Rabu, 02 September 2009

Tugas kuliah tentang Manajemen nyeri kontraksi

1. Pengertian Nyeri Kontraksi
Nyeri kontraksi adalah gerakan memendek dan menebal otot-otot rahim yang terjadi untuk sementara waktu. Kontraksi rahim menyebabkan kontraksi pada mulut rahim (segmen atas rahim) dan menimbulkan rasa nyeri, dan juga rahim bagian bawah (segmen bawah rahim) mengalami dilatasi (peregangan).

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nyeri Kontraksi
a. Intensitas dan lamanya kontraksi rahim
b. Besarnya janin dan keadaan umum pasien
c. Pasien dengan primipara pada usia tua dan pada usia muda
d. Besarnya janin atau jalan lahir yang sempit
e. Kelelahan dan kurang tidur

3. Tahapan Persalinan Dan Cara Mengatasi Nyeri Kontraksi Pada Tahapan Persalinan
 Kala I dibagi mejadi 2 fase
a. Fase laten
Kontraksi uterus teratur yang menghasilkan perubahan pada servik 9biasanya dilatasi cervik (biasanya dilatasi cervik 3-4 cm) pada primipara lamanya pembukaan hingga lengkap 12-14 jam, sedangkan multipara 6-8 jam.
b. Fase dilatasi aktif
Ditandai dengan dilatasi sampai servik terdilatasi penuh. Pada primipara kecepatan dilatasi cervik biasanya meningkat sampai 1.2 cm setiap jam. Pada multipara 1,5 cm/ jam sampai pembukaan 9-10 cm.
Cara mengatasi nyeri kala I :
 Menekan torakal 11-12
 Menekan sakral 2, 3 dan 4
 Terapi sentuhan
 Membayangkan

 Kala II
Menyatakan periode dari dilatasi cervik lengkap sampai kelahiran janin.
Cara mengatasi nyeri kala II :
 Distraksi
Memfokuskan perhatian pasien pada sesuatu selain pada nyeri merupakan mekanisme yang bertanggung jawab pada teknik kognitif afektif lainnya. Distraksi diduga dapat menurunkan persepsi nyeri dengan stimulasi nyeri yang di tranmisikan ke otak, distraksi dapat berkisar dari hanya pencegahan monoton sampai menggunakan aktivitas fisik dan mental yang sangat kompleks. Kunjungan dari keluarga dan teman melihat film layar lebar dengan surround sound melalui headphone bermain catur yang membutuhkan konsentrasi.
 Relaksasi
Relaksasi otot skeletal dipercaya dapat menurunkan nyeri dengan merelaksasikan ketegangan otot yang menunjang nyeri terdiri atas nafas abfomen dengan frekuensi lambat dan berirama. Pasien memejamkan mata dan bernafas dengan perlahan-lahan dan nyaman. Irama konstan di pertahankan dengan menghitung dalam hati dan lambat bersama setiap inhalasi hirup “dua tiga” dan ekshalasi hembuskan “dua tiga” pada saat mengajarkan teknik ini akan sangat membantu bila menghitung dengan keras bersama pasien pada awalnya.
 Hipnotik
Hipnotik dapat mengurangi sensasi nyeri untuk wanita dalam prosess melahirkan cecaria. Metode ini tidak afektif untuk semua orang, dipilih yang ada manfaatnya untuk wanita. Hipnotik fleksibel tidak ada yang tahu efeknya, seperti hipotensi, muntah respirasi bayi dengan depresi.

 Kala III
Menyatakan periode dari kelahiran janin sampai rahim, berkontraksi lagi untuk melepaskan plasenta dari dindingnya.
Cara mengatasi nyeri kala III :
 Distraksi
 Relaksasi
 Hipnotik
 Kala IV
Dimulainya setelah lahirnya plasenta sampai  1 jam kemudian. Biasanya dilakukan penjahitan kembali luka guntingan perinium.
Cara mengatasi nyeri kala IV :
 Distraksi
 Relaksasi
 Perubahan suhu
 Terapi air
Metode ini dilakukan dengan cara berendam dengan air hangat yang akan menyebabkan vasodilatasi dan otot dimana tekanan darah akan menurun, mengurangi trauma perineal, emosi membaik, membebaskan nyeri dan menstimulasi dilatasi servikal.

Reaksi:

0 komentar: