Rabu, 27 Mei 2009

Sejarah Domba Tangkas (Garut)

Sejarah Singkat
Merupakan domba hasil persilangan segi tiga antara domba kampung, domba Merino dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan. Domba jantan berat tubuhnya mencapai sekitar 60-80 Kg, sedangkan domba betina berkisar 30-40 Kg.
Domba tangkas jantan bertanduk besar, melengkung kebelakang membentuk spiral dengan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu. Sedangkan yang betina tanduknya tidak tumbuh seperti yang jantan.

Spesifikasi domba tangkas yang dapat diketahui adalah panjang telinga sedang dan terletak dibelakang tanduk, bulu tubuh lebih halus dan lebih panjang dari pada domba kampung. Selain itu tubuhnya juga besar dan lebar, lehernya kuat sehingga biasa digunakan sebagai domba aduan. Dari hasil laporan penelitian di Eropa. Domba tangkas merupakan jenis domba yang paling baik di dunia, karena mampu beradaptasi dengan lingkunganya yang keras.jenis domba ini juga dapat melahirkan anak lebih dari 1, bahkan sering kembar 2 – 4. Hal ini menunjukan kelebihan dibandingkan domba – domba dari mancanegara. Keistimewaan lainnya adalah tidak mengenal musim beranak sehingga kesempatan untuk bunting dan melahirkan anak tidak terpengaruh oleh musim.

Pada hakekatnya, domba tangkas dapat digolongkan sebagai domba berekor kecil. Klasifikasi ini didasarkan pada keadaan panjang ekor serta lebar ekor pada domba kelamin jantan maupun betina. Domba betina dewasa juga sering menunjukan adanya penonjolan tanduk, malah ada kalanya bertanduk kecil. Keadaan demikian tidak sama dengan jenis domba yang lain.
Postur tubuh domba tangkas umumnya agak mengantung. Bila ditinjau dari tipe telinga dan panjangnya, terdapat 3 bentuk:
1. Telinga normal atau panjang
2. Telinga medium atau sedang dan ,
3. Telinga pendek
Bentuk muka domba tangkas lebih banyak memiliki spesifikasi agak cembung. Keadaan ini terlihat nyata muka cembung pada domba tangkas kelamin jantan.
Meskipun domba tangkas berbulu lebat, tidak dapat diklasifikasikan sebagai domba penghasil wol, karena bulunya sebagaian besar berupa rambut dan sedikit wol. Walaupun terdapat wol lebih banyak, sebenarnya merupakan wol kasar yang tidak ekonomis.
Warna bulu dominan domba tangkas yang banyak ditemui adalah warna hitam dan putih demikian juga pada kepala. Sedangkan pola warna bulu tubuh dan kepala pada umumnya berpola belang titik- titik, baik kecil ataupun besar, diikuti warna polos. Warna belang yang dominan dan banyak adalah warna coklat medium, coklat kemerah merahan, coklat tua. Selain warna belang coklat, juga terdapat warna belang hitam dan warna lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
AAK,Kawan Beternak II, Kanisius, Yogyakarta, 1980.
Agus Bambang, Memelihara Domba, Kanisius, Yogyakarta, 1993.

Reaksi:

0 komentar: