Jumat, 29 Mei 2009

Tugas Kuliah Tentang Destilasi

Destilasi merupakan suatu teknik pemisahan larutan yang berdasarkan pada perbedaan titik didihnya. Destilasi terfraksi dugunakan untuk larutan yang mempunyai perbedaan titik didih yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 30oC atau lebih. Dasar pemisahan suatu campuran dengan destilasi adalah adanya perbedaan titik didih dua cairan atau lebih yang jika campuran tersebut dipanaskan, maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Dengan mengatur suhu secara cermat, kita dapat menguapkan dan kemudian mengembunkan komponen-komponen secara bertahap.
Destilasi terfraksi ini berbeda dengan destilasi biasa, karena terdapat suatu kolom fraksionasi dimana terjadi suatu proses refluks. Proses refluk pada destilasi ini dilakukan agar pemisahan campuran etanol-air dapat terjadi dengan baik. Kolom fraksionasi berfungsi agar kontak antara cairan dengan uap terjadi lebih lama. Sehingga komponen yang lebih ringan dengan titik didih yang lebih rendah akan terus menguap dam masuk kondensor. Sedangkankan komponen yang lebih bersat akan kembali kedalam labu destilasi.
Tujuan dari percobaan destilasi ini adalah untuk mengetahui konsentrasi maksimun destilat yang dapat diperoleh, menentukan HETP (height equivalent to a theoretical plate) pada refluks total, serta menentukan jumlah tahap minimum (Nmin) pada refluks total. HETP adalah panjang isian (panjang kolom) dibagi dengan jumlah kepingan teoritis, ditentukan untuk mengetahui efesiensi kolom destilasi. Prinsipnya berdasarkan pada Hukum Roult yaitu tekanan uap pada larutan ideal pada suhu tertentu sebanding dengan tekanan uap murni dikali dengan fraksi murni. Dan Hukum Dalton yaitu tekanan ideal dalam suatu campuran gas sama dengan tekanan parsial masing-masing komponennya.

Sistem destilasi yang dilakukan pada percobaan kali ini adalah sistem batch, dimana umpan yang akan dipisahkan dimasukan sekali yaitu pada awal proses. Mekanismenya yaitu campuran etanol-air yang akan dipisahkan dimasukkan kedalam labu destilasi. Kemudian dipanaskan secara bertahap sampai suhu yang terukur pada termometer konstan. Sehingga cairan yang yang sesuai dengan titik didih etanol akan terjadi kontak antara cairan dengan uap karena adanya tekanan didalam kolom fraksionasi. Sedangkan cairan yang ttitik didihnya lebih tinggi kembali kedalam labu. Uap yang keluar dari kolom selalu berada dalam kesetimbangan dengan zat cair yang ada dalam labu. Tetapi karena uap lebih kaya akan komponen yang lebih mudah menguap, maka komposisi uap maupun cairan itu tidak akan konstan. Suhu pemanasan harus diatur sedemikian sehingga tidak terjadi flooding (banjir) ketika cairan telah mendidih.
Destilat ditampung sebanyak 100 mL dimulai setelah suhu konstan dan ditampung sebanyak lima fraksi.. Hal ini untuk mengetahui bagaimana perubahan komposisi destilat.
taken From tugas NEFRIAL N.I

Reaksi:

0 komentar: