Kumpulan Tilawatil Quran H.Muammar ZA dkk

Ingat jaman-jaman kecil dulu, anda pasti mengenal qori termasyhur pada era itu, ya Ustad H.Muammar ZA, kali ini saya ingin berbagi file ngaji atau tilawatil quran yang beliau baca dengan teman duetnya Ustad Chumaidi, Filenya ada beberapa..silahkan anda download

Tips Pola Tidur Bayi yang Baik

Pola hidup bayi sangat mempengaruhi pola hidup orangtuannya, oleh karena itu orang tua bisa mengajarkan bahwa malam hari adalah waktu tidur , dengan mempraktekan petunjuk berikut

Sang Pencerah : Anda Akan Kemana di Masa Muda Ini?

Ketika usia menginjak dewasa, mungkin ketakutan akan terjadi pada sebagian orang, ketakutan kalau tidak bisa melewatinya dengan benar. Tumbuh besar menjadi seorang remaja yang dewasa memerlukan berbagai tempaan dan kesabaran

Kumpulan Ceramah Ustad Abu Syauqi

Ustad Abu Syauqi, adalah seorang pendiri Rumah Zakat yang terkenal di Bandung, lewat blog ini saya ingin berbagi file ceramah yang beliau sampaikan beberapa tahun lalu yang saya dapatkan secara online di situs 4 share.com Ukuran seluruh file ceramah ini mencapai 600 MB, jadi bersabar yah untuk mendownloadnya

Kumpulan Leaflet Keperawatan/Kebidanan

Bagi Anda Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan, Berikut kumpulan Leaflet yang biasanya jadi sarana promosi kesehatan kepada masyarakat..

Sabtu, 27 Juni 2009

Hasil Moto GP Assen Belanda hari Ini – Bravo untuk Rosi

Stop Dreaming Start Action, Assen, Belanda. Luar biasa penampilan rosi hari ini, mesti diawal-awal lap, stoner berusaha menjadi yang pertama, tapi dominasi itu tak lama, hanya 2-3 lap awal stoner bertahan, lap selanjutnya bisa diterka, dalam hitungan menit stoner disalip dengan mudah oleh Rosi, sungguh hal yang manis. Ada yang tragis di Moto Gp hari ini, Deni Pedrosa jatuh diawal Lap, padahal dia menduduki posisi keempat, he2x….bagi penggemar Pedrosa..kayaknya tahun ini adalah tahun yang suram, duo Yamaha selalu menjadi yang tercepat, berikut posisi 1 sampai 3 balap moto gp hari ini dan Nilai sementara di klasemen.

1. Valentino Rossi (131)
2. Jorge Lorenzo (126)
3. Stoner (122)

Bagi saya rosi adalah pembalap terhebat sepanjang jaman, lihat saja pesaing dia tahun kemaren , Stoner!!dia bukan tipe pembalap dengan mental dan skill hebat, kalau sudah tertinggal, mana bisa Stoner mengejar ketertinggalannya, ini dia yang membedakan rosi dan pembalap lainnya. Stoner hanya menang kalau dari awal lap dia sudah memimpin, kalau stoner disuruh ngejar dari posisi start jelek, belum pernah saya melihat dia jadi juara. Tidak seperti Rosi dia pernah start dari posisi 12 dan bisa jadi juara. Siapa Juara Moto GP tahun 2009 ini, saya yakin Rosi lah pemenangnya.....

Kamis, 25 Juni 2009

Stop Dreaming Start Action (Lanjutan)

Kontes Stop Dreaming Start Action, Lama kelamaan ada kebosanan juga optimasi blog...secara 2 hari terakhir ini, blogku terlempar dari persaingan..jauh banget!! dari sempet menyentuh ranking 270an..menjadi 500an, ha2x, payah nih ilmu SEO ku..ada yang bisa ngasih saran tolong kasih komentar yah....
Gara-garanya cuman satu postingan di dumy blogku yang wordpress aq hapus, ternyata blogku yang wordpress waktu itu peringkatnya lebih baik, setelah dihapus postingannya jadi meroso deh...peringkatnya....Apa ini akan berpengaruh pada semangat "Stop Dreaming Start ACtion"..ane ga tau mesti ngapain lagi..link dah ane pasang diberbagai blog...tapi belum naik2 juga tuh peringkatnya.
Link Popularity yang harus dibangun kesita dengan kerjaan buat ngurus KKN mahasiswa. Wah bener-bener melelahkan tapi ga akan menyerah, karena waktunya masih panjang...Week end kali ini..mudah2n bisa mengakali blogku agar posisi SERPnya ningkat....




Selasa, 23 Juni 2009

STOP DREAMING START ACTION dan BAGAIMANA MENGAKALI LINK POPULARITY

STOP DREAMING START ACTION, merupakan kontes yang cukup menghebohkan....saya mengikuti Kontes SEO ini bukan semata karena hadiahnya yang gede, tetapi dengan komitmen "Stop Dreaming Start Action" saya merasakan sudah waktunya saya menguji kemampuan saya di bidang SEO, serta melakukan berbagai riset terkait bagaimana Sebuah blog dioptimasi agar menjadi 10 besar di Google.
Pertama kali searching, blog saya tampil dihalaman 45, wah benar2 payah blog saya dimata Om google, posting pertama kali tanggal 21 Juni 2009, dan 2 hari kemudian turun ke halaman 42 setelah saya melakukan sedikit optimasi terutama yang berkaitan dengan back link.

Saya kunjungi semua halaman yang terkait dengan kontes, saya hitung mundur dari halaman 45 menuju halaman 1, hasilnya memang belum signifikan, tetapi memang ada pergerakan ranking tulisan saya di SERP. dari ranking 450an menjadi 410an...Pelan tapi pasti saya akan mencari backlink berkualitas untuk meningkatkan link popularity blog saya..Berat tapi sangat menantang!! saya tahu mungkin sedikit peluang saya untuk memenangkan kontes ini...tapi saya telah berkomitmen pada diri saya sendiri..bahwa kesuksesan itu akan dicapai dengan aksi.
Saya dukung sepenuhnya gerakan "STOP Dreaming Start Action".

Link Popularity memang sangat penting untuk kontes ini, mesti yang ditembak hanya keyword STOP Dreaming Start Action, tapi moto ini sudah cukup lama ada di dunia maya, sekitar 20 jutaan hasil search untuk keywords Stop Dreaming Start Action, wah-wah benar-benar sangat berat....dari berbagai pakar SEO yang saya dapatkan ilmunya, blog Wordpress mempunyai peluang lebih tinggi dibandingkan blog dari blogspot, Wordpress yang berbayar tentunya, Wordpress mempunyai fasilitas SEO Plugin yang bagus dan banyak tersedia di internet, sementara untuk pengguna blogspot jangan berkecil hati, yang penting STOP Dreaming Start Action, kita bisa mengoptimasi blog kita dengan meta tag dan membuat template kita SEO friendly......diurutan 10 besar saya melihat sementara, banyaknya blog dari wordpress yang menduduki peringkat dan saya melihat ada satu blog dari blogspot yang bertengger di posisi kedua. saya sangat salut dengan blog blogspot ini...diantara dominasi Wordpress, dia masih bisa menjadi yang kedua..yah blog nya ateonsoft..semoga blog ini mampu menunjukan konsitensinya dan blogku juga ikut terangkat karena membuat komentar di blognya..he2x (ngarep)....Dukung Gerakan ini yah semuanya - STOP Dreaming Start Action

Sabtu, 20 Juni 2009

Stop Dreaming Start Action, komitmen penuh makna untuk masa depan yang lebih baik

Stop Dreaming Start Action, Tulisan ini tidak semata saya buat untuk memenangkan Kontes SEO yang diadakan Joko Susilo, Tapi sejujurnya kontes ini mengilhami saya untuk berhenti “bermimpi” dan mulai dengan “action”. Kontes SEO yang diadakan oleh Joko Susilo kali ini merupakan kontes SEO dengan hadiah terbesar yang pernah diadakan di Indonesia. Beliau adalah salah seorang yang banyak mengilhami blogger di Indonesia untuk memulai bisnis online di internet , produk-produknya telah berhasil menjadikan internet marketing sebagai salah satu profesi yang menjanjikan.

Kontes kali ini tampil dengan tema “Komitmen Stop Dreaming Start Action untuk masa depan yang lebih baik”, dan untuk keywordnya “Stop Dreaming Start Action” sebuah keyword yang bernilai dan penuh makna, kita tahu bahwa hidup dizaman globalisasi ini penuh dengan tantangan, orang berlomba untuk menjadi yang terbaik, tercepat dan terhebat dan segudang impian yang ingin mereka wujudkan. Mengutip salah satu ungkapan dari Mario Teguh (Motivator-Acara Golden way di Metro TV), beliau mengatakan “MENGAPAKAH ADA ORANG BAIK YANG HIDUPNYA BELUM BAIK” lebih lanjut beliau menjelaskan :

"Jika kita telah seutuhnya mengikhlaskan diri kepada kebaikan, maka kita akan sangat berani. Hukum kebaikan adalah melakukan yang baik dan menghindari yang buruk. Maka mengapakah ada orang yang masih ragu untuk berlaku baik, dan tidak berani menghindari yang buruk?
Janganlah mengikuti orang yang salah pikir, yang mengira bahwa dia akan mendapat kebaikan dari menghindari kebaikan dan dari melakukan keburukan.

Maka jangan sampai kita ditanya, “apakah engkau tidak berpikir?”

Jika ada orang muda yang shalih, kita harus mensyukuri bahwa dia telah mengikhlaskan dirinya kepada kebaikan, karena banyak sekali orang yang masih bernegosiasi dan meminta penundaan agar mereka tidak harus berlaku baik sekarang..

Banyak dari mereka merasa bahwa berlaku baik sekarang adalah kerugian, karena masa muda adalah masa untuk hidup dalam kebebasan, dan kebaikan hanya untuk orang yang sudah mulai menua.

Lalu, apakah kebebasan yang mereka maksud adalah kebebasan untuk tidak menjadi orang baik?
Dengan pengertian seperti itu, mereka akan bersikap dan berlaku santai, dan tidak membangun nilai pribadi yang akan menjadikan mereka pribadi yang dibayar mahal dan dihargai tinggi di masa depan.

Mereka tidak menyadari bahwa yang tidak bekerja keras semasa muda, akan dipaksa bekerja keras di masa tua. Itu bukan hanya kemungkinan, tetapi keniscayaan yang sedang terbukti di sekitar kita.

Nah, bagaimana jika orang yang kita sebut sebagai orang baik itu – yang hidupnya belum baik itu, adalah orang yang tadinya menelantarkan masa mudanya?
Mungkin ini penjelasannya …, bahwa rasa frustrasi-nya hari ini adalah masa penyesuaian diri bagi mereka yang baru saja menjadi orang baik.
Maka orang baik, yang hidupnya belum baik, adalah mungkin orang-orang yang sedang dengan penuh kasih diminta untuk mengutuhkan kebaikannya.
Jika kita mengatakan yang baik, maka lakukanlah yang baik, dan hindarilah yang buruk.
Jika kita orang baik, ikhlaskanlah diri kita untuk menyerahkan yang tidak bisa kita kerjakan – kepada Tuhan, dan mengambil tanggung jawab penuh atas yang bisa kita kerjakan.
Janganlah berserah tetapi masih tidak bisa tidur karena mengkhawatirkan yang sudah kita serahkan kepada Tuhan.
Janganlah juga berani, tetapi mengandalkan kekuatan kepada yang selain Tuhan.
Kita, orang-orang yang baik ini, adalah orang yang meyakini bahwa tidak akan ada yang terjadi, tanpa ijin dari Tuhan. Tuhan adalah satu-satunya pemilik kekuatan. Sehingga, jika ada sesuatu terlaksana dengan kekuatan, itu pasti terlaksana karena ijin Tuhan.

Maka marilah kita mengikhlaskan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Kerjakanlah apa yang harus Anda kerjakan dengan sebaik-baiknya niat dan dengan sebaik-baiknya cara.

Yang kita lakukan bisa saja tidak tepat, kecil, atau tidak bernilai bagi orang lain; tetapi Tuhan sangat berwenang untuk menjadikan kita pribadi yang berhasil – melalui apa pun yang kita kerjakan.
Hanya kebaikan yang membaikkan.
Maka marilah kita meyakini yang baik, dan hidup dalam kebaikan yang kita yakini.

Itu dia ungkapan indah yang saya kutip dari situsnya Mario Teguh, Ungkapan diatas sangat menyentuh dan mengilhami saya untuk menggunakan waktu yang saya miliki dengan sebaik-baiknya dengan STOP DREAMING START ACTION. Kebanyakan dari kita adalah manusia pemimpi, sehingga dalam hidupnya hanya memanjangkan angan-angan, banyak menghitung sesuatu hanya berdasarkan impian atas hasil yang akan dicapai bukan karena apa yang harus dilakukan untuk mencapai impian tersebut. Bermimpi mendapatkan suatu keberhasilan dalam hidup adalah sesuatu yang menyenangkan dan hal termudah yang dapat kita lakukan tanpa kita mengeluarkan uang sepeserpun alias gratis. 

Banyak ungkapan yang mengatakan bermimpilah yang besar karena hidup anda berawal dari mimpi anda, hal ini memang tidak terbantahkan bahwa banyak manusia yang sukses berawal dari mimpinya (sadar atau tidak sadar). Saya mengatakan sadar atau tidak sadar, saya berasumsi bahwa ada sekelompok orang yang berhasil dengan mimpinya karena dari awal mereka tahu, sadar dan meyakini sesuatu yang mereka impikan sehingga mereka terus upaya dengan segenap dan upaya melakukan hal-hal yang baik untuk mencapai impiannya itu, sedangkan asumsi yang kedua bahwa ada orang yang sukses yang tidak sadar dengan mimpinya, adalah sekelompok orang yang berhasil dengan mimpinya karena alam bawah sadar mereka menuntun mereka untuk melakukan hal-hal yang baik untuk mendapatkan mimpinya tersebut.

Kalau anda pernah baca buku the secret, anda mungkin akan terkejut bahwa semua hasil atau kesuksesan seorang manusia adalah berawal dari mimpi, mimpi manusia itu akan menggiring manusia pada proses pencapaiannya. Bahkan di buku itu sampai diberikan sugesti yang lebih detail tentang bagaimana mimpi itu bisa menjadi kenyataan, kita bisa menuliskan impian kita di kertas impian, misal : anda bermimpi mempunyai seorang istri yang cantik, sholeh, mempunyai sebuah rumah yang besar, 2 orang anak, sebuah perusahaan yang mendunia dan 5 mobil mewah, itu bisa anda lukiskan disebuah kertas dan kertas itu bisa anda temple di ruang kerja dirumah atau dimanapun yang mampu memberikan inspirasi untuk itu. Pada saat pertama kali saya medengar tentang metode di buku ini melalui teman saya awalnya saya ragu, apa benar hanya dengan bermimpi, mimpi itu bisa menuntun kita. Akhirnya itu menjadi pertanyaan yang ingin saya buktikan, di awal tahun 2008 kemarin jauh sebelum saya mengenal buku the secret itu, saya bercita-cita dan ingin sekali menikah di akhir tahun 2008 tepatnya bulan Desember. Saya berujar pada diri saya “bahwa dengan siapapun asal orang itu mencintai saya dan berjilbab, saya ingin menikah akhir tahun ini” pembahasan mengenai impian saya ini juga akan memberikan korelasi dengan judul dari Kontes SEO mengenai STOP Dreaming Start Action.

Awalnya kata-kata atau komitmen saya tentang rencana pernikahan di akhir tahun itu membuat saya ragu, karena di awal tahun itu saya benar-benar tidak mempunyai wanita yang dekat yang bisa diajak untuk serius dan tentunya hal lain yang mengganjal adalah masalah dana. Saya hanya mempunyai dana yang sangat minim, tabungan yang saya punya jauh dari kata cukup untuk memberikan stimulus fiscal bagi pernikahan saya (gaya banget yah istilahnya). Secara mengejutkan saya mengenal seorang wanita di awal juli 2009, tepatnya 1 Juli 2009 setelah sebelumnya saya mengalami kisah yang tragis dalam mendapatkan cinta (jadi puitis) tapi ini bukan inti persoalan yang akan saya ungkap, saya mengenalnya dengan singkat, kita sebenarnya sering ketemu, tapi dalam rentang waktunya pertemuan itu kita memang tidak pernah tahu satu sama lain. Yang saya paling ingat ketika saya mendapatkan istri saya ini adalah perjuangan saya yang tanpa sadar itu adalah action saya dalam mendapatkan semua itu, hamper 2 minggu penuh di akhir bulan Juni saya qiyamul lail dan benar ungkapan yang dikatakan Mario teguh bahwa kita harus meyakini “Tuhan” dalam hal apapun, saya tiap malam menjerit, mengadukan nasib saya, saya meminta kepada Allah agar saya segera menikah dan menemukan calon pendamping yang terbaik untuk saya. Ternyata doa itu dijawab, Awal Juli saya mengenalnya, tanggal 17 Agustus akhirnya saya melamarnya dan orangtuanya benar-benar telah siap untuk prose situ, bahkan saya sangat salut karena ketika saya melamar istri saya, dia baru lulus dari tempat dimana dia berkuliah, pada saat pertemuan keluarga tanggal 17 Agustus tersebut, rencana pernikahan saya adalah awal Maret 2009 dan agak berbeda dengan mimpi saya yang mengatakan saya ingin menikah di akhir tahun 2008, karena memang waktu itu istri saya belum siap dan masih ragu kalau pernikahan itu bisa dilakukan dalam waktu dekat. Tapi entah karena sugesti mimpi itu, saya berupaya meyakinkan bahwa semakin lama ditunda maka akan semakin besar godaan, akhirnya keluarga istri memutuskan menggelar pernikahan lebih cepat dari waktu yang direncanakan sebelumnya. Dipilihlah tanggal 24 desember 2008 sebagai hari yang bersejarah buat saya dan istri saya. Benar-benar analisa buku the secret itu menjadi kenyataan, bahwa kalau kita bermimpi kita harus merinci secara detail mimpi yang ingin kita wujudkan. Tapi apakah cukup dengan mimpi, mimpi yang seperti apakah yang positif yang mampu membuat semua potensi anda melejit untuk meraih mimpi tersebut. Di awal saya telah mengutip sebuah ungkapan “Maka orang baik, yang hidupnya belum baik, adalah mungkin orang-orang yang sedang dengan penuh kasih diminta untuk mengutuhkan kebaikannya”, ungkapan ini sangat mempunyai korelasi dengan mimpi yang terbentuk, orang yang mempunyai mimpi baik, mimpi yang besar diminta untuk mengutuhkan kebaikan dalam mimpinya itu dengan action. Berhentilah bermimpi dan lakukan apa yang bisa kita lakukan, dari kisah saya diatas saja, kita atau saya bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa mimpi tanpa aksi adalah nol besar, kita harus mulai berpikir bagaimana menghentikan mimpi-mimpi itu dan merubahnya menjadi aksi-aksi, karena tidak ada sesuatu yang tidak mungkin didunia ini. Kalau ketidakmungkinan itu kita rasakan sangat besar kita harus meyakini bahwa ada zat yang lain yang bisa merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi sangat mungkin.Kontes Seo Bung Joko ini sangat mengilhami saya bahwa kalau anda ingin berhasil dalam suatu cobalah dan terus coba, yakinlah kegagalan yang anda hari ini adalah awal dari kesuksesan yang akan anda raih. Orang yang berurangkali gagal lebih baik daripada orang yang tidak pernah gagal bahkan tidak pernah mau mengambil resiko atas sebuah usaha yang mereka yakini.

Singkat kata “Stop Dreaming Start Action” ini adalah jargon yang sangat ampuh untuk memberikan motivasi dalam hidup, sehebat apapun mimpi kita tapi apalah artinya kalau kita hanya berdiam diri, kualitas masa depan kita ditentukan dengan seberapa besar pengorbanan kita dalam hidup. Anda masih ingat ungkapan Mario teguh di awal tadi “Mereka tidak menyadari bahwa yang tidak bekerja keras semasa muda, akan dipaksa bekerja keras di masa tua. Itu bukan hanya kemungkinan, tetapi keniscayaan yang sedang terbukti di sekitar kita”, alangkah lebih baiknya kalau di masa muda ini kita bisa menunjukan ihtiar kita yang maksimal. Daripada itu kita lakukan dengan asumsi, yah..nanti saja, mungkin besok aka nada keajaiban…wah-wah kalau setiap orang berpikir seperti ini, bangkrutlah Negara kita. Kita pasti tidak ingin menikmati hari tua dengan paksaan untuk bekerja keras, kita ingin menikmati hari tua dengan penuh kedamaian. Saya yakin orang tua mana yag tidak lelah manakala di masa tuanya dia masih membanting tulang dalam memperoleh kehidupan. Jadi saya sangat mendukung jargon Kontes SEO kali ini, jargon ini adalah modal awal kita untuk meraih kesuksesan. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kalau kaum itu tidak berusaha merubah nasibnya sendiri.Bagi anda yang mengikuti kontes SEO STOP DREAMING START ACTION kali ini, anda jangan khawatir anda mengalami kegagalan, tujuan dan mindset anda dalam melakukan sesuatu harus dirubah, apa yang dibenak anda mungkin sama dengan apa yang ada di benak saya, bahwa kita ikut kontes SEO STOP DREAMING START ACTION  ini karena hadiah yang sangat menggiurkan. Tapi sesungguhnya kalau kita cermati sebagai seorang blogger dengan mengikuti kontes SEO ini saja kita telah mendukung “Komitmen Stop Dreaming Start Action”. Singkat kata apapun hasilnya nanti dan siapapun yang jadi pemenangnya kontes STOP DREAMING START ACTION ini, dia adalah kumpulan orang-orang yang berani dalam mengambil aksi dalam hidupnya. Jangan pernah berhenti bermimpi tapi berhentilah bermimpi tanpa melakukan aksi. Semoga artikel ini sedikit memberikan pencerahan buat kita semua, kalau ada kritik silahkan anda memberikan komentar. Kalau andapun berminat dengan kontes SEO STOP DREAMING START ACTION, segeralah lakukan pendaptaran disini, Gratis Ko!, dan jangan hanya bermimpi jadi jagonya "SEO" sebelum anda ikutan lomba yang satu ini. Atau Anda bisa Mendukung Gerakan STOP DREAMING START ACTION dengan memasang kode link banner di bawah ini di web/blog anda...Gabung Sekarang juga....

Kamis, 11 Juni 2009

IMPLEMENTASI PROGRAM PERMAINAN PUZZLE DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENCARIAN BEST FIRST SEARCH

Inti dari pembuatan program permainan puzzle ini adalah pada penguasaan teknik Penyelesaian masalahnya. Teknik ini memegang peranan penting yang meliputi hal-hal berikut :

1. Teknik pengambilan gambar untuk puzzle
2. Teknik Resizing/penyesuaian ukuran gambar dan randomizing/acak gambar
3. Teknik pelacakan gambar melalui Metode Best First Search

Teknik-teknik tersebut akan kita bahas, agar proses atau alur program lebih jelas.
1. Teknik pengambilan gambar yang dijadikan puzzle
Ketika pertama kali program dikompilasi, program akan menentukan karateristik dan ukuran form dan gambar yang dikehendaki. Penulis membuat ukuran yang default untuk form dan gambar tersebut. program akan mengenali/mengambil gambar yang telah disimpan di kontrol pictureclip. Untuk pertama kali gambar akan dibagi menjadi 16 bagian dengan matrik 4x4 dan ada satu gambar yang tidak ditampilkan sehingga merupakan ruang kosong sebagai penanda gerak permainan puzzle ini.
2. Teknik Resizing/penyesuaian gambar dan randomizing/acak gambar
Pada teknik ini program bertugas untuk melakukan penyesuaian ukuran gambar yang akan dijadikan puzzle, pemotongan gambar menjadi bagian-bagian kecil dan siap untuk dilakukan proses acak. Setelah gambar diambil dan ditentukan ukurannya melalui teknik pertama, program akan melalui proses kedua yaitu teknik Resizing dan randomizing.

Teknik resizing merupakan teknik untuk membuat ukuran potongan gambar yang telah dibuat matriknya mempunyai ukuran lebar dan tinggi yang sama. Dan melalui fungsi randomize program akan menempatkan potongan-potongan gambar tersebut secara acak. Kalo kita mentracenya melalui perintah F8 maka akan terlihat bahwa program akan meletakkan satu-satu potongan gambar tersebut di puzzle board. Kedua teknik ini dilakukan secara bersamaan artinya secara otomatis apabila teknik resizing selesai maka fungsi randomize akan mengacak potongan gambar tersebut dengan perhitungan matrik gambar tertentu.
Ukuran koordinat matrik gambar terbanyak adalah 8x8, yang merupakan tingkatan mahir. Untuk pertama kali program memeriksa kesesuai koordinat matrik dari gambar yang dijadikan puzzle, jika yang dibuat default adalah untuk kelas pemula maka prosedur akan mengenali bahwa gambar akan dipotong dengan ukuran matrik 4x4
Melalui fungsi refresh matrik(menentukan ukuran matrik) program langsung memproses matrik untuk level pemula yang terdiri dari 16 potongan kolom dan baris serta ada satu potongan bidang gambar yang tidak diisi gambar. Apabila nantinya user menghendaki level mahir maka ukuran matriknya menjadi menjadi 8x8 dan ada 64 potongan gambar yang siap dijadikan puzzle.
Proses program dilanjutkan untuk penampilan dan proses randomizing image, sebelum gambar ditampilkan program akan memeriksa lebar dan tinggi gambar, kemudian melalui teknik pemotongan sebelumnya program akan menampilkan satu-satu gambar dan melalui fungsi randomize, matrik gambar akan diacak sesuai dengan kondisinya.

Dampak Bronchopneumoni Terhadap Sistem Tubuh

a. System Pernafasan
Proses bronchopneumoni mempengaruhi ventilasi, setelah ada penyebab mencapai alveoli reaksi inflamasi akan terjadi dan mengakibatkan ekstravasi cairan serosa kedalam alveoli, adanya eksudat tersebut memberikan media bagi pertumbuhan bakteri, membrane kapiler alveoli menjadi tersumbat sehingga menghambat aliran oksigen kedalam peri alveolar kapiler kebagian paru yang terkena dan akhirnya terjadi hipoksemia, dengan adanya peradangan alveolus menyebabkan terjadinya akumulasi secret, maka akan menyebabkan perubahan pada membrane paru-paru sehingga terjadi gangguan difusi, ventilasi karena pengembangan paru tidak optimal hal ini terjadi karena adanya tahanan yang menyebabkan pola nafas berubah dikarenakan adanya penumpukan secret.

b. System Kardiovaskuler
Demam akan meningktkan derajat metabolisme dari nodus sinus yang akan mempengaruhi peningkatan eksitabilitas sehingga klien akan mengalami tahikardi

c. System Pencernaan
Demam dan pengaruh toksik dan dikeluarkan akan menghambat sinyal-sinyal refleks saraf dari paru-paru untuk membantu mengatur pernafasan, sehingga sekresi gaster yang berasal dari nucleus motorik dorsalis atau melewati nervus vagus menuju ke dinding lambung kemudian ke kelenjar gaster dan merangsang saraf sekretoris untuk melepaskan asetilkolin sebagai nerotransmiter yang akan dilepaskan ujung saraf-saraf dan pelepasan gastrin oleh sel-sel gastrin secara terus-menerus dan akan merangsang sekresi sejumlah asam lambung sehingga timbul anoreksia dan muntah.

d. System Muskuloskeletal
Menurunnya kadar O2 dalam darah akan menyebabkan suplai O2 ke jaringan berkurang sehingga metabolisme tidak adekuat, pembentukan energi kurang mengakibatkan klien lemah dan lelah, maka terjadi keterbatasan aktivitas.

e. System Persarafan
Tidak adekuatnya kadar O2 akan meningkatkan aktivitas simpatis serta penambahan numlah impuls saraf rangka yang menuju otot-otot rangka sehingga menyebabkan tegangan otot, keadaan ini mengakibatkan klien selalu dalam keadaan terjaga dan gelisah.
Sumber : Buku Keperawatan

Tentang Bronchopneumoni

“Bronchopneumoni adalah proses inflamasi yang terjadi pada bronkus dan parenkim paru, terjadi akibat adanya invasi agen infeksius atau adanya kondisi yang mengganggu tahanan saluran trakea brakhialis sehingga flora endogen yang normal berubah menjadi pathogen ketika memasuki saluran pernafasan” (Engram, 1998 : 473).
“Bronchopneumoni adalah radang paru yang bersal dari cabang-cabang tenggorok yang mengalami infeksi dan tersumbat oleh getah radang menimbulkan pemadatan-pemadatan bergerombol dalam lobus paru yang terdekat” (Ramal pamoenjak, 1994 : 276).
Berdasarkan beberapa pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa Bronchopneumoni adalah peradangan pada parenkim paru yang kemudian menyebar ke bronkus akibat adanya invasi agen infeksius atau kondisi yang mengganggu tahanan saluran pernafasan bawah




Standar analisis belanja pengeluaran pemerintah

Standard analisis belanja (SAB) adalah perkiraan jumlah alokasi dana untuk berbagai jenis pengeluaran di dalam suatu unit kerja. Alasan menerapkan standar analisis belanja adalah untuk menghasilkan alokasi dana yang lebih akurat, sehingga setiap dana yang dikeluarkan didasarkan atas proses penghitungan yang wajar dan rasional. Dengan demikian mendorong unit kerja untuk melaksanakan prinsip ekonomi, efektif dan efisien secara berkesinambungan.
Beberapa aspek penting dalam proses penghitungan standar analisis belanja menurut PAU SE-UGM, 2000: 24) adalah sebagai berikut:

1) Merumuskan tugas pokok dan fungsi unit kerja.
2) Merumuskan satuan ukur unit kerja yang nantinya dapat digunakan untuk melihat sampai seberapa jauh unit kerja mampu melaksanakan tupoksinya.
3) Menghitung biaya rata-rata untuk setiap kegiatan.
4) Menghitung besarnya kebutuhan belanja unit kerja.
5) Menentukan standar analisis belanja unit kerja.




Teori Tindakan dan Teori Sistem Talcott Parsons

 Teori : yaitu dalil (ilmu pasti); ajaran atau paham (pandangan) tentang sesuatu berdasarkan kekuatan akal (ratio); patokan dasar atau garis-garis dasar sains dan ilmu pengetahuan; pedoman praktek.
 Teori Tindakan, yaitu individu melakukan suatu tindakan berdasarkan berdasarkan pengalaman, persepsi, pemahaman dan penafsiran atas suatu objek stimulus atau situasi tertentu. Tindakan individu itu merupakan tindakan sosial yang rasional, yaitu mencapai tujuan atas sasaran dengan sarana-sarana yang paling tepat. Teori Max Weber ini dikembangkan oleh Talcott Parsons yang menyatakan bahwa aksi/action itu bukan perilaku/behavour. Aksi merupakan tindakan mekanis terhadap suatu stimulus sedangkan perilaku adalah suatu proses mental yang aktif dan kreatif. Talcott Parsons beranggapan bahwa yang utama bukanlah tindakan individu melainkan norma-norma dan nilai-nilai sosial yang menuntut dan mengatur perilaku itu. Kondisi objektif disatukan dengan komitmen kolektif terhadap suatu nilai akan mengembangkan suatu bentuk tindakan sosial tertentu. Talcott Parsons juga beranggapan bahwa tindakan individu dan kelompok itu dipengaruhi oleh system sosial, system budaya dan system kepribadian dari masing-masing individu tersebut. Talcott Parsons juga melakukan klasifikasi tentang tipe peranan dalam suatu system sosial yang disebutnya Pattern Variables, yang didalamnya berisi tentang interaksi yang avektif, berorientasi pada diri sendiri dan orientasi kelompok.

 Teori Sistem: yaitu, suatu kerangka yang terdiri dari beberapa elemen / sub elemen / sub system yang saling berinteraksi dan berpengaruh. Konsep system digunakan untuk menganalisis perilaku dan gejala sosial dengan berbagai system yang lebih luas maupun dengan sub system yang tercakup di dalamnya. Contohnya adalah interaksi antar keluarga disebut sebagai system, anak merupakan sus system dan masyarakat merupakan supra system, selain kaitannya secara vertikal juga dapat dilihat hubungannya secara horizontal suatu system dengan berbagai system yang sederajat. Dalam pandangan Talcott Parsons, masyarakat dan suatu organisme hidup merupakan system yang terbuka yang berinteraksi dan saling mempengaruhi dengan lingkungannya. System kehidupan ini dapat dianalisis melaui dua dimensi yaitu : interaksi antar bagian-bagian / elemen-elemen yang membentuk system dan interaksi / pertukaran antar system itu dengan lingkungannya. Talcott Parsons membangun suatu teori system umum / Grand Theory yang berisi empat unsure utama yang tercakup dalam segala system kehidupan, yaitu : Adaptation, Goal Attainment, Integration dan Latent Pattern Maintenance. Talcott Parsons mengemukakan teori sebagai berikut :
Sitem Sosial
Sistem Budaya ==> Individu ==> Perilaku
Sistem Kepribadian


Rabu, 10 Juni 2009

Tiga faktor utama pinjaman pemerintah daerah dikendalikan pusat

Salah satu bentuk kewenangan dan pembiayaan yang nantinya dapat dilakukan pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai keterbatasan pembiayaan pembangunan diberikannya kewenangan dalam melakukan pinjaman. Walaupun pinjaman daerah ini masih dikendalikan oleh pusat atau mesti seizin pusat, akan tetapi setidaknya pinjaman tersebut merupakan alternatif sumber penerimaan daerah. Ada tiga faktor utama pinjaman pemerintah daerah dikendalikan pusat (Devas, et.al. 1989:222).

1. Pinjaman sektor pemerintah secara keseluruhan perlu dikendalikan, karena berkaitan dengan kebijaksanaan moneter terutama untuk mengendalikan inflasi.
2. Untuk mencegah jangan sampai pemerintah daerah terjerumus dalam kesulitan keuangan, karena pinjaman digunakan untuk menutupi pengeluaran rutin.
3. Pemerintah pusat ingin tetap mengendalikan pola pengeluaran penanaman modal pemerintah daerah.
Pengendalian pinjaman ini tercermin di dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah yang kemudian dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2000 tentang Pinjaman Daerah. Di dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa, pinjaman daerah merupakan salah satu sumber penerimaan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang dikelola dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sedangkan pasal 11 menjelaskan bahwa:
1. daerah dapat melakukan pinjaman dari sumber dalam negeri untuk membiayai sebahagian anggarannya;
2. daerah dapat melakukan pinjaman dari sumber luar negeri melalui pemerintah pusat;
3. daerah dapat melakukan pinjaman jangka panjang guna membiayai pembangunan prasarana yang merupakan asset daerah dan dapat menghasilkan penerimaan untuk pembayaran kembali pinjaman, serta memberikan manfaat bagi pelayanan masyarakat;
4. daerah dapat melakukan pinjaman jangka pendek guna pengaturan arus kas dalam rangka pengelolaan kas daerah.

Kemudian dijabarkan lagi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 107 mengenai pinjaman daerah, yang mengatur tata cara syarat, prosedur dan kemampuan pengembalian pinjaman yang dilakukan pemerintah daerah secara rinci termasuk cara perhitungannya, sehingga daerah dapat mengetahui kemampuan daerahnya dalam melakukan pinjaman, walaupun pinjaman merupakan salah satu sumber penerimaan, akan tetapi sampai saat ini belum ada daerah yang melirik dan merumuskan kebijakan tentang pinjaman ini sebagai alternatif sumber pembiayaan pembangunan, padahal di masa yang akan datang sumber pembiayaan yang berasal dari pusat akan sangat terbatas dalam penyediaan barang-barang publik.


Contoh RPP-Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Bidang Studi Matematika

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMP I ....
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas : VIII (Delapan)
Semester : 1 (Satu)

Kompetensi Dasar : 1.5. Membuat sketsa grafik fungsi aljabar
sederhana pada system koordinat Cartesius.
Indikator : Menentukan pasangan terurut fungsi kemudian
menggambar diagram Cartesiusnya.
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (2 pertemuan)

Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat menentukan pasangan terurut fungsi kemudian menggambar diagram cartesiusnya.

Materi Ajar
Menggambar grafik fungsi.

Metode Pembelajaran
Ceramah, tanya jawab, diskusi, dan pemberian tugas.

Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
Pendahuluan :
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini.
Kegiatan inti :
Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara menentukan terurut fungsi kemudian menggambar diagram cartesiusnya, kemudian antara peserta didik dan guru mendiskusikan materi tersebut.
Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai cara menentukan pasangan terurut fungsi kemudian menggambar diagram cartesiusnya.
Peserta didik mengerjakan soal-soal dari ”Cek Pemahaman” dalam buku paket hal………….mengenai penggambaran diagram panah, himpunan pasangan berurutan, dan diagram cartesius, serta pengidentifikasian relasi yang merupakan fungsi.
Peserta didik mengerjakan beberapa soal dari “Kompetesi berkembang melalui latihan” dalam buku paket hal……….mengenai penggambaran diagram panah, himpunan pasangan berurutan, dan diagram cartesius, serta pengidentifikasian relasi yang merupakan fungsi, penentuan domain, kodomain, dan range fungsi, kemudian peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas beberapa jawaban soal tersebut.
Peserta didik diingatkan untuk mempelajari kembali materi mengenai fungsi, yaitu mengenai pengertian relasi, cara menyatakan relasi, pengertian fungsi (pemetaan), cara menghitung nilai fungsi, dan menggambar grafik fungsi.
Penutup:
Peserta didik membuat rangkuman subbab yang telah dipelajari.
Peserta didik dan guru menyimak dan membahas “Refleksi matematika” pada hal…….
Peserta didik dberikan pekerjaan rumah (PR) dari soal-soal “kompetensi berkembang melalui latihan” dalam buku paket hal…..yang belum terselesaikan/dibahas di kelas.

Pertemua kedua
Pendahuluan : Memotivasi siswa agar dapat mengerjakan soal-aoal pada ulangan harian dengan baik berkaitan dengan materi mengenai fungsi, yaitu mengenai pengertian relasi, cara menyatakan relasi, pengertian fugsi (pemetaan), cara menghitung nilai fungsi, dan menggambar grafik fungsi.
Kegiatan inti :
Peserta didik diminta untuk menyiapkan kertas ulangan dan peralatan tulis secukupnya di atas meja karena akan diadakan ulangan harian.
Peserta didik diberikan lembar soal ulangan harian.
Peserta didik diingatkan mengenai waktu pengerjaan soal ulangan harian, serta diberi peringatan bahwa ada sanksi bila peserta didik mencontek.
Guru mengumpulkan kertas ulangan jika waktu pengerjaan soal ulangan harian telah selesai.

Penutup
Peserta didik diingatkan untuk mempelajari materi pada pertemuan berikutnya mengenai persamaan garis lurus.

Alat dan Sumber Belajar
Sumber :



Alat :
Laptop
LCD
OHP

Penilaian
Teknik : tugas individu, kuis, ulangan harian.
Bentuk instrument : uraian singkat, pilihan ganda
Contoh instrument :
Diketahui himpuan P=(2,3,4,5)dan Q=(2,3). Relasi dari P ke Q adalah I “lebih dari”.
Gambarlah diagram panah relasi itu! Apakah relasi itu merupakan fungsi?
Buatlah himpuan pasangan berurutannya!
Gambarlah diagram cartesiusnya!
Diketahui f(x)→2^x-3. dengan domain (-2,-1,0,1,2,3). tentukan range fungsi tersebut!
Diketahui f(x)→ax+4. dengan x∈R. jika f(-)=1, maka f(1)=⋯
1 c. 5
3 d. 7

Bandung,………………………20…..
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Bidang Studi


Dadin Sihabudin, S.Ag. Dede Sihamadi, S.Pd.
NIP. NIP.150347999



Teori Administrasi Perupahan

Tujuan dari administrasi perupahan adalah memberikan imbalan yang layak bagi para karyawan atas jasa yang telah diberikan pada perusahaan. Pada dasarnya cara-cara pembayaran upah harus berdasarkan pada prinsip equal pay for actual work
Disini karayawan diberi imbalan yang besarnya sesuai dengan jasa yang telah diberikan pada perusahaan. Sistem pembayaran upah merupakan suatu hal yang sangat penting bagi karyawan maupun bagi perusahaan. Sistem pengupahan merupakan alat untuk mencari keseimbangan antara dua pihak yang saling bertentangan kepentingannya, yaitu antara buruh dengan pemilik perusahaan. Dalam hal ini menentukan berapa besarnya upah yang harus diterima atau yang dibayarkan kepada buruh, perlu dipilih suatu metoda untuk perhitungannya. Ada kemungkinan dua perusahaan yang berbeda dalam memberikan upah dan jadwal pembayaran yang hampir sama tetapi masing-masing menggunakan cara dan metoda yang berbeda.
Metode-metode pembayaran upah ini dapat dipergunakan dengan bijaksana jika pihak manajemen mengetahui benar akan cara kerjanya, keuntungan, kerugian dan kondisi yang cocok dengan penggunaan metode tersebut. Ada beberapa sistem yang dapat dipergunakan untuk mendistribusikan upah. Masing-masing sistem ini akan mempunyai pengaruh yang spesifik terhadap dorongan atau semangat kerja serta nilai-nilai yang akan dicapai. Secara umum sistem-sistem upah dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Sistem upah menurut banyaknya produksi
Upah menurut banyaknya produksi yang diberikan bisa mendorong kepada buruh untuk bekerja lebih keras dan memotivasi diri unutk memproduksi lebih banyak. Upah ini membedakan buruh berdasarkan atas kemampuan masing-masing (sesuai dengan individual difference). Sistem ini sangat menguntungkan bagi mereka yang cerdas dan energik, tetapi menguntungkan pada buruh yang kemampuannya sudah mulai menurun dan lanjut usia.
Produksi yang dihasilkan dapat dihargai dengan diperhitungkan ongkosnya, upah sebenarnya dapat dicari dengan menggunakan standar harga yang dibandingkan dengan hasil produksi. Secara teoritis upah menurut banyaknya produksi ini akan diisi oleh tenaga-tenaga yang berbakat dan sebaliknya orang-orang yang tua akan merasa tidak kerasan.
2. Sistem upah menurut lamanya kerja
Sistem upah ini sebenarnya telah gagal dalam mengatur adanya perbedaan individual kemampuan manusia. Contohnya adalah upah perjam, upah mingguan dan upah bulanan. Kegagalan ini disebabkan tiap-tiap orang dapat menghasilkan waktu kerja sebagai mana orang lain, hingga semua orang adalah sama. Akibatnya orang-orang yang superior merasa segan untuk berproduksi lebih dari keadaan rata-rata.
Tekanan sosial dan kemungkinan dipecat barangkali dapat mempengaruhi perilaku buruh, namun faktor-faktor tersebut bukannya suatu insentif yang positip. Sistem upah harian tidak merugikan orang yang sudah lanjut usia, karena sistem ini tidak membedakan umur, pengalaman dan kemampuan. Berpijak dari sistem ini maka buruh yang berusia muda, yang kurang berpengalaman, maupun yang imperior akan memilih upah harian diatas upah satuan produksi. Salah satu faktor yang menonjol untuk mempertahankan sistem upah ini adalah sistem ini dapat mencegah manajemen dari sifat pilih kasih, mencegah diskriminasi dari buruh dan kompetisi untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari atasan. Alasan-alasan yang lain adalah sistem ini menimbulkan ketentraman karena upah sudah dapat dihitung, dan sebagainya. Persoalannya yang kemudian timbul adalah cara yang paling adil untuk tetap mengakui prestasi tanpa memandang rendah bagi oarang-orang yang nyatanya berkemampuan imperior.


3. Sitem upah yang menurut lamanya dinas
Sistem upah semacam ini akan mendorong orang untuk lebih setia atau loyalitas terhadap perusahaan. Sistem ini sangat menguntungkan bagi orang-orang yang lanjut usia dan juga bagi orang-orang muda yang didorong untuk masih tetap bekerja pada perusahaan, hal ini disebabkan adanya harapan bila sudah tua akan lebih mendapat perhatian. Jadi sistem upah ini akan memberikan perasaan aman pada buruh yang berusia lanjut.
Segi negatif dari sistem ini antara lain, sistem ini kurang bisa memotivasi buruh dan perusahaan akan diisi oleh orang-orang yang berusia lanjut. Orang-orang yang tinggi intelegensinya merasa kecewa melihat orang-orang yang intelegensinya lebih rendah dinaikkan pangkatnya karena didasarkan atas lamanya dinas. Sistem upah semacam ini akan berakibat terjadinya labour turn over terutama bagi buruh yang masih muda usia yang berbakat.
4. Sistem upah menurut kebutuhan
Sistem ini memberikan upah yang lebih besar pada mereka yang sudah kawin atau sudah berkeluarga. Seandainya semua kebutuhan itu terpenuhi, maka upah itu akan mempersamakan standar hidup semua orang. Salah satu kelemahan sistem ini adalah tidak mendorong inisiatif kerja, sehingga sama halnya dengan sistem upah menururt lamanya dinas. Segi positipnya adalah akan memberikan perasaan aman disebabkan karena nasib seseorang menjadi tanggunag jawab perusahaan. Perwujudan dari perasaan aman ini karena diwujudkan dalam bentuk sumbangan-sumbangan pengobatan, ongkos ganti perawatan, pangan, sandang, dan perumahan.
DAFTAR PUSTAKA

Buchari, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, Alfabaeta Bandung 1992.
David W. Cravens, Pemasaran Strategis. Erlangga 1994.
Djasmin Saladin, Inti Sari Manajemen Pemasaran, Media Iptek Bandung1994.
Faisal Afiff, Menuju Pemasaran Global, Eresco 1994.
J. Supranto,Riset Pemasaran Dalam Memperkiraka Ekspor, Erlangga jakarta 1985.
Kotler., Amstrong, Dasar-dasar Pemasaran Edisi v, CV. Intermedia Jakarta 1991.
Kotler., Amstrong, Dasar-dasar Pemasaran Jilid 1, PT. Prenhallindo Jakarta 1997.
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran Jilid 2, PT. Prenhallindo Jakarta 1998.
Warren J. Keeban, Manajemen Pemasaran Global, PT. Prenhallindo Jakarta 1994.

CONTOH SAP PERAWATAN PAYUDARA PADA MASA MENYUSUI

Masalah : Gangguan Pengeluaran ASI
Pokok Bahasan : Perawatan Pada Ibu Post Partum
Sub Pokok Bahasan : Perawatan Payudara Pada Masa Menyusui
Sasaran :
Waktu : 15 menit
Tanggal : 9 Mei 2009
Tempat : Ruang Anggrek

I. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan , klien mampu memahami tentang perawatan payudara pada masa menyusui.

II. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit, diharapkan klien dapat :
a. Menyebutkan pengertian payudara
b. Menyebutkan kapan kita dapat melakukan perawatan payudara
c. Meyebutkan alat yang digunakan dalam perawatan payudara
d. Menjelaskan cara perawatan payudara pada ibu post partum

III. Materi Penyuluhan
a. Pengertian Payudara
b. Waktu melakukan perawatan payudara
c. Alat yang digunakan dalam perawatan payudara
d. Cara perawatan payudara pada ibu post partum

IV. Metode Pembelajaran
a. Metode : Ceramah dan diskusi
b. Langkah-langkah kegiatan
1. Kegiatan pra pembelajaran
a) Mempersiapkan materi, media dan tempat
b) Kontrak waktu
2. Kegiatan membuka pembelajaran
a) Memberi salam
b) Perkenalan
c) Menyampaikan pokok bahasan
d) Menjelaskan tujuan
e) Apersepsi
3. Kegiatan inti
a) Penyuluh memberikan materi
b) Sararan menyimak materi
c) Sasaran mengajukan pertanyaan
d) Penyuluh menjawab pertanyaan
4. Kegiatan menutup pembelajaran
a) Melakukan post test (memberi pertanyaan secara lisan)
b) Menyimpulkan materi
c) Memberi salam

V. Media dan Sumber
Media : Leaflet
Sumber : Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan. 1993.Asuhan kesehatan anak dalam konteks keluarga. Depkes RI :Jakarta.

VI. Evaluasi
Prosedur : Post test
Jenis tes : Pertanyaan secara lisan
Butir-butir pertanyaan :
a. Sebutkan pengertian payudara
b. Sebutkan kapan kita dapat melakukan perawatan payudara
c. Sebutkan alat apa saja yang digunakan dalam perawatan payudara
d. Jelaskan cara perawatan payudara pada ibu post partum


VII. Materi Penyuluhan
A. Pengertian payudara
Payudara adalah pelengkap organ reproduksi wanita dan bisa mengeluarkan air susu
B. Waktu melakukan perawatan payudara
Perawatan payudara dapat dilakukan pada saat kehamilan dan (ante natal) dimana dimulai pada usia kehamilan 4 atau 6 bulan, dan pada saat setelah melahirkan (post partum)

C. Cara perawatan payudara setelah melahirkan (post partum)
Cara perawatannya yaitu bisa dilakukan sambil ibu duduk dibangku atau bisa juga saat ibu sebelum mau mandi sambil berdiri, sebelum memulai kita harus terlebih dahulu mempersiapkan sedikit peralatan seperti :
- Handuk 2 buah
- Waslap 2 buah
- Waskom 2 buah masing-masing berisi air hangat dan air dingin
- Kapas minimal 4 buah
- Minyak kelapa/baby oil
- Tempat sampah
- 3 buah peniti
- Mangkok plastic untuk menampung air susu
Caranya yaitu :
- Menempatkan handuk didaerah pundak ibu dan satunya lagi dibawah payudara lalu disatukan dengan yang dipundak, kalau perlu jepit dengan peniti agar tidak jatuh.
- Dekatkan tempat untuk menampung air susu, kalu-kalu ada airv susu yang menetes pada saat pengurutan nanti, bila perlu ditampung pada mangkok plastic
- Kompres putting susu dengan kapas yang sudah diberi minyak kelapa atau baby oil selama kurang lebih 5 menit, setelah itu bersihkan daerah aerola dan putting susu dengan menggunakan kapas tadi, lalu buang kapas kotor ketempat sampah.
- Licinkan kedua tangan dengan minyak lalu tempatkan kedua telapak tangan tadi diatas kedua payudara.
- Pengurutan 1
Lakukan pengurutan, arah pengurutan dimulai kearah atas kemudian kesamping, telapak tangan kiri dan telapak tangan kanan kearah sisi kanan. Selanjutnya diteruskan kearah bawah samping. Lakukan pengurutan ini sebanyak 15-30 kali.
Selanjutnya letakkan kedua telapak tangan disalah satu payudara bagian bawahnya edengan posisi telapak tangan yang satu diatas dan yang satu dibawah (posisi bertumpuk). Lalu digerakkan secara bergantian keatas sambil menyentuh sedikit payudara dan dilepas perlahan-lahan, lakukanlah sebanyak 15-30 kali.
Dilanjutkan dengan arah garukan yang terakhir adalah melintang yaitu tempatkan kedua telapak tangan dibawah kedua payudara kiri dan kanan, kemudian secara bersamaan digerak-gerakan keatassambil menyentuh sedikit payudara dan dilepas perlahan-lahan, lakukanlah sebanyak 15-30 kali.
- Pengurutan II
Salah satu tangan menopang payudara sedang tangan yang lainnya mengurut payudara dari pangkal menuju putting susu dengan tangan dikepalkan. Lakukanlah sebanyak 15-30 kali.
- Pengurutan III
Satu payudara dan telapak tangan menopang yang lainnya mengatur payudara dari pangkal menuju ke putting susu. Lakukanlah secara bergantian pada payudara kiri dan kanan, lakukanlah sebanyak 15-30 kali.
- Pengurutan IV
Merangsang payudara dengan mengompreskan air hangat dan air dingin secara bergantian dengan memakai waslap, dilakukan sebanyak 15-30 kali. Bisa juga dilakukan oleh ibu pada saat mandi dikamar mandi dengan menggunakan Waskom kecil berisi air hangat diguyur atau diciprat-cipratkan ke payudara dan untuk air dinginnya bisa dilakukan saat ibu mandi dengan air dingin. Selanjutnya dikeringkan dengan handuk dan alat-alat yang dipakai dibereskan
Pakailah BH khususu untuk menyusui bayi (BH yang menyangga payudara)
Penting ;
 Jangan membersihkan putting susu dengan sabun atau alcohol karena dapat menyebabkan putting susu lecet/sakit.
 Perawatan dilakukan 2 kali sehari sebelum mandi.


Tugas Kuliah : Teori tentang FILTER PRESS

Saya Menemukan Tugas Kuliah Ini di Warnet :
Pres filter terdiri dari elemen-elemen filter (hingga mencapai 100 buah ) yang berdiri tegak atau terletak mendatar, disusun secara berdampingan atau satu di atas yang lain. Elemen-elemen ini terbuat dari pelat-pelat berair yang dilapisi kain filter dan disusun pada balok-balok luncur sehingga dapat digeser-geser. Dengan suatu bambu giling atau perlengkapan ¬¬¬¬¬¬¬¬¬hidraulik, pelat-pelat itu dipres menjadi sat diantara bagian alat yang diam (bagian kepala) dan bagian yang bergerak. Saluran masuk dan saluran keluar terdapat di bagian kepala (untuk sistem tertutup) atau saluran keluarnya di samping pelat-pelat (untuk sistem terbuka).

Panjang pelat dapat berkisar antara 400 dan 1500 mm, yang tergantung pada jumlah pelat, dengan luas total permukaan filter hingga 150 m2. Tebal kue dapat mencapai 50 mm. Tergantung pada besar dan jumlah pelat, volume kerja dari kue filter dapat mencapai 3000 liter.

Pada dasarnya harus dibedakan antara pres filter bingkai dan pres filter kamar. Pada pres filter bingkai, terdapat sebuah bingkai diantara setiap dua pelat. Bingkai ini memberi ruang untuk ditempati ke filter. Pada konstruksi semacam ini banyak sekali volume kerja hilang jika pelat dibuat tebal dan masif. Pada pres filter kamar, pelat-pelat dibuat tipis dan dipasang dalam bingkai penyekat sehingga membentuk kamar yang sesungguhnya. Dengan panjang konstruksi yang sama, volume kerja kue menjadi 40% lebih besar. Sebagai keuntungan yang lain, kue filter hanya bersentuhan dengan kain filter dan tidak dengan bahan dasar alat. Pada pres filter bingkai, tidak ada masalah dalam mengalirkan suspensi masuk melalui bingkai-bingkai. Tetapi pada pres filter kamar, hal tersebut menjadi sukar karena konstruksinya yang kompak. Pada umumnya kesukaran ini dapat diatasi dengan membuat sistem pemasukan yang tertentu, misalnya penyekrupan kain pada bingkai penyekat atau membuat lubang-lubang di tengah pelat.


Proses Filtrasi
Pada filtrasi dengan pres filter horizontal, suspensi masuk pada bagian kepala melalui saluran yang terbentuk oleh lubang-lubang di bagian atas pelat. Pada pres filter bingkai, suspensi mengalir melalui bingkai-bingkai, sedangkan pada pres filter kamar, suspensi mengalir di antara pelat-pelat masuk ke dalam ruang filtrasi yang sesungguhnya. Filtrat menerobos kedua sisi kain filter, kemudian mengalir di belakang kain filter sepanjang alur-alur pelat turun ke dalam saluran. Saluran ini juga terbentuk dari lubang-lubang pada pelat. Pada sistem tertutup filtrat keluar di bagian kepala, sedangkan pada sistem terbuka filtrat mengalir dari masing-masing pelat melalui sebuah kran ke dalam saluran terbuka yang terletak di luar alat pres.
Seringkali cara kerja sistem tertutup maupun sistem terbuka dapat diterapkan pada alat yang sama dengan memasang saluran pembuangan khusus dan kran bercabang tiga.

Gambar 3. Proses filtrasi

Keuntungan filtrasi dengan saluran keluar yang terbuka adalah bila suatu kain filter mengalami kerusakan, maka gangguan ini segera dapat dilokalisir. Sedangkan filtrasi dengan pembuangan tertutup sesuai untuk bahan-bahan yang mengandung racun, berbau atau bahan yang mudah terbakar.
Proses Pencucian
Pada keadaan yang paling sederhana, cairan pencuci mengalir sepanjang jalur yang sama seperti suspensi dan filtrat. Tetapi efek pencucian dengan cara ini tidaklah nyata. Efek yang lebih baik dapat dicapai cairan masuk ke balik kain filter melalui saluran atau lubang yang dibuat khusus. Saluran atau lubang tersebut berada di bagian atas atau di bagian bawah elemen filter. Masuknya cairan hanya pada setiap pelat kedua (pelat Z, “kamar pencuci”) dengan saluran pembuangan di bagian bawah ditutup. Selanjutnya cairan menembus kain filter dan kue filter, dan melalui sistem pembuangan yang normal cairan meninggalkan pres filter dari balik kain filter pada pelat berikutnya (pelat O, “kamar tekanan”).
Seperti pada filtrasi, pencucian dapat dilakukan dengan sistem terbuka ataupun sistem tertutup. Sistem terbuka mempunyai keuntungan bahwa efek pencucian pada setiap kue filter dapat dikontrol secara tersendiri. Ini berarti penghematan cairan pencuci dan menjamin pencucian yang lebih baik serta dapat diandalkan. Karena itu sistem terbuka pada pencucian lebih disenangi. Efek pencucian yang optimal hanya dapat dicapai bila kamar-kamar alat pres filter terisi penuh oleh kue filter. Oleh karena itu, jumlah pelat perlu disesuaikan dengan volume kue.

Menghilangkan kelembaban kue filter
Kue filter yang didapat harus sekering mungkin, karena dengan demikian biaya pengeringan selanjutnya dapat ditekan serendah-rendahnya, dan pengeluaran kue filter juga dipermudah. Untuk memperoleh kue filter yang dimaksud, cairan sisa pada kue filter perlu dihilangkan sebanyak mungkin. Metode yang sering digunakan untuk keperluan ini adalah penghembusan atau penganginan dengan gas tekan (biasanya udara tekan). Gas akan mengalir pada jalur yang sama seperti cairan pencuci. Tetapi dengan waktu penghembusan yang dapat mencapai 12 jam, pemakaian gas sangatlah banyak. Disamping itu selama penghembusan, alat pres filter tidak dapat dimanfaatkan ntuk filtrasi selanjutnya. Oleh karena itu cara kerja seperti ini menjadi sangatlah mahal.
Sebuah metode lain adalah memeras kue filter dengan membran-membran karet (alat pres filter membran atau alat pres filter pelat). Membran-membran karet direntangkan di atas pelat-pelat dan hanya dapat dikembungkan dengan udara tekan. Kerugian dari cara ini adalah pengeluaran kelembaban hanya dapat dilakukan pada kue filter yang dapat dipres.

Proses Pengosongan
Pengosongan sebuat alat pres filter secara paling sederhana adalah dengan menggeser pelat dalam arah mendatar, kemudian dengan tangan menyapu kue pada kain filter hingga masuk ke dalam bak penampung yang berada di bawahnya. Dalam hal ini pembersihan permukaan penyekat harus dilakukan dengan baik. Cara pengosongan ini memerlukan banyak tenaga (menggeser benda-benda berat, bahaya pencemaran) dan harus dilakukan oleh dua orang.
Perbaikan dapat dicapai dengan mekanisme pemindahan pelat dan penambahan perlengkapan yang memungkinkan kue jatuh dengan sendirinya (pelat yang dapat dijungkitkan, kain rentang), selain itu kue dapat pula diangkut ke luar secara kontinu dengan ban pengangkut (belt conveyor) yang dipasang di bawah alat pres. Meskipun demikian, operasi pengosongan setengah otomatik seperti itu tetap harus diawasi (bila perlu sisa-sisa kue filter disapu bersih dengan tangan).
Alat pres filter horisontal dapat dibuat kerja otomatik penuh (otomat filter pres). Pada alat jenis ini kain filter berfungsi sebagai sabuk melingkar, yang digerakkan setelah pelat satu sama lain dipisahkan dengan cara menggesernya. Dengan perlakuan ini kue filter akan jatuh dari pelat ke samping dan masuk ke corong penampung. Kain filter masuk ke alat pencuci dan dibilas sebelum digunakan untuk operasi selanjutnya.
Alat-alat pres filter dapat digunakan secara universal karena memiliki luas permukaan filter yang besar, ketebalan kue yang kecil dan beda tekanan hingga 6 bar, serta dapat diterapkan untuk kue filter yang dapat ditekan maupun tidak. Penggunaan alat untuk menangani media yang berbeda tergantung pada bahan pembuat kayu (kayu, bahan sintetik, besi cor, baja tahan karat, baja berlapis ebonit, baja berlapis email). Pada filtasi larutan yang mudah terbakar, yang beracun atau produk yang berbau, ruangan harus diberi ventilasi khusus atau alat pres filter itu harus dilengkapi dengan perlengkapan penghisap yang harus diperhatikan secara khusus adalah kemungkinan adanya kebocoran kue filter, pelat-pelat yang melengkung, permukaan sekat yang kotor. (Dari berbagai sumber kali yah)

Perusahaan-Perusahaan Di Indonesia Menurut Kemampuan Daya Saing

Artikel Lain yang saya temukan..
Ekspor Indonesia dalam bentuk produk pabrik masih sangat kecil, walaupun saat ini sudah mengalami peningkatan yang cukup baik. Terutama produk yang mempunyai unggulan relatif yang mencakup antara lain kayu lapis, produk-produk kayu, pupuk, semen, tekstil dan pakaian jadi serta sepatu dan industri kerajinan.
Dalam menganalisis daya saing perusahaan-perusahaan Indonesia, kiranya perusahaan-perusahaan tersebut dapat dibagi dalam 6 (enam) kelompok kategori. Setiap kelompok perusahaan tersebut mempunyai ciri-ciri tersendiri dan kemampuan daya saing yang berbeda. Untuk lebih jelasnya maka secara singkat yang dimaksud dengan kategori-kategori tersebut adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan-perusahaan Multi Nasional Asing.
Perusahaan-perusahaan Multi Nasional Asing ini umumnya adalah perusahaan-perusahaan yang paling prifesional. Kenyataannya bahwa mereka beroperasi di banyak negara adalah bukti kemampuan daya saing mereka serta didukung oleh permodalan yang kuat. Mereka beroperasi secara profesional dan sedikit sekali mendapat perlindungan pemerintah secara kelompok.
Bagi kelompok perusahaan ini, AFTA tidak akan menimbulkan kesulitan-kesulitan, bahkan akan lebih memberikan peluang bagi mereka untuk lebih maju lagi dengan dimungkinkannya industri-industri komponen mereka disebar dibeberapa negara untuk kemudian dirakit dalam negara-negara yang berbeda, tanpa kehilangan pasaran ASEAN.

2. Perusahaan Patungan PMA.
Yang dimaksud disini adalah perusahaan patungan dengan pihak asing yang menanamkan modal di Indonesia. Perusahaan seperti ini sering mendapatkan perlindungan dari pemerintah diantaranya pembatasan impor kalau produk-produk itu telah dapat dihasilkan.
Bagi kelompok ini industrinya adalah bersifat oriented karena mereka sudah mempunyai pangsa pasar yang telah dipunyai sejak pabrik tersebut masih berada di negeri mereka. Dengan adanya AFTA perusahaan mereka tidak akan banyak dirugikan, bahkan akan terbukanya pasaran baru.

3. Perusahaan Konglomerat Indonesia.
Perusahaan konglomerat Indonesia pada satu dasawarsa ini tumbuh dengan pesat, dan menunjukkan kemampuannya bersaing di dalam negeri. Mereka kini mempunyai cukup banyak modal untuk mempekerjakan tenaga profesional yang nantinya mampu membawa perusahaan-perusahaan tersebut kepada perbaikan efisien kerja, peningkatan produktifitas dan perluasan pemasarannya. Keberhasilan mereka mendapatkan pinjaman modal ke luar negeri, tidak jarang disebabkan oleh hubungan darah dan budaya. Karena sampai saat ini perusahaan konglomerat ini didominasi oleh kelompok keturunan China.
Kelompok inilah yang kiranya mempunyai peluang dan daya saing yang besar untuk dapat memanfaatkan AFTA dengan baik.

4. Perusahaan-perusahaan BUMN.
Kelompk BUMN ini mempunyai ciri khusus pula, sebagai perusahaan yang dimiliki dan dikelola oleh negara. Pada umumnya perusahaan ini pernah mempunyai modal yang besar, memiliki fasilitas-fasilitas khusus tetapi juga dibebani oleh dengan misi tertentu, dan birokrasi serta peraturan-peraturan yang menyebabkan mereka bergerak lincah. Sehingga menjadikan BUMN sulit untuk bersaing dalam era perdagangan bebas.
Disamping itu dalam praktek masih terlihat bahwa pimpinan BUMN biasanya dipilih dari kalangan pegawai atau politisi ABRI yang belum berpengalaman, sehingga mengurangi kelincahannya bersaing dalam pasar bebas terutama di arena Internasional.

5. Perusahaan-perusahaan Menengah.
Kelompok perusahaan ini mungkin kalau dibandingkan dengan perusahaan luar negeri sebenarnya masih tergolong perusahaan kecil. Di dalam pembahasan makalah ini, yang disebut sebagai perusahaan menengah adalah perusahaan swasta kecil yang telah mampu berkembang sukses secara mandiri dan kelangsungan hidupnya sudah lebih terjamin. Tumbuhnya perusahaan ini disebabkan oleh profesionalisme yang dilaksanakan oleh para manajer perusahaan sebagai hasil pendidikan tinggi dan keterampilan yang diperolehnya dari perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri, dan ditambah lagi dari latihan serta pengalaman yang diperoleh dari perusahaan-perusahaan Multi Nasioanal Asing.
Kelompok perusahaan inilah yang mempunyau potensi besar meningkatkan dya saing dalam perdagangan imternasional. Bantuan pemerintah dan kalangan perbankan ataupun partner baru untuk menguatkan usaha-usaha mengengah ini sangat perlu. Dengan pembinaan yang tepat mereka akan mampu bersaing dalam arena AFTA.

6. Perusahaan Kecil.
Menjamurnya perusahaan kecil ini adalah akibat dari deregulasi serta bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Semangat wirausahawan ini banyak ditunjang dengan meningkatknya ekspor Indonesia serta perbaikan taraf hidup rakyatnya. Perusahaan ini ditandai oleh ciri-ciri khas : modal yang sangat kecil, profesionalitas yang kurang dan kehidupan yang tidak lenggeng, Rata-rata penghasilannya (omzet) di bawah satu milyar pertahun. Mereka mempunyai pangsa pasar yang terbatas dan daya saingnya masih sangat rendah. Namun disisi lain mereka mempunyai keunggulan comparative dalam bentuk simber daya manusia dan bahan baku yang murah, sehingga mampu menghasilkan produk murah dan mutu menengah ke bawah.
Untuk membina kelompok perusahaan ini, diperlukan bantuan kredit murah, pendidikan keterampilan, forum untuk belajar manajemen dengan bertukar pengalaman dengan pakar bisnis serta bantuan lainnya seperti pameran, misi dagang yang sebenarnya telah diprakarsai oleh pemerintah. Perananan Bapak Angkat hendaknya tidak dibatasi pada bantuan keuangan saja. Perusahaan ini membutuhkan juga panutan manajemen, desain yang mutakhir dan laris, suplai bahan baku yang bermutu dan teknologi yang lebih baik. Semuanya ini kiranya dapat disediakan oleh Bapak Angkat yang tepat.

Selasa, 09 Juni 2009

KUNCI SUKSES USAHA

Saya Menemukan Artikel ini Disebuah Warnet di Bandung, Coba Simak
William A. Ward pernah berkata, "Ada empat langkah mencapai sukses, yakni perencanaan yang tepat, persiapan yang matang, pelaksanaan yang baik, dan tidak mudah menyerah." Gunakan falsafah Ward ini agar sukses. Perinciannya sbb:
1. Ikuti perkembangan jaman.
Bergabunglah dalam organisasi yang berkaitan dengan bisnis Anda. Banyak membaca dan gali informasi sebanyak mungkin. Internet akan banyak membantu Anda.
2. Buat rencana keuangan.
Catat semua pemasukan dan pengeluaran setiap harinya. Buat target jangka pendek dan jangka panjang. Jangan pernah menyerahkan kondisi keuangan pada nasib. Perhitungkan dengan matang.
3.Perkirakan aliran uang tunai.
Anda harus bisa memperkirakan aliran uang tunai, paling tidak tiga bulan ke depan. Jangan membuat anggarkan pengeluaran yang lebih besar dari itu.
4. Bentuk dewan penasehat atau cari tenaga ahli, untuk memberi ide, saran atau kritik terhadap Anda dan produk yang ditawarkan. Mereka bisa berupa teman-teman atau anggota keluarga yang dipercaya.
5. Jaga keseimbangan antara kerja, santai, dan keluarga.
Tak perlu ngoyo, karena sesuatu yang dikerjakan dengan ngoyo, hasilnya tak akan maksimal. Lagi pula, badan dan otak butuh istirahat.
6. Kembangkan jaringan (network).
Tak ada salahnya berkenalan dan bergaul dengan orang-orang yang berhubungan atau bisa mendukung bisnis Anda. Siapa tahu ada ide yang bisa digali.
8. Disiplin/motivasi.
Aspek terberat dalam menjalankan usaha sendiri adalah disiplin atau motivasi untuk bekerja secara teratur. Untuk mengatasinya, buatlah daftar apa saja yang harus dikerjakan hari ini dan esok. Tentukan target yang harus dicapai dalam minggu ini.
9. Selalu waspada dan siap.
Rajin-rajin melakukan evaluasi terhadap pasar, produk dan sistem pemasaran. Kalau perlu, ubah cara kerja agar lebih efisien. Perbaiki cara pemasaran atau kualitas produk.
10. Cintai pekerjaan Anda.
Bagaimana akan sukses, jika Anda tak punya sense of belongin pada pekerjaan dan produk yang dihasilkan. Cintai pekerjaan dan produksi sendiri, dan uang akan mengikuti Anda.
11. Jangan mudah menyerah.
Para pengusaha sukses pun pernah mengalami kegagalan. Jika ingin cepat berhasil, segeralah bangkit dan belajar dari kegagalan. Jangan bersedih terlalu lama, apalagi menyerah.
12 Langkah Memulai Usaha
Berniat membuka usaha sendiri, tapi bingung harus mulai darimana? Memang tak mudah untuk memulai usaha, tapi jika Anda bisa menjawab pertanyaan berikut, berarti Anda siap memulainya:
 Apakah bidang usaha yang akan digeluti itu cukup potensial?
 Bagaimana prospeknya?
 Seberapa ketat persaingannya?
 Siapa kira-kira yang akan menjadi pesaing usaha tersebut?
 Bagaimana cara menghadapinya?
 Apa target usaha tersebut?
 Bagaimana mencapainya?
 Dari segi hukum, apa yang perlu disiapkan?
 Apa saja penghalangnya?
 Apa nama usaha (perusahaan) itu?
 Berapa dana yang dibutuhkan?
 Bagaimana memenuhinya?
 Dimana usaha tersebut akan dijalankan?
 Apakah sudah mempersiapkan kantornya?
 Sarana atau peralatan apa yang dibutuhkan?
 Bagaimana mendapatkannya?
 Apa tersedia asuransi yang memadai?
 Apakah Anda sudah memiliki supplier atau pemasok bahan baku?
 Sistem manajemen seperti apa yang akan diterapkan?
 Siapa yang akan menjalankan operasional usaha sehari-hari?
 Berapa karyaan yang dibutuhkan?
 Bagaimana sistem pemasaran dan distribusi produk atau jasa yang akan dihasilkan?
 Bagaimana agar masyarakat mengenal produk atau jasa yang akan dipasarkan?
Bila tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu, maka sebaiknya Anda mengkaji ulang niat membuka usaha sendiri, sampai benar-benar siap.

LANGKAH MEMULAI USAHA SENDIRI

1. Start With A Dream
Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. Pemimpinlah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, Cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun tidak mungkin’.
2. Love The Products Or Services
Cintailah Produk anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa masa sulit. Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.
3. Learn The Basics Of Business.
Pelajarilah fundamental business. Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuaan dasar untuk business yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar – dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah –Guru- yang baik.
4. Willing To Take Calculated Risks.
Ambillah resiko. Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik – baik akan lebih banyak Memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan -entreprenneur- dengan –manager-. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap –awal- pengembangan perusahaan, dan –manager- dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.

5. Seek Advice, But Follow Your Belief.
Carilah nasehat dari pekarnya, tapi ikuti kata – kata kita. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditagngannya dan dapt diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu.
6. Work Hard, 7 Day A Week, 18 Hours A Day
Kerja keras. Ethos Kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Me-lamun-kan dan memimpikan kerjanya.
7. Make Friends As Much As Possible
Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.
8. Deal With Failures
Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak –mematikan-. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah!.
9. Just Do It, Now!
Lakukanlah sekarang juga. Bila anda telah siap, lakukanlah sekarrang juga. Manager selalu melakukan : READY-AIM-SHOOT,tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM!. Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita


Kriteria Pelayanan Publik Yang Baik

Untuk dapat menilai sejauh mana mutu layanan publik yang diberikan oleh aparatur pemerintah, perlu ada kriteria yang menunjukkan apakah suatu pelayanan publik yang diberikan dapat dikatakan baik atau buruk. Zethmel (dalam Widodo, 2001:275-276) mengemukakan tolok ukur kualitas pelayanan publik dapat dilihat dari sepuluh dimensi, antara lain meliputi :
1. Tangiable, terdiri atas fasilitas fisik, peralatan, personil, dan komunikasi;
2. Reliable, terdiri dari kemampuan unit pelayanan dalam menciptakan layanan yang dijanjikan dengan tepat;
3. Responsiveness, kemauan untuk membantu konsumen bertanggung jawab terhadap mutu layanan yang diberikan;
4. Competence, tuntutan yang dimilikinya, pengetahuan, dan keterampilan yang baik oleh aparatur dalam memberikan layanan;
5. Courtesey, Sikap atau perilaku ramah tamah, bersahabat, tanggap terhadap keinginan konsumen, serta mau melakukan kontak atau hubungan pribadi;
6. Credibility, sikap jujur dalam setiap upaya untuk menarik kepercayaan masyarakat;
7. Security, Jasa pelayanan yang diberikan harus dijamin bebas dari berbagai bahaya dan resiko;

8. Access, terdapat kemudahan untuk mengadakan kontak dan pendekatan;
9. Communication, kemauan pemberi layanan untuk mendengarkan suara, keinginan atau aspirasi pelanggan, sekaligus kesediaan untuk selalu menyampaikan informasi baru kepada masyarakat;
10. Understanding The Customer, Melakukan segala usaha untuk mengetahui kebutuhan pelanggan;
Lembaga Administrasi Negara (1998) membuat beberapa kriteria pelayanan publik yang baik, antara lain meliputi, kesederhanaan, kejelasan dan kepastian, kemauan, keterbukaan, efisiensi, ekonomis, dan keadilan yang merata, ketepatan waktu, serta kriteria kuantitatif. Hatry (dalam Widodo, 2001:277) lebih merinci mengenai prosedur untuk mengukur kualitas pelayanan. Walaupun diakui bahwa untuk melakukan pengukuran kualitas pelayanan banyak dihadapkan kepada banyak masalah dan hambatan (obstacle), terutama berkaitan dengan keyakinan bahwa kualitas pelayanan tidak dapat diukur secara tepat dan reliable. Keyakinan ini tentu saja benar bahwa tidak semua aspek dari kualitas layanan dapat diukur secara lengkap untuk setiap program sebagaimana dapat diukur secara lengkap untuk setiap program sebagaimana apa yang dikemukakan oleh Hatry (dalam Widodo, 2001:277), “That not all aspects of service quality can be measured perfectly for any programme”, namun demikian terdapat teknik untuk melakukan pengukuran kualitas dari setiap aspek program pelayanan pemerintah. Setidaknya terdapat tiga kunci untuk melakukan pengukuran, yaitu:
1. How to Measure service quality realibly at specific point in time;
2. How to determine the extent to which the agency programme has caused the measured service quality (that is, would the result have accured without that agency programme?);
3. How to assess whether the measured performance is good or bad. This inevitably requires comparison of actual performance with something else.
Sumber ; Widodo :2001

Pembahasan Tugas Tentang Proses Grinding

Pembahasan
Pada percobaan ini pertama kali dilakukan proses grinding yaitu proses penghancuran, pengecilan, serta penghalusan ukuran partikel zat padat agar didapat zat padat dengan ukuran yang lebih halus dengan menggunakan mesin penghancur. Percobaan ini menggunakan bahan beras. Beras tersebut ditimbang sebanyak 1 kg. Setelah ditimbang dimasukan pada mesin penghancur (grinding) secara perlahan-lahan atau tahap demi tahap agar mesin tidak macet. Pada bagian bawah mesin telah dipasang kantong plastik untuk menampung beras yang telah dihaluskan. Di dalam mesin tersebut beras digiling sampai halus (menjadi tepung). Umpan di dalam mesin grinding mendapatkan proses pukulan dan tekanan sehingga menjadi ukuran yang lebih halus yang kemudian disaring. Mesin tersebut juga dilengkapi saringan tersendiri yang ukurannya kurang lebih 1 mm maka beras yang ukurannya kurang dari 1 mm akan lolos keluar dari saringan dan beras yang lolos dari proses penggilingan akan tetap tertahan pada saringan. Hasil grinding didapat beras halus sebanyak 600 gram, lalu dibagi tiga untuk proses selanjutnya.
Setelah dilakukan grinding, selanjutnya beras yang halus diayak (sizing). Proses sizing yaitu proses penyamarataan ukuran dalam ayakan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki sehingga ukuran partikel menjadi homogen. Ayakan yang digunakan mempunyai dua ukuran yaitu ukuran panjang dan mesh number (jumlah lubang dalam 1 inchi). Seperangkat ayak standar disusun secara deret dalam suatu tumpukan, dimana beras yang dianalisis dimasukkan ke dalam ayak yang paling atas. Terdapat empat ayakan yang tesusun dari yang paling besar sampai paling rapat dengan ukuran sebagai berikut: D1 = 20 mesh / 0,850 mm; D2 = 60 mesh / 0,25 mm; D3 = 80 mesh / 0,18mm; D4 = 100 mesh / 0,15 mm. Beras diayak dalam tiga variasi waktu yaitu 5 menit, 10 menit, dan 15 menit. Partikel yang tertahan pada setiap ayak dikumpulkan dan ditimbang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses grinding yaitu pemecah atau penggiling yang ideal harus:
1. Mempunyai kapasitas besar.
2. Memerlukan masukan daya yang kecil persatuan hasil.
3. Menghasilkan hasil dengan satu ukuran tertentu atau dengan distribusi ukuran tertentu dengan yang dikehendaki.
4. Hasilnya dapat dikeluarkan secepat mungkin setelah partikel mencapai ukuran yang dikehendaki.
5. Bahan-bahan yang tidak dapat pecah tidak masuk mesin.
6. Dalam pemecah dan penghalusan bahan-bahan mempunyai titik beku rendah dan memiliki kepekaan terhadap kalor.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sizing adalah:
1. Interfensi oleh hamparan terhadap gesekan masing-masing partikel.
2. Kohesi antara partikel satu sama lain.
3. Adhesi terhadap permukaan ayakan.
4. Kemencengan arah tumbukan partikel pada permukaan ayakan.
Hasil dari percobaan dengan tiga bagian beras dalam waktu yang berbeda pada saat pengayakan diperoleh Dp akhir untuk waktu pengayakan 5 menit 680 m dengan W sebesar 3,075 kW/ton jam , waktu pengayakan 10 menit 700 m dengan W sebesar 3,094 kW/ton jam dan untuk pengayakan 15 menit 720 m dengan W sebesar 3,038 kW/ton jam.
Proses grinding dan sizing banyak digunakan dalam industri diantaranya proses penghancuran batu kapur, industri besi dan baja, pembuatan tepung, pembuatan obat-obatan.




KESIMPULAN
 Proses grinding yaitu proses penghancuran, pengecilan, serta penghalusan ukuran partikel zat padat agar didapat zat padat dengan ukuran yang lebih halus.
 Proses Sizing yaitu proses penyamarataan ukuran dalam ayakan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki sehingga ukuran partikel menjadi homogen.
 Semakin besar ukuran mesh pada ayakan maka semakin kecil ukuran diameter partikel yang dapat lolos. Semakin kecil ukuran mesh pada ayakan maka semakin besar partikel yang tertahan pada ayakan. Energi pada saat pengayakan selama 10 menit lebih besar daripada pada saat pengayakan 5 atau 15 menit. Semakin lama pengayakan maka akan didapatkan Dp akhir yang semakin besar.


Selasa, 02 Juni 2009

Adsense Camp Benar-Benar Terbukti Membayar...

Hari ini, aq pergi Ke BANK buat cek rekeningku,he2x..ada yang aneh di angkanya, ternyata ada transferan yang nominalnya aneh dan di ingat-ingat ....memang benar "Adsense Camp" terbukti membayarku, mesti masih dibawah 100 ribu, aq yakin ini permulaan yang baik, benar-benar puas menggunakan produk PTC lokal Indonesia, itung-itung buat nutupin potongan Bank BCA yang lumayan bikin seret rekening, he2x..maklum blogger pemula....
Kemarin sempet kutanyakan rekening apa yang terbaik untuk transfernya dan dengan ramahnya Customer servisenya bilang " Silahkan pa...Anda bisa menggunakan BCA", Akhirnya kubuat rekening BCAku dan Itung2 buat verifikasi Paypal nantinya....
Sok Atuh Buruan yang punya blog dan belum didaftarin di adsense Camp, daftar disini aja OK
Adsense Indonesia
Diklik aja Banner nya...pasang deh..di blogmu, tampilannya Okeh,,,,kyk di Blog ini, yg ada tulisan OUR Sponsornya........Meski Kecil tapi yang ini kan pasti, sapa tau kalo trafiknya tinggi, bisa 150 klik/hari...= 45000/hari=Rp. 1.350.000,- lumayan kan, itung2 buat gaji nulis di blog



Tentang Office 2010, Buruan! Cari tau kelebihannya sebelum Booming

Wah-wah ada yang baru pikirku, atau aku jarang mengikuti perkembangan, sibuk ngeblog hingga lupa..aq mesti banyak belajar hal-hal lain, iseng-iseng aq Buka FB dan…temenku ngirim suggestion kalau dia adalah Fans office 2010, wah great pikirku, sebelum booming, aku mesti cari tau nih kelebihannya, akhirnya aq menemukan source yang bagus nih di http://techie-buzz.com/featured/microsoft-office-2010-features.html , Tampilannya lebih Ok dari versi sebelumnya...Ini dia beberapa kelebihan dari office 2010 :
1. Office 2010 has Screenshot Capture, ituloh fasilitas yang memungkinkan meng capture gambar
2. Fasilitas Removal Background, keren nih..jadi bisa dengan gampang hapus background yg ada di shape, dll
3. Revamped Print Option, kalau yang ini gw kurang tau persis, letaknya ada di Opsional untuk print.
4. Fasilitas Auto Permision yang lebih baik (untuk Sekuriti/keamanan)
5. Tampilan button yang lebih menarik
6. SMArt Templates yang lebih baik
7. Proteksi mode ketika seseorang membuka file dari sebuah situs di internet.
Dan masih banyak yang lainnya, untuk mendapatkan produk ini….kapan yah di launching, tunggu pengumuman berikutnya….or jangan2 dah launching……




Materi Kuliah Tentang MOBILISASI PASIF

A. Pengertian Mobilisasi
Mobilisasi adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secara bebas, teratur untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat menuju kemandirian
Mobilisasi :
1. Aktif
Yaitu latihan pada tulang dan sendi yang dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan perawata atau keluarga
2. Pasif
Mobilisasi pasif adalah latihan yang diberikan pada klien yang mengalami kelemahan otot lengan maupun otot kaki berupa latihan pada tulang dan sendi dimana klien tidak dapat melakukannya sendiri, sehingga klien memerlukan bantuan perawat atau keluarga. Mobilisasi Pasif ini sebaiknya dilakukan sejak hari pertama klien tidak diperkenankan meninggalkan tempat tidur atau klien yang jarang bergerak sehingga terjadi kekakuan pada otot, maka dalam hal ini dilakukan mobilisasi pasif

B. Manfaat Mobilisasi
 Memelihara fleksibilitas dari tulang dan sendi
 Menjaga agar tidak terjadi kerapuhan tulang
 Meningkatkan kekuatan otot


C. Hal – Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Mobilisasi
 Perhatikan keadaan umum penderita, apakah merasa kelelahan, pusing atau kecapaian
 Pastikan cincin dan perhiasan dilepas untuk menghindari terjadinya pembengkakan dan luka
 Pastikan pakaian dalam keadaan longgar
 Jangan lakukan pada penderita patah tulang
 Jangan lakukan latihan fisik segera setelah penderita makan
 Gunakan gerakan badan yang benar untuk menghindari ketegangan atau luka pada penderita
 Gunakan kekuatan dengan pegangan yang nyaman ketika melakukan latihan
 Gerakan bagian tubuh dengan lancar, pelan dan berirama
 Hindari gerakan yang terlalu sulit
 Jika kejang pada saat latihan, hentikan
 Jika terjadi kekakuan tekan pada daerah yang kaku, teruskan latihan dengan perlahan

D. Gerakan – gerakan Mobilisasi
1. Pergerakan bahu
 Pegang pergerakan tangan dan siku penderita, lalu angkat selebar bahu, putar ke luar dan ke dalam
 Angkat tangan gerakan ke atas kepala dengan di bengkokan, lalu kembali ke posisi awal
 Gerakan tangan dengan mendekatkan lengan kearah badan, hingga menjangkau tangan yang lain
2. Pergerakan siku
 Buat sudut 90 0 pada siku lalu gerakan lengan keatas dan ke bawah dengan membuat gerakan setengah lingkaran
 Gerakan lengan dengan menekuk siku sampai ke dekat dagu
3. Pergerakan tangan
 Pegang tangan pasien seperti bersalaman, lalu putar pergelangan tangan
 Gerakan tangan sambil menekuk tangan ke bawah
 Gerakan tangan sambil menekuk tangan keatas

4. Pergerakan jari tangan
 Putar jari tangan satu persatu
 Pada ibu jari lakukan pergerakan menjauh dan mendekat dari jari telunjuk, lalu dekatkan pada jari – jari yang lain.
5. Pergerakan kaki
 Pegang pergelangan kaki dan bawah lutut kaki lalu angkat sampai 30 o lalu putar
 Gerakan lutut dengan menekuknya sampai 90 o
 Angkat kaki lalu dekatkan kekaki yang satu kemudian gerakan menjauh
 Putar kaki ke dalm dan ke luar
 Lakukan penekanan pada telapak kaki keluar dan kedalam
 Jari kaki di tekuk – tekuk lalu di putar
6. Pergerakan Leher
 Pegang pipi pasien lalu gerakan kekiri dan kekanan
 Gerakan leher menekuk kedepan dan kebelakang
Sumber : Erb, Kozier, Olivier. 1997. Fundamental Of Nursing, Consept, Process and Practice, Fourth Edition, Addison Wesley, St Louis

SAP Kurangnya pengetahuan mengenai tromboemboli

Masalah : Kurangnya pengetahuan mengenai tromboemboli
Pokok Bahasan : Kelainan nifas
Sub Pokok Bahasan : tromboemboli
Sasaran : Ibu- ibu nifas
Waktu : 15 menit
Pertemuan Ke : 1 (satu)
Nama Penyuluh : Kelompok III
Tanggal : 27 Mei 2009
Tempat : Poli kandungan RSHS Bandung

I. Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan sasaran mampu memahami tentang tromboemboli

II. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 15 menit, sasaran dapat :
A. Menjelaskan pengertian tromboemboli
B. Menjelaskan tromboplebitis pada tungkai
C. Menyebutkan factor penyebab tromboplebitis pada tungkai
D. Menyebutkan factor pendukung tromboplebitis pada tungkai
E. Menyebutkan tanda dan gejala tromboplebitis pada tungkai
F. Menjelaskan cara mencegah tromboplebitis pada tungkai
G. Menjelaskan cara penanganan tromboplebitis pada tungkai

III. Materi Penyuluhan
A. Pengertian tromboemboli
B. Pengertian tromboplebitis pada tungkai
C. Factor penyebab tromboplebitis pada tungkai
D. Factor pendukung tromboplebitis pada tungkai
E. Tanda dan gejala tromboplebitis pada tungkai
F. Cara mencegah tromboplebitis pada tungkai
G. Cara penanganan tromboplebitis pada tungkai

IV. Kegiatan Belajar Mengajar
A. Metode : Ceramah, dan tanya jawab
B. Langkah-langkah kegiatan :
1. Pra pembelajaran
a. Mempersiapkan materi, media dan tempat
b. Memberi salam
c. Perkenalan
d. Melakukan kontrak waktu
2. Membuka pembelajaran
a. Apersepsi
b. Menjelaskan tujuan pembelajaran
c. Menjelaskan pokok bahasan
3. Kegiatan inti
a. Menjelaskan pengertian tromboemboli
b. Menjelaskan pengertian tromboplebitis pada tungkai
c. Menjelaskan factor penyebab tromboplebitis pada tungkai
d. Menjelaskan factor pendukung tromboplebitis pada tungkai
e. Menjelaskan tanda dan gejala tromboplebitis pada tungkai
f. Menjelaskan cara mencegah tromboplebitis
g. Menjelaskan cara penanganan tromboplebitis pada tungkai
h. Melakukan tes lisan selama kegiatan berlangsung
4. Kegiatan penutup
a. Menyimpulkan materi yang disampaikan
b. Mengucapkan terima kasih
c. Memberi salam



V. Media dan Sumber
A. Media : Leaflet
B. Sumber :
Prawirohardjo, Sarwono.2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka sarwono prawirohardjo
Prawiroharjdo, Sarwono. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. : Yayasan Bina Pustaka sarwono Prawiroharjdo

VI. Evaluasi
A. Prosedur : Selama proses berlangsung
B. Jenis tes : Lisan
C. Bentuk : Tanya jawab
1. Jelaskan pengertian tromboemboli
2. Jelaskan pengertian tromboplebitis pada tungkai
3. Sebutkan faktor penyebab tromboplebitis pada tungkai
4. Sebutkan faktor pendukung tromboplebitis pada tungkai
5. Sebutkan tanda dan gejala tromboplebitis pada tungkai
6. Jelaskan cara mencegah terjadinya tromboplebitis pada tungkai
7. Jelaskan penanganan tromboplebitis pada tungkai

VII. Lampiran Materi
A. Pengertian
Tromboemboli adalah kelainan pada masa nifas yaitu masa setelah melahirkan dimana terjadi sumbatan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh adanya darah yang membeku

B. Pengertian tromboplebitis pada tungkai
Adalah kelanjutan dari tromboemboli yang sudah mengalami peradangan

C. Faktor penyebab tromboplebitis pada tungkai
1. Perubahan susunan darah
2. Perubahan laju peredaran darah
3. Adanya pembekuan darah

D. Factor pendukung tromboplebitis pada tungkai
1. Kurangnya aktivitas pada ibu ketika hamil dan setelah melahirkan
2. Dilakukan pembedahan (operasi saat melahirkan )
3. Usia lanjut
4. Adanya varises
5. Multi parital (sering melahirkan)
6. Infeksi nifas (infeksi setelah melahirkan )

E. Tanda dan gejala tromboplebitis pada tungkai
1. Keadaan umum tetap baik, suhu badan meningkat yang disertai dengan menggigil dan nyeri sekali
2. Nyeri pada kaki ketika berjalan
3. Kaki terasa tegang dan keras pada paha bagian atas
4. Kaki menjadi bengkak, tegang, putih, nyeri dan dingin
5. Nyeri pada betis (belakang tungkai) yang dapat terjadi secara spontan atau dengan memijit betis dengan menekan telapak kaki kearah belakang tubuh

F. Cara mencegah terjadinya tromboplebitis pada tungkkai
1. Lakukan aktivitas secara bertahap
2. Lakukan senam nifas setiap hari selama 6 minggu

G. Penanganan jika telah terjadi tromboplebitis pada tungkai
1. Kaki ditinggikan untuk mengurangi pembengkakan
2. Setelah melakukan gerak pada kaki hendaknya tetap dibalut elastic atau memakai kaos kaki panjang yang elastic selama mungkin
3. Kompres hangat pada kaki