Kemudian tarik kembali. Lanjutkan dengan menyentuh tiap-tiap jari dengan ibu jari dan kemudian setelah menyentuh tiap jari.
 Kepalkan tangan sekuatnya kemudian renggangkan jari-jari selurus mungkin.
4. Latihan punggung
 Dengan tangan disamping bengkokan badan kesatu sisi kemudian kesisi yang lain.
 Letakan tangan dipinggang dan tekan kedua kaki, putar tubuh dengan melihat bahu kekiri dan kekanan..
 Tepukan kedua tangan dibelakang dan regangkan kedua bahu ke belakang.
5. Latihan paha
 Latihan ini dapat dilakukan dengan berdiri tegak dan memegang sandaran kursi atau dengan posisi tiduran.
 Lipat satu lutut sampai pada dada dimana kaki yang lain tetap lurus, dan tahan beberapa waktu.
 Duduklah dengan kedua kaki lurus kedepan. Tekankan kedua lutut pada tempat tidur hingga bagian belakang lutut menyentuh tempat tidur.
 Pertahankan kaki lurus tanpa membengkokan lutut, kemudian tarik telapak kaki kearah kita dan regangkan kembali.
 Tekuk dan regangkan jari-jari kaki tanpa menggerakan lutut.
 Pertahankan lutut tetap lurus, putar telapak kaki kedalam sehingga permukaannya saling bertemu kemudian kembali lagi.
 Berdiri dengan kaki lurus dan berpegangan pada bagian belakang kursi. Angkat tumit tinggi-tinggi kemudian putarkan.
6. Latihan pernafasan
 Duduklah di kursi dengan punggung bersandar dan bahu relaks. Letakkan kedua telapak tangan pada tulang rusuk. Tarik nafas dalam-dalam maka terasa dada mengambang. Sekarang keluarkan nafas perlahan-lahan sedapatnya. Terasa tangan akan menutup kembali.
7. Latihan muka
 Kerutkan muka sedapatnya kemudian tarik alis keatas
 Tutup mata kuat-kuat, kemudian buka lebar-lebar
 Kembangkan pipi keluar sebisanya. Kemudian isap kedalam
 Tarik bibir kebelakang sedapatnya, kemudian ciutkan dan bersiul


Thursday, May 21, 2009

Sikap Lansia Tentang Senam Lansia

Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimilus atau objek (Notoatmojo 2003:124) manifestasi dari sikap tidakdapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku tertutup. Ada tiga komponen yang saling menunjang dalam pembentukan sikap usia lanjut terhadap kegiatan senam lansia yaitu: kognitif (C1 pengetahuan,C2 pemahaman,C3 Penerapan) afektif (C1 penerimaan, C2 pemberian respon, C3 penilaian) dan konatif (C1 persepsi, C2 Pengaturan).

Aspek kognitif adalah refresentasi dari apa yang dipercayai individu yang dipercayai individu yang memiliki sikap mengenai apa yang berlaku dan benar bagi objek sikap. (Azwar 1999:24) Aspek kognitif meliputi pengetahuan, pendidikan yang saling menunjang sikap individu terhadap objek faktor pengetahuan atau faktor kepercayaan usia lanjut. Terhadap kegiatan senam adalah apa saja yang dipercayai usia lanjut mengenai kegiatan senam lanjut usia meliputi tujuan, manfaat dan frekuensi melakukan senam lansia. Aspek afektif adalah perasaan andividu terhadap objek sikap yang menyangkut masalah emosional.(Azwar 1999:26) Aspek afektif lanjut usia terhadap kegiatan senam lanjut usia merupakan perasaan yang dimiliki usia lanjut terhadap kegiatan senam yang meliputi, merasa pentingnya mengikuti kegiatan senam lansia, perasaan-perasaan malu mengikuti kegiatan senam lansia, perasaan senang tidak senang mengikuti kegiatan senam lansia, perasaan malu mengikuti kegiatan senam lansia karena sudah tua.

Aspek kecenderungan dalam bertindak atau aspek konatif merupakan kecenderungan berprilaku tertentu sesuai sikap yang dimiliki oleh seseorang untuk bereaksi terhadap sesuatu dengan cara-cara tertentu.(Azwar 1999:24) Aspek kecenderungan lanjut usia dalam bertindak terhadap kegiatan senam lansia menunjukan bagaimana perilaku atau kecenderungan perilaku yang ada dalam diri usia lanjut tersebut untuk berpartisipasi dalam kegiatan senam lansia. Interaksi dari kegiatan ketiga faktor sikap diatas akan selaras dan konsisten sehingga membentuk sikap yang utuh (total attitude).


Pengetahuan merupakan pedoman penting untuk terbentuknya tindakan seseorang, apabila perilaku tersebut didasari pengetahuan, kesadaran dan sikap positif, maka perilaku tersebut bersifat langgeng, maka dari itu pengetahuan saja tidak cukup tetapi diperlukan sikap lanjut usia yang mendukung dari kegiatan senam lanjut usia.

Sikap lanjut usia perempuan dan lanjut usia laki-laki terhadap kegiatan senam lansia dapat berupa sikap positif yaitu mendukung (favorable) dan sikap negatif yaitu tidak mendukung (unfavorable) dan ada tiga faktor yang menunjang untuk membentuk sikap yaitu : Kognitif, konatif dan afektif yang merupakan predisposisi terhadap tindakan dan perilaku seseorang.

Tentang Senam Lansia

a) Pengertian Senam
Senam adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang dilakukan secara tersendiri atau berkelompok dengan maksud meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut (Santosa, 1994).
Lansia seseorang individu laki-laki maupun perempuan yang berumur antara 60-69 tahun. (Nugroho 1999:20)
Jadi senam lansia adalah serangkaian gerak nada yang teratur dan terarah serta terencana yang diikuti oleh orang lanjut usia yang dilakukan dengan maksud meningkatkan kemamp meningkatkan kemampuan fungsional raga untuk mencapai tujuan tersebut.
b) Manfaat Olahraga Bagi Lansia
Manfaat dari olahraga bagi lanjut usia menurut Nugroho (1999; 157) antara lain :
1) Memperlancar proses degenerasi karena perubahan usia
2) Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (adaptasi)
3) Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap bertambahnya tuntutan, misalya sakit.Sebagai Rehabilitas
Pada lanjut usia terjadi penurunan masa otot serta kekuatannya, laju denyut jantung maksimal, tolerasnsi latihan, kapasitas aerobik dan terjadinya peningkatan lemak tubuh. Dengan melakukan olahraga seperti senam lansia dapat mencegah atau melambatkan kehilangan fungsional tersebut. Bahkan dari berbagai penelitian menunjukan bahwa latihan/olah raga seperti senam lansia dapatmengeliminasi berbagai resiko penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit arteri koroner dan kecelakaan. (Darmojo 1999;81)

c) Komponen aktivitas dan kebugaran
Menurut Darmojo (1999:74) komponen aktivitas dan kebugaran terdiri dari:
1) Self Efficacy (keberdayagunaan-mandiri) adalah istilah untuk menggambarkan rasa percaya atas keamanan dalam melakukan aktivitas. Hal ini sangat berhubungan dengan ketidaktergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan keberdayagunaan mandiri ini seorang usia lanjut mempunyai keberanian dalam melakukan aktivitas.
2) Latihan Pertahanan (resistence training) keuntungan fungsional atas latihan pertahanan berhubungan dengan hasil yang didapat atas jenis latihan yang bertahan, antara lain mengenai kecepatan bergerak sendi, luas lingkup gerak sendi (range of motion) dan jenis kekuatan. Yang dihasilkan pada penelitian-penelitian dipanti jompo didapatkan bahwa latihan pertahanan yang intensif akan meningkatkan kecepatan gart (langkah) sekitar 20% da kekuatan untuk menaiki tangga sebesar 23-38%
3) Daya Tahan (endurance) daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif cukup lama. Pada lansia latihan daya tahan /kebugaran yang cukup keras akan meningkatkan kekuatan yang didapat dari latihan bertahan. Hasil akibat latihan kebugaran tersebut bersifat khas untuk latihan yang dijalankan (training specifik), sehingga latihan kebugaran akan meningkatkan kekuatan berjalan lebih dengan latihan bertahan.
4) Kelenturan (flexibility) pembatasan atas lingkup gerak sendi, banyak terjadi pada lanjut usia yang sering berakibat kekuatan otot dan tendon. Oleh karena itu latihan kelenturan sendi merupakan komponen penting dari latihan atau olah raga bagi lanjut usia.
5) Keseimbangan-keseimbangan merupakan penyebab utama yang sering mengakibatkan lansia sering jatuh. Keseimbangan merupakan tanggapan motork yang dihasikan oleh berbagai faktor, diantaranya input sesorik dan kekuatan otot. Penurunan keseimbangan pada lanjut usia bukan hanya sebagai akibat menurunya kekuatan otot atau penyakit yang diderita. Penurunan keseimbangan bisa diperbaiki dengan berbagai latihan keseimbangan. Latihan yang meliputi komponen keseimbangan akan menurukan insiden jatuh pada lansia.


Konsep Lanjut Usia

Pengertian usia lanjut adalah mereka yang telah berusia 60 tahun atau lebih. Belum ada kesepakatan tentang batasan umur lanjut usia disebabkan terlalu banyak pendapat tentang batasan umur lanjut usia. Dibawah ini dikemukakan batasan umur lansia (Nugroho 1999:19).
a) Menurut Organisasi Kesehatan Dunia
Lanjut usia meliputi :
1) Usia pertengahan (middle age) adalah kelompok usia 45 – 59 tahun
2) Lanjut Usia (elderly) = antara 60 dan 74 tahun
3) Lanjut Usia Tua (old) = antara 75 dan 90 tahun
4) Usia sangat tua (very old) = diatas 90 tahun
Saat ini yang berlaku Undang-Undang No.13/th. 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia yang berbunyi sebagai berikut : BAB I pasal 1 ayat 2 yang berbunyi “ Lanjut Usia adalah seseorang yang mencapai usia 60 (enam puluh) tahun keatas.
Dalam penelitian ini batasan umur untuk menentukan lanjut usia, yaitu seseorang individu laki-laki maupun perempuan yang berumur antara 60-69 tahun. (Nugroho 1999:20)