Selasa, 26 Mei 2009

Makalah Tentang FEOKROMOSITOMA

Definisi
Feokromositoma adalah suatu tumor yang berasal dari sel-sel kromafin kelenjar adrenal, menyebabkan pembentukan katekolamin yang berlebihan.
Katekolamin adalah hormon yang menyebabkan tekanan darah tinggi dan gejala lainnya. Katekolamin terdiri dari hormon adrenalin (epinefrin), norepinefrin, dopamin dan dopa, yang kesemuanya merangsang tekanan darah tinggi. Pada 20% kasus, sel kromafin tumbuh diluar lokasinya yang normal pada kelenjar adrenal. 5% dari feokromositoma yang tumbuh di dalam kelenjar adrenal bersifat ganas, tetapi 30% dari feokromositoma yang tumbuh diluar kelenjar adrenal bersifat jinak.

Feokromositoma terjadi pada kurang dari 1 diantara 1.000 orang. Bisa terjadi pada pria maupun wanita usia berapapun, tetapi paling sering terjadi pada usia 30-60 tahun.
Feokromositoma biasanya berukuran sangat kecil, jarang menyebabkan gejala akibat penekanan atau penyumbatan dan biasanya tidak dapat diraba oleh dokter. Tetapi feokromositoma yang kecil bisa menghasilkan sejumlah katekolamin yang bisa menyebabkan berbagai gejala.

Etiologi
• Beberapa penderita memiliki penyakit keturunan yang disebut sindroma endokrin multipel, yang menyebabkan mereka peka terhadap tumor dari berbagai kelenjar endokrin (misalnya kelenjar tiroid, paratiroid dan adrenal).
• Feokromositoma juga bisa terjadi pada penderita penyakit von Hippel-Lindau, dimana pembuluh darah tumbuh secara abnormal dan membentuk tumor jinak (hemangioma), dan
• Pada penderita penyakit von Recklinghausen (neurofibromatosis, pertumbuhan tumor berdaging pada saraf).

Gejala
Gejala yang paling menonjol adalah tekanan darah tinggi, yang bisa sangat berat. Pada sekitar 50% penderita, tekanan darah tinggi ini bersifat menetap. Pada 50% lainnya, tekanan darah tinggi (250/ 140 mmHg) dan gejala lainnya hilang-timbul, kadang dipicu oleh penekanan pada tumor, pemijatan, pengobatan (terutama obat bius dan beta bloker) dan trauma emosional.
Gejala lainnya adalah:
• Jantung berdebar-debar dan berdenyut lebih cepat
• Berkeringat berlebihan
• Pernafasan cepat
• Muka kemerahan
• Kulit dingin dan lembab
• Sakit kepala hebat
• Nyeri dada dan perut
• Mual
• Muntah
• Gangguan penglihatan
• Jari tangan kesemutan
• Konstipasi

Potensial Komplikasi
• Retinopati hipertensif
• Nefropati hipertensif
• Miokarditis
• Peningkatkan agregasi trombosis
• Gagal jantung kongestif dan vaskular
• Aritmia
• Syok ireversible
• Gagal ginjal

Evaluasi Diagnostik
a. Dilakukan pemeriksaan air kemih untuk mengetahui kadar katekolamin tertentu.
b. CT Scan, dapat melokalisir 90-95% tumor yang diameternya lebih dari1 cm.
c. MRI bisa membantu menentukan lokasi feokromositoma. Pada MRI, feokromositoma memperlihatkan intensitas bersinyal tinggi pada pencitraan dengan T2. Pencitraan nuklear dengan 131I-metaiodobenzilguanidin (MIBG), tersedia dalam fasilitas penelitian, secara selektif ditumpuk dalam jaringan kromafin, sangat sensitif.

Therapi Yang Diberikan
a. Penatalaksanaan Medis
Biasanya pengobatan terbaik adalah pengangkatan/ pembedahan feokromositoma. Pembedahan seringkali ditunda sampai pelepasan katekolamin dapat dikendalikan dengan pemberian obat-obatan, karena kadar katekolamin yang tinggi bisa membahayakan proses pembedahan.
b. Pemilihan Obat
Biasanya fenoksibenzamin dan propanolol diberikan secara bersamaan; metirosin atau obat lainnya seringkali perlu diberikan untuk mengendalikan tekanan darah.
c. Kemotherapi
Jika feokromositoma merupakan suatu kanker yang belum menyebar, maka untuk membantu memperlambat pertumbuhannya bisa diberikan kemoterapi berupa siklofosfamid, vinkristin dan dakarbazin.
Efek bahaya akibat katekolamin yang berlebihan bisa dihambat dengan melanjutkan pemakaian fenoksibenzamin dan propanolol.
DAFTAR PUSTAKA


Suzzane C. Smeltzer, Brenda G. Bare. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Vol.1. Jakarta : EGC.

Soepaman, Sarwono Waspadji. 2001. Ilmu Penyakit dalam Jilid II Edisi 3. Jakarta : Balai Penerbit FKUI

Reaksi:

0 komentar: