Kumpulan Tilawatil Quran H.Muammar ZA dkk

Ingat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa..silahkan anda download

Tips Pola Tidur Bayi yang Baik

Pola hidup bayi sangat mempengaruhi pola hidup orangtuannya, oleh karena itu orang tua bisa mengajarkan bahwa malam hari adalah waktu tidur , dengan mempraktekan petunjuk berikut

Sang Pencerah : Anda Akan Kemana di Masa Muda Ini?

Ketika usia menginjak dewasa, mungkin ketakutan akan terjadi pada sebagian orang, ketakutan kalau tidak bisa melewatinya dengan benar. Tumbuh besar menjadi seorang remaja yang dewasa memerlukan berbagai tempaan dan kesabaran

Kumpulan Ceramah Ustad Abu Syauqi

Ustad Abu Syauqi, adalah seorang pendiri Rumah Zakat yang terkenal di Bandung, lewat blog ini saya ingin berbagi file ceramah yang beliau sampaikan beberapa tahun lalu yang saya dapatkan secara online di situs 4 share.com Ukuran seluruh file ceramah ini mencapai 600 MB, jadi bersabar yah untuk mendownloadnya

Kumpulan Leaflet Keperawatan/Kebidanan

Bagi Anda Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan, Berikut kumpulan Leaflet yang biasanya jadi sarana promosi kesehatan kepada masyarakat..

Kamis, 18 November 2010

Patofisiologi Gagal Ginjal Kronik

Pada gagal ginjal kronik fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein yang normalnya diekskresikan ke dalam urin tertimbun dalam darah. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. Semakin banyak timbunan produk sampah, maka gejala akan semakin berat. Penurunan jumlah glomeruli yang normal menyebabkan penurunan klirens substansi darah yang seharusnya dibersihkan oleh ginjal. Dengan menurunnya glomerulo filtrat rate (GFR ) mengakibatkan penurunan klirens kreatinin dan peningkatan kadar kreatinin serum. Hal ini menimbulkan gangguan metabolisme protein dalam usus yang menyebabkan anoreksia, nausea maupan vomitus yang menimbulkan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Peningkatan ureum kreatinin sampai ke otak mempengaruhi fungsi kerja, mengakibatkan gangguan pada saraf, terutama pada neurosensori. Selain itu Blood Ureum Nitrogen (BUN) biasanya juga meningkat.
Pada penyakit ginjal tahap akhir urin tidak dapat dikonsentrasikan atau diencerkan secara normal sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan elektrolit. Natrium dan cairan tertahan meningkatkan resiko gagal jantung kongestif. Penderita dapat menjadi sesak nafas, akibat ketidakseimbangan suplai oksigen dengan kebutuhan. Dengan tertahannya natrium dan cairan bisa terjadi edema dan ascites. Hal ini menimbulkan resiko kelebihan volume cairan dalam tubuh, sehingga perlu dimonitor balance cairannya. Semakin menurunnya fungsi renal terjadi asidosis metabolik akibat ginjal mengekskresikan muatan asam (H+) yang berlebihan. Terjadi penurunan produksi eritropoetin yang mengakibatkan terjadinya anemia. Sehingga pada penderita dapat timbul keluhan adanya kelemahan dan kulit terlihat pucat menyebabkan tubuh tidak toleran terhadap aktifitas.
Dengan menurunnya filtrasi melalui glomerulus ginjal terjadi peningkatan kadar fosfat serum dan penurunan kadar serum kalsium. Penurunan kadar kalsium serum menyebabkan sekresi parathormon dari kelenjar paratiroid. Laju penurunan fungsi ginjal dan perkembangan gagal ginjal kronis berkaitan dengan gangguan yang mendasari, ekskresi protein dalam urin, dan adanya hipertensi (Smeltzer,2002:1448).

Etiologi Gagal Ginjal Kronik

Penyebab dari gagal ginjal kronis menurut (Price, 2002), adalah :
1) Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (SIK) sering terjadi dan menyerang manusia tanpa memandang usia, terutama wanita. Infeksi saluran kemih umumnya dibagi dalam dua kategori besar : Infeksi saluran kemih bagian bawah (uretritis, sistitis, prostatis) dan infeksi saluran kencing bagian atas (pielonepritis akut). Sistitis kronik dan pielonepritis kronik adalah penyebab utama gagal ginjal tahap akhir pada anak-anak. (Price, 2002: 919)
2) Penyakit peradangan
Kematian yang diakibatkan oleh gagal ginjal umumnya disebabkan oleh glomerulonepritis kronik. Pada glomerulonepritis kronik, akan terjadi kerusakan glomerulus secara progresif yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya gagal ginjal. (Price, 2002:)

3) Nefrosklerosis hipertensif
Hipertensi dan gagal ginjal kronik memiliki kaitan yang erat. Hipertensi mungkin merupakan penyakit primer dan menyebabkan kerusakan pada ginjal, sebaliknya penyakit ginjal kronik dapat menyebabkan hipertensi atau ikut berperan pada hipertensi melalui mekanisme retensi natrium dan air, serta pengaruh vasopresor dari sistem renin-angiotensin. (Price, 2002: 933),
4) Gangguan kongenital dan herediter
Asidosis tubulus ginjal dan penyakit polikistik ginjal merupakan penyakit herediter yang terutama mengenai tubulus ginjal. Keduanya dapat berakhir dengan gagal ginjal meskipun lebih sering dijumpai pada penyakit polikistik. (Price, 2002: 937),
5) Gangguan metabolik
Penyakit metabolik yang dapat mengakibatkan gagal ginjal kronik antara lain diabetes mellitus, gout, hiperparatiroidisme primer dan amiloidosis. (Price, 2002: 940).
6) Nefropati toksik
Ginjal khususnya rentan terhadap efek toksik, obat-obatan dan bahan-bahan kimia karena alasan-alasan berikut :
a) Ginjal menerima 25 % dari curah jantung, sehingga sering dan mudah kontak dengan zat kimia dalam jumlah yang besar.
b) Interstitium yang hiperosmotik memungkinkan zat kimia dikonsentrasikan pada daerah yang relatif hipovaskular.
c) Ginjal merupakan jalur ekskresi obligatorik untuk kebanyakan obat, sehingga insufisiensi ginjal mengakibatkan penimbunan obat dan meningkatkan konsentrasi dalam cairan tubulus. (Price, 2002:944).

Pembuluh darah berdasarkan fungsinya

Pembuluh darah berdasarkan fungsinya terbagi dalam 5 jenis yaitu
(1) Arteri
Arteri adalah pembuluh darah yang menerima darah dari jantung yang berisi zat-zat pengatur untuk dikirimkan ke sel-sel seluruh tubuh. Arteri terdiri dari 3 lapisan yaitu : Tunika Intima (lapisan yang paling dalam), tunika media (lapisan tengah) dan tunika adventisia (lapisan paling luar). Tunika intima merupakan dinding yang licin yang melancarkan aliran darah, tetapi mempunyai afinitas terhadap lemak tertentu sehingga mempunyai kecenderungan untuk terbentuknya plak selama pertambahan usia. Arteri terbagi dua: Arteri koroner kiri berfungsi sebagai melingkari jantung antara atrium dan ventrikel (sulkus atrioventrikuler) dan memisahkan kedua ventrikel (sulkus interventrikuler), sedangkan arteri koroner kanan berfungsi sebagai memberi nutrisi pada atium kanan, ventrikel kanan dan dinding sebelah dalam dari ventrikel kiri.
(2) Arteriol
Adalah cabang-cabang paling ujung dari system arteri. Berfungsi sebagai katup pengontrol untuk mengatur pengaliran darah ke kapiler dan mampu berkontriksi/menyempit secara komplit atau dilatasi/melebar sampai beberapa kali ukuran normal, sehingga dapat mengatur aliran darah ke kapiler.
(3) Kapiler
Berfungsi sebagai tempat pertukaran cairan dan nutrisi antara arah dan ruang interstisial. Untuk peran ini kapiler dilengkapi dinding yang sangat tipis dan permeable terhadap substansi-substansi bermolekul halus.

(4) Venul
Berfungsi menampung darah dari kapiler dan secara bertahap bergabung kedalam vena yang lebih besar. Dinding Venul hanya sedikit lebih tebal daripada dinding kapiler.

(5) Vena
Berfungsi sebagai jalur transportasi darah dari jaringan kembali ke jantung. Dinding Vena tipis namun berotot dan ini memungkinkan vena berkontraksi sehingga mempunyai kemampuan untuk menyimpan atau menampung darah sesuai kebutuhan tubuh.

Rabu, 17 November 2010

Bayi Berat Lahir Rendah

a. Definisi Bayi Berat Lahir Rendah
Bayi berat lahir rendah yaitu bayi yang berat badannya kurang dari 2500 gram tanpa memerhatikan usia gestasi (Dona L Wong).
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir (Iskandar Wahidiyat, 1991:l)
Berat badan lahir rendah adalah bayi baru lahir dengan berat badan pada saat kelahiran kurang dari 2500 gr atau lebih rendah ( WHO, 1961 ).
Bayi berat lahir rendah adalah bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram, terjadi gangguan pertumbuhan dan pematangan (maturitas) organ yang dapat menimbulkan kematian (Talbott Laura A, 1997: 6).
b. Penyebab Bayi Berat Lahir Rendah
(1) Faktor ibu
Penyakit, seperti malaria, anaemia, sipilis, infeksi TORCH, dan lain-lain, komplikasi pada kehamilan ibu seperti perdarahan antepartum, pre-eklamsia berat, eklamsia, ketuban pecah dini dan kelahiran preterm. Usia Ibu dan paritas, angka kejadian BBLR tertinggi ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu dengan usia kurang atau lebih, faktor kebiasaan ibu juga berpengaruh seperti ibu perokok, ibu pecandu alkohol dan ibu pengguna narkotika atau dengan penyakit seperti diabetes mellitus, kardioyaskuler dan paru.
(2) Faktor Janin
Prematur, hidramion, kehamilan kembar/ganda (gemeli), kelainan kromosom.
(3) Faktor Lingkungan
Yang dapat berpengaruh antara lain; tempat tinggal di daratan tinggi, radiasi, sosio-ekonomi dan paparan zat-zat racun.
c. Patofisiologi Bayi Berat Lahir Rendah
Ibu dengan preeklamsi berat, pembuluh darah menyempit, janin yang dikandung nutrisi dan oksigen di bawah normal, sehingga pembuluh darah menyalurkan ke pembuluh darah menyempit mengakibatkan buruknya nutrisi, sehingga pertumbuhan janin terhambat menyebabkan bayi dengan berat lahir rendah. Terjadi pencernaan yang imatur terjadi obstruksi ileus merangsang sekresi lambung HCI menyebabkan mual dan muntah, keluar natrium, sehingga anoreksia mengakibatkan nutrisi menurun, berat badan pun menurun, menyebabkan gangguan ketidakseimbangan nutrisi berhubungan dengan intake yang kurang sehingga asupan karbohidrat menurun terjadi proteinuria sehingga hypoalbumin mengakibatkan tekanan osmotik plasma menurun, cairan intravaskuler menurun berpindah ke interstisial cairan intravaskuler berkurang terjadi oedem anasarka menyebabkan sel kekurangan cairan, sirkulasi darah dan cairan menurun terjadi syok hipovolemik. Pada pernafasan terjadi paru-paru yang imatur, compliance paru menurun sehingga oksigen pun menurun, menyebabkan pernafasan meningkat. Pada kulit cadangan lemak berkurang terjadi hipotermi.



d. Komplikasi Bayi Berat Lahir Rendah
1. Hipotermia
2. Hipoglikemia
3. Gangguan cairan dan elektrolit
4. Hiperbilirubinemia
5. Sindroma gawat nafas
6. Paten duktus arteriosus
7. Infeksi
8. Perdarahan intraventrikuler
9. Apnea of Prematurity
10. Anemia
Masalah jangka panjang yang mungkin timbul pada bayi-bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) antara lain
1. Gangguan perkembangan
2. Gangguan pertumbuhan
3. Gangguan penglihatan (Retinopati)
4. Gangguan pendengaran
5. Penyakit paru kronis
6. Kenaikan angka kesakitan dan sering masuk rumah sakit
7. Kenaikan frekuensi kelainan bawaan

Minggu, 14 November 2010

Langkah-langkah Latihan Aktif dan Pasif / ROM

1. Latihan pasif anggota gerak atas
A. Gerakkan menekuk dan meluruskan sendi bahu :
Tangan satu penolong memegang siku, tangan lainnya memegang lengan.
Luruskan siku, naikkan dan turunkan lengan dengan siku tetap lurus.
B. Gerakkan menekuk dan meluruskan siku :
Pegangan lengan atas dengan lengan satu, tangan lainnya menekuk dan meluruskan siku.
C. Gerakkan memutar pergelangan tangan :
Pegangan lengan bawah dengan lengan satu, tangan lainnya menggenggam telapak tangan pasien.
Putar pergelangan tangan pasien ke arah luar (terlentang) dan ke arah dalam (telungkup).
D. Gerakkan menekuk dan meluruskan pergelangan tangan :
Pegang lengan bawah dengan lengan satu, tangan lainnya memegang pergelangan tangan pasien.
Tekuk pergelangan tangan keatas dan kebawah.
E. Gerakkan memutar ibu jari :
Pegang telapak tangan dan keempat jari dengan tangan satu, tangan lainnya memutar ibu jari tangan.
F. Gerakkan menekuk dan meluruskan jari-jari tangan :
Pegang pergelangan tangan dengan tangan satu, tangan lainnya menekuk dan meluruskan jari-jari tangan.
Latihan pasif anggota gerak bawah.
A. Gerakkan menekuk dan meluruskan pangkal paha :
Pegang lutut dengan tangan satu, tangan lainnya memegang tungkai.
Naikkan dan turunkan kaki dengan lutut tetap lurus.
B. Gerakkan menekuk dan meluruskan lutut :
Pegang lutut dengan tangan satu, tangan lainnya memegang tungkai.
Tekuk dan luruskan lutut.
C. Gerakkan untuk pangkal paha :
Gerakkan kaki pasien menjauh dan mendekati badan (kaki satunya)
D. Gerakkan memutar pergelangan kaki :
Pegang tungkai dengan tangan satu, tangan lainnya memutar pergelangan kaki.
3. Latihan aktif anggota gerak atas dan bawah
A. Latihan 1
Angkat tangan yang lumpuh menggunakan tangan yang sehat keatas.
Letakkan kedua tangan diatas kedua kepala
Kembalikan tangan ke posisi semula.
B. Latihan 2
Angkat tangan yang lumpuh melewati dada kearah tangan yang sehat
Kembalikan ke posisi semula
C. Latihan 3
Angkat tangan yang lemah menggunakan tangan yang sehat keatas
Kembali seperti semula
D. Latihan 4
Tekuk siku yang lumpuh menggunakan tangan yang sehat
Luruskan siku, kemudian angkat keatas
Letakkan kembali tangan yang lumpuh ditempat tidur.
E. Latihan 5
Pegang pergelangan tangan yang lumpuh menggunakan tangan yang sehat, angkat keatas dada
Putar pergelangan tangan kearah dalam dan kearah luar
Sumber : Leaflet kuliah

Tentang Craniektomy

Craniektomy adalah insisi pada tulang tengkorak dan membersihkan tulang dengan memperluas satu atau lebih lubang,. Pembedahan craniektomy dilakukan untuk mengangkat tumor, hematom, luka, atau mencegah infeksi pada daerah tualang tengkorak.
Craniektomy juga diindikasikan untuk mengobati craniosynostosis pada infant dan megurangi tekanan pada otak akibat tekanan tulang atau perdarahan internal akibat trauma.

Tanda dan gejala Gagal ginjal kronik

Menurut Suyono (200l) Tanda dan gejala Gagal ginjal kronik adalah :
a. Gangguan pada sistem gastrointestinal.
- Anoreksia, mual, dan muntah yang berhubungan dengan gangguan metabolisme protein dalam usus dan terbentuknya zat – zat toksik.
- Fetor uremik : disebabkan ureum yang berlebihan pada air liur yang diubah menjadi amonia oleh bakteri sehingga nafas berbau amonia.
- Cegukan, belum diketahui penyebabnya.
b. Gangguan sistem Hematologi dan kulit.
- Anemia, karena berkurangnya produksi eritropoetin.
- Kulit pucat karena anemia dan kekuningan karena penimbunan urokrom.
- Gatal-gatal akibat toksin uremik.
- Trombositopenia (penurunan kadar trombosit dalam darah).
- Gangguan fungsi kulit (Fagositosis dan kemotaksis berkurang).

c. Sistem Syaraf dan otak.
- Miopati, kelelahan dan hipertropi otot.
- Ensepalopati metabolik : Lemah, Tidak bisa tidur, gangguan konsentrasi.
d. Sistem Kardiovaskuler.
- Hipertensi.
- Nyeri dada, sesak nafas.
- Gangguan irama jantung akibat sklerosis dini.
- Edema.
e. Sistem endokrin.
- Gangguan seksual : libido, fertilitas dan penurunan seksual pada laki-laki, pada wanita muncul gangguan menstruasi.
- Gangguan metabolisme glukosa, retensi insulin dan gangguan sekresi insulin.
f. Gangguan pada sistem lain.
- Tulang : osteodistrofi renal.
- Asidosis metabolik akibat penimbunan asam organik.

Jumat, 05 November 2010

Etiologi & Tanda Gejala Fraktur

FRAKTUR
1. Definisi
Fraktur adalah patah atau gangguan kontinuitas jaringan tulang
( PUSDIKNAKES DEPKES, 1995 : 75 )
Fraktur adalah terputusnya kontinuitas struktur jaringan tulang, baik itu tulang rawan, sendi, tulang epifisis, baik yang bersifat total maupun yang parsial. ( Chairuddin, 2000 : 388 )
Fraktur adalah terputusnya kerusakan kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya.
( Brunner dan Suddarh’s, Ed. 8 Vol. 3 Hal : 2357)
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang, baik yang bersifat total maupun parsial.

2. Etiologi Fraktur
Etiologi fraktur secara umum yaitu :
a. Fraktur terjadi ketika tekanan yang menimpa tulang lebih besar dari
pada daya tahan tulang akibat trauma.
b. Fraktur terjadi karena penyakit tulang seperti tumor tulang, osteoporosis yang disebut fraktur pathologis.
c. Fraktur stress atau fatigue, fraktur yang fatigue biasanya sebagai
Akibat dari penggunaan tulang secara berlebihan yang berulang –
ulang.

3. Tanda dan Gejala Fraktur
a. Deformitas ( perubssahan struktur atau bentuk)
b. Bengkak atau penumpukan cairan/darah karena kerusakan pembuluh darah
c. Ekimosis ( perdarahan subkutan)
d. Spasme otot karena kontraksi involunter disekitar fraktur
e. Nyeri, karena kerusakan jaringan dan perubahan struktur yang meningkat karena penekanan sisi-sisi fraktur dan pergerakan bagian fraktur
f. Kurangnya sensasi yang dapat terjadi karena adanya gangguan syaraf, dimana syaraf ini terjepit atau terputus oleh fragmen tulang
g. Hilangnya atau berkurangnya fungsi normal karena ketidakstabilan tulang, nyeri atau spasme otot
h. Pergerakan abnormal
i. Krepitasi, yang dapat dirasakan atau didengar bila fraktur digerakan
j. Hasil foto rontgen yang abnormal
Akibat terjadi kepatahan/patah tulang, tulang tersebut mengadakan adaptasi terhadap kondisi tersebut, diantaranya adalah mengalami proses penyembuhan atau perbaikan tulang. Faktor tersebut dapat diperbaiki tapi prosesnya lambat, karena melibatkan pembentukan tulang baru. Proses tersebut terjadi secara bertahap, yang dikaji dalam 4 tahap yaitu :

1) Pembentukan prokallus/haematoma
Haematoma akan terbentuk pada 48 sampai 72 jam pertama pada fraktur yang disebabkan karena adanya perdarahan yang terkumpul disekitar fraktur yaitu darah dan eksudat, kemudian akan diserbu oleh kapiler dan sel darah putih terutama netrofil, kemudian diikat oleh makrofag, sehingga akan terbentuk jaringan granulasi.
2) Pembentukan Kallus
Selama 5 sampai 5 hari osteoblast menyusun trabekula disekitar ruangan-ruangan yang kelak menjadi saluran harvest. Jaringan itu ialah jaringan osteosid, disebut Kallus yang berfungsi sebagai bidai (Splint) yang terbentuk pada akhir minggu kedua.
3) Osifikasi
Dimulai pada 2 sampai 3 minggu setelah fraktur jaringan kallus akhirnya akan diendapi oleh garam-garam mineral, dan akan terbentuk tulang yang menghubungkan kedua sisi yang patah.
4) Penggabungan dan Remodelling
Kallus tebal diabsopsi oleh aktivitas dari osteoblast dan osteoclast menjadi konteks baru yang sama dengan konteks sebelum fraktur.Remodeling berlangsung 4 sampai 8 bulan.

Senin, 01 November 2010

Lapisan-lapisan pembungkus ginjal

Lapisan-lapisan pembungkus ginjal :
(1) Bagian dalam : capsula renalis yang berlanjut dengan lapisan permukaan ureter
(2) Bagian tengah : capsula adiposa yang merupakan jaringan lemak untuk melindungi ginjal dari trauma
(3) Bagian luar : Fascia renalis (jaringan ikat) yang membungkusrginjal dan menghubungkannya dg dinding abdomen posterior. Jaringan flexibel memungkinkan ginjal bergerak dengan lembut saat diafragma bergerak waktu bernafas, mencegah penyebarab infeksi dari ginjal ke yang lain.

Definisi Glomerulonefritis

Glomerulonefritis terjadi karena adanya peradangan pada glomerulus yang diakibatkan karena adanya pengendapan kompleks antigen antibodi. Kompleks biasanya terbentuk 7 – 10 hari setelah infeksi faring atau kulit oleh streptokokus. Reaksi peradangan di glomerulus menyebabkan pengaktifan komplemen, sehingga terjadi peningkatan aliran darah dan peningkatan permeabilitas kapiler glomerulus dan filtrasi glomerulus. Protein-protein plasma dan sel darah merah bocor melalui glomerulus.
Glomerulonefritis dibagi menjadi dua :
1) Glomerulonefritis akut
Glomerulonefritis akut adalah peradangan glomerulus secara mendadak.
2) Glomerulonefritis kronik
Glomerulonefritis kronik adalah peradangan yang lama dari sel –sel glomerulus. Kelainan ini dapat terjadi akibat glomerulonefritis akut tidak membaik atau timbul secara spontan.

Skizofrenia Hebefrenik

Salah satu pembagian skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik. Beberapa pendapat yang menyebutkan tentang pengertian Skizofrenia, antara lain :
“Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk Skizofrenia yang ditandai dengan perilaku klien regresi dan primitif, afek yang tidak sesuai, wajah dungu, tertawa-tawa aneh, meringis dan menarik diri secara ekstrim”. (Townsend, alih bahasa Helena, 1998:143).

Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan afektif yang tampak jelas dan secara umum juga dijumpai waham dan halusinasi yang bersifat mengambang serta terputus-putus (fragmentary), perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diramalkan, serta umumnya maneurisme (Depkes RI, 1993:111-112).
Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi, affect datar, perilaku dan tertawa kekanak-kanakan, yang terpecah-pecah, dan perilaku aneh seperti menyeringai sendiri, menunjukkan gerakan-gerakan aneh, mengucap berulang-ulang dan kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial (Dadang Hawari, 2001:64-65).
Skizofrenia hebefrenik adalah suatu bentuk skizofrenia dengan perubahan prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan,ada kecenderungan untuk selalu menyendiri, dan prilaku menunjukkan hampa prilaku dan hampa perasaan, senang menyendiri,dan ungkapan kata yang di ulang – ulang, proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu serta adanya penurunan perawatan diri pada individu. ( Rusdi Maslim,Dr.PPDGJ- III 2001: 48)
Dari ketiga pengertian diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa Skizofrenia hebefrenik atau Skizofrenia disorganized adalah suatu gangguan yang yang ditandai dengan regresi dan primitif, afek yang tidak sesuai, serta menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial.

Jumat, 29 Oktober 2010

Usus halus

Usus halus adalah tempat berlangsungnya sebagian besar pencernaan dan penyerapan. Dengan panjang sekitar 6.3 m (21 kaki) diameternya kecil yaitu 2,5 cm / 1 inch. Bergulung di rongga abdomen dan terlentang dari lambung sampai usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu :
a) Duodenum (20 cm/8 inch)
Duodenum disebut juga usus dua belas jari. Bagian pertama usus halus yang berbentuk sepatu kuda melingkari pancreas.
b) Jejunum (2,5 cm/8 kaki)
Disebut juga usus kosong, Terjadi pencernaan secara kimia, menghasilkan enzim pencernan.
c) Ileum (3,6 cm/12 kaki)
Ileum disebut juga usus penyerapan menempati 3/5 akhir. Terjadi penyerapan makanan (absorpsi).
Sumber : catatan kuliah

Definisi & Etiologi Appendisitis

a. Definisi Appendisitis
Appendisitis adalah peradangan appendiks yang relatif sering dijumpai yang dapat timbul tanpa sebab yang jelas, atau timbul setelah obstruksi appendiks oleh tinja atau akibat terpuntirnya appendiks atau pembuluh darahnya. Peradangan menyebabkan appendiks membengkakdan nyeri yang dapat menimbulkan gangren karena suplai darah terganggu. appendiks juga dapat pecah. ( Patofisiologi Corwin : 529 )
b. Etiologi Appendisitis
Appendisitis disebabkan oleh beberapa sebab terjadinya proses radang bakteria yang dicetuskan oleh beberapa factor pencetus diantaranya hyperplasia jaringan limfe, fekalit, tumor appendik dan cacing askaris yang menyumbat. Ulserasi mukosa merupakan tahap awal dari kebanyakan penyakit ini. Namun ada beberapa faktor yang mempermudahterjadinya radang apendiks menurut Dr. Andri Haryanto diantaranya factor sumbatan, factor bakteri, kecenderungan familiar. (www.emedicine.com, diakses tanggal 6 juni 2010),

Kamis, 21 Oktober 2010

Pengertian Dekompensasi Kordis

Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung (Tabrani, 1998; Price, 1995).
Dekompensasi kordis adalah keadaan patofisiologi yang mana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan (Carleton, P.F dan M.M. O’Donnell, 1995 ; Ignatavicius and Bayne, 1997 ).

Dekompensasi kordis adalah ketidakmanpuan jantung untuk memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. (Smeltzer C. Suzanne, keperawatan medikal bedah vol 2, 1996).

Dari ketiga pendapat di atas di simpulkan bahwa decompensasi cordis tidak mampu memompakan darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan akan oksigen dan nutrisi.

Konsep letak sungsang

a. Pengertian letak sungsang
Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala berada di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.
b. Klasifikasi letak sungsang
1) Letak bokong ( Frank Breech )
Letak bokong dengan kedua tungkai terangkat ke atas, dimana paha fleksi, lutut ekstensi.
2) Letak bokong komplet ( Complete Breech )
Letak bokong dimana kedua kaki ada di samping bokong, letak bokong kaki sempurna ( lipat kejang ). Kedua paha dan lutut fleksi.
3) Letak bokong tidak komplet ( Incomplete Breech )
Adalah letak sungsang dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :
a) Kedua kaki = letak kaki sempurna
b) Satu kaki = letak kaki tidak sempurna
c) Kedua lutut = letak lutut smpurna
d) Satu lutut = letak lutut tidak sempurna

c. Etiologi letak sungsang
Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan di dalam uterus. Pada kehamilan sampai lebih kurang dari 32 minggu, jumlah air ketuban relative lebih banyak, sehingga kemungkinan janin bergerak lebih leluasa. Dengan demikian, janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau lintang. Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif lebih berkurang. Karena bokong dengan dua tungkai yang terlipat lebih besar dari kepala, maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri, sedangkan kepala berada dalam ruang yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Dengan demikian dapat di mengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang lebih tinggi, sedangkan pada kehamilan cukup bulan, janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala.
Terdapat beberapa factor yang berperan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas, kehamilan kembar, hidramnion, hidrosephalus, anensefalus, plasenta previa, panggul sempit, prematuritas, kelainan genetic, kelainan bentuk uterus.
d. Diagnosis letak sungsang
1) Palpasi dan auskultasi
Kepala teraba di fundus, bagian bawah bokong, dan punggung di kiri atau di kanan. DJJ paling jelas terdengar pada tempat yang lebih tinggi dari pusat.
2) Pemeriksaan dalam
Pada pemeriksaan dalam bedakan antara :
a) Jika teraba lubang kecil, tulang (-), isap (-), mekonium (+) maka artinya teraba anus.
b) Jika mengisap, teraba rahang, teraba lidah artinya teraba mulut
c) Jika teraba tumit, sudut 90o, rata jari-jari artinya teraba kaki.
d) Jika teraba jari jari panjang, tidak rata, patella (-) artinya teraba tangan siku.
e) Jika teraba petella dan poplitea artinya teraba lutut.
3) Pemeriksaan foto Rontgent : bayangan kepala di fundus.
e. Posisi letak sungsang
1) Presentasi bokong
Pada pemeriksaan dalam yang dapat teraba hanya bokong bayi saja. Terjadi karena janin meluruskan (ekstensi) kedua sendi lututnya, sehingga kedua kaki mengarah ke atas dan kedua ujungnya sejajar dengan bahu atau kepala.
2) Presentasi bokong kaki sempurna
Pada pemeriksaan dalam dilakukan, bokong dan kedua kaki dapat teraba.
3) Presentasi bokong kaki tidak sempurna
Bagian bokong teraba dengan satu kaki di sampingnya, sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.
4) Presentasi kaki
Yang teraba lebih dulu adalah salah satu atau kedua kaki karena posisi kaki berada di bagian paling rendah.
Sumber : Buku Kebidanan

Komplikasi sectio caesarea

>> Indikasi sectio caesarea ( Buku Ilmu Bedah Kebidanan,2007 )
Tindakan Sectio caesarea dilakukan bilamana diyakini bahwa penundaan persalinan yang lebih lama akan menimbulkan bahaya yang serius bagi ibu, janin atau keduanya. Sedangkan persalinan pervaginam tidak mungkin dilakukan dengan aman.
Salah satu alasan dilakukan sectio caesarea atas indikasi ibu adalah kelainan tenaga atau kelainan his, misalnya pada ibu anemia sehingga kurang tenaga ibu untuk mengedan dapat menjadi rintangan pada persalinan, sehingga persalinan mengalami hambatan.
Adapun indikasi sectio caesarea dilihat dari kondisi janin salah satunya adalah gawat janin ( janin kelelahan dan tidak ada kemajuan dalam persalinan).

>> Komplikasi yang sering Muncul pada Tindakan SC ( Bobak, 2005)
1) Pada Ibu
a) Infeksi puerperialis / nifas bisa terjadi dari infeksi ringan yaitu kenaikan suhu beberapa hari saja, sedang yaitu kenaikan suhu lebih tinggi disertai dehidrasi dan perut sedikit kembung, berat yaitu dengan peritonitis dan ileus paralitik.
b) Perdarahan akibat antonia uteri atau banyak pembuluh darah yang terputus dan terluka pada saat operasi.
c) Trauma kandung kemih akibat kandung kemih yang terpotong saat melakukan sectio caesarea.
d) Resiko ruptura uteri pada kehamilan berikutnya karena jika pernah mengalami pendarahan pada dinding rahim insisi yang dibuat menciptakan garis kelemahan yang sangat beresiko untuk ruptur pada persalinan berikutnya.
e) Endometritis yaitu infeksi atau peradangan pada endometrium.
2) Pada Bayi
a) Hipoksia
b) Depresi pernafasan
c) Sindrom gawat pernafasan
d) Trauma persalinan

Tanda dan gejala Stroke

Berikut ini adalah tanda dan gejala yang terjadi pada penderita stroke :
a. Tiba – tiba sakit kepala
b. Pusing, bingung.
c. Penglihatan kabur.
d. Kehilangan keseimbangan.
e. Kelemahan / kelumpuhan tangan dan atau kaki.
f. Bicara tidak jelas.
g. Konsentrasi menurun.
h. Tidak mampu mengontrol buang air besar dan atau buang air kecil.
i. Terjadi penurunan sampai dengan kehilangan kesadaran.
Sumber : catatan kuliah

Definisi/Pengertian Osteomyelitis

Osteomyelitis adalah infeksi tulang yang dapat menjadi masalah kronis yang akan mempengaruhi kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas.
(Brunner & Suddart Ed. 8 Vol. 3 Hal : 2343)
Osteomyelitis adalah infeksi Bone marrow pada tulang-tulang panjang yang disebabkan oleh staphylococcus aureus dan kadang-kadang Haemophylus influensae (Depkes RI, 1995).
Osteomyelitis adalah suatu infeksi yang disebarkan oleh darah yang disebabkan oleh staphylococcus (Henderson, 1997)
Kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai pengertian diatas bahwa Osteomyelitis adalah infeksi pada tulang panjang akibat penyebaran kuman Staphylococcus melalui darah, infeksi ini dapat menjadi masalah kronis yang akan mempengaruhi kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas.

Anatomi Tulang Tibia

Tibia atau tulang kering merupakan kerangka yang utama dari tungkai bawah dan terletak medial dari fibula atau tulang betis, tibia adalah tulang pipa dengan sebuah batang dan dua ujung.
Ujung atasnya sangat melebar sehingga menciptakan permukaan yang sangat luas untuk menahan berat badan. Bagian ini mempunyai dua masa yang menonjol yang disebut kondilus medialis dan kondilus lateralis. Kondil-kondil ini merupakan bagian yang paling atas dan paling pinggir dari tulang. Permukaan superiornya memperlihatkan dua daratan permukaan persendian untuk femur dalam formasi sendi lutut. Permukaan- permukaan tersebut halus dan diatas permukaan yang datar terdapat tulang rawan semilunar (setengah bulan) yang membuat permukaan persendian lebih dalam untuk penerimaan kondil femur. Di antara kedua kondilus terdapat daerah kasar yang menjadi tempat pelekatan ligament dan tulang rawan sendi lutut.

Kondil lateral memperlihatkan posterior sebuah faset untuk persendian dengan kepala fibula pada sendi tibio fibuler superior. Kondil –kondil ini di sebelah belakang di pisahkan oleh lekukan popliteum. Tuberkel dari tibia ada di sebelah depan tepat dibawah kondil- kondil ini. Bagian depan memberi kaitaan kepada tendon patella, yaitu tendon dari insersi otot ekstensor kwardisep. Bagian bawah dari Tuberkel itu adalah subkutaneus dan sewaktu berlutut menyangga berat badan.
Batang dalan irisan melintang bentuknya segitiga, sisi anteriornya paling menjulang dan sepertiga sebelah tengah terletak subkutan. Bagian ini membentuk Krista tibia. Permukaan medial adalah subcutaneous pada hampir seluruh panjangnya dan merupakan daerah berguna darimana dapat diambil serpihan tulang untuk transplantasi (bone graft). Permukaan posterior ditandai oleh garis soleal untuk linea poplitea, yaitu garis meninggi di atas tulang yang kuata dan berjalan ke bawah dan medial.
Ujung bawah masuk dalam formasi persendian mata kaki. Tulangnya sedikit melebar dan kebawah sebelah medial menjulang menjadi maleolus medial dan maleolus tibiae. Sebelah depan tibia halus dan tendon – tendon menjulur di atasnya ke arah kaki.
Permukaan lateral dari ujung bawah bersendi dengan fibula pada persendian tibio fibuler inferior. Tibia membuat sendi dengan tiga tulang yaitu femur, fibula dan talus.

Kamis, 30 September 2010

KONSEP DASAR Dengue haemorhagic fever (DHF)

A. KONSEP DASAR
1. Pengertian
Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (Christantie Efendy,1995 ).
Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam. DHF sejenis virus yang tergolong arbo virus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty (betina) (Seoparman , 1990).
DHF adalah demam khusus yang dibawa oleh aedes aegypty dan beberapa nyamuk lain yang menyebabkan terjadinya demam. Biasanya dengan cepat menyebar secara efidemik. (Sir,Patrick manson,2001).
Dengue haemorhagic fever (DHF) adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypty (Seoparman, 1996).
Dari beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa dengue haemorhagic fever (DHF) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty yang terdapat pada anak dan orang dewasa dengan gejala utama demam, nyeri otot dan nyeri sendi yang disertai ruam atau tanpa ruam.
2. Etiologi
a. Virus dengue sejenis arbovirus.
b. Virus dengue tergolong dalam family Flavividae dan dikenal ada 4 serotif, Dengue 1 dan 2 ditemukan di Irian ketika berlangsungnya perang dunia ke II, sedangkan dengue 3 dan 4 ditemukan pada saat wabah di Filipina tahun 1953-1954. Virus dengue berbentuk batang, bersifat termoragil, sensitif terhadap in aktivitas oleh diatiter dan natrium diaksikolat, stabil pada suhu 70 oC.
Keempat serotif tersebut telah di temukan pula di Indonesia dengan serotif ke 3 merupakan serotif yang paling banyak.
3. Patofisiologi
Virus akan masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk aedes aegypty dan kemudian akan bereaksi dengan antibody dan terbentuklah kompleks virus-antibody. Dalam sirkulasi akan mengaktivasi system komplemen. Akibat aktivasi C3 dan C5 akan dilepas C3a dan C5a,dua peptida yang berdaya untuk melepaskan histamine dan merupakan mediator kuat sebagai factor meningkatnya permeabilitas dinding pembuluh darah dan menghilangkan plasma melalui endotel dinding itu.

Terjadinya trobositopenia, menurunnya fungsi trombosit dan menurunnya faktor koagulasi (protombin dan fibrinogen) merupakan factor penyebab terjadinya perdarahan hebat , terutama perdarahan saluran gastrointestinal pada DHF.
Yang menentukan beratnya penyakit adalah meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah , menurunnya volume plasma , terjadinya hipotensi , trombositopenia dan diathesis hemorrhagic , renjatan terjadi secara akut.
Nilai hematokrit meningkat bersamaan dengan hilangnya plasma melalui endotel dinding pembuluh darah. Dan dengan hilangnya plasma klien mengalami hipovolemik. Apabila tidak diatasi bisa terjadi anoxia jaringan, acidosis metabolic dan kematian.
4. Tanda dan gejala
a. Demam tinggi selama 5 – 7 hari
b. Mual, muntah, tidak ada nafsu makan, diare, konstipasi.
c. Perdarahan terutama perdarahan bawah kulit, ptechie, echymosis, hematoma.
d. Epistaksis, hematemisis, melena, hematuri.
e. Nyeri otot, tulang sendi, abdoment, dan ulu hati.
f. Sakit kepala.
g. Pembengkakan sekitar mata.
h. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.
i. Tanda-tanda renjatan (sianosis, kulit lembab dan dingin, tekanan darah menurun, gelisah, capillary refill lebih dari dua detik, nadi cepat dan lemah).
5. Komplikasi
Adapun komplikasi dari penyakit demam berdarah diantaranya :
a. Perdarahan luas.
b. Shock atau renjatan.
c. Effuse pleura
d. Penurunan kesadaran.
6. Klasifikasi
a. Derajat I :
Demam disertai gejala klinis lain atau perdarahan spontan, uji turniket positi, trombositopeni dan hemokonsentrasi.
b. Derajat II :
Manifestasi klinik pada derajat I dengan manifestasi perdarahan spontan di bawah kulit seperti peteki, hematoma dan perdarahan dari lain tempat.
c. Derajat III :
Manifestasi klinik pada derajat II ditambah dengan ditemukan manifestasi kegagalan system sirkulasi berupa nadi yang cepat dan lemah, hipotensi dengan kulit yang lembab, dingin dan penderita gelisah.
d. Derajat IV :
Manifestasi klinik pada penderita derajat III ditambah dengan ditemukan manifestasi renjatan yang berat dengan ditandai tensi tak terukur dan nadi tak teraba.
7. Pemeriksaan penunjang
a. Darah
1) Trombosit menurun.
2) HB meningkat lebih 20 %
3) HT meningkat lebih 20 %
4) Leukosit menurun pada hari ke 2 dan ke 3
5) Protein darah rendah
6) Ureum PH bisa meningkat
7) NA dan CL rendah
b. Serology : HI (hemaglutination inhibition test).
1) Rontgen thorax : Efusi pleura.
2) Uji test tourniket (+)
8. Penatalaksanaan
a. Tirah baring
b. Pemberian makanan lunak .
c. Pemberian cairan melalui infus.
Pemberian cairan intra vena (biasanya ringer lactat, nacl) ringer lactate merupakan cairan intra vena yang paling sering digunakan , mengandung Na + 130 mEq/liter , K+ 4 mEq/liter, korekter basa 28 mEq/liter , Cl 109 mEq/liter dan Ca = 3 mEq/liter.
d. Pemberian obat-obatan : antibiotic, antipiretik,
e. Anti konvulsi jika terjadi kejang
f. Monitor tanda-tanda vital ( T,S,N,RR).
g. Monitor adanya tanda-tanda renjatan
h. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut
i. Periksa HB,HT, dan Trombosit setiap hari.
9. Tumbuh kembang pada anak usia 6-12 tahun
Pertumbuhan merupakan proses bertambahnya ukuran berbagai organ fisik berkaitan dengan masalah perubahan dalam jumlah, besar, ukuran atau dimensi tingkat sel. Pertambahan berat badan 2 – 4 Kg / tahun dan pada anak wanita sudah mulai mengembangkan cirri sex sekundernya.
Perkembangan menitik beratkan pada aspek diferensiasi bentuk dan fungsi termasuk perubahan sosial dan emosi.
a. Motorik kasar
1) Loncat tali
2) Badminton
3) Memukul
4) Motorik kasar di bawah kendali kognitif dan berdasarkan secara bertahap meningkatkan irama dan kehalusan.
b. Motorik halus
1) Menunjukan keseimbangan dan koordinasi mata dan tangan
2) Dapat meningkatkan kemampuan menjahit, membuat model dan bermain alat musik.
c. Kognitif
1) Dapat berfokus pada lebih dan satu aspek dan situasi
2) Dapat mempertimbangkan sejumlah alternatif dalam pemecahan masalah
3) Dapat membelikan cara kerja dan melacak urutan kejadian kembali sejak awal
4) Dapat memahami konsep dahulu, sekarang dan yang akan datang
d. Bahasa
1) Mengerti kebanyakan kata-kata abstrak
2) Memakai semua bagian pembicaraan termasuk kata sifat, kata keterangan, kata penghubung dan kata depan
3) Menggunakan bahasa sebagai alat pertukaran verbal
4) Dapat memakai kalimat majemuk dan gabungan
10. Dampak hospitalisasi
Hospitalisasi atau sakit dan dirawat di RS bagi anak dan keluarga akan menimbulkan stress dan tidak merasa aman. Jumlah dan efek stress tergantung pada persepsi anak dan keluarga terhadap kerusakan penyakit dan pengobatan.
Penyebab anak stress meliputi ;
a. Psikososial
Berpisah dengan orang tua, anggota keluarga lain, teman dan perubahan peran
b. Fisiologis
Kurang tidur, perasaan nyeri, imobilisasi dan tidak mengontrol diri
c. Lingkungan asing
Kebiasaan sehari-hari berubah
d. Pemberian obat kimia
Reaksi anak saat dirawat di Rumah sakit usia sekolah (6-12 tahun)
e. Merasa khawatir akan perpisahan dengan sekolah dan teman sebayanya
f. Dapat mengekspresikan perasaan dan mampu bertoleransi terhadap rasa nyeri
g. Selalu ingin tahu alasan tindakan
h. Berusaha independen dan produktif
Reaksi orang tua
a. Kecemasan dan ketakutan akibat dari seriusnya penyakit, prosedur, pengobatan dan dampaknya terhadap masa depan anak
b. Frustasi karena kurang informasi terhadap prosedur dan pengobatan serta tidak familiernya peraturan Rumah sakit.
B. ASUHAN KEPERAWATAN SECARA TEORITIS
1. Pengkajian
Pengkajian merupakan tahap awal yang dilakukan perawat untuk mendapatkan data yang dibutuhkan sebelum melakukan asuhan keperawatan . pengkajian pada pasien dengan “DHF” dapat dilakukan dengan teknik wawancara, pengukuran, dan pemeriksaan fisik. Adapun tahapan-tahapannya meliputi :
a. Mengkaji data dasar, kebutuhan bio-psiko-sosial-spiritual pasien dari berbagai sumber (pasien, keluarga, rekam medik dan anggota tim kesehatan lainnya).
b. Mengidentifikasi sumber-sumber yang potensial dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan pasien.
c. Kaji riwayat keperawatan.
d. Kaji adanya peningkatan suhu tubuh ,tanda-tanda perdarahan, mual, muntah, tidak nafsu makan, nyeri ulu hati, nyeri otot dan sendi, tanda-tanda syok (denyut nadi cepat dan lemah, hipotensi, kulit dingin dan lembab terutama pada ekstrimitas, sianosis, gelisah, penurunan kesadaran).
2. Diagnosa keperawatan .
Penyusunan diagnosa keperawatan dilakukan setelah data didapatkan, kemudian dikelompokkan dan difokuskan sesuai dengan masalah yang timbul sebagai contoh diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada kasus DHF diantaranya :
a. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan, muntah dan demam.
b. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.
c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan.
d. Kurang pengetahuan keluarga tentang proses penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi
e. Resiko terjadinya perdarahan berhubungan dengan trombositopenia.
f. Shock hipovolemik berhubungan dengan perdarahan
3. Intervensi
Perumusan rencana perawatan pada kasus DHF hendaknya mengacu pada masalah diagnosa keperawatan yang dibuat. Perlu diketahui bahwa tindakan yang bisa diberikan menurut tindakan yang bersifat mandiri dan kolaborasi. Untuk itu penulis akan memaparkan prinsip rencana tindakan keperawatan yang sesuai dengan diagnosa keperawatan :
a. Gangguan volume cairan tubuh kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler, perdarahan , muntah dan demam.
Tujuan :
Gangguan volume cairan tubuh dapat teratasi
Kriteria hasil :
Volume cairan tubuh kembali normal
Intervensi :
1) Kaji KU dan kondisi pasien
2) Observasi tanda-tanda vital ( S,N,RR )
3) Observasi tanda-tanda dehidrasi
4) Observasi tetesan infus dan lokasi penusukan jarum infus
5) Balance cairan (input dan out put cairan)
6) Beri pasien dan anjurkan keluarga pasien untuk memberi minum banyak
7) Anjurkan keluarga pasien untuk mengganti pakaian pasien yang basah oleh keringat.
b. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue.
Tujuan
Hipertermi dapat teratasi
Kriteria hasil
Suhu tubuh kembali normal
Intervensi
1) Observasi tanda-tanda vital terutama suhu tubuh
2) Berikan kompres dingin (air biasa) pada daerah dahi dan ketiak
3) Ganti pakaian yang telah basah oleh keringat
4) Anjurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang dapat menyerap keringat seperti terbuat dari katun.
5) Anjurkan keluarga untuk memberikan minum banyak kurang lebih 1500 – 2000 cc per hari
6) kolaborasi dengan dokter dalam pemberian Therapi, obat penurun panas.
c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual, muntah, tidak ada nafsu makan.
Tujuan
Gangguan pemenuhan nutrisi teratasi
Kriteria hasil
Intake nutrisi klien meningkat
Intervensi
1) Kaji intake nutrisi klien dan perubahan yang terjadi
2) Timbang berat badan klien tiap hari
3) Berikan klien makan dalam keadaan hangat dan dengan porsi sedikit tapi sering
4) Beri minum air hangat bila klien mengeluh mual
5) Lakukan pemeriksaan fisik Abdomen (auskultasi, perkusi, dan palpasi).
6) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian Therapi anti emetik.
7) Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet.
d. Kurang pengetahuan keluarga tentang proses penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi
Tujuan
Pengetahuan keluarga tentang proses penyakit meningkat
Kriteria hasil
Klien mengerti tentang proses penyakit DHF
1) Kaji tingkat pendidikan klien.
2) Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit DHF
3) Jelaskan pada keluarga klien tentang proses penyakit DHF melalui Penkes.
4) beri kesempatan pada keluarga untuk bertanya yang belum dimengerti atau diketahuinya.
5) Libatkan keluarga dalam setiap tindakan yang dilakukan pada klien
e. Resiko terjadinya perdarahan berhubungan dengan trobositopenia.
Tujuan
Perdarahan tidak terjadi
Kriteria hasil
Trombosit dalam batas normal
Intervensi
1) Kaji adanya perdarahan
2) Observasi tanda-tanda vital (S.N.RR)
3) Antisipasi terjadinya perlukaan / perdarahan.
4) Anjurkan keluarga klien untuk lebih banyak mengistirahatkan klien
5) Monitor hasil darah, Trombosit
6) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi ,pemberian cairan intra vena.
f. Shock hipovolemik berhubungan dengan perdarahan
Tujuan
Shock hipovolemik dapat teratasi
Kriteria hasil
Volume cairan tubuh kembali normal, kesadaran compos mentis.
Intervensi
1) Observasi tingkat kesadaran klien
2) Observasi tanda-tanda vital (S, N, RR).
3) Observasi out put dan input cairan (balance cairan)
4) Kaji adanya tanda-tanda dehidrasi
5) kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi cairan.
4. Evaluasi.
Evaluasi adalah merupakan salah satu alat untuk mengukur suatu perlakuan atau tindakan keperawatan terhadap pasien. Dimana evaluasi ini meliputi evaluasi formatif / evaluasi proses yang dilihat dari setiap selesai melakukan implementasi yang dibuat setiap hari sedangkan evaluasi sumatif / evaluasi hasil dibuat sesuai dengan tujuan yang dibuat mengacu pada kriteria hasil yang diharapkan.
Evaluasi :
a. Suhu tubuh dalam batas normal.
b. Intake dan out put kembali normal / seimbang.
c. Pemenuhan nutrisi yang adekuat.
d. Perdarahan tidak terjadi / teratasi.
e. Pengetahuan keluarga bertambah.
f. Shock hopovolemik teratasi
http://askep.blogspot.com/2008/01/asuhan-keperawatan-pada-anak-dengan_6163.html

Senin, 27 September 2010

Jual USB Laser Pointer Murah Dengan Fungsi Remote

Bagi anda seorang guru, dosen atau orang-orang yang seneng presentasi berikut saya tawarkan sebuah gadget yang mampu memaksimalkan gaya presentasi anda, anda tidak akan mati gaya karena anda tidak lagi menunggui laptop/notebook anda tiap akan berpindah slide, sangat gampang and simple pokonya brother..
Produk Teknologi ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian USB dan Remote Control, dengan fungsi-fungsi/spesifikasi sebagai berikut :
1. Plug and Play (tidak perlu instal software) untuk windows 98/2000/Me/Xp/Linux/Vista
2. Fungsi : Laser Pointer & Page up/page down
3. Kompatibel : Microsoft Office Power Point, Word, Excel, Adobe Reader.
4. Bekerja dalam berbagai jenis USB port
5. Remote Control range over 15 m using Radio Frequency , sistemnya pake frekuensi radio, jadi bisa tembus ruangan, Saya telah mencobanya....TERBUKTI!!!
6. Transmitter identification (satu transmitter (remote) hanya bisa untuk satu receiver (usb device))
7. Dimensi >> Transmitter : 115mm(L) x 18mm (H) x 19mm (W); Receiver : 96mm(L) x 11mm (H) x 23mm (W)
8. Berat: Transmitter : 20g; Receiver : 15g
9. Dapet Cashing buat nyimpen Transmitter dan Receivernya
10. Menggunakan baterai 2AA

Harganya Only : Rp.125.000 belum termasuk ongkir, untuk ongkos kirim klik link dibawah ini :
Pandu Siwi Logistics
Untuk Pemesanan Hubungi (Call Or SMS Aef ) : 081214527036 or email :herovian@yahoo.com
Untuk Pembayaran Via Rekening Dibawah Ini :
Aef Herosandiana
No Rek: 7750536951
BCA KCP Buah Batu

Tags: USB Presentasi, Laser USb Remote, Remote USB Laser Pointer, Alat presentasi Remote dengan laser

Minggu, 01 Agustus 2010

Langkah-Langkah (Cara) Membersihkan putting susu

==>Membersihkan putting susu:
(1) Ibu duduk bersandar
(2) Pakaian atas di buka
(3) Handuk diletakan di bawah payudara
(4) Kapas dibasahi dengan baby oil
(5) Kedua putting susu dikompres dengan kapas yang sudah dibasahi dengan minyak/baby oil selama 3-5 menit
(6) Kapas digosok-gosokkan di sekitar putting susu untuk mengangkat kotoran.
(7) Kemudian kedua tangan dibasahi dengan baby oil
(8) Lakukan pemijatan

Jumat, 23 Juli 2010

Tentang Lochea

Lochea adalah cairan sekret yang berasal dari cavum uteri dan vagina selama masa nifas. Lochea terbagi menjadi tiga jenis, yaitu : lochea rubra, lochea serosa dan lochea alba.
Pada awal pemulihan post persalinan adalah merah terang, berubah menjadi merah tua atau coklat kemerah-merahan, itu mungkin berisi sedikit gumpalan-gumpalan atau bekuan –bekuan. Lochea hanya untuk menunjukkan pemulihan uterin.
a) Lochea rubra
Lochea rubra terdiri dari sebagian besar darah, decidu dan robekan-robekan tropoblastik dan bakteri (Cunningham dkk, 1989). Darah memucat, menjadi pink atau coklat setelah 1 sampai 3 hari.
b) Lochea serosa
Lochea serosa terdiri dari darah yang sudah tua (coklat), banyak serum, leukosit dan jaringan sampai kuning cair 3 sampai 10 hari.
c) Lochea alba
Lochea alba terus ada hingga kira-kira 2 sampai 6 minggu setelah persalinan. Kekuningan berisi selaput lendir leucocye dan kuman yang telah mati.
Jumlah lochia digambarkan seperti sangat sedikit, sedikit, moderat dan berat (Jacobson, 1985) :
a) Sangat sedikit - darah hanya ada pada tisu ketika dihapus atau kurang dari 2,5 cm ( 1 in) pada pembalut.
b) Sedikit – kurang dari 10 cm (4 in) noda pada pembalut.
c) Moderat – kurang dari 15 cm (6 in) noda pada pembalut.
d) Berat – memenuhi pembalut dalam 1 jam.

Kamis, 08 Juli 2010

Adaptasi Psikologis Ibu Masa Nifas

1) Fase Taking In
Fase ini merupakan periode ketergantungan yang berlangsung dari hari pertama samapi hari kedua setelah melahirkan. Pada saat itu, focus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri. Kelelahan membuat ibu cukup istirahat untuk mencegah gejala kurant tidur, seperti mudah tersinggung. Hal ini memebuat ibu cenderung menjadi pasif terhadap lingkungannya. Komunikasi yang baik sangat diperlukan pad fase ini.

2) Fase Taking Hold
Fase ini berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Pada fase taking hold, ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bay, selain itu perasaannya sangat sensitive sehingga mudah tersinggung jika komunikasinya kurangb hati-hati. Pada saat ini ibu memerlukan dukungan karena saat ini merupkan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga tumbuh rasa percaya diri.

3) Fase Letting Go
Fase ini merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang berlangsung 10 hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Keinginan untuk merawat diri dan bayinya meningkat pada fase ini.

Jumat, 18 Juni 2010

Puisi Untuk Istri Tercinta

BARAKALLAH..
Segala pujian bagi ALlah telah memberikan anugerah kepadaku yaitu seorang isteri.
Yang memberikan perasaan tenteram dan nyaman di dalam hati.
Isteriku yang cantik dan sholeh …
Panggilan ini untuk dirimu wahai isteriku.
Bermulanya dari ikatan sah yang menghancur lumat keinginan syaitan iblis yang ingin membawa engkau dan dia ke kancah penzinaan yang dimurkai Allah.
Isteriku …
engkaulah yang membantu dalam urusan rumah tangga.
Yang mengemas rumah, membasuh pakaian.
Tempat diriku meluahkan perasaan apabila pusing.
Bila aku dalam keadaan amarah – Engkau mendiamkan diri menelan bulat apa yang ditegur. Dan apabila suasana kembali aman, Engkau tetap tersenyum dan berkata dengan baik denganmu.
Isteriku …
Kau mengingatkanku apabila aku terlupa.
Sesekali aku bosan mendengar omelanmu, tetapi itu untuk kebaikanku juga
Sebab tidak semua perkara aku akan ingat segalanya.
Isteriku …
Engkaulah wasilah yang menyambung zuriatku.
Membawa dalam rahimnya seorang anak dengan penuh sabar dan tabah walaupun payah. Bertarung dengan nyawa untuk melahirkan penyejuk mata, lalu aku menyambutnya sebagai seorang ayah.
Isteriku …
Kau tetap juga meneruskan tugasmu sebagai seorang isteri setiap hari. Air tanganmu yang ikhlas, menjamukan lauk pauk dan duduk bersama-sama untuk ku.
Isteriku …
Bukankah engkau yang selalu risau tentang diriku?
Pasti ditanya khabar di mana aku berada. Lalu apabila khabarnya dibalas dengan jawapan yang menyenangkan hati. Kau tersenyum lega.
Isteriku …
Sabarlah menerima teman yang menjadi suamimu ini yang tidak lepas dari kekhilafan.
Yang berusaha menjadi suami yang baik untukmu.
Terima kasih wahai ISTRIKU YANG Cantik dan Shalehah
Semoga syurgalah tempat tinggalmu nanti…
taken from:www.virouz007.wordpress.com/2010/06/08/811/
dengan gubahan

Minggu, 13 Juni 2010

Konsep Dasar Laparatomi Eksplorasi

a. Pengertian Laparatomi Eksplorasi
Bedah laparatomi merupakan tindakan operasi pada daerah abdomen, bedah laparatomi merupakan teknik sayatan yang dilakukan pada daerah abdomen yang dapat dilakukan pada bedah digestif dan kandungan. (http://medicastore.laparatomi.co.id, di akses 27 april 2010).
Adapun tindakan bedah digestif yang sering dilakukan dengan teknik sayatan arah laparatomi yaitu: Herniotorni, gasterektomi, kolesistoduodenostomi, hepateroktomi, splenorafi/splenotomi, apendektomi, kolostomi, hemoroidektomi dan fistulotomi atau fistulektomi. Tindakan bedah kandungan yang sering dilakukan dengan teknik sayatan arah laparatomi adalah berbagai jenis operasi uterus, operasi pada tuba fallopi dan operasi ovarium (Prawirohardjo), yaitu: histerektomi baik itu histerektomi total, histerektomi sub total, histerektomi radikal, eksenterasi pelvic dan salingo-coforektomi bilateral. Selain tindakan bedah dengan teknik sayatan laparatomi pada bedah digestif dan kandungan, teknik ini juga sering dilakukan pada pembedahan organ lain, menurut Spencer (1994) antara lain ginjal dan kandung kemih. Ada 4 (empat) cara, yaitu :
1) Midline incision
2) Paramedian, yaitu : panjang (12,5 cm) ± sedikit ke tepi dari garis tengah
3) Transverse upper abdomen incision, yaitu : sisi di bagian atas, misalnya pembedahan colesistotomy dan splenektomy
4) Transverse lower abdomen incision, yaitu : 4 cm di atas anterior spinal iliaka, ± insisi melintang di bagian bawah misalnya : pada operasi appendictomy.
b. Indikasi Laparatomi
1) Trauma abdomen (tumpul atau tajam) / Ruptur hepar
2) Peritonitis
3) Perdarahan saluran pencernaan (Internal Blooding)
4) Sumbatan pada usus halus dan usus besar
5) Masa pada abdomen (Sjamsuhidajat R, Jong WD, 1997).
c. Komplikasi
1) Ventilasi paru tidak adekuat
2) Gangguan kardiovaskuler : hipertensi, aritmia jantung
3) Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit
4) Gangguan rasa nyaman dan kecelakaan
d. Post Laparatomi
Perawatan post laparatomi adalah bentuk pelayanan perawatan yang diberikan kepada pasien-pasien yang telah menjalani operasi pembedahan perut.
e. Tujuan Perawatan Post Laparatomi
1) Mengurangi komplikasi akibat pembedahan
2) Mempercepat penyembuhan
3) Mengembalikan fungsi pasien semaksimal mungkin seperti sebelum operasi
4) Mempertahankan konsep diri pasien
5) Mempersiapkan pasien pulang
f. Komplikasi Post Laparatomi
1) Tromboplebitis
Tromboplebitis post opersi biasanya timbul 7-14 hari setelah operasi. Bahaya besar tromboplebitis timbul bila darah tersebut lepas dari dinding pembuluh darah vena dan ikut aliran darah sebagai emboli ke paru-paru, hati dan otak. Pencegahan tromboplebitis yaitu latihan kaki post operasi, ambulatif dini dan kaos kaki TED yang dipakai klien sebelum mencoba ambulatif.
2). Infeksi
Infeksi luka sering muncul pada 36-46 jam setelah operasi. Organisme yang paling sering menimbulkan infeksi adalah stapilokokus aureus, organisme ;gram positif. Stapilokokus mengakibatkan pernanahan. Untuk menghindari infeksi luka yang pali penting adalah perawatan luka dengan mempertahankan aseptik dan antiseptik.
3). Dehisensi Luka atau Eviserasi
Dehisensi luka merupakan terbukanya tepi-tepi luka. Eviserasi luka adalah keluarnya organ-organ dalam melalui insisi. Faktor penyebab dehisensi atau eviserasi adalah infeksi luka, kesalahan menutup waktu pembedahan, ketegangan yang berat pada dinding abdomen sebagai akibat dari batuk dan muntah.
4). Proses Penyembuhan Luka
a). Fase pertama (Inflamasi)
Berlangsung sampai hari ke 3. Batang lekosit banyak yang rusak/rapuh. Sel-sel darah baru berkembang menjadi penyembuh dimana serabut-serabut bening digunakan sebagai kerangka.
b). Fase kedua (Proliferatif)
Dari hari ke 3 sampai hari ke 14. Pengisian oleh kolagen, seluruh pinggiran sel epitel timbul sempurna dalam 1 minggu. Jaringan baru tumbuh dengan kuat dan kemerahan.
c). Fase ketiga (Maturasi)
Sekitar 2 sampai 10 minggu kolagen terus menerus ditimbun, timbul jaringan-jaringan baru dan otot dapat digunakan kembali.
d). Fase keempat (fase terakhir)
Pada fase penyembuhan akan menyusut dan mengkerut.
g. Intervensi untuk Meningkatkan Penyembuhan
1). Meningkatkan intake makanan tinggi kalori dan tinggi protein ( TKTP)
2). Menghindari obat-obat anti radang seperti steroid
3). Pencegahan infeksi
h. Pengembalian Fungsi Fisik
Pengembalian fungsi fisik dilakukan segera setelah operasi dengan latihan nafas dan batuk efektif, latihan mobilisasi dini. Latiahn-latihan fisik diantaranya latihan nafas dalam, latihan batuk, menggerakan otot-otot kaki, menggerakan otot-otot bokong. Latihan alih baring dan turun dari tempat tidur, semuanya dilakukan hari ke 2 post opersi.

Senin, 07 Juni 2010

GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PADA TETANUS NEONATORUM

Dapatkan FIlenya via Ziddu.Com
Silahkan Download Disini
Materi GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PADA TETANUS NEONATORUM

Minggu, 06 Juni 2010

Nasyid Irama Padang Pasir : Maher Zein MP3 Download

Saya menemukan MP3 ini di 4shared, Maher Zain kata kuncinya, lagunya enak-enak, kalo lagu ini dijual diIndonesia mending anda beli versi aslinya, tapi berikut lagu-lagunya yang saya pilihkan, hanya yang enak nada dan syairnya (versi saya):
1. For The Rest Of My Life, Klik Disini
2. InsyaAllah, Klik Disini
3. Palestine Will Be Free, Klik Disini
4. Thank You Allah, Klik Disini
5. Always Be There, Klik Disini
Sebenarnya versi lengkapnya lebih dari 10 lagu, anda tinggal search sendiri, tapi ingat jangan diperjualbelikan..buat konsumsi sendiri

Menu Makanan Untuk Bayi 9 Bulan +

kejadian yang menimpa anak saya mungkin anda alami juga, anak yang tidak mau lagi minum susu di dot, menjadi kendala bagi para orang tua muda, setelah search kesani-sini saya menemukan trik jitu untuk mengatasinya silahkan disimak :.......

Makanan. Suatu saat antara bulan kesembilan dan keduabelas, bayi-bayi yang masih menyusui mungkin mulai kehilangan minat untuk itu, dan ini adalah waktu yang tepat untuk mengangkat mereka dari rasa bosan. Pada beberapa kasus, penyapihan secara psikologis mungkin sebenarnya lebih sulit untuk ibu, yang menyadari peningkatan kebebasan bayinya. Bayi-bayi yang sudah makan makanan padat mungkin kini siap menerima daging dan jus buah.

Kemajuan fisik. Pada tahap ini, banyak bayi bisa duduk sendiri dan mencapai posisi berdiri dengan sedikit usaha. Dengan munculnya kemampuan baru ini, mungkin hadir pula pemahaman dan mungkin ketakutan akan ketinggian. Namun, anak-anak biasanya merasakan kegembiraan dalam usaha untuk berdiri, dan bisa jadi akan berkeras untuk berdiri pada waktu makan dan dipakaikan baju. Bayi yang amat aktif mungkin telah merangkak dan belajar memanjat tangga. Turun tangga jauh lebih menakutkan daripada naik, dan bayi mungkin terhenti beberapa langkah ke atas. Memasang karpet tangga adalah ide yang baik; memasang pagar di atas dan di bawah tangga adalah penting. Dengan kemampuan untuk duduk dan membungkuk ke depan dengan tangan bebas, seorang bayi 9 bulan memiliki kebebasan penuh untuk menjelajahi seluruh tubuh dan menemukan kesenangan dalam latihan ini.

Kecemasan saat dipisahkan. Suatu waktu pada usia ini, hampir setiap bayi mulai menangis saat dipisahkan dari orang tua, dan mungkin terus menempel dengan putus asa atau menangis dengan memilukan bila akan dipisahkan. Orang asing merupakan hal yang menakutkan dan tidak bisa dipercaya bagi bayi, terutama jika mereka memandangnya. Sebelum "cobaan" seperti kunjungan ke relasi, barangkali membantu untuk memperingatkan tuan rumah dan berbicara dengan si anak serta merangkulnya erat-erat selama kunjungan tersebut.

Gigi. Kadangkala bayi tidak menumbuhkan gigi sampai hampir akhir tahun pertama atau bahkan sesudahnya. Namun, masalah-masalah yang menyebabkan gigi tak sehat sebenarnya seringkali berasal dari bulan-bulan awal atau bahkan sebelum kelahiran. Membiarkan bayi tidur dengan botol susu dapat menimbulkan kerusakan gigi, yang disebabkan interaksi antara bakteri di mulut dan gula pada susu atau jus. Kontak terlalu lama dengan gula akan mendorong pembentukan plak, yang akan menyebabkan kerusakan gigi.

Walau gigi pertama hanya "gigi susu", yang diharapkan tanggal pada umur 6 atau 7 tahun, kondisi gigi susu tersebut menyiapkan suatu tahap untuk gigi tetap. Bila gigi ini tanggal dini akibat kerusakan, gigi permanen bisa salah tumbuh dan, selain tidak menarik untuk dilihat, mungkin tidak berfungsi dengan baik. Juga, gigi yang rusak pada usia berapapun seringkali terasa sakit dan bisa mengganggu nutrisi yang normal.

Pada usia dini, dot atau tidak menggunakan apapun lebih baik daripada botol susu untuk menenangkan atau menidurkan bayi. Bila bayi biasa mendapat botol pada waktu tidur, cobalah mengisinya dengan air. Paling tidak, ambil botol ketika bayi sudah tidur.

Fluoride adalah cara yang murah dan efektif untuk mencegah kerusakan gigi. Bahan ini paling mudah dimasukkan dalam air minum. Bayi-bayi menyusui seharusnya menerima suplemen fluoride.

(sumber : satumed.com)
dan satu lagi sumbernya
Panduan Pemberian Makanan Bayi (3)

9 –12 Bulan

LEBIH BANYAK VARIASI

Bayi Anda mulai mendekai masa batita. Ia sangat aktif dan cenderung sulit
untuk berhenti bergerak. Semakin mendekati ulang tahun pertamanya,
makanannya semakin bervariasi dan bertekstur kasar. Frekuensi makan juga
bisa ditingkatkan menjadi 2-3 kali dengan 1-2 kali makanan selingan.
Walaupun dia sudah mulai kehilangan minat pada payudara atau botol,
lanjutkan pemberian ASI kapanpun bayi memintanya karena ASI tetap menjadi
dasar utama dari kebutuhan nutrisinya selama masa pertumbuhan yang pesat
ini.

Tetap perkenalkan jenis-jenis makanan baru untuk memperluas variasi makanan
dan nutrisi yang dikonsumsinya.

Usia: 9 - 12 bulan

Perkembangan kemampuan makan:
• Sama seperti usia 6-8 bulan DITAMBAH
• Lebih mudah menelan makanan.
• Memiliki lebih banyak gigi.
• Mampu mengambil makanan dan obyek lainnya dengan jempol dan telunjuk/jari
tengah
• Memasukkan apapun dalam mulutnya.
• Menggerakkan rahang dalam gerakan mengunyah.
• Mengeksplorasi lingkungan sekitarnya melalui rasa, bau, suara dan
penglihatan.
• Mulai siap untuk disapih menggunakan botol atau cangkir.

Apa yang diberikan:
• ASI/ ASI perahan atau susu formula DITAMBAH
• Beras/sereal (jenis apa saja)
• SAYURAN: buncis, kcg kapri, kcg panjang, labu
• BUAH: nanas, kiwi, mangga, melon
• PROTEIN: dg sapi, dg ayam, ati, kuning telur.
• PRODUK SUSU OLAHAN: keju cheddar dan yogurt untuk bayi.
• Finger food: potongan buah, biskuit bayi.
• Jus buah yang tidak asam



Yang Belum Boleh Diberikan:

• IKAN & KERANG
• SUSU SAPI

Jenis:
· 3-4 bahan dasar (sajikan terpisah atau dicampur)
· Tekstur kasar dan Finger Foods
· Dimasak (kecuali alpukat dan pisang matang)

Frekuensy:
· Makan utama: 2-3 kali per hari
· Cemilan: 2 kali per hari
· ASI sekehendak.

Porsi:
· Yogurt 50 ml, keju ukuran 1 kartu domino.
· ¼ - ½ cangkir beras/cereal
· ¼ - ½ cangkir buah
· ¼ - ½ cangkir sayuran
· 1/8 - ¼ cangkir sumber protein.
· 50 ml jus buah

Tips Pemberian Makanan:

Pada usia ini, bayi Anda menjadi petualang sejati – merangkak, merambat dan
mungkin sudah mulai berjalan. Dalam hal pemberian makan, penting sekali
untuk diketahui orang tua bahwa orang tua harus memberikan contoh pola makan
yang sehat serta memberikan makanan yang sehat untuk memastikan anak
mempunyai pola makan sehat sepanjang masa.

· Perkenalkan makanan baru satu demi satu. Jadi untuk satu jenis makanan
beri waktu 2-4 hari.
Misalnya hari Senin selain memberikan makanan yang sudah pernah diterimanya
kita perkenalkan kuning telur, pemberian kuning telur ini dilanjutkan sampai
dengan Kamis.
Kenapa hal ini harus dilakukan? Untuk mempermudah deteksi alergi satu bahan
makanan.
Bayangkan kalau kita memberi bayi kita 2 jenis makanan baru sekaligus
(kuning telur dan keju misalnya) dan ternyata bayi kita mengalami reaksi
alergi (gatal-gatal, batuk, beringus, sesak napas, dll), kita akan sulit
mengetahui apakah bayi kita alergi terhadap kuning telur atau keju?
· Karena bayi sudah mulai mengunyah:
- Tingkatkan tekstur makanan. Anda bisa menghaluskan makanan dengan garpu
atau mencincangnya, sehingga bayi akan dirangsang untuk mengunyah.
· Karena kemampuan bayi untuk memegang lebih berkembang:
- Perkenalkan finger foods seperti sayuran kukus atau buah yang lembek yang
dipotong-potong seukuran 1 suapan bayi (wortel, kentang, mangga, pepaya).
- Walaupun Anda tetap menyuapinya, berikan bayi Anda sendok makan saat
waktu makan dan biarkan dia untuk menyuapkan makanan sendiri. Hal ini juga
mencegahnya untuk merampas sendok yang Anda pegang. Ia mungkin mengalami
kesulitan atau kegagalan dalam menyuapi sendiri makanannya setidkanya sampai
usia 1 tahun, namun latihan ini sangat baik untuk membangun kepercayaan
dirinya. Mashed potato dan saus apel adalah makanan yang tepat untuk proses
belajar ini. Anda bisa bergantian menyuapinya selagi dia mencoba untuk
menyuapkan makanannya sendiri.
· Jangan berikan susu sapi (segar/UHT/bubuk) sampai anak usia 1 tahun.
Susu sapi bukanlah pengganti ASI yang tepat. Tunda pemberian susu sapi
sampai bayi berusia 1 tahun.
· Ajak anak makan bersama keluarga.
Ajak anak duduk bersama keluarga saat waktu makan, baik bertepatan saat
waktu makannya atau untuk menikmati saat-saat bercengkerama dengan keluarga.
Berikan sedikit air/ASI/jus buah dalam training cup, atau peralatan makan
untuk menyibukkan diri, atau cemilan sehat.
· Sedikit berantakan tidak apa-apa.
Mencoba dan mengeksplorasi hal-hal baru saat waktu makan akan membuat
keadaan sedikit berantakan. Hal ini wajar karena anak sedang berada dalam
tahap belajar. Agar Anda tidak kewalahan dan frustasi, tempatkan kursi
makannya di atas alas lantai yang terbuat dari plastik, pastikan lap atau
pel berada dalam jangkauan. Acara makan akan lebih efektif jika dilakukan
saat anak sedang lapar sehingga dia akan tertarik untuk makan, bukannya
bermain-main.
· Berikan makanan yang bervariasi.
- Dengan memberikan variasi rasa, bentuk, warna dan tekstur, maka anak
Anda akan mendapatkan kandungan nutrisi yang dibutuhkannya, serta membentuk
pola makan yang sehat dan tidak memilih-milih makanan. Jangan biarkan selera
kita (terutama apa yang tidak kita suka) mempengaruhi pemilihan makanan
untuk bayi Anda.
- Coba sajikan jenis makanan secara terpisah, jangan dicampur-campur,
gunakan piring yang terkotak-kotak, sehingga anak bisa mengeksplorasi rasa
dan tekstur dari setiap jenis makanan yang disajikan.
· Waspadai bahaya tersedak makanan
Beberapa jenis makanan mempunyai bentuk, ukuran atau tekstur yang bisa
nyangkut di kerongkongan anak dan menyebabkan anak tersedak. Hindari
pemberian makanan yang licin, atau berbentuk bulat utuh seperti anggur dan
permen. Jenis makanan lain yang harus dihindari adalah kacang, selai kacang,
potongan sayuran mentah, hotdog, potongan daging dan popcorn.
· Minum dari cangkir
- Jenis cangkir yang digunakan bervariasi. Pada umumnya, saat anak
belajar minum, cangkir yang digunakan harus ringan, dan tanpa pegangan atau
bagian yang menonjol. Bagian yang menonjol seperti di training cup pada
umumnya sebaiknnya dihindari karena anak harus belajar memindahkan cairan
dari bagian depan ke bagian belakang mulutnya.




Nda'e Nish
http://nanangguliya.multiply.com

Selasa, 25 Mei 2010

Penatalaksanaan Atonia Uteri

#Segera lakukan Kompresi Bimanual Interna (KBI) selama 5 menit
#Evaluasi keberhasilan: Jika uterus berkontraksi dan perdarahan berkurang teruskan KBI selama 2 menit
#Uterus berkontraksi, perdarahan berkurang → periksa perineum, vagina dan serviks apakah terjadi laserasi, jika ya lakukan penjahitan
#Jika kontraksi tidak terjadi dalam 5 menit, ajarkan keluarga untuk Kompresi Bimanual Eksterna (KBE), kemudian teruskan dengan langkah penatalaksanaan atonia uteri selanjutnya
#Berikan 0,2 mg ergometrin IM
#Pasang infus RL yang mengandung 20 unit oksitosin
#Ulangi lagi KBI 1-2 menit, jika segera rujuk dengan didampingi
#Ulangi lagi KBI 1-2 menit, jika segera rujuk ke fasilitas kesehatan yg ada fasilitas tindakan pembedahan dan tranfusi darah dengan didampingi bidan
#Teruskan melakukan KBI dan pemberian infus hingga tiba di tempat rujukan
#Infus 500 ml pertama harus habis dalam 10 menit
#Kemudian berikan 125 ml/jam hingga tiba di tempat rujukan
#Jika cairan IV tdk cukup, infuskan botol kedua dengan tetesan lambat, berikan asupan cairan secara oral

Sumber:catatan kuliah kebidanan

Tanda-tanda kecemasan (nervus)

-Merasa tegang dan cemas tanpa sebab.
-Tangan menggigil
-Berkeringat
-Denyut jantung bertambah (tanpa penyakit jantung)
-Kesulitan berfikir jernih
-Keluhan gangguan fisik tanpa adanya penyakit fisik dan akan meningkat bila wanita tersebut -sedang marah.

Minggu, 23 Mei 2010

Hijaz&Raihan MP3 Download

Download lagu nasyid Hijaz,Klik Disini
Download lagu nasyid Raihan, Klik Disini
Semoga Berguna...
Amiin..
Kalau menemukan kedua link tersebut..broken..hubungi admin : aglocoon@gmail.com

Jumat, 21 Mei 2010

Tugas Perkembangan Keluarga dengan Lansia

Tugas perkembangan keluarga merupakan tanggung jawab yang harus dicapai oleh keluarga dalam setiap tahap perkembangannya. Keluarga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan biologis, imperative (saling menguatkan), budaya dan aspirasi serta nilai-nilai keluarga.
Menurut Carter dan McGoldrick (1988), tugas perkembangan keluarga dengan lansia adalah sebagai berikut :
a. Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan
b. Penyesuaian terhadap pendapatan yang menurun
c. Mempertahankan hubungan perkawinan
d. Penyesuaian diri terhadap kehilangan pasangan
e. Pemeliharaan ikatan keluarga antar generasi
f. Meneruskan untuk memahami eksistensi usia lanjut
Selain itu, lansia sendiri harus dapat melakukan perawatan dirinya sendiri, keluarga dan orang-orang disekitarnya pun perlu memahami bagaimana melakukan perawatan yang tepat bagi lansia tersebut. Oleh karena selama individu tersebut memiliki semangat untuk hidup serta melakukan kegiatan-kegiatan, maka ia akan tetap produktif dan berbahagia meskipun usianya telah lanjut.

Tugas Perkembangan Lansia

Menurut Erickson, kesiapan lansia untuk beradaptasi atau meyesuaikan diri terhadap tugas perkembangan usia lanjut dipengaruhi oleh proses tumbuh kembang pada tahap sebelumnya.
Apabila seseorang pada tahap tumbuh kembang sebelumnya melakukan kegiatan sehari-hari dengan teratur dan baik serta membina hubungan yang serasi dengan orang-orang di sekitarnya, maka pada usia lanjut ia akan tetap melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan pada tahap perkembangan sebelumnya seperti olahraga, mengembangkan hobi bercocok tanam dan lain-lain.
Adapun tugas perkembangan lansia adalah sebagai berikut :
a. Mempersiapkan diri untuk kondisi yang menurun
b. Mempersiapkan diri untuk pension
c. Membentuk hubungan baik dengan orang seusianya
d. Mempersiapkan kehidupan baru
e. Melakukan penyesuaian terhadap kehidupan social/masyarakat secara santai
f. Mempersiapkan diri untuk kematiannya dan kematian pasangan

Definisi Depresi

Depresi adalah suatu perasaan sedih dan pesimis yang berhubungan dengan suatu penderitaan, dapat berupa serangan yang ditujukan pada diri sendiri atau perasaan marah yang dalam (Wahyudi Nugroho, 1995).
Depresi juga sebagai suatu gangguan alam perasaan, ditandai oleh kesedihan, harga diri rendah, rasa bersalah, putus asa dan perasaan kosong (Stuart & Sundeen, 1987)

Kamis, 20 Mei 2010

Kumpulan Ceramah Ustad Abu Syauqi - MP3 Download

Ustad Abu Syauqi, adalah seorang pendiri Rumah Zakat yang terkenal di Bandung, lewat blog ini saya ingin berbagi file ceramah yang beliau sampaikan beberapa tahun lalu yang saya dapatkan secara online di situs 4 share.com
Ukuran seluruh file ceramah ini mencapai 600 MB, jadi bersabar yah untuk mendownloadnya
Klik Disini

Kumpulan Tilawatil Quran Muammar ZA & Chumaidi Duet - Free MP3 Download

https://encrypted-tbn3.google.com/images?q=tbn:ANd9GcRC8Nem_lyYmiJyVw_cnqSxiuTvq1pOWdC9yyHBiHIjMiw3sPja
Ingat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa..silahkan anda download
1. File 1 Klik Disini
2. File 2 Klik Disini
3. File 3 Klik Disini
4. File 4 Klik Disini

Senin, 10 Mei 2010

Pengertian Omfalokel

Pengertian Omfalokel

Omfalokel (eksomfotos) adalah suatu cacat umbilicus, tempat usus besar dan organ abdomen lain dapat menonjol keluar. Ia bisa disertai dengan kelainan kromosom, yang harus disingkirkan. Cacat dapat bervariasi dan diameter beberapa centimeter sampai keterlibatan dinding abdomen yang luas. Organ yang menonjol keluar ditutupi oleh lapisan tipis peritoneum yang mudah terinfeksi. Rongga abdomen sendiri sangat kecil, sehingga perbaikan bedah bisa sangat sulit atau tidk mungkin, kecuali bila dinding abdomen yang tersisa cukup dapat direntang untuk memungkinkan penempatan kembali isi abdomen. Penggantinya, cacat ini dapat ditutupi dengan bahan sintetis seperti silastic, yang dapat digulung ke atas, sehingga usus dapat didorong masuk secara bertahap ke dalam rongga abdomen dalam masa beberapa minggu.

(Pincus eatzel dan Len Roberts. 1995. Kapita Selekta Pediatri. EGC : Jakarta).

Omfalokel (eksomfalokel) adalah suatu hernia pada pusat, sehingga isi perut keluar dan dibungkus suatu kantong peritoneum. Penanganannya adalah secara operatif dengan menutup lubang pada pusat. Kalau keadaan umum bayi tidak mengizinkan isi perut yang keluar dibungkus steril dulu setelah itu baru dioperasi.

(Rustam Mochtar. 1998. Sinopsis Obstetri. EGC : Jakarta)

Omfalokel disebabkan oleh kegagalan alat dalam untuk kembali ke rongga abdomen pada waktu janin berumur 10 minggu sehingga menyebabakan timbulnya omfalokel. Kelainan ini dapat segera dilihat, yaitu berupa prostrusi dari kantong yang berisi usus dan visera abdomen melalui defek dinding abdomen pada umbilicus. Angka kematian tinggi bila omfalokel besar karena kantong dapat pecah dan terjadi infeksi

Sebelum dilakukan operasi, bila kantong belum pecah, harus diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut sehingga operasi dapat ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya operasi dilakukan segera sesudah lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan memasukkan semua isi usus dan otot visera sekaligus ke rongga abdomen akan menimbulkan tekanan yang mendadak pasa paru sehingga timbul gejala gangguan pernapasan

(Staf Pengajar IKA dan FKUI. Ilmu Kesehatan Anak. Infomedia – Jakarta.)

Omfalokel merupakan herniasi isi perut ke dasar umbilicus yang ditutupi lapisan transparan yang terdiri dari selaput amnion dan peritoneum.

(Segi-segi Praktis IKA, Rahman M. Jakarta : 1984)

Omalokel disebabkan oleh kegagalan otot dalam kemali ke rongga abdomen pada waktu janin berumur 10 minggu hingga menyebabkan timbulnya omfalokel. Kelainan ini dapat terlihat dengan adanya prostrusi (sembilan) dari kantong yang serisi usus dan visera abdomen melalui defek dinding abdomen pada umbilicus (umbilicus terlihat menonjol keluar). Angka kematian kelainan ini tinggi bila omfalokel besar karena kantong pecah dan terjadi infeksi.

(Ngastiyah. Perawatan Anak Sakit.Editor Setiawan. Jakarta : EGC, 1997)

Kamis, 29 April 2010

Tulang Takteratur

Secara umum tulang takteratur sama dengan tulang pipih.
Tulang tersusun atas sel , matriks protein dan deposit mineral. Sel-selnya terdiri atas tiga jenis yaitu osteoblas, osteosit dan osteoklas. Osteoblas berfungsi dalam pembentukan tulang dengan mensekresikan matriks tulang. Osteosit adalah sel dewasa yang terlibat dalam pemeliharaan fungsi tulang dan terletak dalam osteon (unit matrik tulang). Osteoklas adalah sel multinuclear yang berperan dalam penghancuran, resorpsi dan remodeling tulang.
Ditengah osteon terdapat kapiler. Disekeliling kapiler tersebut merupakan matriks tulang yang dinamakan lamella. Di dalam lamella terdapat osteosit, yang memperoleh nutrisi melalui prosesus yang berlanjut kedalam kanalikuli yang halus (kanal yang menghubungkan dengan pembuluh darah yang terletak sejauh kurang dari 0,1 mm).
Matriks merupakan kerangka dimana garam-garam mineral anorganik ditimbun.
Tulang diselimuti oleh periosteum yang merupakan membran fibrus padat sebagai pemberi nutrisi untuk pertumbuhan tulang, tempat perlekatan tendon dan ligament. Periosteum mengandung saraf, pembuluh darah dan limfatik. Endosteum adalah membrane vaskuler tipis yang menutupi rongga sumsum tulang panjang dan rongga-rongga dalam tulang kanselus.
Sumsum tulang merupakan jaringan vaskuler dalam rongga sumsum (batang) tulang panjang dan dalam tulang pipih. Sumsum tulang merah yang terutama terletak di sternum, ilium, vertebra dan rusuk pada orang dewasa, bertanggung jawab pada produksi sel darah merah dan putih.

Definisi/Pengertian Osteomielitis

Osteomielitis adalah infeksi tulang yang biasanya disebabkan oleh bakteri, tetapi kadang-kadang disebabkan oleh jamur.
Infeksi tulang lebih sulit disembuhkan daripada infeksi jaringan lunak karena terbatasnya asupan darah, respon jaringan terhadap inflamasi, tingginya tekanan jaringan dan pembentukan involukrum yaitu pembentukan tulang baru disekitar jaringan tulang mati (Suzanne C. Smeltzer & Brenda G. Bare, 1996 : 2342).

Rabu, 28 April 2010

Download Ceramah Ustad Aam Amirudin - Titian Qolbu

Ceramah Ustad Aam Amirudin, bisa anda downlaod disini via 4shared.com
Klik link berikut untuk mendownload kumpulan ceramah ustad Aam Amirudin
Klik Disini

Download Ceramah Ustad Yusuf Mansyur

Keajaiban/Miracle of Sedekah (power of giving) oleh Ust.Yusuf Mansyur, bisa anda download via 4shared.com
Klik link berikut untuk mendapatkan downloadnya
KLIK DISINI

Senin, 26 April 2010

Persiapan kelahiran

Kecemasan dapat meningkat karena keadaan jalan lahir dan anaknya selama proses persalinan. Banyak wanita takut nyeri atau kerusakan karena mereka tidak mengetahui tentang anatomi dan proses persalinan. Pada saat demikian dapat diterangkan bahwa permulaan persalinan dapat ditandai dengan gejala-gejala sebagai berikut :
a) Perut mulai tegang dan mengencang sercara teratur setiap 10 atau 15 menit
b) Keluar lendir berdarah
c) Ibu merasa sakit pinggang, rasa nyeri yang menjalar ke bagian perut bawah
d) Kadang-kadang keluar cairan dari vagina
Apabila ibu merasakan salah satu diatas hendaknya segera pergi ketempat bersalin yang sudah disepakati antara suami dan istri serta keluarga lainnya.
Jika ingin bersalin dirumah, segera memanggil petugas kesehatan. Sambil menunggu kedatangan petugas, hendaknya disiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti tempat bersalin, air panas dalam baskom, tempat merebus air, dan alat keperluan ibu dan bayi.

Jika sudah merencanakan ingin bersalin di Rumah sakit atau rumah bersalin perlu mempersiapkan koper/ tas yang berisi pakaian bayi dan pakaian ibu khususnya kain pembalut yang dapat meresap.
Persiapan persalinan yang perlu diperhitungkan juga adalah masalah transportasi, misalnya jarak tempuh dari rumah ketujuan membutuhkan berapa lama, jenis alat transportasi, sulit atau mudah jarak yang ditempuh, karena hal ini akan akan mempengaruhi keterlambatan pertolongan. Pendanaan yang memadai, perlu direncanakan jauh sebelum masa persalinan tiba dengan cara menabung, dapat melalui arisan, tabungan ibu bersalin (tabulin), atau menabung di bank.

Jumat, 23 April 2010

Definisi/Pengertian Luka bakar

Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh kontak mata dengan suhu tinggi seperti api, air panas, listrik, bahan kimia, radiasi, juga oleh sebab kontak dengan suhu rendah (frost bite). [kapita selekta jilid 2]
Luka bakakr adaalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh yang disebabkan oleh trauma benda tajam ataau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik atau gigitan hewan.(buku Ilmu Ajar bedah. Syamsuhidayat)
Luka bakar adalah kerusakan secara langsung maupun yang tidak langsung pada jaringan kulit yang tidak menutup kemungkinan sampai ke organ dalam, yang di sebabkan kontak langsung denagn sumber panas yaitu api, air/ uap panas, bahan kimia, radiasi, arus listrik, dan suhu sanagt dingin.

Kamis, 22 April 2010

Tipe- tipe Emotional Abuse

Penyalahgunaan emosional dapat mengambil banyak format. Tiga pola umum perilaku, meliputi menyerang, menyangkal, dan memperkecil.
a. Menyerang
Format penyalahgunaan agresif meliputi saling mengatai, menuduh, menyalahkan, mengancam. Menyerang perilaku biasanya jelas nyata dan langsung.
Penyalahgunaan agresif dapat juga mengambil suatu format tidak langsung dan boleh disamarkan; tersamar dan " membantu." Mengkritik, menasehatkan, menawarkan solusi, penelitian, pembuktian, dan tanya jawab orang lain adalah suatu usaha tulus hati untuk membantu. Dalam beberapa peristiwa bagaimanapun, perilaku ini adalah suatu usaha untuk meremehkan, mengendalikan, atau merendahkan diri.
b. Penyangkalan
Ketidaksahan mencari untuk menyimpangkan atau mengikis persepsi. Ketidaksahan terjadi manakala abuser menolak atau gagal untuk mengakui adanya kenyataan. Sebagai contoh, jika penerima menghadapi abuser sekitar suatu peristiwa saling mengatai, abuser boleh meminta dengan tegas.

Menolak adalah format penyangkalan yang lain , Menolak meliputi menolak untuk mendengarkan, menolak untuk komunikasi, dan secara emosional menarik hukuman. Membalas terjadi manakala abuser memandang penerima sebagai suatu perluasan diri mereka dan menyangkal manapun sudut pandang atau perasaan yang menyimpang dari mereka sendiri.
c. Pengecilan
Pengecilan adalah suatu lebih sedikit format pengingkaran ekstrim. Trivializing terjadi manakala abuser menyatakan bahwa apa yang telah dikomunikasikan adalah tidak penting atau tidak logis.
Menyangkal dan memperkecil dapat merusakkan, sebagai tambahan terhadap penurunan mengagumi diri sendiri dan menciptakan konflik, menjadikan tak berguna, perasaan, dan pengalaman dapat secepatnya mencurigai persepsi milik dan pengalaman emosional.

Pengertian dan Definisi ABUSE

Abuse adalah perilaku yang dirancang untuk mengendalikan dan menaklukkan manusia yang lain melalui penggunaan ketakutan, penghinaan, dan lisan atau fisik (http://www.hc-sc.gc.ca/hppb/familyviolence/html/fvemotion_e.html).
Kata kekerasan merupakan terjemahan dari kata violence, artinya suatu serangan terhadap fisik maupun integritas mental psikologis seseorang. Kekerasan di sini mulai dari kekerasan fisik seperti perkosaan, pemukulan, sampai dengan kekerasan dalam bentuk yang lebih halus, seperti pelecehan seksual dan penciptaan ketergantungan. Kekerasan tidak hanya menyangkut siksaan fisik belaka, tapi juga meliputi perkataan, sikap, dan berbagai hal atau sistem yang menyebabkan kerusakan secara fisik, mental, sosial atau lingkungan, dan atau menghalangi seseorang untuk meraih potensinya secara penuh. Bentuk kekerasan tidak hanya yang mengandung aspek fisik, tapi juga aspek psikologis yang meliputi perkataan dan sikap (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0312/19/muda/755287.htm).

Selasa, 20 April 2010

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif

Banyak faktor yang mempengaruhi seorang ibu dalam menyusui secara ekslusif kepada bayinya, beberapa penelitian yang telah dilakukan didaerah perkotaan maupun perdesaan di Indonesia dan Negara berkembang lainnya, menunjukan bahwa faktor sistem dukungan, pengetahuan ibu terhadap pemberian ASI secara ekslusif, promosi susu formula dan makanan tambahan mempunyai pengaruh terhadap praktek pernberian ASI ekslusif itu sendiri. Pengaruh-pengaruh tersebut dapat memberikan dampak negatif maupun positif dalam memperlancar pemberian ASI eksklusif (Santosa, 2004).
Adapun faktor lain mempengaruhi pemberian ASI adalah factor sosial budaya ekonomi (pendidikan formal ibu, pendapatan keluarga dan status kerja ibu), faktor psikologis (takut kehilangan daya tarik sebagai wanita, tekanan batin), faktor fisik ibu (ibu yang sakit, misainya mastitis, dan sebagainya), faktor kurangnya petugas kesehatan sehingga masyarakat kurang mendapat penerangan atau dorongan tentang manfaat pemberian ASI eksklusif (Soetjiningsih).
Sementara menurut Utami Roesli (2004), mengungkapkan bahwa fenomena kurangnya pemberian ASI eksklusif disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya : pengetahuan ibu yang kurang memadai tentang ASI eksklusif, beredarnya mitos yang kurang baik tentang pemberian ASI eksklusif, serta kesibukan ibu dalam melakukan pekerjaanya dan singkatnya pemberian cuti melahirkan yang diberikan oleh pemerintah terhadap ibu yang bekerja, merupakan alasan-alasan yang sering diungkapkan oleh ibu yang tidak berhasil menyusui secara ekslusif.

Senin, 19 April 2010

Pengertian Menyusui

Menyusui, artinya memberikan makanan kepada bayi yang secara langsung dari payudara ibu sendiri. Menyusui adalah proses alamiah, dimana berjuta-juta ibu melahirkan diseluruh dunia berhasil menyusui bayinya tanpa pernah membaca buku tentang pemberian ASI. Walupun demikian dalam lingkungan kebudayaan kita saat ini melakukan hal yang sifatnya alamiah tidaklah selalu mudah untuk dilakukan oleh para ibu-ibu menyusui.

Menyusui merupakan cara pemberian makan yang diberikan secara langsung oleh ibu kepada anaknya, namun seringkali ibu menyusui kurang memahami dan kurang mendapatkan informasi, bahkan sering kali ibu-ibu mendapatkan suatu informasi yang salah tentang manfaat ASI ekslusif itu sendiri, tentang bagaimana cara menyusui ataupun langka-langkah menyusui yang benar kepada bayinya, dan kurangnya informasi yang diberikan tentang dampak apabila Asi esklusif itu tidak diberikan dan apa yang harus dilakukan bila timbul kesukaran dalam menyusui secara ekslusif kepada bayinya (Utami Roesli, 2000).

Komposisi ASI

a. Kolostrum
1) Kolostrum yaitu ASI yang keluar dari hari pertama sampai hari ke4 setelah melahirkan.
2) Kolostrum merupakan cairan emas, cairan pelindung yang kaya zat anti infeksi dan berprotein tinggi.
3) Merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara, mengandung tissue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerperium.
4) Komposisi dari kolostrum ini dari hari ke hari selalu berubah.
5) Merupakan cairan viscous kental dengan warna kekuning kuningan, lebih kuning dibandingkan dengan susu yang matang.
6) Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekonium dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi dan makanan yang akan datang.
7) Lebih banyak mengandung protein dibanding dengan ASI yang matur, tetapi berlainan dengan ASI yang matur. Pada kolostrum protein yang utama adalah globulin (gamma Globulin).

b. Air Susu Transisi atau Masa Air Susu Peralihan
1) Yaitu ASI yang keluar sejak hari ke-4 sampai hari ke-10 dimasa laktasi, tetapi adapula pendapat yang mengatakan bahwa ASI matur terjadi pada minggu ke-3 sampai dengan minggu ke-5.
2) Merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai menjadi ASI yang matur.
3) Kadar protein makin merendah, sedangkan kadar karbohidrat dan lemak makin meninggi.
4) Volume akan makin meningkat

c. Air Susu Matang (Mature)
1) Merupakan ASI yang disekresi pada hari ke-10 dan seterusnya, komposisi relatif konstan (adapula yang menyatakan bahwa komposisi ASI relatif konstan baru mulai minggu ke-3 sampai minggu ke-5).
2) Pada ibu yang sehat dengan produksi ASI cukup, ASI ini merupakan makanan satu-satunya yang paling baik dan cukup untuk bayinya sampai umur 6 bulan.
3) Merupakan suatu cairan yang berwarna putih kekuning-kuningan yang diakibatkan warna garam Ca-caseinat, riboflavin, dan kariten yang terdapat di dalamnya.
4) Tidak menggumpal jika dipanaskan.

Organ- organ reproduksi pada perempuan

a) Ovarium yang berfungsi menghasilkan sel telur
b) Tubafalopi berfungsi sebagai tempat berjalannya sel telur setelah keluar dari ovarium dan meruakan tempat terjadinya pembuahan
c) Uterus atau rahim rongga berfungsi sebagai dimana tempat berkembanganya janin
d) Vagina(liang kemaluan) sebagai liang senggama dan
jalan lahir
e) Labia(bibir kemaluan) mayora dan labia minora, klitoris selaput dara dan mons pubis (organ aksesoris) merupakan organ reproduksi luar Sedangkan organ reproduksi laki-laki adalah:
a) Testis terdiri dari 2 buah yang terdapat dalam scrotum atau kantung pelir berfungsi sebagai penghasil sperma.
b) Vasdeferens (saluran sperma) berfungsi sebagai tempat berjalannya sperma dari testis ke kelenjar prostate
c) Kelenjar prostat adalah kelenjar yang berfungsi sebagai penghasil cairan mani
d) Uretra saluran lewatnya mani yang mengandung sperma
e) Penis berfungsi sebagai alat kemih dan alat reproduksi (senggama, ejakulasi)


Kalau ada yang kurang mohon ditambahkan..kasih komentar yah...

Minggu, 18 April 2010

Faktor-Faktor Yang MempengaruhiDalam Pemakaian Kontarasepsi Jangka Panjang

1. Dukungan Keluarga
Dukungan keluarga merupakan andil besar dalam menentukan pemakaian program KB jangka panjang jika seluruh keluarga mendukung dan ikut serta dalam menentukan KB jangka panjang. Dapat membantu menurunkan angka kelahiran dan kematian serta menekan laju pertumbuhan penduduk. Karena keluarga dapat melaksanakan 8 fungsi keluarga secara optimal menuju keluarga yang maju, mandiri dan berketahanan tinggi (PP No 21 tahun 1999). Yang penyelenggaraan pembangunannya meliputi fungsi keagamaan, fungsi sosial, fungsi budaya, fungsi cinta kasih, fungsi reproduksi, fungsi ekonomi, fungsi pertahanan, fungsi keamanan dan fungsi pembinaan.
2. Kepercayaan
Pada dasarnya semua kepercayaan yang ada di Indonesia menerima gagasan dari program KB walaupun terdapat perbedaan pandangan tentang metode pelaksanaan dan alat kontrasepsi yang digunakan.
Menurut kepala BKKBN, Dr. Subiri Syarief, MPA. Meskipun angka kematian ibu (AKI) masih tinggi dukungan dan komitmen para tokoh agama terhadap program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana sudah tinggi. Bahkan kepeloporan dan kontribusi tokoh agama diwujudkan dengan membidani kelahiran dan mewarnai sejarah perjalanan program KB. Tidak hanya itu, dukungan dan komitmen tokoh agama juga dicerminkan dengan dikeluarkan fatwa ulama tentang keluarga berencana dan kependudukan (http//www.agungmulyo.wordpres.com) diakses pada tanggal 20 Mei 2009 pukul 14.00 WIB. Dapat dipastikan bahwa tidak ada kaitan antara rendahnya derajat kesehatan masyarakat khususnya tingginya AKI dan TFR dengan agama yang dianutnya. Namun ada kecendrungan yang kuat bahwa AKI dan TFR yang tinggi banyak terjadi pada sebagian besar masyarakat muslim karena ada beberapa kendala yang diduga ( Prawirohardjo, S. 2003 ) yaitu :
a. Masih kuat kepercayaan di kalangan masyarakat muslim bahwa setiap mahluk yang diciptakan tuhan pasti diberi rezeki untuk itu tidak khawatir memiliki jumlah anak yang banyak.
b. Peran ulama yang sangat sentral sebagai panutan baik dalam hal pemikiran, sikap dan perilaku masyarakat. namun sayangnya, tidak semua ulama menyetujui program keluarga berencana ini.
Maka sangat penting memberikan peran yang lebih besar kepada para ulama untuk berkiprah dalam program keluarga berencana, mengingat masih banyak masyarakat memegang kepercayaan yang masih kuat.
3. Umur
Salah satu faktor yang penting dalam menentukan pemakain kontrasepsi dan usia PUS mempengaruhi bagaimana mengambil keputusan dalam pemeliharaan kesehatannya ( Sarwono 2005 ).
Umur adalah lamanya seseorang hidup sejak dilahirkan sampai saat ini. dalam satuan tahun dan juga merupakan periode terhadap pola-pola kehidupan baru. Semakin bertambahnya umur maka akan semakin tinggi keinginan seseorang tentang kesehatan. (Notoatmodjo, 2003).
Upaya penundaan umur perkawinan sangat besar artinya dalam menunjang pengendalian tingkat kelahiran. Dengan melangsungkan perkawinan pada usia .muda, seorang wanita akan mempunyai kesempatan melahirkan anak lebih banyak. Oleh karena itu, usaha menurunkan angka kelahiran perlu didukung dengan usaha meningkatkan umur perkawinan. Di samping menurunkan angka kelahiran meningkatnya umur perkawinan akan mengurangi tingkat kematian ibu pada saat melahirkan maupun kematian anak karena kurang sempurnanya perawatan anak ( Danim, S. 2003 ).
Upaya peningkatan umur perkawinan yang telah dilaksanakan melalui program kependudukan dan KB adalah dengan memberikan penerangan kepada generasi muda. Mereka dimotivasi untuk melang-sungkan perkawinan sesudah umur 20 tahun bagi wanita dan umur 25 tahun bagi laki-laki, karena umur 20-35 tahun adalah kelompok umur yang dianggap paling baik, baik dari segi fisik, mental, dan usia tersebut sudah cukup dewasa, sementara umur 4. Pendidikan
Pendidikan adalah proses perubahan sikap atau tatalaku atau kelompok orang dalam usaha manusia melalui upaya pengajaran dan proses, perbuatan, cara mendidik sehingga dalam pendidikan perlu dipertimbangkan umur (proses perkembangan) dan hubungannya dengan proses belajar tingkat pendidikan juga merupakan salah satu satu faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang untuk lebih mudah menerima ide-ide dan teknologi baru (Arikunto, 2002 )
Pendidikan adalah upaya untuk memberi pengetahuan kepada anggota masyarakat tentang kesehatan sehingga terjadi perubahan perilaku yang positif yang terus meningkat terhadap kesehatan diri, keluarga dan masyarakat(Notoatmodjo 2003 ).
Tingkat pendidikan seseorang dapat mendukung atau mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang, dan taraf pendidikan yang rendah selalu bergandengan dengan informasi dan pengetahuan yang terbatas, makin tinggat tinggi pendidikan semakin tinggi pula pemahaman seseorang terhadap informasi yang didapat dan pengetahuan pun akan semakin tinggi (undang-undang sisdiknas, 2007 : 18).
Salah satu jenis pendidikan formal yang diperoleh seperti : SD, SLTP, SLTA, program diploma dan lain-lain. Pendidikan formal berfungsi untuk pengetahuan yang bersifat umum dan pengetahuan-pengetahuan yang bersifat khusus (undang-undang sisdiknas, 2007 : 19).
5. Pengetahuan
Pengetahuan tentang KB merupakan salah satu aspek penting ke arah pemahaman tentang pemakaian alat kontrasepsi khususnya kontrasepsi jangka panjang.
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan pada suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia, indra pendengaran, indra penciuman, indra penglihatan, indra perasa, indra peraba dan sebagian besar pengetahuan manusia melalui mata dan telinga (Sunaryo, 2004).
Pengetahuan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang baik tentang sesuatu hal, maka ia cendrung akan mengambil keputusan yang lebih tepat berkaitan dengan masalah tersebut dibandingkan dengan mereka yang pengetahuannya rendah ( Depkes RI, 2000 ).
Pengetahuan merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan dalam rangka perubahan pola pikir dan perilaku suatu kelompok dan masyarakat. Pengetahuan ini terkait dengan lingkungan dimana seseorang menetap. Keadaan lingkungan sekitar sedikitnya akan mempengaruhi pengetahuan dalam hal ini pengetahuan mengenai kontrasepsi jangka panjang. Pengetahuan yang masyarakat diperoleh dari hasil belajar, berkomunikasi dengan orang lain, media elektronik, media cetak dan pengalaman. ( Amirudin. R, 2006 ). Pengetahuannya yang menunjang program KB yaitu pengetahuannya yang lebih tinggi sangat berpengaruh dalam mengambil keputusan untuk kesehatannya.
6. Pekerjaan
Pekerjaan adalah segala usaha yang dilakukan atau dikerjakan yang mendapatkan upah atau hasil yang dapat dinilai dengan uang. Dalam pekerjaan selalu terdapat tuntutan perubahan kebutuhan yang cepat akan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memegang suatu pekerjaan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memegang suatu pekerjaan yang mengarah konsisten kerja yang otomatis (Hasanah 2006). Tidak dapat dipungkiri bahwa pekerjaan menciptakan suatu institusi sosial yang memiliki aturan main sendiri yang sering kali berbeda antara institusi yang satu dengan yang lainnya.
Pemakaian alat kontrasepsi berdasarkan pekerjaan menurut Arikunto pada wanita bekerja sebesar 55,7 % dan yang tidak bekerja sebesar 50,3 %.Wanita yang bekerja memiliki waktu yang lebih sedikit untuk mengurus anaknya dan wanita yang bekerja akan cendrung membatasi jumlah anak dibanding wanita yang tidak bekerja lebih banyak waktu untuk mengurus anaknya. (Arikunto:2002).