Minggu, 17 Mei 2009

Infeksi Saluran Reproduksi

A. Infeksi Saluran Reproduksi
1. ISR tanpa melalui hubungan seksual
Penyakit ini lebih banyak terjadi akbat kuman yang terdapat pada saluran vagina mengalami pertumbuhan secara luar biasa. Contoh: bacterial viginosis dan berbagai penyakit sejenis jamur candida.
2. ISR melalui hubungan seksual (PMS)
Penyakit yang ditularkan melalui seksual antara lain penyakit gonorrhoea (GO), sifilis, hepatitis Berhubungan dengan, herpes simpleks, trichomonas vaginalis, HIV/ AIDS dan lain-lain.
Gejala dapat berupa:
- Keluarnya cairan tubuh dari alat kelamin yaitu penyakit gonorrhoea, chlamydia.
- Luka pada alat kelamin yaitu sifilis, herpes simpleks.
- Timbul benjolan atau tumor seperti jengger ayam, yaitu penyakit kondiloma akuminata.
- Pembengkakan kelenjar inguinal testis/ skrotum yaitu GO, clamidia
- Radang mata pad bayi akibat GO, clamidia yang ditularkan melaui jalan lahir.
- Tanpa gejala pada tahap permulaan yaitu hepatitis Berhubungan dengan dan infeksi HIV/AIDS
- Pada perempuan: keluarnya cairan dari vagina (keputihan) dan nyeri perut kronis (pada bagian bawah)
- Pada laki-laki: keluarnya cairan dari penis selain sperma atau urine, pembengkakan testis atau skrotum, penyempitan saluran kencing.


B. HIV/AIDS
1. Pengertian
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency virus) yang merusak sebagian dari sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga orang tersebut mudah terkena penyakit yang tidak lazim. (DEPKES RI, 1997).
2. Penyebab
Penyebab dari AID adalah HIV yang akan menyerang sel darah putih yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuh sehingga kibatnya hancur pertahanan tubuh sehingga orang yang terinfeksi HIV mudah terserang HIV.
Sebenarnya HIV mudah dihancurkan jika berada di luar tubuh manusia, tapi jika berada dalam tubuh manusia masih dalam penelitian.
3. Gejala- Gejala
Gejala umum AIDS adalah:
- Rasa lelah yang berkepanjangan
- Penurunan BB > dari 10 %
- Diare kronik selama 1 bulan lebih
- Demam lebih dari 1 bulan
- Sesak nafas dan batuk
- Pembengkakakn kelenjar getah bening diseluruh tubuh
- Infeksi pada mulut dan tenggorokan yang disebabkan oleh jamur
4. Cara Penularan (transmisi)
- Transmisi Seksual baik secara ano-genital, oro-genital maupun genito- genital.
- Transmisi non seksual:
Secara parenteral, yaitu melaui penggunaan jarum suntik atau alat tusuk lainnya dan melalui transfusi darah yang telah terkontaminasi HIV.
Secara trans plasenta, yaitu transmisi dari ibu kepada janinnya saat hamil atupun saat melahirkan
5. Cara Penularan Yang Belum Terbukti
- Lewat air susu ibu
- Lewat air liur/ saliva
- Lewat air mata
- Lewat Urin
- Lewat gigitan serangga
6. Cara Mencegah Infeksi HIV/AIDS
- Menghindari hubungan seksual sebelum menikah (abstinensia)
- Setia pada pasangan seksual
- Tidak menggunakan jarum suntik (jarum tato, jarum suntik dll) secara bersama-sama dan bergantian dengan orang lain
- Periksa darah yang akan ditransfusikan secara teliti
- Hindari singgungan antara kulit yang terluka dengan cairan atau darah pengidap HIV/AIDS
7. Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS
- Isolasi, yaitu menempatkan penderita ditempat tersendiri baik kamar maupun alat sehari-harinya. Isolasi dilakukan terutama penderita yang mengalami infeksi pencernaan atau pernafasan seperti diare, batuk hebat atau alasan sosial dan psikologik.
- Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan pertolongan pada penderita untuk melindungi penderita dari dan penolong dari nfeksi virus HIV atau kuman patogen lainnya.
- Merendam alat-alat bekas dipakai penderita dengandesinfektan atau direbus dengan iar mendidih selama 15-20 menit (khusus untuk alat-alat makan)
- Memberi pelapis plastik pada bantal dan kasur sehingga mudah dicuci.
Namun demikian dalam melaksanakan pencegahan tersebut diatas, jangan sampai kita mengucilkan mereka, karena untuk sementara ini hanya dengan memberinya perhatian untuk dapat mengurangi penderitaannya.

Reaksi:

0 komentar: