Kumpulan Tilawatil Quran H.Muammar ZA dkk

Ingat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa..silahkan anda download

Tips Pola Tidur Bayi yang Baik

Pola hidup bayi sangat mempengaruhi pola hidup orangtuannya, oleh karena itu orang tua bisa mengajarkan bahwa malam hari adalah waktu tidur , dengan mempraktekan petunjuk berikut

Sang Pencerah : Anda Akan Kemana di Masa Muda Ini?

Ketika usia menginjak dewasa, mungkin ketakutan akan terjadi pada sebagian orang, ketakutan kalau tidak bisa melewatinya dengan benar. Tumbuh besar menjadi seorang remaja yang dewasa memerlukan berbagai tempaan dan kesabaran

Kumpulan Ceramah Ustad Abu Syauqi

Ustad Abu Syauqi, adalah seorang pendiri Rumah Zakat yang terkenal di Bandung, lewat blog ini saya ingin berbagi file ceramah yang beliau sampaikan beberapa tahun lalu yang saya dapatkan secara online di situs 4 share.com Ukuran seluruh file ceramah ini mencapai 600 MB, jadi bersabar yah untuk mendownloadnya

Kumpulan Leaflet Keperawatan/Kebidanan

Bagi Anda Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan, Berikut kumpulan Leaflet yang biasanya jadi sarana promosi kesehatan kepada masyarakat..

Jumat, 29 Oktober 2010

Usus halus

Usus halus adalah tempat berlangsungnya sebagian besar pencernaan dan penyerapan. Dengan panjang sekitar 6.3 m (21 kaki) diameternya kecil yaitu 2,5 cm / 1 inch. Bergulung di rongga abdomen dan terlentang dari lambung sampai usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu :
a) Duodenum (20 cm/8 inch)
Duodenum disebut juga usus dua belas jari. Bagian pertama usus halus yang berbentuk sepatu kuda melingkari pancreas.
b) Jejunum (2,5 cm/8 kaki)
Disebut juga usus kosong, Terjadi pencernaan secara kimia, menghasilkan enzim pencernan.
c) Ileum (3,6 cm/12 kaki)
Ileum disebut juga usus penyerapan menempati 3/5 akhir. Terjadi penyerapan makanan (absorpsi).
Sumber : catatan kuliah

Definisi & Etiologi Appendisitis

a. Definisi Appendisitis
Appendisitis adalah peradangan appendiks yang relatif sering dijumpai yang dapat timbul tanpa sebab yang jelas, atau timbul setelah obstruksi appendiks oleh tinja atau akibat terpuntirnya appendiks atau pembuluh darahnya. Peradangan menyebabkan appendiks membengkakdan nyeri yang dapat menimbulkan gangren karena suplai darah terganggu. appendiks juga dapat pecah. ( Patofisiologi Corwin : 529 )
b. Etiologi Appendisitis
Appendisitis disebabkan oleh beberapa sebab terjadinya proses radang bakteria yang dicetuskan oleh beberapa factor pencetus diantaranya hyperplasia jaringan limfe, fekalit, tumor appendik dan cacing askaris yang menyumbat. Ulserasi mukosa merupakan tahap awal dari kebanyakan penyakit ini. Namun ada beberapa faktor yang mempermudahterjadinya radang apendiks menurut Dr. Andri Haryanto diantaranya factor sumbatan, factor bakteri, kecenderungan familiar. (www.emedicine.com, diakses tanggal 6 juni 2010),

Kamis, 21 Oktober 2010

Pengertian Dekompensasi Kordis

Dekompensasi kordis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung (Tabrani, 1998; Price, 1995).
Dekompensasi kordis adalah keadaan patofisiologi yang mana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan (Carleton, P.F dan M.M. O’Donnell, 1995 ; Ignatavicius and Bayne, 1997 ).

Dekompensasi kordis adalah ketidakmanpuan jantung untuk memompa darah secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. (Smeltzer C. Suzanne, keperawatan medikal bedah vol 2, 1996).

Dari ketiga pendapat di atas di simpulkan bahwa decompensasi cordis tidak mampu memompakan darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan akan oksigen dan nutrisi.

Konsep letak sungsang

a. Pengertian letak sungsang
Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala berada di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.
b. Klasifikasi letak sungsang
1) Letak bokong ( Frank Breech )
Letak bokong dengan kedua tungkai terangkat ke atas, dimana paha fleksi, lutut ekstensi.
2) Letak bokong komplet ( Complete Breech )
Letak bokong dimana kedua kaki ada di samping bokong, letak bokong kaki sempurna ( lipat kejang ). Kedua paha dan lutut fleksi.
3) Letak bokong tidak komplet ( Incomplete Breech )
Adalah letak sungsang dimana selain bokong bagian yang terendah juga kaki atau lutut, terdiri dari :
a) Kedua kaki = letak kaki sempurna
b) Satu kaki = letak kaki tidak sempurna
c) Kedua lutut = letak lutut smpurna
d) Satu lutut = letak lutut tidak sempurna

c. Etiologi letak sungsang
Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan di dalam uterus. Pada kehamilan sampai lebih kurang dari 32 minggu, jumlah air ketuban relative lebih banyak, sehingga kemungkinan janin bergerak lebih leluasa. Dengan demikian, janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau lintang. Pada kehamilan triwulan terakhir janin tumbuh dengan cepat dan jumlah air ketuban relatif lebih berkurang. Karena bokong dengan dua tungkai yang terlipat lebih besar dari kepala, maka bokong dipaksa untuk menempati ruang yang lebih luas di fundus uteri, sedangkan kepala berada dalam ruang yang lebih kecil di segmen bawah uterus. Dengan demikian dapat di mengerti mengapa pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang lebih tinggi, sedangkan pada kehamilan cukup bulan, janin sebagian besar ditemukan dalam presentasi kepala.
Terdapat beberapa factor yang berperan dalam terjadinya letak sungsang diantaranya adalah multiparitas, kehamilan kembar, hidramnion, hidrosephalus, anensefalus, plasenta previa, panggul sempit, prematuritas, kelainan genetic, kelainan bentuk uterus.
d. Diagnosis letak sungsang
1) Palpasi dan auskultasi
Kepala teraba di fundus, bagian bawah bokong, dan punggung di kiri atau di kanan. DJJ paling jelas terdengar pada tempat yang lebih tinggi dari pusat.
2) Pemeriksaan dalam
Pada pemeriksaan dalam bedakan antara :
a) Jika teraba lubang kecil, tulang (-), isap (-), mekonium (+) maka artinya teraba anus.
b) Jika mengisap, teraba rahang, teraba lidah artinya teraba mulut
c) Jika teraba tumit, sudut 90o, rata jari-jari artinya teraba kaki.
d) Jika teraba jari jari panjang, tidak rata, patella (-) artinya teraba tangan siku.
e) Jika teraba petella dan poplitea artinya teraba lutut.
3) Pemeriksaan foto Rontgent : bayangan kepala di fundus.
e. Posisi letak sungsang
1) Presentasi bokong
Pada pemeriksaan dalam yang dapat teraba hanya bokong bayi saja. Terjadi karena janin meluruskan (ekstensi) kedua sendi lututnya, sehingga kedua kaki mengarah ke atas dan kedua ujungnya sejajar dengan bahu atau kepala.
2) Presentasi bokong kaki sempurna
Pada pemeriksaan dalam dilakukan, bokong dan kedua kaki dapat teraba.
3) Presentasi bokong kaki tidak sempurna
Bagian bokong teraba dengan satu kaki di sampingnya, sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.
4) Presentasi kaki
Yang teraba lebih dulu adalah salah satu atau kedua kaki karena posisi kaki berada di bagian paling rendah.
Sumber : Buku Kebidanan

Komplikasi sectio caesarea

>> Indikasi sectio caesarea ( Buku Ilmu Bedah Kebidanan,2007 )
Tindakan Sectio caesarea dilakukan bilamana diyakini bahwa penundaan persalinan yang lebih lama akan menimbulkan bahaya yang serius bagi ibu, janin atau keduanya. Sedangkan persalinan pervaginam tidak mungkin dilakukan dengan aman.
Salah satu alasan dilakukan sectio caesarea atas indikasi ibu adalah kelainan tenaga atau kelainan his, misalnya pada ibu anemia sehingga kurang tenaga ibu untuk mengedan dapat menjadi rintangan pada persalinan, sehingga persalinan mengalami hambatan.
Adapun indikasi sectio caesarea dilihat dari kondisi janin salah satunya adalah gawat janin ( janin kelelahan dan tidak ada kemajuan dalam persalinan).

>> Komplikasi yang sering Muncul pada Tindakan SC ( Bobak, 2005)
1) Pada Ibu
a) Infeksi puerperialis / nifas bisa terjadi dari infeksi ringan yaitu kenaikan suhu beberapa hari saja, sedang yaitu kenaikan suhu lebih tinggi disertai dehidrasi dan perut sedikit kembung, berat yaitu dengan peritonitis dan ileus paralitik.
b) Perdarahan akibat antonia uteri atau banyak pembuluh darah yang terputus dan terluka pada saat operasi.
c) Trauma kandung kemih akibat kandung kemih yang terpotong saat melakukan sectio caesarea.
d) Resiko ruptura uteri pada kehamilan berikutnya karena jika pernah mengalami pendarahan pada dinding rahim insisi yang dibuat menciptakan garis kelemahan yang sangat beresiko untuk ruptur pada persalinan berikutnya.
e) Endometritis yaitu infeksi atau peradangan pada endometrium.
2) Pada Bayi
a) Hipoksia
b) Depresi pernafasan
c) Sindrom gawat pernafasan
d) Trauma persalinan

Tanda dan gejala Stroke

Berikut ini adalah tanda dan gejala yang terjadi pada penderita stroke :
a. Tiba – tiba sakit kepala
b. Pusing, bingung.
c. Penglihatan kabur.
d. Kehilangan keseimbangan.
e. Kelemahan / kelumpuhan tangan dan atau kaki.
f. Bicara tidak jelas.
g. Konsentrasi menurun.
h. Tidak mampu mengontrol buang air besar dan atau buang air kecil.
i. Terjadi penurunan sampai dengan kehilangan kesadaran.
Sumber : catatan kuliah

Definisi/Pengertian Osteomyelitis

Osteomyelitis adalah infeksi tulang yang dapat menjadi masalah kronis yang akan mempengaruhi kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas.
(Brunner & Suddart Ed. 8 Vol. 3 Hal : 2343)
Osteomyelitis adalah infeksi Bone marrow pada tulang-tulang panjang yang disebabkan oleh staphylococcus aureus dan kadang-kadang Haemophylus influensae (Depkes RI, 1995).
Osteomyelitis adalah suatu infeksi yang disebarkan oleh darah yang disebabkan oleh staphylococcus (Henderson, 1997)
Kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai pengertian diatas bahwa Osteomyelitis adalah infeksi pada tulang panjang akibat penyebaran kuman Staphylococcus melalui darah, infeksi ini dapat menjadi masalah kronis yang akan mempengaruhi kualitas hidup atau mengakibatkan kehilangan ekstremitas.

Anatomi Tulang Tibia

Tibia atau tulang kering merupakan kerangka yang utama dari tungkai bawah dan terletak medial dari fibula atau tulang betis, tibia adalah tulang pipa dengan sebuah batang dan dua ujung.
Ujung atasnya sangat melebar sehingga menciptakan permukaan yang sangat luas untuk menahan berat badan. Bagian ini mempunyai dua masa yang menonjol yang disebut kondilus medialis dan kondilus lateralis. Kondil-kondil ini merupakan bagian yang paling atas dan paling pinggir dari tulang. Permukaan superiornya memperlihatkan dua daratan permukaan persendian untuk femur dalam formasi sendi lutut. Permukaan- permukaan tersebut halus dan diatas permukaan yang datar terdapat tulang rawan semilunar (setengah bulan) yang membuat permukaan persendian lebih dalam untuk penerimaan kondil femur. Di antara kedua kondilus terdapat daerah kasar yang menjadi tempat pelekatan ligament dan tulang rawan sendi lutut.

Kondil lateral memperlihatkan posterior sebuah faset untuk persendian dengan kepala fibula pada sendi tibio fibuler superior. Kondil –kondil ini di sebelah belakang di pisahkan oleh lekukan popliteum. Tuberkel dari tibia ada di sebelah depan tepat dibawah kondil- kondil ini. Bagian depan memberi kaitaan kepada tendon patella, yaitu tendon dari insersi otot ekstensor kwardisep. Bagian bawah dari Tuberkel itu adalah subkutaneus dan sewaktu berlutut menyangga berat badan.
Batang dalan irisan melintang bentuknya segitiga, sisi anteriornya paling menjulang dan sepertiga sebelah tengah terletak subkutan. Bagian ini membentuk Krista tibia. Permukaan medial adalah subcutaneous pada hampir seluruh panjangnya dan merupakan daerah berguna darimana dapat diambil serpihan tulang untuk transplantasi (bone graft). Permukaan posterior ditandai oleh garis soleal untuk linea poplitea, yaitu garis meninggi di atas tulang yang kuata dan berjalan ke bawah dan medial.
Ujung bawah masuk dalam formasi persendian mata kaki. Tulangnya sedikit melebar dan kebawah sebelah medial menjulang menjadi maleolus medial dan maleolus tibiae. Sebelah depan tibia halus dan tendon – tendon menjulur di atasnya ke arah kaki.
Permukaan lateral dari ujung bawah bersendi dengan fibula pada persendian tibio fibuler inferior. Tibia membuat sendi dengan tiga tulang yaitu femur, fibula dan talus.