Friday, November 13, 2009

PROSEDUR PEMASANGAN INFUS

Tindakan ini dilakukan pada klien yang memerlukan masukan cairan melalui intravena (infus). Pemberian cairan infuse dapat diberikan pada pasien yang mengalami pengeluaran cairan atau nutrisi yang berat. Tindakan ini membutuhkan kester lan mengingat langsung berhubungan dengan pembuluh darah. Pemberian cairan melalui infuse dengan memasukkan ke dalam vena ( pembuluh darah pasien ) diantaranya vena lengan ( vena safalika basilica dan mediana kubiti ), pada tungkai (vena safena ), atau pada vena yang ada di kepala, seperti vena temporalis frontalis ( khusus untuk anak-anak). Selain pemberian infuse pada pasien yang mengalami pengeluaran cairan, juga dapat dilakukan pada pasien yang mengalami syok, intoksikasi berat, pra dan pascabedah, sebelum tranfusi darah, atau pasien yang membutuhkan pengobatan tertentu.

Tujuan
1. Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit
2. Infus pengobatan dan pemberian nutrisi

Alat dan bahan
1. Standar infus
2. Set infus
3. Cairan sesuai program medik
4. Jarum infuse dengan ukuran yang sesuai
5. Pengalas
6. Torniket
7. Kapas alcohol
8. Plester
9. Gunting
10. Kasa steril
11. Betadin
12. Sarung tangan

Prosedur kerja

1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Cuci tangan
3. Hubungkan cairan dan infus set dengan memasukkan ke bagian karet atau akses selang ke botol infuse
4. Isi cairan ke dalam set infus dengan menekan ruang tetesan hingga terisi sebagian dan buka klem slang hingga cairan memenuhi selang dan udara selang keluar
5. Letakkan pangalas di bawah tempat ( vena ) yang akan dilakukan penginfusan
6. Lakukan pembendungan dengan torniker ( karet pembendung ) 10-12 cmdi atas tempat penusukan dan anjurkan pasien untuk menggenggam dengan gerakan sirkular ( bila sadar )
7. Gunakan sarung tangan steril
8. disinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alcohol
9. Lakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari di bagian bawah vena da posisi jarum ( abocath ) mengarah ke atas
10. Perhatikan keluarnya darah melalui jarum ( abocath / surflo ) maka tarik keluar bagian dalam ( jarum ) sambil meneruskan tusukan ke dalam vena
11. Setelah jarum infus bagian dalam dilepaskan atau dikeluarkan, tahan bagian atas vena dengan menekan menggunakan jari tangan agar darah tidak keluar. Kemudian bagian infus dihubungkan atau disambungkan dengan slang infus
12. Buka pengatur tetesan dan atur kecepatan sesuai dengan dosis yang diberikan
13. Lakukan fiksasi dengan kasa steril
14. Tuliskan tanggal dan waktu pemasangan infus serta catat ukuran jarum
15. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan

Related Posts:

  • Latihan Gerakan ROM aktif dan pasif1. Latihan Pasif Anggota Gerak Atasa. Gerakan menekuk dan meluruskan sendi bahu :- Tangan satu penolong memegang siku, tangan lainnya memengang lengan.- Luruskan siku naikan dan turunkan legan dengan siku tetap lurusb. Geraka… Read More
  • Tentang Laparatomi1. Laparatomia. DefinisiLaparatomi adalah pembedahan perut sampai membuka selaput perut. Yang dimaksud pembedahan perlaparatomi adalah: 1) Berbagai jenis oprasi pada uterus; 2) Oprasi pada tuba fallopii; dan 3) Oprasi pada ov… Read More
  • Tentang Perawatan PeriniumA.Pengertian.Perinium adalah daerah antara ke dua belah paha yang dibatasi oleh Vagina dan Anus. Perawatan Perinium adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan antara paha yang dibatasi oleh vagina dan Anus setalah me… Read More
  • TUGAS KULIAH TENTANG KONSEP DASAR PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK)1. PengertianPenyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dimana pasien Emfisema Kronik biasanya juga menderita Bronchitis Kronik dan memperlihatkan tanda-tanda kedua penyakit (Elizabeth J. Corwin, 2000:437).Penyakit Paru Obstrukti… Read More
  • Fase Luka BakarFase Luka BakarA. Fase akut.Disebut sebagai fase awal atau fase syok. Dalam fase awal penderita akan mengalami ancaman gangguan airway (jalan nafas), brething (mekanisme bernafas), dan circulation (sirkulasi). Gnagguan airway… Read More

0 comments: