Kamis, 18 Juli 2013

Klasifikasi Meningioma

WHO mengklasifikasikan meningioma berdasarkan derajat dan pertumbuhan sel dari hasil biopsy yang dilihat dari pemeriksaan mikroskopik. Selain itu meningioma dapat diklasifikasikan berdasarkan lokasi tumor tersebut.
a. Derajat
1) Grade I
Meningioma tumbuh dengan lambat . Jika tumor tidak menimbulkan gejala, mungkin pertumbuhannya sangat baik jika diobservasi dengan MRI secara periodic. Jika tumor semakin bverkembang, maka pada akhirnya dapat menimbulkan gejala, kemudian penatalaksanaan bedah dapat direkomendasikan. Kebanyakan meningioma grade I diterapi dengan tindakan bedah dan observasi yang continue
2) Grade II
Meningioma grade II disebut juga meningioma atypical. Jenis ini tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan grade I dan mempunyai angka kekambuhan yang lebih tinggi juga. Pembedahan adalah penatalaksanaan awal pada tipe ini. Meningioma grade II biasanya membutuhkan terapi radiasi setelah pembedahan
3) Grade III
Meningioma berkembang dengan sangat agresif dan disebut meningioma malignant atau meningioma anaplastik. Meningioma malignant terhitung kurang dari 1 % dari seluruh kejadian meningioma. Pembedahan adalah penatalaksanaan yang pertama untuk grade III diikuri dengan terapi radiasi. Jika terjadi rekurensi tumor, dapat dilakukan kemoterapi.
b. Lokasi
1) Meningioma falx dan parasagital, falx adalah selaput yang terletak antara dua sisi otak yang memisahkan hemisfer kiri dan kanan. Falx cerebri mengandung pembuluh darah besar. Parasagital meningioma terdapat di sekitar falx.
2) Meningioma Convexitas, tipe meningioma ini terdapat pada permukaan atas otak.
3) Meningioma Sphenoid, daerah sphenoidalis berlokasi pada daerah belakang mata. 
4) Meningioma Olfaktorius, tipe meningioma ini terjadi di sepanjang nervus yang menghubungkan antara otak dengan hidung.
5) Meningioma fossa posterior, tipe ini berkembang di permukaan bawah bagian belakang otak
6) Meningioma sellar merupakan meningioma di daerah sella tursika yang terletak di dasar otak, tepat di atas daerah ini terdapat saraf penglihatan, sehingga jika terdapat tumor, maka saraf tersebut akan terjepit, sehingga mengganggu penglihatan.  
7) Meningioma suprasellar, terjadi di bagian atas sella tursica, sebuah kotak pada dasar tengkorak dimana terdapat kelenjar pituitary.
8) Spinal meningioma, banyak terjadi pada wanita yang berumur antara 40 dan 70 tahun. Akan selalu terjadi pda medulla spinbalis setingkat thorax dan dapat menekan spinal cord. Meningioma spinalis dapat menyebabkan gejala seperti nyeri radikuler di sekeliling dinding dada, gangguan kencing, dan nyeri tungkai.
9) Meningioma Intraorbital, tipe ini berkembang paa atau di sekitar mata cavum orbita.
10) Meningioma Intraventrikular, terjadi pada ruangan yang berisi cairan di seluruh bagian otak

Reaksi:

2 komentar:

I certainly agree to some points that you have discussed on this post. I appreciate that you have shared some reliable tips on this review.

Nice post, things explained in details. Thank You