Tuesday, May 26, 2009

STIMULI DALAM MENINGKATKAN KOORDINASI MOTORIK - PENYAKIT PARKINSON

1. Pengertian
Yang dimaksud stimuli disini adalah perangsangan yang datang dari lingkungan individu atau diluar individu.
Untuk meningkatkan koordinasi motorik dan ketangkasan diperlukan stimuli yang terarah dengan cara latihan atau olahraga harian yang teratur juga dengan cara bermain.

2. Jenis Perilaku Motorik
Menurut teori tumbuh kembang perilaku motorik dibagi menjadi 2 bagian yaitu motorik kasar dan motorik halus

3. Motorik Kasar
Gerakan motorik kasar yaitu aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh dan biasanya memerlukan tenaga karena dilakukan oleh otot tubuh yang lebih besar.

Jenis latihan yang dapat dilakukan diantaranya berjalan, bersepeda, berenang dan berkebun atau dengan melakukan senam lansia.Teknik berjalan yang benar termasuk ke dalam koordinasi motorik kasar.
Teknik berjalan yang benar,diantaranya :
1. Berjalan tegak
2. Pandangan lurus ke depan
3. Mengayun lengan
4. Mengangkat kaki saat berjalan dengan menggunakan gerakan tumit – jari kaki
5. Melangkah kaki panjang seimbang
Mulai periode latihan dengan menarik nafas dalam dengan pernafasan diafragma. Lakukan pemanasan dan pendinginan pada setiap latihan. Lama latihan berlangsung selama 15 – 60 menit dengan frekuensi 3-5 x seminggu.
Lakukan latihan bernafas sambil berjalan untuk mengerakkan rangka tulang rusuk dan transfor oksigen untuk mengisi bagian paru-paru yang miskin oksigen. Periode istirahat yang sering untuk membantu pencegahan frustasi dan kelelahan.
Untuk membantu otot-otot rileks setelah aktivitas/ latihan dan mengurangi nyeri otot akibat spasme yang mengakibatkan kekakuan dengan cara mandi air hangat dan massage.

• Sumber :
- Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah Edisi 8 Vol. 3, Brunner & Suddarth, EGC.
- Perawatan Medikal Bedah 1 , Penyunting : Barbara C. Long, The C.V. Mosby Company St. Louis, USA.
- Tumbuh Kembang Anak, dr. Soetjiningsih, EGC


Related Posts:

  • Letak Colon (colon asendens dan colon desendens) - ( caecum, sigmoid, dan colon transversum)Usus besar merupakan sambungan dari usus halus dan berakhir di rectum yang memiliki panjang sekitar 1,5 meter, lebarnya sekitar 5-6 cm. Usus besar ini menghasilkan lendir yang berfungsi menyerap air dan elektrolit dari tinja.… Read More
  • Konsep dasar penyakit hipospadia a.      Definisi Hypospadia adalah kelainan bawaan berupa lubang urethra yang terletak di bagian bawah dekat pangkal penis (Ngastiyah, 2005).Hipospadia adalah kelainan congenital berupa muara ur… Read More
  • Definisi Malformasi Anorektal ( MAR )Definisi Malformasi Anorektal ( MAR )Malformasi anorektal (anus imperforata) adalah malformasi kongenital dimana rectum tidak mempunyai lubang keluar. Anus tidak ada, abnormal atau ektopik. Kelainan anorektal umum pada laki-l… Read More
  • Proses pembentukan urineProses pembentukan urine juga dilakukan oleh nefron yang merupakan bagian dari ginjal. Proses pembentukan urine terjadi melalui tiga tahapan yaitu (Syaifuddin, 2006: 238-239): a. Proses filtrasi Pembentukan kemih dimulai de… Read More
  • Patofisiologi Gagal Ginjal KronikPada gagal ginjal kronik fungsi renal menurun, produk akhir metabolisme protein yang normalnya diekskresikan ke dalam urin tertimbun dalam darah. Terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. Semakin banyak timbunan pr… Read More

0 comments: