Minggu, 13 September 2009

Tugas kuliah : Prosedur Penyusunan Anggaran Kas

Berikut penjelasan yang saya dapat dari suatu sumber buku :
Anggaran kas disusun berdasarkan anggaran-anggaran lain yang telah disusun terlebih dahulu. Penyusunan anggaran kas biasanya dilakukan dalam beberapa tahap. Secara garis besarnya dijelaskan sebagai berikut :
1. Menyusun estimasi penerimaan kas ( cash inflow ) menurut rencana operasional perusahaan secara terperinci.
2. Menyusun estimasi pengeluaran kas ( cash outflow ) secara terperinci.
3. Menggabungkan kedua estimasi tersebut dalm bentuk arus kas ( cash flow ) sehingga dapat diketahui adanya defisit atau surflus karena rencana operasi perusahaan.
4. Jika terjadi defisit atau saldo akhir dalam arus kas lebih rendah daripada persediaan kas yang ditetapkan perusahaan ( jika perusahaan menetapkan persediaan kas minimal yang harus ada dalam perusahaan ), maka perusahaan perlu menyusun estimasi kebutuhan dana atau kredit dari bank atau sumber-sumber lainnya untuk menutupi defisit kas tersebut, beserta waktu pembayaran kembali.
5. Menyusun kembali estimasi keseluruhan penerimaan dan pengeluaran adanya transaksi finansial. Anggaran kas yang final ini merupakan gabungan dari transaksi operasional dan transaksi finansial yang menggambarkan estimasi penerimaan dan pengeluaran kas secara keseluruhan.
Bentuk anggaran kas bagi setiap perusahaan tidak mutlak sama, tetapi disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan. Secara umum yang harus diperhatikan dalam penyusunan anggaran kas adalah bahwa anggaran kas harus dapat memberikan gambaran yang mudah dimengerti mengenai pola cash in flow dan cash outflow oleh pihak yang berkepentingan

Reaksi:

0 komentar: