Senin, 19 Januari 2009

Kumpulan Mutiara Qolbu

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (Q.S : Al-Ankabuut (29):64)
Saudaraku yang budiman, bagi seorang yang emosional. Dia tidak bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain. Terkadang tercuri waktu, pikiran dan dongkol sehingga habis energi positif kita, hanya karena kita menyikapi kesalahan orang dengan emosional.
tidak ada satu pun yang terjadi, yang terekam oleh kita, kecuali sarat dengan hikmah dan kita bisa belajar banyak justru dari orang yang berbuat kurang dan salah, agar kita tidak terjerumus dalam kekurangan dan kesalahan yang sama
bergaul dengan manusia memiliki seni tersendiri, kita beri rumus 2B2L. B yang pertama, bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain. B yang kedua, berani mengakui kelebihan dan jasa orang lain. L lupakan jasa dan kebaikan diri. L selanjutnya, lihat kekurangan dan kesalahan diri
dendam merupakan buah dari hati yang terluka, tersakiti, teraniaya atau yang terambil haknya. Wujud dendam yang paling konkret adalah kemarahan. Sesorang meluapkan amarahnya karena tidak suka melihat orang yang dia benci mendapat kesenangan. Dia lebih suka melihat orang tersebut sengsara, melebihi dirinya
Jikalau ada orang yang mendengki pada kita, balaslah kedengkian dengan memperbaiki diri, balaslah kedengkian orang lain dengan terus menerus berprestasi dan evaluasi diri.
orang yang sistematis bercermin, membuat penampilannya selalu prima. Sayang kalau orang hanya bercermin topeng saja, padahal yang membuat seseorang dicintai, kalau orang bisa bercermin pribadi. Oleh karena itu, yang penting dalam kehidupan kita adalah lihat kekurangan diri, lihat kesalahan diri, sebelum kita melihat orang lain. Karena kegigihan kita memperbaiki orang lain, tanpa diawali kegigihan melihat kekurangn sendiri, maka tidak bisa merubah orang tanpa diawali merubah diri.

Orang yang bijaksana adalah orang yang bisa mengambil sikap yang paling utama antara yang utama. Dengan kata lain, seseorang bisa bijaksana, kalau dia gemar mencari ilmu yang luas, sehingga makin tahu apa yang terbaik, dan gemar pula mencari informasi yang memadai.

Anak-anak akan merasa betah di rumah, jikalau orang tuanya berakhlak baik, begitupun orang tua amat bangga jika sang anak berakhlak baik. Ternyata sudah menjadi perangkat di hati kita, selalu senang, hormat terhadap orang-orang yang berakhlak baik. Pertanyaannya, seperti apakah akhlak kita? Karena ternyata nilai ke- Islaman seseorang begitupula nilai ke- Imanan, seperti yang diajarkan Nabi kita, dapat dilihat dari akhlak seseorang

orang yang mengetahui rahasia di balik suatu kejadian. Datangnya suatu pujian itu akan membuatnya tambah malu, karena itu berarti Allah memperlihatkan sesuatu. Kalau kita mau jujur, sungguh tidak pantas dan tidak cocok pujian itu dialamatkan kepada kita, karena janganlah lekas terpana oleh pujian manusia

tanda-tanda pribadi yang tenang biasanya terlihat dari kemampuan berpikir jernih, kemampuan menghimpun informasi secara akurat, tindakan-tindakan yang selalu tepat, efektif, dan efesien.
Dalam mengambil keputusan, pribadi yang tenang selalu akan memberikan keputusan-keputusan adil, bijak lagi arif. Lebih dari itu, ketenangan akan meminimalisir segenap resiko.

Rasulullah SAW bersabda " Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya dan paling lemah lembut terhadap istrinya". ( H.R Tirmidzi dan An-Nasai ).
Suami paling baik ialah suami yang paling sanggup berkata pada istrinya, "Duhai istriku, saya hanyalah seorang manusia yang sedang belajar menemukan jalan hidup. Mungkin ada kelebihan karunia Allah yangharus kita syukuri, tapi pasti banyak kekurangan yang mungkin dengan kahadiranmu saya akan lebih baik. Duhai istriku, jikalau engkau mencintaiku, ingin menjadikan diriku pewaris surga, terus koreksilah suamimu ini agar bisa menjadi suami yang baik, agar bisa menjadi suami yang semakin bertanggung jawab".
Apabila sebuah rumah tangga mulai saling menasihati maka rumah tangga akan bagaikan cermin; akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik lagi. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga kita, karena dia adalah darah daging kita sendiri.
Seorang suami adalah pemimpin keluarga. Ia harus belajar terus menerus untuk mencari cara terbaik dalam memimpin rumah tangganya. Karena setiap hari, masalah yang dihadapi bertambah, tiap hari kebutuhan juga bertambah ,dan tiap hari potensi konflik ikut bertambah, Jadi, bagaimana mungkin bisa menyikapi segala yang bertambah tanpa kemampuan yang bertambah. Semakin tua, seharusnya semakin matang, semakin bijak. Sehingga ketika ia wafat, warisan terbesar bagi kelurga dan anak-anaknya adalah kebanggaan memiliki orang tua yang bijak. Yang mulia.
Adalah sebuah mimpi, jika orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi lebih baik dari dirinya, namun mereka tidak menyadari kekurangan dan kesalahan sendiri. Sulit bagi kita untuk merubah orang lain sebelum kita gigih untuk merubah diri. Dan akan sulit merubah diri sebelum kita berani jujur untuk mengevaluasi kekurangan diri
Sedangkan seorang istri menurut risalah tersebut berkewajiban untuk :
1. Taat dan patuh kepada suami (H.R. Tirmidzi).
2. Melayani suami dengan sebaik-baiknya (H.R. Muttafaq ‘Alaih).
3. Menjaga rahasia suami (Q.S. An-Nisa’:34).
4. Tidak bepergian dan berpuasa tanpa izin suami (H.R. Bukhari Muslim).
5. Menjaga harta suami (H.R. Nasa’i).

“Matsalulladzii yadzkuru robbahu walladzii la yadzkuru robbahu,mitslal hayyi wal mayyit”(Shahihul Bukhari).
“Perumpamaan orang yang menyebut nama Tuhannya dan yang tidak menyebutnya,bagaikan orang yang hidup dan orang yang mati”
Ibnu Abdil Hadi dalam karyanya “Fadhlu La Haula Wa La Quwwata illa Billah” meriwayatkan salah satu hadits dari Ibnu Abbas RA:”Barangsiapa yang melafalkan bismillah,maka telah menyebut(mengingat) nama Allah,dan barangsiapa mengucapkan alhamdulillah,maka telah bersyukur kepadaNya,dan siapa yang berkata Allahu Akbar,maka telah mengagungkan kebesaranNya,dan barangsiapa melisankan La haula wa la quwwata illa billah,maka ia telah berislam dan berserah diri sepenuhnya,dan itu merupakan kekayaan yang paling berharga dari berbagai kekayaan di surga.
Masya Allah, andaikan hati kian bersih tentu akan nikmat sekali menjalani hidup ini. Kalau hati kita ini bersih dan sehat, maka pikiran pun bisa menjadi cerdas. Kenapa? Karena tidak ada waktu untuk berpikir licik, dengki atau keinginan untuk menjatuhkan orang lain. Sebab, kalau tidak hati-hati benar maka hidup kita itu sangat melelahkan. Sekali saja kita tidak suka kepada seseorang, maka lambat laun kebencian itu akan memakan waktu, produktivitas dan memakan kebahagiaan kita, kita akan lelah memikirkan orang yang kita benci.
Hidupkan hati dengan memperbanyak ilmu, memperbanyak ibadah, dan zikir. Ladang untuk berkarya teramat luas, hiduplah dengan menjaga kebersihan hati, insya Allah hidup ini menjadi lebih indah dan penuh makna.
Terjadinya persoalan dalam hidup kita adalah kalau kita membesar-besarkan makhluk dan mengecilkan Allah.Ketika atasan dianggap sebagai pemberi rejeki maka terjadilah bawahan menjilat atasan, ketika pembeli dianggap sebagai pemberi rejeki akhirnya justru pedagang ditipu pembeli,ketika suami dianggap sebagai jalan kebahagiaan akibatnya bergantung kepada suami.
Kalau kita yakin Allah akan mencukupi maka pasti cukup,karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya, inilah sebenarnya yang berharga . Banyak orang yang tidak pernah mau berlatih , puas hanya dengan jaminan dari Allah , selebihnya kecewa.
Rejeki tidak selalu identik dengan makanan, uang , pujian tetapi kesabaran juga rejeki Subhanalloh.Jadi orang yang banyak rejeki jangan dihitung dari orang yang banyak tabungannya , karena tabungan itu dilihat tidak dipegang tidak, rejeki itu adalah bagaimana Allah membimbing kita supaya kita dekat dengan Allah
Allah itu menciptakan kita , dan kita tidak dapat melihat Allah yang sebenarnya, karena yang kita tahu hanyalah makhluk dan makhluk itu lemah , mata kita tidak bisa melihat Allah karena mata ini sangat lemah , melihat jauh saja tidak sanggup , sangat dekat pun tidak kelihatan. Kita bahkan tidak tahu alis kita yang sebenarnya , bulu mata, hidung, yang terdekat dengan mata saja tidak pernah terlihat, pendengaran kita juga lemah, kita tidak bisa mendengar semuanya, frekuensi yang lebih tinggi ataupun lebih rendah dari kemampuan pendengaran kita,suhu untuk tubuh kita juga terbatas andaikata diberikan suhu yang lebih tinggi ataupun lebih rendah tentu tidak akan sanggup kita menahannya.Jadi bagaimana mungkin makhluk yang lemah bisa melihat Allah Yang Maha Sempurna,oleh karena itu Allah menciptakan qolbu dan hati inilah sebenarnya yang bisa merasakan kehadiran Allah SWT sepanjang hatinya bersih , andaikata hati kita bersih dapat kita rasakan Allah Yang Maha Menatap, Allah menggenggam langit, Allah menciptakan semuanya agar kita berpikir,Afalaa tatafakkaruun
Sesungguhnya setiap insan rugi, tambah hari tambah rugi , tambah tua tambah rugi, tambah umur tambah rugi kecuali orang yang tiap hari berjuang sekuat tenaga agar makin kokoh imannya, makin mantap keyakinanya, karena jika hidup tanpa diiringi kekokohan iman, amal apapun tidak akan betul niatnya.

Memang orang yang lemah,orang yang sombong , orang-orang yang penuh kebencian itu tidak pernah tahan terhadap kritik, jika ada yang mengkoreksi maka dirinya sibuk untuk membela diri, sibuk untuk berpikir dan sibuk untuk membalas, ketahuilah bahwa orang yang demikian itu tidak akan bisa maju

Orang yang kokoh dan kuat itu bukan orang yang sibuk memberikan alasan ketika dia dikritik, karena jika tidak hati-hati alasan itu justru memperjelas kesalahan.Dari pada kita sibuk menyerang orang lain dan membela diri, sebaik-baik jawaban atas kritik dan koreksi adalah dengan memperbaiki diri.Orang lain sibuk mencari kejelekan kita, tetapi kita justru sibuk memperbaiki kejelekan kita.

kalau kita berubah,..... jangan pernah lupa untuk menyebut jasa orang yang pernah merubah kita sehingga kesuksesan ini harus jadi kebahagiaan dan kesuksesan bagi orang lain.
Yang paling penting dari suatu nasehat, kritik dan koreksi itu adalah niat yang mendasarinya. Kalau didasari niat ingin menjatuhkan ,koreksi itu hanya akan menjadi pisau atau panah beracun.Harusnya nasehat kita itu dilandasi dengan rasa kasih sayang dan persaudaraan.
ada suatu tradisi yang sangat ringan tetapi bisa mencairkan kebekuan dan menghangatkan suasana yaitu tradisi senang menyapa. Aneh sekali, kadang-kadang kita membiarkan hidup dalam penjara kekakuan ,itu terlihat ketika kita tidak menyapa kiri dan kanan kita, tetapi.... Subhanalloh, ketika sudah disapa tiba-tiba benteng itu seakan-akan rubuh. Bergaul menjadi nyaman,bersikap menjadi enak, saling tolong menolong menjadi mudah
Kenapa orang tersinggung ? orang tersinggung karena menilai dirinya lebih dari kenyataan , merasa pintar, merasa berjasa, merasa soleh, merasa tampan, merasa sukses, setiap kali kita terus menilai diri kita lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kurang sedikit saja ,……..langsung akan tersinggung. Jadi memang ada sesuatu yang harus kita perbaiki yaitu proporsional menilai diri , kita biasanya membuka peluang tersinggung karena kita salah dalam menilai diri kita.

(di Intisarikan dari Ceramah AAGym)

Reaksi:

0 komentar: