Rabu, 27 Mei 2009

KESUKSESAN BISA DIRAIH OLEH SIAPA PUN

Kegagalan adalah hal biasa dalam kehidupan. Hanya bagaimana kita menyikapi kegagalan tersebut, sehingga bisa menjadi cemeti dan menjadi menjadi tangga menuju kesuksesan. Itulah kunci yang dimiliki oleh banayak tokoh besar yang lahir di dunia ini. Sukses gemilang yang berhasil mereka raih justru buah dari kegagalan demi kegagalan yang menerpa mereka.
Apakah Anda terus berkubang dalam kegagalan? Jangan cemas, karena tidak ada yang tidak mungkin untuk meraih kesuksesan bagi orang yang dapat mengambil pelajaran dari kegagalan yang dialaminya.
Anda beruntung bila dapat menyimak buku ini, karena Maulana Wahiduddin Khan, penulis buku ini, sangat cerdas dan tangkas sekali dalam menggugah pembacanya agar seluruh gelegak kehidupan ini dipandang secara positf. Dari roh ayat “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Al-Insyirah : 6), intelektual kelas dunia yang lahir di India ini mengobarkan optimisme yang besar sekali, sehingga tak ada alasan bagi Anda unuk menghadapi hidup ini dengan murung. Karena di balik jalan buntu yang menjegal Anda dalam meniti hidup ini, sebetulnya jalan kesuksesan terbentang luas di hadapan Anda.

Siapa pun Anda, tetap mempunyai potensi untuk menjadi orang sukses. Anda mengenal Mahatma Gandhi? Tentu. Tahukah Anda, ternyata di balik ketenarannya bersemayam sifatnya yang pemalu. Dalam bukunya, My Experiments with Truth, ia mengakui bahwa ia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyingkirkan sifat pemalunya tersebut.
Ketika sedang menuntut ilmu di London, ia bergabung dengan masyarakat vegetarian. Pada salah satu pertemuan dia diminta untuk memberikan satu kata sambutan. Dia berdiri, namun tidak mampu untuk mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya. Akhirnya dia hanya mengucapkan beberapa kata ucapan terima kasih dan kemudian duduk. Pada peristiwa yang lain, ketika dia diundang untuk mengemukakan ide-idenya tentang makanan vegetarian, dia telah menyusun pikiran-pikrannya di atas selembar kertas. Namun tetap juga ia tidak mampu untuk membacakannya. Untunglah, seseorang yang merasa kasihan kepadanya, membacakan tulisan tersebut.
Tetapi, sebagaimana yang ditulis Gandhi, kemalangan yang tampak ini berubah menjadi keberuntungan baginya : “Keragu-raguan saya dalam berbicara, yang dulu merupakan sesuatu yang amat menjengkelkan, sekarang menjadi suatu kebahagiaan. Hal tersebut merupakan satu hikmah besar yang mengajarkan saya untuk menghemat kata-kata. Secara ilmiah saya telah membentuk suatu kebiasaan untuk mengendalikan pikiran-pikiran saya. Dan sekarang saya dapat memberikan satu sertifikat kepada diri sendiri bahwa satu kata yang tidak dipikirkan dengan matang sulit keluar dari lidah atau pena saya.”
Dari narasi ini, kita bisa menarik pelajaran bahwa satu kekurangan ternyata bisa berubah menjadi suatu kelebihan. Mahatma Gandhi menjadi terkenal karena sikapnya yang penuh pemikiran dan ekonomis dalam berbicara. Namun ciri ini berasal dari ciri lain yang sedikitnya akan menjadi penghalang kemunculannya. Dengan kata lain, sifat pemalunya telah menghalangi dia untuk berbicara di depan public ; yang kemudian menjadikannya memiliki sifat yang penuh pemikiran dan ekonomis dalam berbicara.
Bagi Wahiduddin Khan, pelajaran dan hikmah bisa dipetik dari mana saja. Bukan hanya dari narasi kehidupan tokoh besar seperti Mahatma Gandhi – sebagaimana yang dikutip di atas, tapi juga dari hal apa saja yang sempat dilihat, didengar, dan dialaminya. Selama manusia mau berpikir dan merenungi tentang segala hal, selama itu pula hikmah bertebaran dimana-mana.
Bagaimana peristiwa kehidupan yang boleh jadi dainggap remeh dan sepele oleh sebagian orang, bagi Wahiduddin khan menjadi lautan hikmah yang sayang untuk dilewatkan. Karena berbagai renungan dan pengamatan sosialnya yang dituangkan dalam buku ini, insya Allah akan mampu mencerahkan dan melejitkan kemampuan Anda. Dengan reputasi keilmuannya yang telah teruji, penulis produktif ini menyajikan kepuasan yang mengasyikkan sekali perihal kiat-kiat meraih kesuksesan dalam hidup ini.
Salah satu rekomendasi yang diberikannya adalah agar seseorang memiliki tujuan, karena manusia bisa mendapatkan pencapaian tertingginya hanya ketika dia menjalani kehidupan dengan tujuan tertentu. Kehidupan semacam ini mencirikan tingkat tertinggi dari perkembangan manusia.
Orang yang memiliki tujuan tertentu tidak pernah membiarkan diri mereka terperangkap oleh suatu kekacauan, karena iu berarti menjauhkan diri mereka dari tujuan. Seorang manusia yang memiliki tujuan tertentu selalu memandang ke depan, ke masa depan. Dia selalu berpikir tentang konsekuensi-konsekuensi jangka panjang daripada pertimbangan-pertimbangan sesaat. Dia memperhatikan semuanya bukan dari sudut pandang keinginan dan sikap pribadi, namun dari sudut pandang yang realistis.
Hal ini tidak selalu diterjemahkan dengan melakukan berbagai tugas yang jelas, dan benar-benar memiliki tujuan tertentu. Namun suatu kehidupan yang benar-benar sistematis juga merupakan salah satu penemuan manusia dalam statusnya yang tinggi; suatu kehidupan dimana kepribadiannya menampakkan kualitas unik yang dmilikinya.
Resensi Buku
Judul : Psikologi Kesuksesan - Belajar dari Kegagalan dan Keberhasilan
Penulis : Maulana Wahiduddin Khan
Penerbit : Robbani Press, Jakarta
Cetakan : Jumadil Akhir 1425 H/ Agustus 2004
Tebal : xvi + 316 halaman

Reaksi:

0 komentar: