Jumat, 15 Mei 2009

Penyebab Glaukoma , Tanda dan Gejala

Penyebab Glaukoma
Glaukoma disebabkan peningkatan tahanan aliran keluar humor aqueous melalui jaring-jaring trabekuler, kanalis schlemm, dan sistem vena episkleral. Pori-pori trabekula dapat tersumbat oleh setiap jenis debris, darah, pus, atau bahan lainnya. Peningkatan tahanan tersebut dapat disebabkan oleh penggunaan kortikostroid jangka lama, tumor intraokuler, uveitis akibat penyakit seperti herpes simplex atau herpes zoster, atau penyumbatan jaring-jaring trabekula oleh material lensa, bahan viskoelastik (digunakan pada pembedahan katarak), darah atau pigmen. Peningkatan tekanan episkleral akibat keadaan seperti luka bakar kimia, tumor retrobulbar, penyakit tiroid, fistula ateiovenosa, jugularis superior vena kava atau sumbatan vena pulmonal juga dapat mengakibatkan peningkatan TIO. Selain itu, glaukoma sudut terbuka dapat terjadi setelah ekstraksi katarak, implantasi TIO ( khususnya lensa kamera anterior), penguncian sklera, vitrektomi, kapsulotomi posterior, atau trauma. 
Selain itu, TIO dapat meningkat karena adanya hambatan oleh akar iris pada sudut bilik mata depan, yang membendung semua aliran keluar. Faktor resiko terjadinya glaukoma diantaranya riwayat penyakit diabetes, hipertensi, arteriosklerosis.

Tanda dan gejala
Glukoma sudut terbuka tidak menunjukan gejala sampai pada perjalanan penyakit yang sudah lanjut. Awitannya insidius, progresif lambat, dan kehilangan lapang pandang perifer kecil tidak dirasakan. Ketika kehilangan lapang pandang menjadi lebih jelas bagi pasien, kerusakan ireversibel, ekstensi saraf optikus biasanya sudah terjadi.
Gejala glukoma sudut tertutup meliputi nyeri, pandangan halo (melihat halo disekitar benda), pandangan kabur, mata merah, dan perubahah bentuk mata. Nyeri okuler mungin disebabkan oleh peningkatan TIO cepat, implamasi atau akibat efek samping yang ditimbulkan oleh obat (misalnya spasme otot silier). Nyeri okuler berat dapat disertai mual, muntah, berkeringat, atau bradikardia. Mata merah mungkin berhubungan dengan iritis akut, reaksi obat, glukoma neovaskuler, hivema, perdarahan subkonjungtia atau tekanan vena episkleral yang meningkat. Edema kornea akibat peningkata TIO dan dekompesasi epitel kornea dapat mengakibatakn pandangan halo. Pandangan kabur episodik juga sering dijumpai. Beberapa pasien merasa ada perubahan penampilan mata, termasuk kornea memburam, pergeseran okuler, dan perubahan posisi, ukuran atau bentuk pupil.


Reaksi:

4 komentar:

Saya adalah penderita glaukoma, tetapi alhamdulillah sekarang sudah sembuh berkat obat tetes mata herbal radix vitae. Saya ingin semakin banyak penderita glaukoma yang bisa sembuh seperti saya. Ikuti kisah saya di http://www.tokoradixvitae.blogspot.com