Metodologi Perencanaan E-Business

Dapatkan dukungan manajemen eksekutif dan sponsor bisnis. Identifikasi tujuan bisnis utk selesaikan rencana e-bisnis . Identifikasi anggota tim dari individu-individu yg akan terliba

Uji normalitas data dalam penelitian

Uji normalitas data dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas data, antara lain:

Tilawatil Quran KH. Muammar ZA

ngat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa.

Contoh Khutbah Bahasa Sunda

Surupna panon poe dina wanci magrib kamari, jadi ciciren rengsena ibadah saum urang salila sabulan campleng, kuru cileuh kentel peujit dina waktu sabulan, lantaran ngalaksanakeun saum jeung taraweh sarta ibadah–ibadah Ramadan

Ciri-ciri Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.

Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts
Showing posts with label Kewirausahaan. Show all posts

Wednesday, June 10, 2009

Perusahaan-Perusahaan Di Indonesia Menurut Kemampuan Daya Saing

Artikel Lain yang saya temukan..
Ekspor Indonesia dalam bentuk produk pabrik masih sangat kecil, walaupun saat ini sudah mengalami peningkatan yang cukup baik. Terutama produk yang mempunyai unggulan relatif yang mencakup antara lain kayu lapis, produk-produk kayu, pupuk, semen, tekstil dan pakaian jadi serta sepatu dan industri kerajinan.
Dalam menganalisis daya saing perusahaan-perusahaan Indonesia, kiranya perusahaan-perusahaan tersebut dapat dibagi dalam 6 (enam) kelompok kategori. Setiap kelompok perusahaan tersebut mempunyai ciri-ciri tersendiri dan kemampuan daya saing yang berbeda. Untuk lebih jelasnya maka secara singkat yang dimaksud dengan kategori-kategori tersebut adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan-perusahaan Multi Nasional Asing.
Perusahaan-perusahaan Multi Nasional Asing ini umumnya adalah perusahaan-perusahaan yang paling prifesional. Kenyataannya bahwa mereka beroperasi di banyak negara adalah bukti kemampuan daya saing mereka serta didukung oleh permodalan yang kuat. Mereka beroperasi secara profesional dan sedikit sekali mendapat perlindungan pemerintah secara kelompok.
Bagi kelompok perusahaan ini, AFTA tidak akan menimbulkan kesulitan-kesulitan, bahkan akan lebih memberikan peluang bagi mereka untuk lebih maju lagi dengan dimungkinkannya industri-industri komponen mereka disebar dibeberapa negara untuk kemudian dirakit dalam negara-negara yang berbeda, tanpa kehilangan pasaran ASEAN.

2. Perusahaan Patungan PMA.
Yang dimaksud disini adalah perusahaan patungan dengan pihak asing yang menanamkan modal di Indonesia. Perusahaan seperti ini sering mendapatkan perlindungan dari pemerintah diantaranya pembatasan impor kalau produk-produk itu telah dapat dihasilkan.
Bagi kelompok ini industrinya adalah bersifat oriented karena mereka sudah mempunyai pangsa pasar yang telah dipunyai sejak pabrik tersebut masih berada di negeri mereka. Dengan adanya AFTA perusahaan mereka tidak akan banyak dirugikan, bahkan akan terbukanya pasaran baru.

3. Perusahaan Konglomerat Indonesia.
Perusahaan konglomerat Indonesia pada satu dasawarsa ini tumbuh dengan pesat, dan menunjukkan kemampuannya bersaing di dalam negeri. Mereka kini mempunyai cukup banyak modal untuk mempekerjakan tenaga profesional yang nantinya mampu membawa perusahaan-perusahaan tersebut kepada perbaikan efisien kerja, peningkatan produktifitas dan perluasan pemasarannya. Keberhasilan mereka mendapatkan pinjaman modal ke luar negeri, tidak jarang disebabkan oleh hubungan darah dan budaya. Karena sampai saat ini perusahaan konglomerat ini didominasi oleh kelompok keturunan China.
Kelompok inilah yang kiranya mempunyai peluang dan daya saing yang besar untuk dapat memanfaatkan AFTA dengan baik.

4. Perusahaan-perusahaan BUMN.
Kelompk BUMN ini mempunyai ciri khusus pula, sebagai perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh negara. Pada umumnya perusahaan ini pernah mempunyai modal yang besar, memiliki fasilitas-fasilitas khusus tetapi juga dibebani oleh dengan misi tertentu, dan birokrasi serta peraturan-peraturan yang menyebabkan mereka bergerak lincah. Sehingga menjadikan BUMN sulit untuk bersaing dalam era perdagangan bebas.
Disamping itu dalam praktek masih terlihat bahwa pimpinan BUMN biasanya dipilih dari kalangan pegawai atau politisi ABRI yang belum berpengalaman, sehingga mengurangi kelincahannya bersaing dalam pasar bebas terutama di arena Internasional.

5. Perusahaan-perusahaan Menengah.
Kelompok perusahaan ini mungkin kalau dibandingkan dengan perusahaan luar negeri sebenarnya masih tergolong perusahaan kecil. Di dalam pembahasan makalah ini, yang disebut sebagai perusahaan menengah adalah perusahaan swasta kecil yang telah mampu berkembang sukses secara mandiri dan kelangsungan hidupnya sudah lebih terjamin. Tumbuhnya perusahaan ini disebabkan oleh profesionalisme yang dilaksanakan oleh para manajer perusahaan sebagai hasil pendidikan tinggi dan keterampilan yang diperolehnya dari perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri, dan ditambah lagi dari latihan serta pengalaman yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan Multi Nasioanal Asing.
Kelompok perusahaan inilah yang mempunyau potensi besar meningkatkan dya saing dalam perdagangan imternasional. Bantuan pemerintah dan kalangan perbankan ataupun partner baru untuk menguatkan usaha-usaha mengengah ini sangat perlu. Dengan pembinaan yang tepat mereka akan mampu bersaing dalam arena AFTA.

6. Perusahaan Kecil.
Menjamurnya perusahaan kecil ini adalah akibat dari deregulasi serta bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Semangat wirausahawan ini banyak ditunjang dengan meningkatknya ekspor Indonesia serta perbaikan taraf hidup rakyatnya. Perusahaan ini ditandai oleh ciri-ciri khas : modal yang sangat kecil, profesionalitas yang kurang dan kehidupan yang tidak lenggeng, Rata-rata penghasilannya (omzet) di bawah satu milyar pertahun. Mereka mempunyai pangsa pasar yang terbatas dan daya saingnya masih sangat rendah. Namun disisi lain mereka mempunyai keunggulan comparative dalam bentuk simber daya manusia dan bahan baku yang murah, sehingga mampu menghasilkan produk murah dan mutu menengah ke bawah.
Untuk membina kelompok perusahaan ini, diperlukan bantuan kredit murah, pendidikan keterampilan, forum untuk belajar manajemen dengan bertukar pengalaman dengan pakar bisnis serta bantuan lainnya seperti pameran, misi dagang yang sebenarnya telah diprakarsai oleh pemerintah. Perananan Bapak Angkat hendaknya tidak dibatasi pada bantuan keuangan saja. Perusahaan ini membutuhkan juga panutan manajemen, desain yang mutakhir dan laris, suplai bahan baku yang bermutu dan teknologi yang lebih baik. Semuanya ini kiranya dapat disediakan oleh Bapak Angkat yang tepat.

Tuesday, June 9, 2009

KUNCI SUKSES USAHA

Saya Menemukan Artikel ini Disebuah Warnet di Bandung, Coba Simak
William A. Ward pernah berkata, "Ada empat langkah mencapai sukses, yakni perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik, dan tidak mudah menyerah." Gunakan falsafah Ward ini agar sukses. Perinciannya sbb:
1. Ikuti perkembangan jaman.
Bergabunglah dalam organisasi yang berkaitan dengan bisnis Anda. Banyak membaca dan gali informasi sebanyak mungkin. Internet akan banyak membantu Anda.
2. Buat rencana keuangan.
Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Buat target jangka pendek dan jangka panjang. Jangan pernah menyerahkan kondisi keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang.
3.Perkirakan aliran uang tunai.
Anda harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke depan. Jangan membuat anggarkan pengeluaran yang lebih besar dari itu.
4. Bentuk dewan penasehat atau cari tenaga ahli, untuk memberi ide, saran atau kritik terhadap Anda dan produk yang ditawarkan. Mereka bisa berupa teman-teman atau anggota keluarga yang dipercaya.
5. Jaga keseimbangan antara kerja, santai, dan keluarga.
Tak perlu ngoyo, karena sesuatu yang dikerjakan dengan ngoyo, hasilnya tak akan maksimal. Lagi pula, badan dan otak butuh istirahat.
6. Kembangkan jaringan (network).
Tak ada salahnya berkenalan dan bergaul dengan orang-orang yang berhubungan atau bisa mendukung bisnis Anda. Siapa tahu ada ide yang bisa digali.
8. Disiplin/motivasi.
Aspek terberat dalam menjalankan usaha sendiri adalah disiplin atau motivasi untuk bekerja secara teratur. Untuk mengatasinya, buatlah daftar apa saja yang harus dikerjakan hari ini dan esok. Tentukan target yang harus dicapai dalam minggu ini.
9. Selalu waspada dan siap.
Rajin-rajin melakukan evaluasi terhadap pasar, produk dan sistem pemasaran. Kalau perlu, ubah cara kerja agar lebih efisien. Perbaiki cara pemasaran atau kualitas produk.
10. Cintai pekerjaan Anda.
Bagaimana akan sukses, jika Anda tak punya sense of belongin pada pekerjaan dan produk yang dihasilkan. Cintai pekerjaan dan produksi sendiri, dan uang akan mengikuti Anda.
11. Jangan mudah menyerah.
Para pengusaha sukses pun pernah mengalami kegagalan. Jika ingin cepat berhasil, segeralah bangkit dan belajar dari kegagalan. Jangan bersedih terlalu lama, apalagi menyerah.
12 Langkah Memulai Usaha
Berniat membuka usaha sendiri, tapi bingung harus mulai darimana? Memang tak mudah untuk memulai usaha, tapi jika Anda bisa menjawab pertanyaan berikut, berarti Anda siap memulainya:
 Apakah bidang usaha yang akan digeluti itu cukup potensial?
 Bagaimana prospeknya?
 Seberapa ketat persaingannya?
 Siapa kira-kira yang akan menjadi pesaing usaha tersebut?
 Bagaimana cara menghadapinya?
 Apa target usaha tersebut?
 Bagaimana mencapainya?
 Dari segi hukum, apa yang perlu disiapkan?
 Apa saja penghalangnya?
 Apa nama usaha (perusahaan) itu?
 Berapa dana yang dibutuhkan?
 Bagaimana memenuhinya?
 Dimana usaha tersebut akan dijalankan?
 Apakah sudah mempersiapkan kantornya?
 Sarana atau peralatan apa yang dibutuhkan?
 Bagaimana mendapatkannya?
 Apa tersedia asuransi yang memadai?
 Apakah Anda sudah memiliki supplier atau pemasok bahan baku?
 Sistem manajemen seperti apa yang akan diterapkan?
 Siapa yang akan menjalankan operasional usaha sehari-hari?
 Berapa karyaan yang dibutuhkan?
 Bagaimana sistem pemasaran dan distribusi produk atau jasa yang akan dihasilkan?
 Bagaimana agar masyarakat mengenal produk atau jasa yang akan dipasarkan?
Bila tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu, maka sebaiknya Anda mengkaji ulang niat membuka usaha sendiri, sampai benar-benar siap.

LANGKAH MEMULAI USAHA SENDIRI

1. Start With A Dream
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. Pemimpinlah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, Cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun tidak mungkin’.
2. Love The Products Or Services
Cintailah Produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa masa sulit. Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.
3. Learn The Basics Of Business.
Pelajarilah fundamental business. Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuaan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar – dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah –Guru- yang baik.
4. Willing To Take Calculated Risks.
Ambillah resiko. Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik – baik akan lebih banyak Memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan -entreprenneur- dengan –manager-. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap –awal- pengembangan perusahaan, dan –manager- dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.

5. Seek Advice, But Follow Your Belief.
Carilah nasehat dari pekarnya, tapi ikuti kata – kata kita. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditagngannya dan dapt diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu.
6. Work Hard, 7 Day A Week, 18 Hours A Day
Kerja keras. Ethos Kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Me-lamun-kan dan memimpikan kerjanya.
7. Make Friends As Much As Possible
Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.
8. Deal With Failures
Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak –mematikan-. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah!.
9. Just Do It, Now!
Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarrang juga. Manager selalu melakukan : READY-AIM-SHOOT,tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM!. Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita