Kamis, 09 Juli 2009

Ekonomi Rakyat dan Seluk beluknya

Salah satu alternatif yang dapat ditempuh dalam meningkatkan kemampuan penduduk perdesaan meningkatkan taraf hidupnya adalah dengan memperluas kesempatan berusaha dengan memperkuat peran dan kedudukan kegiatan ekonomi rakyat di perdesaan.
Adapun yang dimaksud ekonomi rakyat, Kartasasmita (1996:251) berpendapat ;
Sampai saat ini memang belum ditemukan batasan ekonomi rakyat yang memuaskan semua pihak, namun sebagai pendekatan ekonomi rakyat dapat dikenal dari ciri-ciri pokoknya yang bersifat tradisional, skala usaha kecil dan kegiatan usaha ekonomi bersifat sekedar untuk bertahan hidup.

Sedangkan menurut Rustiani (1996:4) yang dimaksud dengan ekonomi rakyat adalah ;
.......... sebuah tatanan ekonomi yang terdiri dari sejumlah usaha-usaha kecil dengan orientasi usaha masih sekitar pemenuhan kebutuhan subsistensi, dikelola oleh rakyat, modal dan akumulasinya terbatas teknologi dan manajemen tradisional padat karya, dan out put produksinya yang diperuntukan bagi rakyat.

Berdasarkan pengertian ekonomi rakyat di atas, maka dapat dimengerti kegiatan ekonomi rakyat adalah kegiatan yang berskala kecil dan lemah, kurang mampu menghadapi tantangan yang semakin kompetitif, hasil yang diperoleh dari kegiatan ini hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga kurang mampu membentuk modal untuk perluasan usaha dimasa yang akan datang, oleh karena hal tersebut kegiatan ekonomi rakyat dikenal cirinya sekedar bertahan hidup.
Lebih jauh Todaro (1993:265) mengemukakan ciri-ciri kegiatan ekonomi rakyat yang disebutnya dengan kegiatan ekonomi sektor informal sebagai berikut ;
1. Bidang kegiatan produksi barang dan jasa yang berskala kecil dimana unit-unit produksinya dimiliki secara perorangan atau keluarga.
2. Menggunakan tenaga kerja (padat karya) dan teknologi yang digunakan terhitung sederhana.
3. Para pekerja yang menciptakan sendiri lapangan kerjanya disektor informal, biasanya tidak memiliki pendidikan.
4. Tidak mempunyai keterampilan khusus, dan sangat kekurangan modal.
5. Produktivitas dan pendapatan mereka cenderung lebih rendah dari pada yang ada disektor formal.

6. Tidak memiliki jaminan keselamatan kerja dan fasilitas-fasilitas kesejateraan seperti yang dinikmati rekan-rekan mereka yang berada disektor formal.
7. Motivasi kerja mereka terbatas pada upaya mempertahankan kelangsungan hidup bukan mencari keuntungan.
8. Satu-satunya yang diandalkan adalah diri mereka semata.
9. Hampir semua anggota keluarga termasuk wanita dan anak-anak mereka turut mencari nafkah dan seluruh waktu habis untuk kegiatan tersebut.
10. Mereka tinggal di pemukiman sederhana dan kumuh.

Berdasarkan pembahasan di atas, kekurangan modal salah satu masalah yang dihadapi ekonomi rakyat, sehingga kegiatan ini sulit maju, pada gilirannya mereka kurang mampu berperan dalam tatanan perekonomian nasional, padahal kegiatan ekonomi ini sumber kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia di kota dan pedesaan.


Reaksi:

0 komentar: