Sabtu, 06 Juli 2013

Apa Itu INTANGIBLE BENEFIT, definisi dan Poin-Poin Didalamnya

Dalam makalah ini akan dibahas  mengenai intangible benefit menurut laudon et. Al (2006, p 720). Intangible benefits adalah keuntungan-keuntungan yang sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan nilai uang. Dengan sifatnya yang tidak berwujud, manfaat-manfaat ini seringkali terabaikan atau tidak terdeteksi. Padahal manfaat tak berwujud inilah yang sering menjadi titik kritis pada jalannya roda bisnis sebuah perusahaan
Keywords : Intangible Benefits, Organisasi, Pelanggan
 
Menurut buku Laudon Intangible Benefits meliputi poin-poin sebagai berikut :
1. Improved Asset Utilization (Peningkatan Pemanfaatan Aktiva)
2. Improved Resource Control (Peningkatan Sumber Daya Kontrol)
3. Improved organizational planning (Peningkatan Perencanaan Organisasi)
4. Increased organisational flexibility (Peningkatan Fleksibilitas Organisasi)
5. More timely information (Informasi Lebih Tepat Waktu)
6. More information (Kualitas informasi lebih tinggi)
7. Increased organizational learning (Peningkatan Pembelajaran Organisasi)
8. Legal requirement attained  (persyaratan hukum tercapai)
9. Enhanced employee goodwill (Peningkatan Kemauan Karyawan)
10. Increased job satisfaction (Peningkatan kepuasaan kerja)
11. Improved decision making (peningkatan pengambilan keputusan)
12. Improved operations (peningkatan Operasi)
13. Higher client satisfaction (peningkatan kepuasaan pelanggan)
14. Better corporate image (Image perusahaan lebih baik)
Dari 14 point intangible benefits diatas penulis akan menguraikan 6 manfaat yang tidak berwujud dari hadirnya sistem informasi :
1. Increased organisational flexibility (Peningkatan Fleksibilitas Organisasi)
Nilai-nilai dasar organisasi dan kemampuan dari setiap perusahaan bisnis sangat mungkin diubah dengan kemajuan Teknologi Informasi. Perubahan membawa kemajuan dan keuntunganbagi perusahaan. Teknologi informasi (TI) memberikan kontribusi untuk fleksibilitas dengan:
1) Mengubah sifat batas-batas organisasi dan waktu ketika pekerjaan terjadi
2) Mengubah sifat dan kecepatan kerja
3) Membantu perusahaan merespon kondisi pasar yang terus berubah
Pemilik bisnis mana yang tidak menginginkan hal ini? Semakin efisien dan luwes/fleksibelnya sebuah operasional organisasi maka hal ini menunjukkan semakin rendahnya biaya yang dikeluarkan untuk menjalankannya. Hal tersebut dapat dicapai karena dipangkasnya rantai birokrasi dalam perusahaan setelah implementasi sistem informasi yang baik.

2. Higher client satisfaction (Peningkatan kepuasan pelanggan)
Misalkan Anda datang ke sebuah toko swalayan. Mana yang kira-kira akan Anda pilih sebagai tempat berbelanja, toko yang waktu antrian di kasirnya lebih singkat atau sebaliknya? Tentunya Anda akan memilih yang pertama sekalipun mungkin harus membayar sedikit lebih mahal dibandingkan dengan toko kedua.
Toko pertama sudah menerapkan sistem informasi penjualannya yang lebih cepat dalam pemrosesan dan kemudahan pemasukan datanya. Sedangkan toko yang kedua belum atau tidak maksimal dalam menerapkan sistem informasi penjualannya.

3. Increased job satisfaction (Peningkatan kepuasan kerja )
Seringkali muncul dari pihak karyawan yang merasa haknya tidak terpenuhi seperti misalkan insentif lemburnya. Ternyata hal ini terjadi akibat kesalahan perhitungan pihak manajemen yang masih melakukannya secara manual atau dengan sistem pemasukan ulang data. 
Padahal jika saja perusahaan menyediakan sistem absensi yang terintegrasi dalam sistem informasi kepegawaian dan SIM maka secara otomatis dapat dibuat laporan insenstif yang lebih akurat dan benar. Hal tersebut baru salah satu contoh di luar misalkan perhitungan angka kredit, hak cuti, jenjang karier, pendidikan dan latihan, dsb.

4. Increased organisational flexibility (Peningkatan Fleksibilitas Organisasi)
Pemilik bisnis mana yang tidak menginginkan ini? Semakin efisien dan luwesnya sebuah operasional maka hal ini menunjukkan semakin rendahnya biaya yang dikeluarkan untuk menjalankannya. Hal tersebut dapat dicapai karena dipangkasnya rantai birokrasi dalam perusahaan setelah implementasi sistem informasi yang baik.


5. Improved organizational planning (Peningkatan Perencanaan Organisasi)
Perencanaan organisasi adalah proses yang penting bagi bisnis. Namun apapun perencanaan organisasi yang akan dibuat maka tentunya diperlukan dukungan informasi yang memadai dalam melaksanakannya. Jika tidak maka perencanaan tersebut dapat kehilangan arah dan tidak mencapai sasarannya karena kesalahan informasi yang menjadi basisnya. Adanya perencanaan akan memberikan arah dan tujuan yang jelas, memberikan pemahaman terhadap pimpinan dan bawahan sehingga bisa saling bekerja sama demi terealisasinya tujuan organisasinya. Namun di samping itu, perencanaan hanya salah satu fungsi dalam manajemen. Oleh karena keberhasilan pencapaian tujuan bukan berarti hanya tergantung pada satu fungsi perencanaan saja, tetapi ada fungsi-fungsi lainnya, seperti pengorganisasian, mengarahan dan pengawasan. Keberhasilan perencanaan akan sangat mungkin tercapai apabila pimpinan dan bawahan bekerja sama dan dapat saling memotivasi sehingga kinerja masing-masing semakin tinggi demi tercapainya tujuan organisasi. Melalui sistem informasi perencaan organisasi akan lebih teratur dan akurat, sehingga meningkatkan efisiensi perusahaan.

6. Improved decision making (peningkatan pengambilan keputusan)
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap pengambilan keputusan sangat bergantung kepada informasi yang mendukung kebijakan yang akan diambil tersebut. Hal tersebut hanya dapat terwujud jika sistem informasi dapat menyajikan informasi yang relevan, akurat, terkini dan dapat diambil setiap saat.


Daftar Pustaka
Laudon, Kenneth C., and Laudon, Jane P. (2006). Management informationsystems (10th ed.). New Jersey: Upper Saddle River.

Jurnal Ilmiah Ranggading Volume 10 No.2 Oktober 2010 :90-94

Reaksi:

0 komentar: