Metodologi Perencanaan E-Business
Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba
Uji normalitas data dalam penelitian
Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:
Tilawatil Quran KH. Muammar ZA
ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.
Contoh Khutbah Bahasa Sunda
Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan
Ciri-ciri Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.
Monday, July 15, 2013
Hasil – Hasil Penelitian Yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita
Sunday, June 6, 2010
Menu Makanan Untuk Bayi 9 Bulan +
Makanan. Suatu saat antara bulan kesembilan dan keduabelas, bayi-bayi yang masih menyusui mungkin mulai kehilangan minat untuk itu, dan ini adalah waktu yang tepat untuk mengangkat mereka dari rasa bosan. Pada beberapa kasus, penyapihan secara psikologis mungkin sebenarnya lebih sulit untuk ibu, yang menyadari peningkatan kebebasan bayinya. Bayi-bayi yang sudah makan makanan padat mungkin kini siap menerima daging dan jus buah.
Kemajuan fisik. Pada tahap ini, banyak bayi bisa duduk sendiri dan mencapai posisi berdiri dengan sedikit usaha. Dengan munculnya kemampuan baru ini, mungkin hadir pula pemahaman dan mungkin ketakutan akan ketinggian. Namun, anak-anak biasanya merasakan kegembiraan dalam usaha untuk berdiri, dan bisa jadi akan berkeras untuk berdiri pada waktu makan dan dipakaikan baju. Bayi yang amat aktif mungkin telah merangkak dan belajar memanjat tangga. Turun tangga jauh lebih menakutkan daripada naik, dan bayi mungkin terhenti beberapa langkah ke atas. Memasang karpet tangga adalah ide yang baik; memasang pagar di atas dan di bawah tangga adalah penting. Dengan kemampuan untuk duduk dan membungkuk ke depan dengan tangan bebas, seorang bayi 9 bulan memiliki kebebasan penuh untuk menjelajahi seluruh tubuh dan menemukan kesenangan dalam latihan ini.
Kecemasan saat dipisahkan. Suatu waktu pada usia ini, hampir setiap bayi mulai menangis saat dipisahkan dari orang tua, dan mungkin terus menempel dengan putus asa atau menangis dengan memilukan bila akan dipisahkan. Orang asing merupakan hal yang menakutkan dan tidak bisa dipercaya bagi bayi, terutama jika mereka memandangnya. Sebelum "cobaan" seperti kunjungan ke relasi, barangkali membantu untuk memperingatkan tuan rumah dan berbicara dengan si anak serta merangkulnya erat-erat selama kunjungan tersebut.
Gigi. Kadangkala bayi tidak menumbuhkan gigi sampai hampir akhir tahun pertama atau bahkan sesudahnya. Namun, masalah-masalah yang menyebabkan gigi tak sehat sebenarnya seringkali berasal dari bulan-bulan awal atau bahkan sebelum kelahiran. Membiarkan bayi tidur dengan botol susu dapat menimbulkan kerusakan gigi, yang disebabkan interaksi antara bakteri di mulut dan gula pada susu atau jus. Kontak terlalu lama dengan gula akan mendorong pembentukan plak, yang akan menyebabkan kerusakan gigi.
Walau gigi pertama hanya "gigi susu", yang diharapkan tanggal pada umur 6 atau 7 tahun, kondisi gigi susu tersebut menyiapkan suatu tahap untuk gigi tetap. Bila gigi ini tanggal dini akibat kerusakan, gigi permanen bisa salah tumbuh dan, selain tidak menarik untuk dilihat, mungkin tidak berfungsi dengan baik. Juga, gigi yang rusak pada usia berapapun seringkali terasa sakit dan bisa mengganggu nutrisi yang normal.
Pada usia dini, dot atau tidak menggunakan apapun lebih baik daripada botol susu untuk menenangkan atau menidurkan bayi. Bila bayi biasa mendapat botol pada waktu tidur, cobalah mengisinya dengan air. Paling tidak, ambil botol ketika bayi sudah tidur.
Fluoride adalah cara yang murah dan efektif untuk mencegah kerusakan gigi. Bahan ini paling mudah dimasukkan dalam air minum. Bayi-bayi menyusui seharusnya menerima suplemen fluoride.
(sumber : satumed.com)
dan satu lagi sumbernya
Panduan Pemberian Makanan Bayi (3)
9 –12 Bulan
LEBIH BANYAK VARIASI
Bayi Anda mulai mendekai masa batita. Ia sangat aktif dan cenderung sulit
untuk berhenti bergerak. Semakin mendekati ulang tahun pertamanya,
makanannya semakin bervariasi dan bertekstur kasar. Frekuensi makan juga
bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali dengan 1-2 kali makanan selingan.
Walaupun dia sudah mulai kehilangan minat pada payudara atau botol,
lanjutkan pemberian ASI kapanpun bayi memintanya karena ASI tetap menjadi
dasar utama dari kebutuhan nutrisinya selama masa pertumbuhan yang pesat
ini.
Tetap perkenalkan jenis-jenis makanan baru untuk memperluas variasi makanan
dan nutrisi yang dikonsumsinya.
Usia: 9 - 12 bulan
Perkembangan kemampuan makan:
• Sama seperti usia 6-8 bulan DITAMBAH
• Lebih mudah menelan makanan.
• Memiliki lebih banyak gigi.
• Mampu mengambil makanan dan obyek lainnya dengan jempol dan telunjuk/jari
tengah
• Memasukkan apapun dalam mulutnya.
• Menggerakkan rahang dalam gerakan mengunyah.
• Mengeksplorasi lingkungan sekitarnya melalui rasa, bau, suara dan
penglihatan.
• Mulai siap untuk disapih menggunakan botol atau cangkir.
Apa yang diberikan:
• ASI/ ASI perahan atau susu formula DITAMBAH
• Beras/sereal (jenis apa saja)
• SAYURAN: buncis, kcg kapri, kcg panjang, labu
• BUAH: nanas, kiwi, mangga, melon
• PROTEIN: dg sapi, dg ayam, ati, kuning telur.
• PRODUK SUSU OLAHAN: keju cheddar dan yogurt untuk bayi.
• Finger food: potongan buah, biskuit bayi.
• Jus buah yang tidak asam
Yang Belum Boleh Diberikan:
• IKAN & KERANG
• SUSU SAPI
Jenis:
· 3-4 bahan dasar (sajikan terpisah atau dicampur)
· Tekstur kasar dan Finger Foods
· Dimasak (kecuali alpukat dan pisang matang)
Frekuensy:
· Makan utama: 2-3 kali per hari
· Cemilan: 2 kali per hari
· ASI sekehendak.
Porsi:
· Yogurt 50 ml, keju ukuran 1 kartu domino.
· ¼ - ½ cangkir beras/cereal
· ¼ - ½ cangkir buah
· ¼ - ½ cangkir sayuran
· 1/8 - ¼ cangkir sumber protein.
· 50 ml jus buah
Tips Pemberian Makanan:
Pada usia ini, bayi Anda menjadi petualang sejati – merangkak, merambat dan
mungkin sudah mulai berjalan. Dalam hal pemberian makan, penting sekali
untuk diketahui orang tua bahwa orang tua harus memberikan contoh pola makan
yang sehat serta memberikan makanan yang sehat untuk memastikan anak
mempunyai pola makan sehat sepanjang masa.
· Perkenalkan makanan baru satu demi satu. Jadi untuk satu jenis makanan
beri waktu 2-4 hari.
Misalnya hari Senin selain memberikan makanan yang sudah pernah diterimanya
kita perkenalkan kuning telur, pemberian kuning telur ini dilanjutkan sampai
dengan Kamis.
Kenapa hal ini harus dilakukan? Untuk mempermudah deteksi alergi satu bahan
makanan.
Bayangkan kalau kita memberi bayi kita 2 jenis makanan baru sekaligus
(kuning telur dan keju misalnya) dan ternyata bayi kita mengalami reaksi
alergi (gatal-gatal, batuk, beringus, sesak napas, dll), kita akan sulit
mengetahui apakah bayi kita alergi terhadap kuning telur atau keju?
· Karena bayi sudah mulai mengunyah:
- Tingkatkan tekstur makanan. Anda bisa menghaluskan makanan dengan garpu
atau mencincangnya, sehingga bayi akan dirangsang untuk mengunyah.
· Karena kemampuan bayi untuk memegang lebih berkembang:
- Perkenalkan finger foods seperti sayuran kukus atau buah yang lembek yang
dipotong-potong seukuran 1 suapan bayi (wortel, kentang, mangga, pepaya).
- Walaupun Anda tetap menyuapinya, berikan bayi Anda sendok makan saat
waktu makan dan biarkan dia untuk menyuapkan makanan sendiri. Hal ini juga
mencegahnya untuk merampas sendok yang Anda pegang. Ia mungkin mengalami
kesulitan atau kegagalan dalam menyuapi sendiri makanannya setidkanya sampai
usia 1 tahun, namun latihan ini sangat baik untuk membangun kepercayaan
dirinya. Mashed potato dan saus apel adalah makanan yang tepat untuk proses
belajar ini. Anda bisa bergantian menyuapinya selagi dia mencoba untuk
menyuapkan makanannya sendiri.
· Jangan berikan susu sapi (segar/UHT/bubuk) sampai anak usia 1 tahun.
Susu sapi bukanlah pengganti ASI yang tepat. Tunda pemberian susu sapi
sampai bayi berusia 1 tahun.
· Ajak anak makan bersama keluarga.
Ajak anak duduk bersama keluarga saat waktu makan, baik bertepatan saat
waktu makannya atau untuk menikmati saat-saat bercengkerama dengan keluarga.
Berikan sedikit air/ASI/jus buah dalam training cup, atau peralatan makan
untuk menyibukkan diri, atau cemilan sehat.
· Sedikit berantakan tidak apa-apa.
Mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru saat waktu makan akan membuat
keadaan sedikit berantakan. Hal ini wajar karena anak sedang berada dalam
tahap belajar. Agar Anda tidak kewalahan dan frustasi, tempatkan kursi
makannya di atas alas lantai yang terbuat dari plastik, pastikan lap atau
pel berada dalam jangkauan. Acara makan akan lebih efektif jika dilakukan
saat anak sedang lapar sehingga dia akan tertarik untuk makan, bukannya
bermain-main.
· Berikan makanan yang bervariasi.
- Dengan memberikan variasi rasa, bentuk, warna dan tekstur, maka anak
Anda akan mendapatkan kandungan nutrisi yang dibutuhkannya, serta membentuk
pola makan yang sehat dan tidak memilih-milih makanan. Jangan biarkan selera
kita (terutama apa yang tidak kita suka) mempengaruhi pemilihan makanan
untuk bayi Anda.
- Coba sajikan jenis makanan secara terpisah, jangan dicampur-campur,
gunakan piring yang terkotak-kotak, sehingga anak bisa mengeksplorasi rasa
dan tekstur dari setiap jenis makanan yang disajikan.
· Waspadai bahaya tersedak makanan
Beberapa jenis makanan mempunyai bentuk, ukuran atau tekstur yang bisa
nyangkut di kerongkongan anak dan menyebabkan anak tersedak. Hindari
pemberian makanan yang licin, atau berbentuk bulat utuh seperti anggur dan
permen. Jenis makanan lain yang harus dihindari adalah kacang, selai kacang,
potongan sayuran mentah, hotdog, potongan daging dan popcorn.
· Minum dari cangkir
- Jenis cangkir yang digunakan bervariasi. Pada umumnya, saat anak
belajar minum, cangkir yang digunakan harus ringan, dan tanpa pegangan atau
bagian yang menonjol. Bagian yang menonjol seperti di training cup pada
umumnya sebaiknnya dihindari karena anak harus belajar memindahkan cairan
dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya.
Nda'e Nish
http://nanangguliya.multiply.com
Tuesday, March 30, 2010
DEFINISI & CONTOH MAKANAN BERGIZI
Makanan yang di dalamnya mengandung zat yang dibutuhkan oleh tubuh
#Contoh Makanan Bergizi
a. Makanan yang mangandung sumber tenaga:
- Nasi, - Ubi-ubian,
- Mie, - Jagung,
- Sagu, - Roti,
- Kentang,
b. Makanan yang mengandung sumber pembangun:
- Tempe, - Tahu
- Telor, - Hati
- Daging sapi - Kacang
- Ikan asin - Ayam
- Lele - Udang
- Susu
c. Makanan yang mengandung sumber pengatur:
- Sayur-sayuran:
• Bayam.
• Kangkung.
• Sawi.
• Daun singkong.
• Daun ubi jalar.
• Kacang panjang, dll.
- Buah-buahan:
• Jeruk.
• Mangga.
• Nanas.
• Nangka.
• Pepaya.
• Anggur.
• Sirsak.
• Apel.
• Strawberry.
• Melon, dll.
Sumber: Catatan Kuliah
Wednesday, March 24, 2010
Akibat yang di timbulkan dari gizi buruk
# Perkembangan mental dan otak menjadi terhambat
# Kekurangan gizi pada masa emas/ golden periode (0-3 thn)
# Otot tidak akan berkembang sebagaiman anak yang sehat
# penderita kekurangan gizi sering disertai juga penyakit infeksi.
(Irianto Kus.2004. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia )
Tuesday, March 23, 2010
Definisi/Pengertian Food Hygiene dan Food Sanitation
Food Hygiene menyangkut 2 persoalan pokok :
A. Kualitas makanan : segala sesuatu yang ada hubungannya langsung dengan nilai / mutu makanan. Antara lain : tidak busuk, tidak beracun, memiliki nilai gizi yang baik dan tidak membahayakan bagi kesehatan.
B. Kuantitas makanan : adalah jumlah makanan yang cukup bagi manusia untuk kelangsungan hidupnya. Kuantitas meliputi porsi / volume makanan dan jumlah energi yang terkandung di dalam makanan itu sendiri.
Food Sanitation adalah suatu pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya terhadap kesehatan lingkungan dimana makanan dan minuman berada ( Food and Beverage environment ).
Jadi Food Sanitation menekankan pada faktor lingkungannya seperti peralatan pengolahan, tempat pengolahan, penyajian makanan, dll.
Sunday, October 4, 2009
Tentang Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK), Tujuan & Sasaran
( Depkes RI. 1993: 2)
Pengertian lain mengenai UPGK adalah:
a. Merupakan usaha keluarga sendiri untuk memperbaiki keadaan gizi seluruh anggota keluarga,
b. Dilaksanakan oleh keluarga dan masyarakat dengan kader sebagai penggerak masyarakat dan petugas berbagai sektor sebagai motivator, pembimbing dan pembina,
c. Merupakan bagian dari kehidupan keluarga sehari-hari dan juga merupakan bagian integral dari pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,
d. Secara operasional adalah rangkaian kegiatan yang saling mendukung untuk melaksanakan alih teknologi sederhana kepada keluarga dan masyarakat.
3. Tujuan UPGK
a. Tujuan Umum: Mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung perbaikan gizi anak balita dan keluarga melalui peningkatan pengertian, partisipasi dan pemerataan hasil kegiatan untuk mencapai keluarga sadar gizi menuju terjadinya manusia berkualitas.
b. Tujuan Khusus
1) Partisipasi dan pemerataan kegiatan:
a) Semua anggota masyarakat ikut serta aktif dalam penyelenggaraan kegiatan. Penanggungjawab kegiatan adalah anggota masyarakat setempat yang telah mendapat latihan.
b) Pada daerah UPGK, kegiatan meluas ke semua RW
c) Pada setiap RW, semua balita (anak dibawah 5 tahun), ibu hamil dan ibu menyusui tercakup dalam kegiatan.
2) Perubahan tingkah laku yang mendukung tercapainya perbaikan gizi.
a) Semua balita ditimbang setiap bulan, dan hasil timbangannya dicatat di KMS
b) Semua bayi disusui ibunya sampai usia 2 tahun atau lebih dan mendapat makanan lain yang sesuai dengan kebutuhannya
c) Semua anak yang berumur 1-4 tahun mendapat 1 kapsul vitamin A dosis tinggi setiap 6 bulan
d) Semua anak yang mencret segera diberi minum larutan gula garam atau larutan oralit
4. Sasaran UPGK
Secara garis besar sasaran UPGK dapat dikelompokkan menjadi :
a. Sasaran Langsung:
Sasaran langsung adalah perorangan atau keluarga yang bersedia melakukan sesuatu terhadap dirinya sendiri dalam rangka mewujudkan keluarga sadar gizi. Sasaran ini pada garis besarnya dapat disegmentasikan menjadi:
a) Keluarga Balita (Ibu, bapak, anggota keluarga yng ditugasi mengasuh anak)
b) Ibu muda
c) Ibu Hamil
d) Ibu menyusui
e) Masyarakat umum
b. Sasaran tidak langsung:
Yang dimaksud dengan sasaran tidak langsung adalah perorangan atau institusi yang diharapkan dapat membantu secara aktif baik sebagai pengajar (motivator), maupun sebagai penyedia jasa kelompok UPGK dalam rangka melembagakan dan memberdayakan keluarga sadar gizi. Sasaran ini antara lain terdiri dari:
a) Kelompok yang mempunyai pengaruh dan menentukan dalam proses pengambilan keputusan misalnya : pemuka masyarakat baik formal maupun informal (pemuka agama, kepala adat, dan lain-lain )
b) Kelompok / institusi masyarakat di tingkat desa, KPD, KWT, PKK, Pramuka, Karang Taruna, LSM, LKMD, Lembaga Agama, Kader dan lain sebagainya.
c) Kelompok Petugas KIE dari sektor-sektor yang terkait dalam berbagai tingkat daerah, meliputi:
(1) Sektor kesehatan (Petugas Rumah Sakit, Petugas Puskesmas dan lain-lain)
(2) Sektor Keagamaan (Petugas KUA, motifator UPGK jalur agama, penyuluh agama, guru agama)
(3) Sektor Pertanian
(4) Sektor BKKBN
(5) Sektor Pendidikan
DAFTAR PUSTAKA
Alimul Hidayat, Azis. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Madika
Arikunto, S. 2002. Metode Penelitian. Jakarta : Rhineka Cipta
Dep. Kes RI 1979. Buku Pedoman Petugas Lapangan UPGK. Jakarta : Dep. Kes RI
Dep. Kes RI 1993. Pedoman KIE-UPGK. Jakarta : Dep. Kes RI
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1989. Jakarta : PT. Gramedia
Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rhineka Cipta
Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rhineka Cipta
Nursalam, 2002. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Soediaoetama, Achmad Djaeni. Prof Dr. 2000. Ilmu Gizi. Jakarta Timur: Dian Rakyat
http://www.gizi.net/kebijakan-gizi/download/Panzi-Final.doc, diakses 28 Februari 2008
http://groups.yahoo.com/group/sarikata/, diakses tanggal 4 Maret 2008
http://docs.yahoo.com/info/terms/, diakses tanggal 4 Maret 2008
Wednesday, September 16, 2009
Makanan/nutrisi yang dianjurkan untuk penyembuhan luka
Dalam keadaan luka, maka jaringan tubuh terganggu keutuhannya dan memerlukan nutrisi yang cukup untuk bisa memperbaiki jaringan- jaringan yang rusak tersebut
# Protein terbagi menjadi , nabati dan hewani. Contoh nabati yaitu tempe, tahu, kacang-kacangan dll. Contoh protein hewani, hati, telur, ayam, udang dll.
jeruk, jambu, daun papaya, bayam, tomat, daun singkong dll
Friday, August 14, 2009
Semua hal tentang Kabohidrat
- Gula tidak mengandung gizi kecuali zat tenaga. Sedangkan pada lansia konsumsi zat zat gizi lain seperti vitamin, protein dan mineral diutamakan untuk mencegah proses penurunan fungsi tubuh.
- Gula cepat diserap (absorpsi) sehingga mengakibatkan perubahan kadar gula darah dan memungkinkan terjadinya obesitas (kegemukan) dan diabetes.
Makanan yang boleh: Beras, kentang, singkong, terigu, gula yang diolah tanpa garam seperti macaroni, mie, biscuit dll.
Makanan yang tidak boleh: Roti, biscuit dan kue yang dimasak dengan garam dapur.
Nah itu dia karbohidrat, makanan yang selalu setia menemani kita setiap hari, tapi anda harus hati-hati loh, kalo dikonsumsi secara berlebih, bisa berbahaya juga...jadi hati-hati dan intinya balance kan makanan anda dengan sayuran dan buah...he2x... siip ..sehat terus yah...semuanya








