Sabtu, 18 Juli 2009

Tugas kuliah : Katarak dan Seluk Beluknya

Katarak berasal dari bahasa Yunani Katarrhakies, Inggris Cataract, dan Latin cataracta yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akubat lensa yang keruh.
Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat kedua – duanya (Sidarta Ilyas, 1998 : 207).
Katarak adalah keburaman atau kekeruhan yang mneyebabkan terjadinya kerusakan penglihatan ( Engram, Barbara : 48 )
Katarak adalah kekeruhan mata atau kapsul lensa yang mengubah gambaran yang diproyeksikan pada retina dan merupakan penyebab umum kehilangan pandangan secara bertahap ( Istiqomah, Indriana : 128 )
Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan ) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat kedua-duanya.
Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam kurun waktu yang lama.

1. Klasifikasi katarak
Berdasarkan usia katarak dapat diklasifikasikan dalam;
a) Katarak Kongenital
Yaitu katarak yang mulai terjadi sebelum atau sesegera setelah lahir berusia kurang dari 1 tahun. Katarak kongenital merupakan penyebab kebutaan pada bayi yang cukup berarti terutama akibat penanganan yang kurang tepat.
Untuk mengetahui katarak kongenital diperlukan pemeriksaan riwayat prenatal infeki ibu seperti rubela pada kehamilan trimester pertama dan pemakaian obat selama kehamilan. Kadang – kadang pada ibu hamil terdapat kejang, tetani, ikterus atau hepatosplenomegali. Bila katarak disertai dengan uji reduksi pada urine yang positif, mungkin katarak ini terjadi akibat galaktosemia. Sering katarak kongenital ditemukan pada bayi prematur dan gangguan sistem saraf seperti retardasi mental.
Pada pupil mata bayi yang menderita katarak kongenital akan terlihat bercak putih atau suatu leukokoria.
b) Katarak Juvenil
Katarak yang lembek dan terdapat pada orang muda, yang mulai terbentuknya pada usia kurang dari 9 tahun dan lebih dari 3 bulan. Katarak juvenil biasanya merupakan kelanjutan katarak kongenital.
c) Katarak Senil
Katarak senile ada hubungannya dengan bertambahnya umur dan dan kaitan dengan proses ketuaan yang terjadi di dalam lensa.
Perubahan yang tampak adalah bertambah tebalnya nucleus dengan berkembangnya lapisan korteks lensa. Secara klinis, proses ketuaan lensa sudah tampak dalam pengurangan kekuatan daya akomodasi lensa akibat mulai terjadinya sklerose lensa yang timbul pada decade 4 yang dimanifestasikan dalam bentuk presbiopia.
Konsep penuaan :
 Teori putaran biologic (“A biologic clock”)
 Jaringan embrio manusia dapat membelah diri 50 kali – mati
 Imunogis ; dengan bertambah usia akan bertambah cacat imunologik yang mengakibatkan kerusakan sel
 Teori mutasi spontan
 Teori “ A free radical ”
- Free radical terbentuk bila terjadi reaksi intermediate reaktif kuat
- Free radical dengan molekul normal mengakibatkan degenerasi
- Free radical dapat dinetralisasi oleh antioksidan dan Vit. E

 Teori “ A Cross-link”
Ahli biokimia mangatakan terjadi pengikatan bersilang asam nukleat dan molekul protein sehingga mengganggu fungsi.
Perubahan lensa pada usia lanjut :
1) Kapsul
 Menebal dan kurang elastis (1/4 dibanding anak)
 Milai presbiopia
 Bentuk lamel kapsul berkurang atau kabur
 Terlihat bahan granular
2) Epitel – makin tipis
 Sel epitel (germinatif) pada ekuator bertambah besar dan berat
 Bengkak dan vakoulisali mitokondria yang nyata
3) Serat lensa
 Lebih irregular
 Pada kortexs jelas kerusakan serat sel
 Brown sclerotic nucleus, sinar ultraviolet lama kelamaan merubah protein nucleus ( histidin, tiprofan, metionin, sistein, dan tirosin) lensa sedang warna coklat protein nucleus mengandung sedikit histidin dan triptofan dibanding normal
 Korteks tidak berwarna karena:
- Kadar a. askorbat tinggi dan menghalangi fotookksidasi
- Sinar tidak banyak mengubah protein pada serat muda
a. Bentuk katarak senil
Dikenal 3 bentuk katarak senile yaitu :
a) Katarak nuclear
Inti lensa dewasa selama hidup bertambah besar dan menjadi sklerotik. Lama-kelamaan inti lensa yang mulanya menjadi putih kekuning-kuningan menjadi coklat dan kemudian menjadi kehitam-hitaman. Keadaan ini disebut katarak brunesen atau nigra.
b) Katarak kortikal
Kekeruhan pada Korteks lensa menyebabkan penyerapan air sehingga lensa menjadi cembung dan terjadi myopia akibat perubahan indeks refaraksi lensa. Pada keadaan ini penderita seakan-akan mendapatka kekuatan baru untuk melihat dekat pada usia yang bertambah.
c) Katarak Kupliform
Katarak kupliform dapat terlihat jelas pada stadium dini katarakkortikal ataun nuclear. Kekeruhan terletak di lapis korteks posterior dan dapat memeberikan gambaran piring. Makin dekat letaknya terhadap kapsul makin cepat bertambahnya katarak. Katarak ini sering sukar dibedakan dengan katarak komplikata.
b. Stadium katarak senil
Katarak senile dapat dibagi atas stadium :
Katarak insipien
Kekeruhan yang tidak teratur seperti bercak-bercak yang membentuk gerigi dengan dasar di perifer dan daerah jernih diantaranya. Kekeruhan biasanya terletak di korteks anterior atau posterior.
Kekeruhan ini pada permulaan hanya tampak bila pupil dilebarkan.
Pada stadium ini terdapat keluhan poliopia oleh karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa. Bila dilakuka tes bayangan ( shadow test ) akan negative.
Katarak imatur
Pada stadium yang lebih lanjut ini maka terjadi kekeruhan yang lebih tebal tetapi tidak atau belum mengenai seluruh lensa sehingga masih terdapat bagian-bagian yang jernih pada lensa.
Pada stadium ini terjadi hidrasi korteks yang menyebabkan lensa menjadi bertambah cembung. Pencembungan lensa ini akan memberikan perunbahan indeks refraksi dimana mata akan menjadi myopia. Kecembungan ini akan mengakibatkan pendorongan iris ke depan sehingga bilik mata depan dan sudut bilik mata depan akan lebih sempit.
Pada stadium ini akan mudah terjadi glaucoma sebagai penyulit. Stadium imatur dimana terjadi pencembungan lensa akibat menyerap air disebut stadium intumesen. Shadow test pada keadaan ini adalah positif.
Katarak matur
Bila proses degenerasi berjalan terus maka akan terjadi pengeluaran air bersama-sama hasil desintegritas melalui kapsul. Di dalam stadium ini lensa akan berukuran normal kembali. Sehingga iris tidak terdorong ke depan dan bilik mata depan akan mempunyai kedalaman normal kembali. Kadang pada stdium ini terlihat lensa berwarna sangat putih akibat perkapuran menyeluruh karena deposit kalsium. Bila dilakukan shadow test akan terlihat negative
Katarak hipermatur
Merupakan proses degenerasi lanjut lensa sehingga korteks lensa mencair dan dapat keluar melalui kapsul lensa.
Lensa mengeriput dan berwarna kuning. Akibat pengeriputan lensa dan mencairnya korteks nucleus lensa tenggelam kearah bawah ( katarak morgagni ). Lensa yang mengecil akan mengakibatkan bilik mata menjadi dalam. Shadow test memberikan gambaran pseudopositif.
Akibat masa lensa yang keluart melalui kapsul lensa dapat timbul penyakit berupa uveitis fakotoksik atau glaucoma fakolitik(Diambil dari berbagai sumber buku untuk tugas kuliah)

Reaksi:

1 komentar:

Apakah shadow test dpt dilihat hanya dgn mnggunakan senter atau hanya dpt dilihat dgn mnggunakan slitlamp?? Lau, bgmn prinsip dari shadow test?? Thx..

Bisnis Blog Tutorialkuliah

ALT/TEXT GAMBAR