Rabu, 13 Januari 2010

Tuli akibat bising

Tuli akibat bising (noise induced hearing loss) adalah tuli yang disebabkan akibat terpapar oleh bising yang cukup keras dalam jangka waktu yang cukup lama dan biasanya diakibatkan oleh bising lingkungan kerja. Hal ini juga dikemukakan oleh Suma’mur(1994:61) bahwa hearing loss / ketulian progresif disebabkan oleh tempat dengan intensitas kebisingan tinggi.
Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh bising timbul setelah bertahun – tahun paparan. Kecepatan kemunduran tergantung pada tingkat bising, komponen impulsif dan lamanya paparan serta kepekaan individual. Beberapa kondisi patologis juga ikut berperan seperti intoksikasi, trauma, usia 55 tahun keatas dan presbiakusis.

Faktor lain yang mempermudah seseorang menjadi tuli akibat terpapar bising antara lain intensitas bising yang lebih tinggi, berfrekuensi tinggi, lebih lama terpapar bising dan mendapat pengobatan yang bersifat racun terhadap telinga (obat ototoksik) seperti streptomisin, kanamisin, kina, asetosal dan lain – lain.
Tingkat kebisingan yang dikatakan potensi berbahaya bagi karyawan industri terutama di perbengkelan adalah lebih dari 85 dBA dengan waktu penajaman lebih dari 8 jam per hari. Hal ini sesuai ketentuan dalam nilai ambang batas faktor-faktor kondisi lingkungan kerja yang menyebutkan bahwa NAB diperbengkelan maksimal 85 dBA/8 jam per hari (Kepmenaker No. 51/Men/1999).

Reaksi:

0 komentar: