Kamis, 21 Mei 2009

Kesurupan, Derita Manusia Modern dan Perlunya Terapi Rohani Islam

Belakangan ini, kita sering dikejutkan dengan kejadian-kejadian yang terkadang membuat kita bertanya-tanya, apa sesungguhnya yang sedang terjadi? Ya… fenomena kesurupan masal, sering kita lihat dimedia-media, kesurupan masal sebenarnya bukan fenomena yang baru, kejadian ini bagi sebagian orang sering dikaitkan dengan hal-hal yang berbau gaib, bersifat klenis dan supranatural. Ditahun 2006 ini saja sudah banyak fenomena ini terjadi, tanggal 1 dan 2 Maret misalnya, puluhan siswa SMU Pangudi Luhur Yogyakarta, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba mengalami kesurupan. Mereka berkelakuan layaknya seperti orang yang lupa ingatan. Menurut salah seorang saksi mata, banyak penderita yang kebanyakan adalah wanita menjerit histeris dan menjadi beringas dan liar berlarian kesana kemari. Pertanyaan yang muncul sekarang dan mungkin mewakili kita yang masih awam dengan hal-hal seperti itu, apa setiap kesurupan diakibatkan oleh hal-hal gaib atau apakah ada penyebab lain kenapa seorang mengalami kesurupan.
Kalau kita perhatikan beberapa tayangan di media, kita akan dengan gampang mengambil sebuah kesimpulan bahwa kesurupan adalah gejala dimana seseorang hilang kesadaran dan penyebabnya sering dikaitkan dengan ruh-ruh jahat yang mengisi kekosongan jiwa pada korbannya.
Kesurupan menurut www.wikipedia.org berarti fenomena di mana seseorang berada di luar kendali dari pikirannya sendiri, sebelum kita mempelajari apa dan bagaimana kesurupan, ada baiknya kita mengenal dulu apa sebenarnya jiwa dan ruh dalam diri kita ini, Ruh dimiliki oleh setiap makhluk yang bernyawa, kalau anda mempelajari ilmu kedokteran yang lebih mendalam dapat diketahui bahwa Setiap cell dalam tubuh kita adalah hidup dan memiliki Listrik, ada ilmuwan yang mengukur sebesar 0,5 MV (Milli Volt) , jika digabungkan menjadi 80-100 Giga Volt, PLN yang paling tinggi saja hanya berukuran Ribuan Mega Volt. Coba hitung sendiri berapa pulau yang bisa diterangi oleh listrik dari satu tubuh manusia. Jadi ruh sama dengan listrik yang menerangi hidup kita, semakin redup cahaya yang dihasilkan semakin reduplah jalan hidup yang kita tempuh.

Philosofy ruh dan jiwa dapat dipahami secara fisika, tetapi sampai saat ini mungkin belum ada yang bisa menjelaskan bagaimana listrik didalam tubuh kita dihasilkan, pendekatan-pendekatan yang dilakukan biasanya hanya pendekatan matematis saja tetapi untuk lebih tepatnya, hanya yang maha gaib yang mengetahuinya.
Menurut DR. M. Solihin M.Ag, dalam tulisannya yang berjudul Therapi Sufistik: Alternatif Pengobatan Spiritual Manusia Modern, yang disampaikan pada seminar perawat rohani Islam Akper Aisyiyah Bandung tanggal 31 Agustus 2004, bahwa kalau kita mau berpikir dan memahami gejala kelistrikan dan ruh dalam tubuh kita dapat didekati sebagai berikut :
Sumsum tulang = Inti Magnet
Tulang = Batang Magnet
Urat Syaraf= Kumparan Magnet, Kabel Listrik.
Pipa Darah= Sungai-sungai
Jantung = Generator
Otak/Kepala = CPU, Pusat Pengendali
Setelah empat bulan dalam kandungan, ditiupkanlah ruh kehidupan artinya, mulai berdenyutnya jantung yang menghasilkan listrik kehidupan dan mulai dijalankan sistem/program utama di dalam tubuh kita.
Ruh dan jiwa merupakan satu kesatuan yang utuh Karena kita punya raga maka kita punya jiwa/ruh/listrik kehidupan. Kalau kita bisa merawat sistem electric di tubuh kita yaitu dengan selalu membersihkan diri kita dari kotoran dan berbuat kotor maka jiwa dan raga kita akan sehat.
Dari sini kita akan mulai, sejauh mana fenomena kesurupan ini muncul sebagai sebuah kejadian yang harus dipahami sebagai sebuah gangguan psikis dan derita manusia modern. Tak disangkal lagi bahwa kehidupan di era yang serba modern ini telah menggiring manusia pada penghambaan dalam bentuk baru, berupa kehidupan dunia yang penuh mimpi dan iming-iming kemewahan, Disadari atau tidak kehidupan sekarang selalu didasarkan pada rasionalisme dan empirisme yang membuat manusia semakin lupa pada tuhannya. Kemajuan iptek yang demikian pesat telah menciptakan manusia-manusia dengan gaya hidup baru, manusia yang notabene merasa hidupnya serba otonom, bebas dan jauh dari nilai-nilai yang dijadikan pedoman dalam istilah lain dikatakan bahwa manusia seperti itu merasa independent dari tuhan. Banyak yang tidak takut dengan dosa, sehingga kemaksiatan terjadi dengan luar biasa.
Banyak orang bilang kesurupan terjadi karena para penderita mengalami kekosongan jiwa, sehingga dengan mudah pengaruh dari luar tubuh masuk kedalam jiwanya. Menurut ilmu medis modern, psikologi dan cognitive science, banyak menguak bahwa banyak kejadian yang dulunya dianggap sebagai gejala kesurupan, ketemu malaikat, bahkan ngomong sama Tuhan pun , bukanlah kejadian supranatural, melainkan :
a. Adanya 'disturbance' diotak, termasuk penyakit seperti ayan, misalnya
b. Pengaruh kimiawi substansi psekidelik (jamur tertentu, ganja, kecubung dsbnya)
c. Gejala neuropathologis (depresi, schizoprenia, hypermania,histeria massa dsbnya).
Para ahli jiwa menolak dengan tegas adanya makluk halus atau ruh-ruh jahat ketika seseorang mengalami kesurupan, tetapi mayoritas masyarakat kita percaya adanya mahluk lain dalam diri seseorang yang sedang kesurupan karena memang gejalanya sulit sekali dijelaskan secara ilmiah dengan pengetahuan masyarakat biasa. Para ahli jiwa umumnya menyimpulkan kesurupan adalah gejala kejiwaan yg bersifat disosiatif dan juga ada yang bilang "kepribadian ganda", akibat kondisi jiwa seseorang yang labil dan lemah kepribadian atau karakternya Dengan mencontoh kesurupan itu lebih banyak dialami pada wanita dan orang yg labil jiwanya.
Mungkin untuk sebagian orang bisa menerima pendapat ini, tetapi yang sulit dijelaskan ketika kesurupan terjadi secara masal dan ditempat tertentu. Bahkan saya pun punya seorang teman, dia bercerai dengan istrinya, karena setiap malam istrinya kesurupan dan setiap dia mengamuk, dia seperti orang yang mengaku sebagai titisan dari orang lain dan selalu marah-marah pada suaminya.
Entah diyakini itu gaib atau kekuatan lain, kalau dipahami secara rasional barangkali kesurupan merupakan salah satu gangguan jiwa yang menimbulkan penderitaan (distress), Menimbulkan hendaya (disability) terhadap satu atau lebih fungsi kehidupan manusia. Hilangnya kesadaran seseorang baik itu lama atau sebentar, telah mengganggu sebagian dari fungsi kehidupannya. Gejala-gejala seperi kesurupan sebenarnya hanya sebagian kecil dari derita dan penyakit yang dialami manusia modern dewasa ini, Modernitas telah menimbulkan penyakit-penyakit sosial baru, Stress, mental Illness, anomali nilai-nilai merupakan contoh lain ditemukannya gejala gangguan jiwa dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita menohok ke beberapa rumah sakit jiwa yang ada di Indonesia, maka kita akan menemukan sesuatu yang mencengangkan bahwa dari tahun ke tahun penderita penyakit jiwa di Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Menurut WHO bahwa setiap saat 1% dari seluruh penduduk berada dalam keadaan membutuhkan pertolongan serta pengobatan untuk suatu gangguan jiwa. 10% dari seluruh penduduk memerlukan pertolongan psikiatri pada suatu waktu dalam hidupnya. Angka kejadian gangguan jiwa diperkirakan akan terus mengalami peningkatan yang signifikan, di Indonesia sendiri kecenderungan ini lebih disebabkan oleh kesulitan ekonomi dan gaya hidup, Modernisme telah menghasilkan banyak sekali manusia-manusia yang sekuler, manusia yang selalu dipenuhi dengan hedonisme duniawi, manusia yang sekuler biasanya hanya mempunyai 3 aspek dalam kehidupannya yaitu : Mental, Psikologi dan Sosial, ini sangat berbeda dengan manusia yang religius 3 aspek tadi masih ditambah dengan hal yang paling hakiki yaitu : moral dan akhlak serta agama berupa iman dan taqwa. Inilah pentingnya kita memahami bahwa dalam hidup ada kekuatan lain yang menggerakan kita, kita sering melupakan bahwa kehidupan yang kita lalui setiap detiknya ada yang mengawasi, sebenarnya fenomena-fenomena derita manusia modern dapat diobati dengan pendekatan sufistik dan religi. Barangkali bukan hanya orang yang gila saja yang perlu diterapi, kita sebagai manusia yang merasa pikirannya normal, perlu terapi ini. Selama ini karena mungkin sebagai manusia yang tak terlepas dari hilap dan dosa, bisa saja pikiran kita menjadi kotor, seperti gejala kelistrikan dalam tubuh kita yang diterangkan pada awal-awal tulisan ini.
Dalam Islam kita akan mengenal sebuah ayat yang begitu menyentuh di surat Ar-Rad 28 yang artinya “ ….dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” Terapi perawatan rohani Islam lebih tepatnya akan kita kemukakan dalam tulisan ini, jika anda mengartikan ayat tersebut dengan kesadaran yang penuh, kita dapat menemukan sesuatu yang akan menjadi terapi untuk penderitaan yang mungkin kita alami, derita manusia modern seperti : iri, dengki, hasad, ria, takabur atau yang lainnya. Allah, tuhan pencipta alam ini adalah kuncinya. Allah telah membuat pedomannya, dengan mengingatkan kita bahwa dengan mengingatNya dalam keadaan apapun kita akan menjadi tentram dan terbebas dari gangguan-gangguan kejiwaan. Dalam Dunia Keperawatan, aspek spiritual dalam kejiwaan telah banyak dikaji, Aspek spiritual dalam keperawatan dapat meliputi 2 hal yaitu :
1. DIMENSI EKSISTENSIAL / HORIZONTAL ) , meliputi diri sendiri (tujuan & makna kehidupan ), ORANG LAIN ( Perawat & nakes lain, keluarga, sahabat ) dan alam ( tumbuhan, satwa, iklim )
2. AGAMA / DIMENSI VERTIKAL DG TUHAN / SPIRITUAL NOURISHMENT, meliputi pemikiran kehidupan setelah mati dan ritual keagamaan. (mikley et al “92)
Jelas sudah bahwa dalam kehidupannya manusia tak mungkin terlepas dengan kehidupan Spritualnya, dunia medis mengenal sebuah layanan yang disebut layanan yang holistic yang mencakup BIO-PSIKO-SOSIO-SPIRITUAL. Unsur spiritual inilah mungkin yang sering ditinggalkan orang sebagai sebuah terapi yang ampuh untuk memerangi setiap penyakit apapun. Kita perlu ingat bahwa penyakit itu yang menciptakannya adalah Allah, Tuhan pemilik jiwa ini. Jadi terapi yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan mengingatNya. Terapi medis yang secanggih apapun belum tentu membuat seorang manusia modern yang menderita gangguan jiwa atau penyakit medis lainnya menjadi sembuh total dan merasa menjadi manusia yang seutuhnya. Kita semua pasti meyakini, terapi medis atau pengobatan medis hanya bersifat meringankan gejala alamiah yang terjadi dan bukan penyembuh total. Terapi rohani memang sesuatu yang sifatnya abstrak, sesuatu yang ada karena iman dan keyakinan. Ia akan ampuh dan menjadi obat bagi siapa saja yang meyakininya.
Islam telah mengajarkan umatnya dengan sesuatu yang tak bernilai harganya, belajar menyembuhkan diri sendiri, dengan banyak mengingat tuhannya. Surat Ar-rad 28 menunjukan kepada kita semua dengan seringnya mengingat keberadaanNya kehidupan kita akan sembuh dan sehat secara utuh, banyaknya penyakit hati yang sering kita alami biasanya diakibatkan karena hati kita tidak tentram, gelisah dan kurangnya bersyukur akan karuniaNya.
Terapi perawatan rohani Islam, merupakan solusi yang tepat untuk membuat penderitaan manusia modern berkurang atau bahkan sembuh sama sekali. Kita akan yakin semuanya ini akan berhasil setelah kita mulai menjalaninya, berikut akan coba kita gali mengenai model dari terapi perawatan rohani Islam, dalam tulisan ini akan dikemukakan sedikitnya 3 hal dasar dalam model terapi rohani yang Islami, yang pertama kali harus kita lakukan dalam terapi ini adalah Dzikir, Berdzikir kepada zat pemilik jiwa ini. Dzikir sendiri mempunyai pengertian yang luhur dan luas yaitu : mengagungkan, mengisyaratkan, memuji, menyebut dan mengingat, dalam surat al-baqarah ayat 98 Allah berfirman “….Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepada kepadamu…”
Ayat ini jelas menerangkan bahwa Allah akan sayang terhadap setiap hamba yang berusaha mengingatNya, dan niscaya hamba tersebut akan dikasihi olehNya dan merasakan ketenangan batin luar biasa. Jadi cobalah untuk mulai melakukan Dzikir, bertafakur, merenungkan semua proses yang terjadi dalam kehidupan kita ini, manusia itu kecil dan tak ada artinya apa-apa dibandingkan dengan semua ciptaanNya ini.
Dalam Islam ada istilah yang dikenal dengan terapi sufistik yaitu dengan cara bertasawuf, bertasawuf bisa dilakukan oleh setiap orang asal ada kemauan dan tekad untuk mulai berubah, dan tentunya ini banyak dipelajari dalam dunia pendidikan keIslaman sebagai suatu cabang ilmu, pada dasarnya dengan bertasawuf, memohon ridho kepada Allah, akan menjadikan kita berusaha mengenal jati diri seutuhnya, kenapa kita hidup? Untuk Siapa kita hidup dan Bagaimana melewatinya. Dzikir pun terbagi menjadi 3 bagian yaitu : dzikir Qolbi (kahfi), Dzikir Lisan (Zahr), dan Dzikir dengan Perbuatan(amal Sholeh). Dzikir qolbu biasanya lebih kearah hati kita yang berucap, tanpa diucapkan setiap saat hati kita terpaut dengan yang maha pengasih, Dzikir Lisan, berupa ucapan seperti kalimat Tahmid, Tasbih, Takbir, Tahlil, Basmalah,Istighfar, Hauqalah,dll. Sedangkan Dzikir dengan perbuatan merupakan implementasi yang kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kontemplasi kita sebagai hamba yang mengagungkan ajaranNya, gerak-gerik yang tidak pernah lepas dari tuntunanNya yaitu Al-Quran dan Sunah.
Model Terapi Perawatan Rohani Islam yang kedua adalah Sholat, kita semua tau Islam mewajibkan umatnya untuk melakukan ibadah ini, Lalu Sholat yang seperti apa yang akan menjadi terapi bagi kita sehingga bisa melawan penyakit jiwa yang kita alami, Yang paling penting kita tanamkan adalah Bahwa Sholat adalah alat dan manajemen terbaik yang pernah ada dimuka bumi ini, tidak ada sebuah system manajemen apapun didunia ini yang bisa mengalahkan ampuhnya sistem manajemen sholat dalam kehidupan manusia. Sholat mengajarkan kita kedisiplinan, manajemen waktu dan menuntun kita untuk selalu berbuat baik. Setiap gerakan dalam sholat mempunyai filosofi yang sangat luhur, berikut akan sedikit disinggung mengenai filosofi setiap gerakan dalam sholat sebagai sebuah ilmu, Islam mengajarkan kita ilmu tentang anatomi syaraf, pembuktian ilmiah mengenai Anatomi dasar urat syaraf sesuai gerakan sholat akan terlihat seperti dibawah ini :
• Urat Syaraf Takbir, merawat syaraf dada, jantung, paru-paru, sensorik-motorik dalam ketiak.
• Urat Syaraf Sedekap, merawat ujung syaraf di pergelangan tangan, jika tersalut pengkapuran kita akan mengalami banyak penyakit.
• Urat Syaraf Rukuk, mulai dari pangkal otak, ruas tulang belakang, urat perut, pangkal paha, lutut, betis, pangkal kaki, titik sentral syaraf keseimbangan antara telunjuk dan ibu jari kaki.
• Urat Syaraf Sujud, di tekukan jari-jari kaki, pangkal kaki, cekungan tulang kering, lutut, paha dalam dan luar, dahi kiri dan kanan, pangkal otak, pangkal jari tangan, pergelangan tangan.
• Urat Syaraf Tahiyat Awal, telapak kaki atas, pergelangan kaki, pangkal lutut, pangkal paha, tombol siku.
• Urat Syaraf Duduk Di Antara Dua Sujud (Urat Rabbiqfirli), pangkal jari kaki, cekungan mata kaki luar dan dalam, cekungan tulang kering, paha atas, pangkal paha.
• Urat Syahadat, Pangkal telunjuk dan jari tengah terdapat titik/ujung syaraf yang sangat penting yang berhubungan langsung ke otak untuk mengatur oksigen dan buangan listrik negatif / jin dari otak kita. Adanya di tangan kanan dan kiri serta kaki kanan dan kiri.
• Urat Salam, adanya di pangkal leher, berhubungan langsung dari otak ke titik syahadat.
Sungguh betapa indahnya sholat ini, sehingga sepintar apapun seorang pujangga melukiskannya dengan kata-kata, tentunya tak akan mampu melukiskan betapa maha hebat dan luhur kandungan makna yang ada didalamnya.
Sholat yang benar adalah sholat yang meningkatkan kualitas hidup kita, jadi pendek kata Kualitas hidup bagaimana kualitas sholat. Kualitas sholat sebagai sebuah terapi tergantung bagaimana mempelajari, memahami dan mengaplikasikan sholat sebagai cara hidup kita. Lalu bagaimana kita memperbaiki sholat kita, pada dasarnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya, tetapi usaha apapun itu kembali pada diri sendiri, apakah mau bersabar dan iklas dengan mengharap ridhonya. Yang harus kita perbaiki pertama kali adalah kualitas wudhu kita, kualitas kita dalam bersuci. Agar anda lebih memahami wudhu yang terbaik seperti tuntunan Rasulullah anda bisa mempelajarinya melalui para ulama yang kompeten dalam hal ini. Kebersihan, kesucian, merupakan bagian dari iman, Islam yang mulia ini telah mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga kesucian, yang kedua adalah dengan meningkatkan kualitas gerakan sholat kita, seperti tumaninahnya, tartilnya bacaan dan khidmatnya membaca setiap alunan bacaan dalam sholat serta berusaha memahami arti kata-perkata dari bacaan tersebut. Selanjutnya yang terakhir adalah makna amalan sholat yang harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai suatu amalan sholeh.
Setelah anda mulai memperbaiki semuanya, tunggulah dengan sabar perubahan yang akan terjadi dalam hidup anda, sudah pasti janji Allah akan dipenuhi, sholat adalah alat yang akan mencegah setiap muslim dari perbuatan keji dan mungkar.
Terapi yang ketiga, adalah Puasa(Syaum), Puasa sebenarnya berwudhu yang sangat sempurna, karena sesuai fungsinya puasa akan membersihkan jiwa raga kita dari kotoran hidup, puasa mengajarkan kepada kita bagaimana cara hidup dengan iklas dan sabar. Orang yang ikhlas puasanya, akan mengaktifkan program di otaknya untuk membakar lemak jahat, asam urat, asam laktat, gula darah yang mengganggu sistem pengendalian di tubuh kita. Orang yang puasa tubuhnya terasa enteng, tidak ada panas yang membara, bebas neraka, bebas jin kholesterol, jin asam urat, jin gula darah, tahan virus atau energi negatif. Dan masih banyak lagi kegunaan puasa yang telah dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuwan kita.
Diakhir artikel ini, kita mengakui bahwa hidup itu akan lelah, hidup itu akan rugi dan jauh dari ketentraman jikalau kita tidak pandai-pandai memanfaatkan waktu kita, Allah telah mensinyalir bahwa kehidupan manusia akan merugi didalam Al-Quran surat al’Ashr ayat 1-3 yang artinya: ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.
Inti dari proses untuk menghilangkan derita dan penyakit-penyakit jiwa manusia modern adalah berusaha menjadikan agama sebagai satu-satunya sandaran dalam berbuat benar dan sabar. Sabar akan memancarkan energi yang positif dalam kehidupan kita, berbeda dengan marah kalau marah tubuh kita akan memancarkan energi negatif yang sangat tinggi yang akan merusak sistem electric/Ruh terutama otak kita, tempat pikiran yang berisi sistem dan program yang mengendalikan tubuh kita. Mudah-mudahan dimasa yang akan datang dunia medis kita akan mengembangkan model terapi rohani Islam suatu cabang ilmu yang sangat berguna untuk menyembuhkan derita dan penyakit-penyakit jiwa dan medis yang dialami manusia-manusia modern pada umumnya.
Amiin “wallahu alam bi’sowab


Reaksi:

0 komentar: