Minggu, 06 September 2009

Susu Bubuk vs Susu Cair

Menurut data yang ada, orang Indonesia lebih mengenal susu bubuk dibandingkan susu cair, Sejumlah riset pada 2004 melaporkan konsumsi susu di Indonesia baru mencapai tujuh liter per kapita per tahun atau baru 197, 5 juta liter per tahun untuk susu cair dan 625,7 juta liter susu bubuk. Dari data itu pun terlihat bahwa komsumsi susu bubuk di Indonesia sangat tinggi dibanding susu cair.

Dari beberapa literatur yang saya baca, sebenarnya kualitas susu cair dibandingkan dengan susu bubuk mempunyai sejumlah perbedaaan, saya pernah baca di sebuah website kesehatan (www.keluargasehat.com) tentang kandungan gizi kedua jenis susu tersebut, susu bubuk mengalami proses pengolahan melalui pengeringan dengan waktu yang cukup lama-sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan gizi, terutama vitamin dan protein. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk meminum susu segar karena kandungan gizinya yang lebih terjaga.
Menurut keterangan yang saya dapatkan dari situs tersebut, Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) susu segar itu merupakan cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dari cara pemerahan yang benar serta kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah suatu apapun dan belum mendapat perlakuan apa pun.

Namun dalam praktiknya, menurut Prof. Made Astawan, pakar teknologi pangan dan gizi Fakultas Teknologi Pertanian IPB, untuk mendapatkan susu sesuai definisi SNI tidak mudah. Apalagi di kalangan masyarakat kita cenderung lebih familiar dengan produk susu olahan baik bentuk cair maupun padat. Itu pun tingkat konsumsinya masih relatif rendah.

Tetapi meskipun begitu, saya cenderung memilih susu segar/cair untuk dikonsumsi, teknologi pengemasan sekarang sudah maju, sehingga selama kemasannya tidak bocor dijamin kualitasnya masih baik dan terjaga. Ada yang berpendapat lain, silahkan berkomentar yah...

Reaksi:

1 komentar:

mari budayakan minum susu segar