Metodologi Perencanaan E-Business
Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba
Uji normalitas data dalam penelitian
Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:
Tilawatil Quran KH. Muammar ZA
ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.
Contoh Khutbah Bahasa Sunda
Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan
Ciri-ciri Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.
Sunday, April 18, 2010
Pengertian Suami
Wednesday, March 24, 2010
Definisi/Pengertian Pengarahan Diri
Sepuluh unsur struktur pembentukan percakapan menurut Richard (1982)
Menurut Richard (1982) ada sepuluh unsur struktur pembentukan percakapan :
1. kerjasama partisipan
2. tindak tutur
3. penggalan pasangan percakapan
4. pembukaan dan penutupan percakapan
5. kesempatan berbicara
6. sifat rangkaian tuturan
7. keberlangsungan percakapan
8. topik percakapan
9. tata bahasa percakapan
10. analisis alih kode
Tuesday, March 23, 2010
Definisi/Pengertian Sehat Menurut WHO
Suatu keadaan sehat jasmani, rohani dan sosial yang merupakan aspek positif dan tidak hanya bebas dari penyakit serta kecacatan yang merupakan aspek negatif.PEMBANGUNAN KESEHATAN
Bagian dari pembangunan nasional yang merupakan upaya seluruh potensi bangsa baik masyarakat, swasta maupun pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi – tingginya.
Monday, March 22, 2010
Seputar Health Belief Model
HBM merupakan model kognitif, khususnya proses kognitif dipengaruhi informasi dari lingkungan.
Menurut HBM, seseorang akan melakukan tindakan pencegahan tergantung secara langsung pada hasil dari dua keyakinan/penilaian kesehatan (health beliefs) :
Ancaman yg dirasakan dari sakit atau luka (perceived threat of injury or illness)
Pertimbangan tentang keuntungan & kerugian ( benefits and costs)
==> Ancaman yg dirasakan dari sakit atau luka
Penilaian ttg ancaman yg dirasakan ini berdasarkan :
Ketidak-kekebalan yg dirasakan (perceived vulnerability) kemungkinan bahwa orang-orang dpt mengembangkan masalah kesehatan menurut kondisi mereka.
Keseriusan yg dirasakan (perceived severity) orang-orang mengevaluasi seberapa jauh keseriusan penyakit tsb bila mereka mengembangkan masalah kesehatan mereka atau membiarkan penyakitnya tidak ditangani.
Sumber : Catatan Kuliah
Definisi Komunikasi Terapeutik
Teknik komunikasi terapeutik merupakan cara untuk membina hubungan yang terapeutik dimana terjadi penyampaian informasi dan pertukaran perasaan dan pikiran dengan maksud untuk mempengaruhi orang lain (Stuart & sundeen,1995).
Sunday, March 21, 2010
Definisi Promosi Kesehatan
Promosi kesehatan adalah upaya perubahan atau perbaikan perilaku dibidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhui lingkungan atau hal- hal lain yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan.
Promosi kesehatan meliputi pendidikan atau penyuluhan kesehatan , ini merupakan bagian penting dari promkes.Promosi kesehatan juga berarti upaya yang bersifat primotif (peningkatan), kuratif (pengobatan), dan rehabilitatif (pemulihan) dalam rangkaian upaya kesehatan yang komprehensif.
Kalau ada yang tau sumber bukunya, kasih komen yah,, nanti tak cantumin disini..coz ane ga tau..karena cuman catatan kecil
Friday, January 15, 2010
Pengertian Remaja akhir ( 19 – 22 tahun )
Wednesday, January 13, 2010
Tuli akibat bising
Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh bising timbul setelah bertahun – tahun paparan. Kecepatan kemunduran tergantung pada tingkat bising, komponen impulsif dan lamanya paparan serta kepekaan individual. Beberapa kondisi patologis juga ikut berperan seperti intoksikasi, trauma, usia 55 tahun keatas dan presbiakusis.
Faktor lain yang mempermudah seseorang menjadi tuli akibat terpapar bising antara lain intensitas bising yang lebih tinggi, berfrekuensi tinggi, lebih lama terpapar bising dan mendapat pengobatan yang bersifat racun terhadap telinga (obat ototoksik) seperti streptomisin, kanamisin, kina, asetosal dan lain – lain.
Tingkat kebisingan yang dikatakan potensi berbahaya bagi karyawan industri terutama di perbengkelan adalah lebih dari 85 dBA dengan waktu penajaman lebih dari 8 jam per hari. Hal ini sesuai ketentuan dalam nilai ambang batas faktor-faktor kondisi lingkungan kerja yang menyebutkan bahwa NAB diperbengkelan maksimal 85 dBA/8 jam per hari (Kepmenaker No. 51/Men/1999).
Pengertian Hearing loss (menurut Efiaty)
Sunday, November 8, 2009
MANFAAT UTAMA EPIDEMIOLOGI DESKRIPTIF
Epidemiologi deskriptif mempelajari penyebaran penyakit menurut orang (person), tempat (place), dan waktu (time).
Pertama, memberikan masukan untuk perencanaan dan alokasi sumber daya kesehatan tentang penyebaran dan kecenderungan penyakit di suatu populasi tertentu.
Kedua, memberikan petunjuk awal untuk perumusan hipotesis bahwa suatu paparan adalah faktor risiko penyakit.
dapat digunakan untuk membuktikan hubungan kausal.
Jangan berpikiran sempit (narrow-minded) dengan memandang sebelah mata studi deskriptif.
Kesimpulan kausal tidak bisa dimapankan dengan sebuah atau dua buah eksperimen random terkontrol yang disebut RCT (randomized controlled trial), atau studi kohor, atau studi kasus kontrol.
Wednesday, October 21, 2009
Tugas-Tugas Perawat Kesehatan di Perusahaan
2. Memelihara fasilitas kesehatan perusahaan
3. Membantu dokter dalam pemeriksaan kesehatan pekerja
4. Membantu dalam penilaian keadaan kesehatan pekerja
5. Merencanakan dan melaksanakan kunjungan rumah dan perawatan di rumah kepada pekerja dan keluarga pekerja yang mempunyai masalah
6. Ikut menyelenggarakan pendidikan higiene perusahaan dan kesehatan kerja terhadap pekerja
7. Turut ambil bagian dalam usaha keselamatan kerja
8. Pendidikan kesehatan mengenai keluarga berencana terhadap pekerja dan keluarga pekerja
9. Membantu usaha penyelidikan kesehatan kerja
10. Mengkoordinasi dan mengawasi pelaksanaan hiperkes
(dari sebuah sumber buku, forget,he2x)
GEJALA DINI PENDERITA YANG MENYALAHGUNAKAN NAPZA
- Kesehatan fisik menurun
- Badan kurus, lemah dan malas
- Nafsu makan menurun
- Suhu badan tidak teratur
- Pernapasan lambat dan dangkal
- Pupil mata mengecil
- Tekanan darah menurun
- Kejang otot
- Kesadaran makin lama makin menurun
- Warna kulit biru
2. Tanda-tanda di rumah
- Berubah pola tidur
- Berubah emosi
- Bohong
- Bokek
- Berubah sikap dan perilaku
- Ditemukan obat-obatan, kertas timah, jarum suntik, korek api di kamar atau di dalam tas
3. Tanda-tanda di sekolah
- Bodoh
- Bolos
- Bandel
- Berubah perilaku
- Beser
CIRI REMAJA BERPOTENSI PENYALAHGUNAAN
Malas
Melamun
Merokok
Minder
Mental terganggu
Mogok makan
Sunday, August 9, 2009
Tugas Pembuatan Leaflet Tentang Sampah dan Jenisnya
Berdasarkan karakteristiknya sampah digolongkan menjadi :
1. Sampah basah atau sisa makanan
Biasanya dihasilkan pada tempat pemukiman , rumah makan atau warung, rumah sakit, pasar dsb.
2. Sampah kering
Terdiri dari sampah yang dapat terbakar atau tidak dapat terbakar seperti kertas, karet, kayu, daun-daun kering, plastik, kaca, kaleng dll.
3. Abu
Benda dari hasil pembakaran kayu, arang dan benda lain yang terbakar.
4. Sampah jalan
Sampah yang berasal dari jalan, biasanya berupa sampah daun-daun dan pembungkus.
5. Bangkai binatang
6. Rongsokan kendaraan
7. Sampah industri (sangat padat sebagai hasil buangan industri)
Sumber sampah diklasifikasikan dalam beberapa kategori sebagai berikut :
1. Pemukiman penduduk
2. Tempat-tempat umum dan tempat-tempat perdagangan
3. Sarana pelayanan masyarakat milik pemerintah
4. Industri
5. Pertanian
Akibat yang Ditimbulkan :
1. Kotor dan bau busuk
2. Bahaya kebakaran
3. Kecelakaan dan luka
4. Saluran air tersumbat berakibat banjir
5. Dapat menjadi tempat berkembang biaknya binatang penular penular penyakit ( lalat, kecoa, nyamuk, tikus).
Manfaat sampah:
Sebagai pupuk yang dapat bermanfaat untuk menyuburkan tanh
Sebagai makanan ternak melalui proses pengolahan dan pemilihan sampah
Untuk menimbun tanah seperti rawa
Diambil dan dimanfaatkan untuk keperluan lain (di daur ulang)
Pembuangan Sampah:
1. Cara pembuangan samapah yang baik diantaranya :
2. Ditimbun pada tanah yang digali / lubang galian
3. Dibakar
4. Kotak sampah
5. Tong sampah
6. Keranjang sampah
7. Bak sampah
Thursday, July 23, 2009
Pertanyaan Seputar KMS - Kartu Menuju Sehat
2. Sebutkan manfaat dari Kartu Menuju Sehat (KMS) pada Balita !
3. Jelaskan cara menilai keadaan gizi pada anak !
1. KMS (Kartu Menuju Sehat) adalah Suatu alat tempat mencatat berat badan anak dibawah 5 tahun (balita) setiap kali diimbang setiap bulan secara teratur.
2. Manfaat dari Kartu Menuju Sehat (KMS) pada Balita, yaitu :
a. Sebagai media untuk mencatat dan memantau riwayat kesehatan balita secara lengka, meliputi : pertumbuhan, perkembangan, pelaksanaan imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi kesehatan anak, pemberian ASI eksklusif, dan makanan pendamping ASI.
b. Sebagai media edukasi bagi orang tua balita tentang kesehatan anak.
c. Sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan oleh petugas untuk menentukan penyuluhan dan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi.
3. Cara menilai keadaan gizi pada anak
Dengan menggunakan KMS :
a. Tentukan berat badan anak pada garis berat badan. Tarik garis lurus ke kanan sejajar garis umur.
b. Tentukan umur anak dalam bulan pada garis umur. Umur anak hendaknya ditanyakan dalam bulan terdekat. Tarik garis tegak lurus sejajar dengan garis berat badan.
c. Titik pertemuan kedua garis tersebut diatas menunjukan keadaan gizi anak pada saat itu.
Jadi bila titik pertemuan berada dalam daerah hijau, berarti keadaan gizi anak adalah baik. Bila dalam keadaan kuning, keadaan gizi anak adalah kurang. Bila dalam keadaan merah, keadaan gizi anak adalah buruk.
Wednesday, May 27, 2009
KONSEP DASAR IMUNISASI
Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti unuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan ke dalam ubuh melalui suntikan seperti vaksin BCG, DPT, Campak, dan melalui mulut seperti vaksin polio.
B. Tujuan Imunisasi
Tujuan diberikan imunisasi adalah diharapkan anak menjadi kebal terhadap penyakit sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas serta dapat mengurangi kecacatan akibat penyakit tertentu.
Pemberian imunisasi pada anak mempunyai tujuan agar tubuh kebal terhadap penyakit tertentu, kekebalan tubuh juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya terdapat tingginya kadar antibodi pada saat dilakukan imunisasi, potensi antigen yang disuntikan, waktu antara pemberian imunisasi.
C. Jenis Imunisasi
Imunisasi dibagi menjadi dua yaitu ;
a. Imunisasi Aktif
Merupakan pemberian zat sebagai antigen yang diharapkan akan terjadi suatu proses infeksi buatan sehingga tubuh mengalami reaksi imunologi spesifik yang akan menghasilkan respon seluler dan humoral serta dihasilkannya sel memori, sehingga apabila benar – benar terjadi infeksi maka tubuh secara cepat dapat merespons. Dalam imunisasi aktif terdapat empat macam kandungan dalam setiap vaksinnya antara lain ;
1. Antigen merupakan bagian dari vaksin yang berfungsi sebagai zat atau mikroba guna terjadinya semacam infeksi buatan dapat berupa poli sakarida, toksoid atau virus dilemahkan atau bakteri dimatikan.
2. Pelarut dapat berupa air steril atau juga berupa cairan kultur jaringan.
3. preservatif, stabiliser, dan antibioika yang berguan untuk menghindari tubuhnya mikroba dan sekaligus untuk stabilisasi antigen.
4. Adjuvan yang terdiri dari garam alumunium yang berfungsi untuk menungkatkan imunogenitas antigen.
b. Imunisasi Pasif
Merupakan pemberian zat ( imunoglobulin ) yaitu suatu zat yang dihasilkan melalui suatu proses infeksi yang dapat beasal dariplasma manusia atau binatang yang digunakan untuk mengatasi mikroba yang diduga sudah masukke dalam tubuh yang terinfeksi.
Imunisasi Yang Diwajibkan :
1. Hepatitis B
2. BCG ( Bacillus Calmette Guerine )
3. DPT ( Difteri Pertusis Tetanus )
4. Polio
5. Campak
Imunisasi Yang Dianjurkan :
1. Vaisela / cacar air
2. Hepatitis A
3. Tifoid ( Suntik / Oral)
4. MMR ( Measles, Mumps, dan Rubela )
5. HIB ( Haemophilus Influenza Tipe B )
Tuesday, May 26, 2009
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG GIZI BURUK PADA ANAK
Saat yang paling rawan adalah pada bulan-bulan pertama setelah dilahirkan, pada saat dimana otak sedang membutuhkan banyak zat penting untuk pertumbuhannya yang sangat cepat.apabila pada maa ini sampai terjadi kekurangan gizi yang memadai maka otak akan cacat dan cacat ini akan berlanjut seumur hidup. Coursin “ kekurangan gizi dapat menimbulkan kekacauan structural dan metabolisme sedemikian rupa sehingga pertumbuhan dan perkembangannya untuk melaksanakan tugas saraf sangat terbatas” sudah cukup bukti yang memperlihatkan adanya hubungan yang sangat erat antara tinggi tubuh semasa bayi dan tinggi tubuh pada masa dewasa.bayi yang pada masa bayinya kurang memperoleh makanan bergizi akan mengalami proses prtumbuhan yang terhambat,sehingga ketika beranjak dewasa tubuh mereka lebih pendek dibanding dengan sebayanya.sekalipun orang tua mencoba memperbaiki kondisi tinggi tubuh anaknya dengan makanan yang mengandung gizi, tampaknya itu sulit untuk diperbaiki lagi. Dengan demikian pada masa dewasanya nanti tinggi tubuhnya tetap pendek daripada teman sebayanya ,hal ini juga berlaku bagi perkembangan intelektual.
Gizi buruk yang dialami anak di bawah usia dua tahun akan menyebabkan "otak kosong"-hal itu tampak dari penampang lintang otak anak kurang gizi dibandingkan anak cukup gizi-sehingga kecerdasannya rendah, demikian pula produktivitasnya. Hal itu pada gilirannya akan menghasilkan generasi pekerja kasar yang tidak berpenghasilan tinggi alias miskin, yang tidak mampu memberi makanan bergizi pada anaknya sehingga siklus terulang.
Dari semua yang telah diuraikan di atas maka peneliti tertarik untuk lebih mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan orang tua terhadap pemenuhan gizi pada anak, peneliti juga ingin menjelaskan bahwa betapa pentingnya kebutuhan gizi pada anak.karena masih banyak orang tua yang belum begitu mengerti tentang pentingnya makanan yang bergizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dan juga tentang akibat yang akan ditimbulkan jika anak tersebut tidak terpenuhi kebutuhan gizinya. Padahal apabila kita lihat dilingkungan pedesaan ataupun di lingkungan perkotaan banyak tersedia makanan-makanan yang bergizi dan mudah didapat, tetapi masih banyak anak yang mengalami kekurangan gizi(gizi buruk). Disini peneliti juga akan lebih mengedepankan peran dari orang tua akan kebutuhan gizi pada anak mereka,sehingga angka anak yang kekurangan gizi khususnya didaerah yang saya jadikan tempat penelitian akan bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan.
(kalau ingin tau lebih lanjut hubungi via e-mail)
Thursday, May 21, 2009
SAP Ketidakmauan klien untuk berinteraksi - Gangguan Interaksi Sosial
Interaksi social adalah bagaimana cara kita berhubungan dengan orang lain dimana perilaku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, dan memperbaiki individu yang lain atau sebaliknya
B. Cara berinteraksi
Dalam berinteraksi ada dua cara untuk mengungkapkannya yaitu:
Lisan, diungkapkan dengan bentuk kata-kata yang diucapkan atau dituliskan
Secara tidak lisan, diungkapkan dalam bentuk gerakan badan, ekspresi wajah, pandangan mata dan lain-lain
C. Jenis-jenis interaksi
Hubungan pribadi, yaitu hubungan antara dua orang dalam hubungan tertentu
Hubungan social, yaitu hubungan antara individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, serta berinteraksi dalam kegiatan sehari-hari
D. Keuntungan berinteraksi
Mempunyai banyak teman
Menambah pengalaman
Mudah mendapat bantuan dari orang lain
Dapat membagi pengalaman dengan orang lain
Dapat berbagi perasaan dengan orang lain
Dapat mengetahui perasaan orang lain
E. Kerugian tidak berinteraksi
Tidak mempunyai teman
Tidak dapat menyelesaikan masalah
Dikucilkan dari masyarakat
Orang lain tidak menghargai kita
Menimbulkan rasa curiga pada diri kita sehingga kita berfikiran negative kepada kita
F. Cara berhubungan dengan baik
Memperkenalkan diri dengan cara:
• Mengucapkan salam
• Berjabat tangan
• Menyebutkan nama
• Membicarakan tujuan berinteraksi
Menjawab sesuai dengan pertanyaan yang diberikan
Menataplawan bicara
Bila tidak setuju dengan ungkapan lawan bicara, bicarakan langsung saat itu juga dengan menggunakan bahasa yang baik dan tidak disertai dengan marah
Akhiri pertemuan atau pembicaraan dengan:
• Mengucapkan terima kasih dan berjabat tangan
• Mengucapkan salam
• Berpamitan
Tuesday, May 19, 2009
PENGKAJIAN KEBUTUHAN BELAJAR
A. Faktor predisposisi
a. Riwayat keperawatan
Tn.A berumur 35 tahun, post op colostomy 1 minggu dengan Ca sigmoid. Dan klien sudah dianjurkan untuk pulang dengan perawatan luka colostomy dilanjutkan dirumah. Tn. A baru baru pertama kali di opname dan sebelumya belum pernah sakit yang mengharuskan untuk di opname.
Tn. A lulusan sarjana pendidikan, dan bekerja sebagai guru SMU. Tn.A tidak banyak tahu tentang cara-cara perawatan luka yang harus dilakukan dirumah.
Ny.S adalah istri Tn.A, berumur 30 tahun bekerja sebagai karyawan swasta dengan pendidikan D3 akuntasi . Penghasilan yang di dapat dari dari Tn.A dan istrinya dalam satu bulan ±Rp. 3 juta .
Tn.A mempunyai persepsi tentang penyakit yang dideritanya saat ini sangat mengganggu aktifitas karena, dengan adanya luka dan kantong colostomy ia jadi tidak bisa bergerak leluasa.
Tn. A seorang muslim dan taat dalam menjalankan ibadahnya.
b. Keadaan fisik
BB Tn.A 56 Kg dan ia mengatakan BB sebelumnya 60 Kg, tinggi badan 168 cm. Tanda-tanda vitalnya adalah TD 120/80 mmHg, Nadi 84x/menit, suhu 37ยบ C, dan pernafasan 20x/menit.
Keadaan klien agak lemah, disekitar luka kulit agak kemerahan, feses cair warna kuning.
c. Kesiapan belajar
Tn.A mengatakan bahwa ia tidak tertarik untuk mempelajari tentang cara perawatan luka yang baik dirumah mengenai pemasangan colostomy bag, cara membuat colostomy bag sendiri, cara memakai sabuk apabila ia akan melakukan aktivitas dan makanan apa saja yang harus dikonsumsi. Pengetahuan Tn.A tentang perawatan luka agak kurang karena sebelumnya klien merasa ketakutan dan ia belum pernah mendapatkan informasi tentang hal tersebut dari sumber manapun. Tn.A dapat berkomunikasi menggunakan bahasa indoneasia dengan baik.
d. Motivasi belajar
Motivasi belajar Tn.A sangat kuat, Ia mengatakan apapun yang harus dilakukan akan dilaksanakan asalkan bisa sembuh dan nyaman sehingga bisa beraktivitas kembali seperti sebelum sakit
.
e. Kemampuan membaca
Tn.A mempunyai kemampuan membaca dan menulis dengan baik, ketika diberikan leaflet tentang diet dan diminta untuk membacanya Tn.A dapat menjelaskan kembali inti dari isi leaflet tersebut. Tn.A lebih menyukai belajar dengan cara demonstrasi karena akan mudah diingat.
B. Faktor pemungkin
Di RS Tn.A mendapatkan pelayanan perawatan dari perawat yang telah memiliki keterampilan dalam melakukan tindakan perawatan colostomy. Dokter yang menangani Tn.A adalah seorang dokter ahli digestiv serta mendapat diet dari ahli gizi. Rumah Tn.A dekat dengan RS dan dapat terjangkau dalam waktu 20 menit.
C. Faktor Penguat
Tn.A tinggal dengan istrinya yang berpendidikan D3. Istri Tn.A mempunyai pandangan yang lebih positif terhadap penyakit yang di derita oleh suaminya sehingga dapat memberika dukungan moril dan dapat membantu dalam melakukan perawatan luka suaminya.
D. Diagnosa keperawatan
Berdasarkan data hasil pengkajian yang ditemukan, dapat dirumuskan diagnosa keperawatan sebagai berikut:
a. Kurangnya pengetahuan Tn.A dan keluarga tentang perawatan luka dan penggantian colostomy bag berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi
b. kurangnya pengetahuan Tn.A dan keluarga tentang penatalaksanaan diet berhubungan dengan belum terpapar oleh informasi
E. Perencanaan tindakan keperawatan
Diagnosa keperawatan 1 : Kurangnya pengetahuan Tn.A dan keluarga tentang perawatan luka colostomy berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi.
1. Tujuan Pembelajaran
a. Tujuan umum
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan Tn.A dan keluarga mampu melakukan perawatan luka dan penggantian colostomy bag di rumah
b. Tujuan khusus
Setelah menerima pendidikan kesehatan sebanyak 2-3 kali dalam sehari Tn.A dan keluarga dapat:
(i) Menjelaskan cara-cara perawatan luka dan penggantian colostomy bag dengan baik
(ii) Memperagakan cara perawatan luka dan penggantian colostomi bag.
2. Materi belajar
c. Pencegahan terjadinya infeksi pada luka
d. Tanda dan gejala infeksi
e. Cara perawatan luka dan penggantian colostomy bag
3. Metoda belajar
a. Metode ceramah dan tanya jawab
b. Metode demonstrasi
4. Alat bantu belajar
a. Leaflet berisi penjelasan dan gambar tentang pencegahan infeksi dan tanda dan gejala infeksi
b. plifchard berisi gambar dan penjelasan tentang langkah-langklah perawatan luka dan pemasangan colostomy bag.
c. Alat yang digunakan dalam perawatan luka dan penggantian colostomy bag yaitu: 1 set alat ganti balutan dan bag colostomy
5. Evaluasi belajar
Evaluasi belajar akan dilakukan selama proses belajar dan pada akhir dari proses pendidikan kesehatan. Evaluasi akan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan lisan dan peragaan tindakan.
a. Pertanyaan lisan
Sebutkan pencegahan infksi pada luka
Sebutkan tanda dan gejala infeksi
Sebutkan peralatan yang digunakan dalam perawatan luka dan pemasangan colostomy bag
Jelaskan langkah-langklah perawatan luka dan penggantian colostomy bag.
b. Peragaan tindakan
Tn.A dan keluarga diminta untuk menyiapkan peralatan luka dan penggantian colostomy bag
Tn.A dan keluarga diminta memperagakan cara perawatan luka dan penggantian colostomy bag.
Diagnosa keperawatan 2: kurangnya pengetahuan Tn.A dan keluarga tentang penatalaksanaan diet berhubungan dengan belum terpapar oleh informasi
A. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan umum
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan Tn.A dan keluarga mampu dalam penatalaksanaan diet
2. Tujuan khusus
Setelah menerima pendidikan kesehatan sebanyak 2-3 kali dalam sehari Tn.A dan Ny.S dapat:
a. Menjelaskan penatalaksanaan diet
b. Menjelaskan modifikasi menu dalam diet untuk penderita colostomy.
B. Materi belajar
1. Penatalaksanaan diet untuk penderita colostomy
C. Metoda belajar
1. Ceramah dan tanya jawab
D. Alat bantu belajar
1. Leaflet berisi penjelasan dan gambar tentang penatalaksanaan diet untuk penderita colostomy.
E. Evaluasi belajar
Evaluasi belajar akan dilakukan selama proses belajar dan pada akhir dari proses pendidikan kesehatan. Evaluasi akan dilakukan dengan mengajukan pertanyaan lisan dan peragaan tindakan.
1. Pertanyaan lisan
a. Jelaskan penatalaksanaan diet untuk penderita colostomy
b. Sebutkan contoh modifikasi menu dalam diet untuk penderita colostomy
GIZI PADA LANSIA HIPERTENSI
1. Karbohidrat
Fungsi karbohidrat adalah penyedia energi. Pada lansia konsumsi gula dibatasi karena:
a. Gula tidak mengandung gizi kecuali zat tenaga. Sedangkan pada lansia konsumsi zat zat gizi lain seperti vitamin, protein dan mineral diutamakan untuk mencegah proses penurunan fungsi tubuh.
b. Gula cepat diserap (absorpsi) sehingga mengakibatkan perubahan kadar gula darah dan memungkinkan terjadinya obesitas (kegemukan) dan diabetes.
Makanan yang boleh: Beras, kentang, singkong, terigu, gula yang diolah tanpa garam seperti macaroni, mie, biscuit dll.
Makanan yang tidak boleh: Roti, biscuit dan kue yang dimasak dengan garam dapur.
2. Protein
Fungsi dari protein sebagai zat pembangun dari sel tubuh.
Pada lansia sebaiknya memilih daging unggas-unggasan daripada daging sapi atau kambing dan hendaknya tidak makan lebih dari 2 potong daging pada sehari.
Makanan yang boleh: daging, ikan telur dan susu, semua kacang-kacangan dan sayuran.
Makanan yang tidak boleh: ikan asin, keju, kornet, ebi, telur asam, pindang, dendeng, udang, kacang tanah dan sayuran yang dimasak/ diawetkan dengan garam dapur.
3. Lemak
Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A,D,E dan K, membentuk tekstur makanan dan memberi rasa kenyang yang lama. Lemak juga berfungsi sebagai cadangan energi.
Pada lansia lemak sebaiknya dibatasi , mengingat:
a. Berkurangnya aktifitas tubuh sehingga kebutuhan energi juga menurun.
b. Berkurangnya produksi enzim mengakibatkan pencernaan lemak tidak sempurna, s3ehingga membebani usus dan lambung yang akan mengakibatkan gangguan pada usus.
c. Lemak dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi memicu penyakit jantung dan pembuluh darah.
d. Kelebihan lemak akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan.
e. cenderung mengakibatkan kanker usus.
f. Makanan yang boleh: minyak margarine dan mentega tanpa garam.
g. Makanan yang tidak boleh: margarine dan mentega biasa
4. Vitamin
Fungsi dari vitamin yaitu untuk mempercepat metbolisme, mempertahankan fungsi jaringan tubuh dan mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan jaringan.
Pada lansia vitamin sangat penting, terutama vitamin B1 agar tubuh selalu bugar. Contoh makanan: beras merah
Makanan yang boleh: semua buah yang tidak diawtkan garam/ soda, air putih.
Makanan yang tidak boleh: durian, buah-buahan yang diawtkan oleh garam dan soda, kopi dan coklat.
5. Mineral dan Air
Fungsi dari mineral yaitu pembentukan jaringan tubuh, memelihara keseimbangan asam basa dll.
Pada lansia, kalsium sangat penting karena , terutama lansia wanita mudah terjadi ostoporosis akibat menopause. Contoh makanan yang tingggi kalsium adalah susu, ikan yang dimakan dengan tulangnya, sayuran hijau, kedelai dan rumput laut.
Lansia hendaknya minum 6-8 gelas sehari mengingat fungsi ginjal menurun dan melancarkan BAB.
Lansia hendaknya mengurangi natrium dengan cara membatasi garam dapur.
6. Serat
Serat tidak dapat dicerna, maka serat tidak mengandung gizi tetapi tetap dibutuhkan untuk mencegah sembelit, wasir, kanker usus, penyakit jantung dan kegemukan bila kekurangan serat.
Serat ada 2 jenis:
a. Larut dalam air yang berfungsi mengikat kolesterol
b. Tdak larut dalam air yang berfungsi melancarkan BAB.
B. Petunjuk Penggunaan Garam untuk Penderita hipertensi
Untuk penderita hipertensi terdapat 3 diet:
a. Diet rendah garam 1 : untuk penderita hipertensi berat dianjurkan untuk tidak menambahkan garam dapur dalam makanan.
b. Diet rendah garam II: Ditujukan untuk penderita hipertensi sedang (100-114 mmHg). Garam dianjurkan ¼ sendok the garam dapur.
c. Diet rendah garam III: Ditujukan untuk penderita hipertensi ringan (diastole kurang dari 100 mmHg), garam dapur dianjurkan ½ sendok teh.
C. TIPS Pemberian Makanan Bagi lansia Dengan Hipertensi
a. Hendaknya lansia makan dengan porsi kecil tapi sering
b. Makanlah makanan yang mudah dicerna
c. Hindari makanan yang terlalu manis, gurih, goring-gorengan dll.
d. Makan makanan yang lembek untuk lansia yang kondisi giginya kurang baik.